Affair With My Boss

Affair With My Boss
Pertemuan rahasia.


__ADS_3

Pernikahan exel dilaksanakan di Prince hotel, tempat arini menginap 2 minggu yang lalu. Dia masih ingat dengan jelas kejadian waktu itu, 'dan sekarang giliran exel dan kanaya yang akan memadu kasih ditempat yang sama. Ingatan itu membuatnya murung seketika.


Arini berjalan memasuki ruangan resepsi pernikahan exel dan kanaya dilangsungkan. "sangat indah" dan berkelas tentunya. Ia berjalan menyusuri ruangan tersebut bersama raihan. Mely memutuskan untuk pergi dengan rekan kerja yang lain, karena merasa gak enak sama raihan.


Tampak kanaya dan exel tengah sibuk bersalaman dengan tamu yang hadir. Kanaya mengenakan gaun berwarna merah yang agak sedikit terbuka di bagian bahu dan dadanya, sehingga menonjolkan kulitnya yang putih, dia terlihat memukau.


Sedangkan exel memakai jas hitam yang berpadu dengan warna putih, dan menggunakan dasi kupu-kupu. 'dia sangat gagah dan memukau. Arini merasa sesak didadanya.


Ya ampuuun.. Mereka benar-benar sempurna, pasangan yang sangat serasi. Selamat ya jeng, semoga lekas menimbang cucu, kata ibu-ibu setengah baya yang menyalami tante hera.


Iya jeng makasi yah,' amiin' sahut nya. Dan tante hera yang kelihatan sibuk bersalaman dengan para tamu, tanpa sengaja melihat arini.


Arini! Panggil tante hera, kamu beda banget sayang. Cantik banget, katanya memuji arini yang memang sangat cantik. Dengan mengenakan gaun berwarna putih, rambutnya diikat sedikit sehingga bagian punggungnya agak sedikit terbuka terlihat jelas. Raihan pun sempat menahan napas melihat penampilan arini, padahal gaunnya dia yang beliin.


Kalian baru datang? Tanya tante hera. Kalian serasi banget, raihan kamu makin tampan deh. Tante jadi pangling.


Makasi tan! ucap raihan tersenyum senang.


Yaudah, tante tinggal dulu yah, kamu ajak arini makan yah rai!


Siiip tante..


Mau makan? Tanya raihan.


Nggak kak, entar aja.


Ikutan dansa yuk.


Aku gak bisa kak.


Ikutin kaki ku aja, mudah kok, kata raihan menarik tangan arini kelantai dansa. Dan memeluk pinggulnya, tangan raihan dengan sengaja diletakkan dipinggang arini. Mereka berdansa dengan cukup santai.


Ternyata dansa gak seburuk bayangannya, asik juga pikirnya, sejenak dia bisa melupakan exel dalam ingatannya.


Dari kejauhan, ada yang merasa cemburu melihat arini berdansa dengan bahagia. Exel berusaha menepisnya, tapi matanya tidak ingin berpindah ketempat lain. 'tanpa sadar tangannya terkepal menahan amarah'.


Kak! Dansa yuk.


Kebetulan banget, exel memang pengen mengganggu mereka, ajakan kanaya langsung disambut senang oleh exel.


Pasangan pengantin turun dari pelaminan untuk berdansa, "ratusan pasang mata pun hanya tertuju pada mereka. Termasuk arini dan raihan.

__ADS_1


Sejenak mereka menghentikan kegiatan berdansanya. Dan kembali melanjutkannya setelah exel dan kanaya tiba dilantai dansa. Suasana pun menjadi riuh karena semua orang mulai ikut berdansa.


Arini merasa sangat canggung, karena 'tanpa sengaja matanya bertemu dengan exel. Raihan malah semakin merapatkan pelukannya pada arini, seakan-akan dia bisa membaca isi pikiran exel yang kelihatan cemburu.


Musik pun diganti atas permintaan exel.' dia udah muak melihat raihan mengambil kesempatan ini untuk memeluk arini berlama-lama. "musik yang romantis berganti menjadi musik yang riang. Semua pun menari dengan gembira.


Sementara kanaya udah di tarik oleh ayah dan ibunya untuk menari dengan mereka, tinggal lah exel sendiri. Dia lebih memilih untuk pergi keluar untuk menikmati angin segar. 'diteras banyak juga pasangan yang kadang hanya sekedar ngobrol atau malah berciuman. Exel gak peduli dengan semua itu.


Diluar dia bisa melihat lampu perkotaan yang dipantulkan oleh air sungai dari atas hotel. "Arini" gumamnya. Exel gak berani menatap arini lama-lama. Dia takut malah gak bisa pergi darinya, sedangkan dia sudah menikah. Itu semua hanya akan menyakiti hati arini. Exel sudah berulang kali menolak pernikahannya dengan kanaya, bahkan setelah exel menodai arini waktu itu.


Dia berusaha meyakinkan orangtuanya, kalau dia memiliki seseorang yang disukai, tapi mereka tetap gak mau dibantah. 'mereka gak mau melanggar janji yang telah dibuat saat exel dan kanaya masih kecil dulu'.


Eheem!!


Seseorang tiba-tiba muncul disampingnya. Exel cukup kaget melihat arini yang menghampirinya.


Hai pak, apa kabar? Arini berusaha sekuat tenaga untuk bersikap santai dihadapkan exel. 'Sementara bibirnya ingin sekali berteriak kepada pria yang gak punya perasaan ini'.


Arini! Sedang apa kamu kamu disini! Dengan gayanya yang sok acuh.


Emangnya gak boleh? Lagian bapak ngapain disini? Bukankah seharusnya bapak mendampingi istri tercinta.


Tunggu! Aku mau ngomong. Apa kakak gak merasa punya hutang sama aku?


Nggak! Hutang apa! Jawabnya acuh, aku udah transfer pelayananmu waktu itu, apalagi? Kurang?


Arini berusaha menahan amarahnya yang udah memuncak, tapi karena disekelilingnya ada banyak orang, gak mungkin dia mempermalukan dirinya sendiri.


Anda memang keji!! Apa tidak ada sedikitpun perasaan menyesal dihati bapak! Bapak harus minta maaf karena hinaan bapak selama ini sudah terbukti salah. Arini sangat geram dengan sikap Exel'.


Cukup lama exel terdiam dengan raut wajah yang terlihat bersalah, 'tapi itu tidaklah terlalu lama, karena dengan sekejap sikapnya kembali berubah menjadi exel yang makin arini benci.


Ikut aku! Pinta exel tegas.


Gak! Aku gak mau.


Apa kau gak malu, kalau ada yang melihat kita! aku takut kanaya nanti mengamuk, dan aku gak akan membelamu.


Arini cukup ngeri membayangkannya, 'baiklah' aku ikut.


Arini berjalan mengikuti exel yang sudah berjalan lebih dulu. Exel membawanya menuju tangga darurat.

__ADS_1


Tempat yang sepi untuk ngobrol 'pikir arini'.


Aku gak akan meminta maaf, kau tau itu! Jadi berhentilah mengganggu pria yang telah beristri, tegasnya.


Kamu memang gak punya hati!!! Arini berteriak sambil memukul dada exel, yang kebetulan posisi mereka sangat dekat, karena ukuran tangganya yang kecil. Arini terisak, "hatinya sangaaat sakit". Dia benar-benar gak kuat lagi menahan semua yang ada dihatinya.


Pertahanan exel benar-benar diuji oleh arini, sudah dua minggu dia berusaha menahan diri untuk tidak mendekati arini, 'tapi perempuan ini malah medekatinya' dan menangis dihadapannya. 'exel mengutuk dalam hatinya'.


Pertahanan exel akhirnya runtuh, dan menarik arini kedalam pelukannya. Tangannya mengelus-elus rambut arini, berusaha menenangkannya agar berhenti menangis. 'Maafin aku bisiknya'. Cup cup udah ya nangisnya, ntar cantiknya hilang loh! Hiburnya.


Tangis arini semakin pecah, karena perubahan sikap exel yang sangat lembut padanya. Tubuhnya dibiarkan pasrah dipelukan exel, arini memang butuh sandaran sekarang, apalagi dari pria yang dicintainya.


Exel mengecup puncak kepalanya dengan penuh sayang. Dan mengecup dahinya, dan berpindah kepipi, dan mengecup bibirnya sekilas. Exel menatap mata wanita yang dicintainya dengan penuh kasih, 'akhirnya dia bisa menunjukkan perasaannya yang sebenarnya dihadapkan arini'.


Exel mengangkat dagu arini, dan kembali mencium bibirnya dengan lembut.


Arini merasa tubuhnya melayang, karena kelembutan exel, selama ini dia selalu bersikap kasar padanya.


Bibirnya terasa bengkak karena ciuman mereka yang cukup lama. Tangan exel beralih keleher arini, dan kembali menciumnya dengan lebih menuntut.


Arini melingkarkan tangannya dileher exel, dia telah lupa kalau pria yang bersamanya ini adalah suami orang lain.


Arini! Pak exel! Haah' apa yang terjadi? Mely bertanya dengan mulut menganga.


Mel..! Arini buru-buru melepaskan diri dari exel dan merapikan rambutnya yang cukup berantakan. Aq-aku bisa jelasin! Katanya gagap.


Tapi mely buru-buru pergi karena takut melihat tatapan exel.


Mel!!


Sudah! Biarkan! Biar aku yang ngurus masalah ini, dia temanmu kan? Apa dia bisa dipercaya?


Iyaa kak. Bisa, dia sahabat Arin.


Jelasin semua permasalahan kita sama mely, aku yakin di bakal ngerti. Exel meyakinkannya karena melihat muka arini yang penuh kecemasan.


Mereka kembali kedalam, karena semua orang pasti telah sibuk mencari exel yang menghilang. Termasuk raihan yang sibuk mencari keberadaan arini.


****


Tinggal jejakmu untuk penulis, like, komen dan vote.

__ADS_1


__ADS_2