Affair With My Boss

Affair With My Boss
Pigsan


__ADS_3

"Maafkan saya Arini.. Kamu mendapatkan kesulitan gara-gara saya."


Tidak apa pak! Nggak masalah, bapak adalah atasan saya. Selama ini bapak selalu bersikap baik sama saya, mungkin Sekaranglah waktunya saya membayar kebaikan bapak. Bapak gak perlu sungkan.


"Kamu terlalu baik.. Saya harap kamu bisa berhati-hati sama Presdir.."


Memangnya kenapa pak!


"Kelihatannya Presdir ada niatan yang buruk sama kamu, seperti nya dia mau memanfaatkan kelemahanmu.. Saya akan sangat merasa bersalah kalau sampai hal itu terjadi. Kamu mungkin gak tau, Presdir sudah menikah.."


Apa yang pak Dodi pikirkan.. Apa dia mulai curiga dengan sikap Presdir..?


"Saya tau gimana musti bersikap, bapak tidak perlu khawatir.."


Baiklah.. Kalau begitu saya bisa tenang.


"Arini tidak bisa dihentikan oleh siapapun, sudah banyak yang melarang, tapi tetap bersikeras mau bekerja dicuaca seterik ini."


Sudah hentikan! Exel menarik tangan Arini, tapi malah ditepis olehnya.


Tidak! Saya akan tetap membantu, saya tidak bisa duduk diam, sementara semua orang bekerja keras termasuk bapak, padahal bapak mungkin belum pernah bekerja berat seperti ini.


Kau itu keras kepala! Oke, kalau gitu akan kutambahkan kerjaanmu.. Pergilah kesana! Exel menunjuk bagian tersulit, disana itu ada rumah warga, mungkin dia membutuhkan bantuanmu untuk mencari barang-barangnya sebelum dibersihkan alat berat. Kemudian Exel berlalu mengibaskan tangannya..


"Arini mendengus.." Tadi disuruh berhenti, sekarang malah dikasih kerjaan yang berat. Tu orang gak bisa ditebak isi kepalanya. Sebentar baik, sebentar marah.. Haah, Arini mendesah. Oke Arini mari kita ikuti permainan tuan besar itu.


Ternyata rumah itu tadinya cukup bagus, kasian banget.. rumah yang telah dibangun susah payah, akhirnya hancur seketika. Pemiliknya pasangan suami istri yang masih muda dengan dua orang anak yang masih kecil.. Mereka sedang mencari barang-barang berharga yang tertimbun reruntuhan rumah. Sulit sekali kelihatannya karena batu-batu yang berdempetan sehingga sulit untuk menyingkirkannya.


Teteh mari saya bantu.. Pemilik rumah tersenyum karena ada yang menawarkan bantuan..


Sok atu teh, kami senang sekali ada yang bisa membantu.


"Sudah 3 jam Arini membantu tanpa henti, lelah pun menghantuinya, kepalanya terasa pusing, perutnya mual.. Padahal tadi makannya gak telat, pasti ini karena kelelahan.."


Udah teh, gak usah dilanjutkan lagi.. Kayaknya teteh udah gak kuat. Istirahat saja disini, dia menyediakan tikar tempat Arini untuk duduk.


Baiklah.. Arini menurut dan berjalan kearah tikar, tapi tiba-tiba kakinya terasa lemah, dan bumi serasa bergoyang dan semuanya menjadi gelap..

__ADS_1


Tolong..!! Ada yang pingsan!


Dodi yang tidak jauh dari tempat Arini, langsung berlari dan mendapati Arini yang tergeletak dilantai.


Arini!! Apa yang terjadi teh? Dengan sigap Dodi menggendong Arini keluar rumah dan berjalan menuju kemah pengungsian.


Tadi tiba-tiba aja tetehnya pingsan. Mungkin terlalu capek.


Dodi mendengarkan sambil berjalan membawa Arini.


Sayup-sayup Exel bis mendengar ada yang berteriak, tapi dia masa bodoh.. Palingan cuma orang yang pingsan karena kecapean, pikirnya..


Pokoknya kalian harus membersihkan perumahan penduduk terlebih dahulu, dan pembangunan Bendungan harus disegerakan demi kemananan warga, setelah itu baru dibangun rumah penduduk. Jangan melakukan kesalahan sekecil apapun karena saya tidak akan mentolelir kesalahan kalian lagi. Reno masih dengan setia mendampingi sang bos..


Baik pak! Akan kami laksanakan.


Reno berbisik ditelinganya, "bos sepertinya yang pingsan itu Arini"..!


Apa!! Mana! Exel berseru kaget.


Itu bos digendong si Dodi. Reno menunjuk Arini didalam pangkuan Dodi.


Dodi!! Exel berteriak memanggil Dodi. Tapi yang dipanggil sama sekali tidak mendengar.. Dengan panik Exel berlari kearah tenda pengungsian..


"Suasana kantor.." Semua orang sedang menonton berita terkini, beritanya tentang Perusahaan jadi gak heran semuanya menonton..


Eeh itu siapa? Kok ada makhluk setampan itu disana?


Itu kan Presdir.. Masak kalian gak tau. Nia menanggapi. Semua mata melotot kearah Nia, tatapan tidak percaya.. Aku serius katanya lagi.


Hahahaha.. Rita tertawa. Kamu itu tau dari mana? Aku gak percaya, mana ada seorang Presdir semuda dan setampan itu.. Biasanya yang jadi Presdir di drakor itu udah pada tua. Imposible..


Itu kan drakor.. Bukan kenyataan, buktinya itu ada satu yang guanteeng banget.. Nia meleleh membayangkan saat Exel tersenyum padanya, waktu itu tanpa sengaja Nia berpapasan sama Presdir, awalnya sih gak tau.. Tapi GM terus-terusan membungkuk hormat padanya, yah Nia penasaran dong. Trus nanyain sama staf HRD yang jemput pak Dodi keruangan kita waktu itu. Dari situ aku tau..


Yaa ampun.. Rugi aku. Kok gak bilang-bilang!


Gimana mau kasih tau, kita semua kan waktu itu sedang bersedih karena kasus pak Dodi..

__ADS_1


"Pengen banget ketemu oppa tampan kayak gitu.. Rita menghayal."


Ada Arini tuh di TV. Waah ternyata dia cantik juga kalau di TV, Suci menanggapi. Arini dipuji-puji, sebagai wanita berhati malaikat. Yang akhirnya pingsan karena kecapean..


Apa! Arini pingsan, aduuh aku cemas. Gimana yah kabarnya..


Kita semua juga cemas kali Rit..


Itu yang gendong pak Dodi, wah kelihatannya teh Rita keduluan tuh sama Arini, Ade staf laki-laki di keuangan. Malah memanas-manasin..


Siapa juga yang suka sama atasan kamu itu.. Ogah aku.. Rita mendelik.


Eeh Rit ada drama tuh! Nia berseru. Arini direbut Presdir dari pak Dodi.. Mereka semua berpandangan, ada apa ini! Semua orang bertanya-tanya.


"Di lain tempat, Kanaya yang sedang sibuk melakukan pemotretan jadi pecah konsentrasinya gara-gara asistennya berteriak.."


Kenapa teriak? Ganggu aja loe!


Itu mbak. Di TV ada suaminya mbak Kanaya..


Mana? Kanaya langsung menatap layar kaca didepan matanya dengan serius..


Exel..!! Raut mukanya langsung berubah, Kanaya langsung menyambar tasnya dan berlalu tanpa berpamitan kesemua kru.


Mbak!! Mau kemana!! Pemotretannya belum kelar.. Cici asistennya Kanaya bicara sambil berjalan mengikuti sang model papan atas.


Brengsek!! Mentang-mentang udah terkenal, seenaknya aja kayak gini.. Fotografer mengumpat penuh emosi. Padahal jadwalnya hari ini sengaja dikosongkan demi memotret Kanaya, tapi si model sombong itu malah kabur..


"Raihan juga sedang nonton berita di TV, tadi sekretaris nya memberitahu, kalau hari ini ada siaran langsung mengenai Bendungan yang jebol yang dibuat anak Perusahaan di Bandung. Tangannya langsung menyambar ponsel dan menelepon Exel.. Tapi gak diangkat-angkat. Raihan juga khawatir sama kondisi Arini. Telpon kekantor aja siapa tau ada yang ikutan kesana. Akhirnya Raihan telah mengantongi nomornya Dodi.. Dan langsung menelepon.


Iya halo!! Dodi menjawab dengan berteriak.


"Ini saya Dodi. Raihan.." Gimana kabar Arini? Raihan tanpa basa-basi langsung bertanya.


Pak Raihan..! Maafin saya pak, saya tidak tau kalau itu bapak. Tadi panik karena Arini pingsan...


Jadi gimana Kondisinya? Raihan bertanya gak sabaran..

__ADS_1


***


__ADS_2