Affair With My Boss

Affair With My Boss
Kecupan singkat


__ADS_3

Setelah menunggu sekitar 15 menit akhirnya Raihan muncul juga, Lulu legah karena urusan kak Rai tidak lama.


"Yuk jalan!" Raihan mengajak Lulu menuju mobilnya.


"Tadi ngapain dikampus aku Kak?" Akhirnya Lulu memecahkan keheningan diantara mereka setelah beberapa saat Raihan membawa laju kendaraan lnya.


"Ada urusan sedikit sama Rektor, dia om ku."


"Haah, jadi pak Rektor om nya kakak! Wah keren bisa punya om Rektor," Lulu merasa takjub. Padahal kalau dipikir-pikir posisi Raihan jauh lebih tinggi dari pada Rektor."


Raihan cuma melirik sekilas dan kembali fokus mengemudi. "Yang tadi itu sebenarnya siapa?" Penasaran.


"Kakak senior di kampus, tadi kan udah aku kasih tau."


"Kenapa musti boong kalau kita pacaran?" Raihan penasaran dengan sikap Lulu barusan.


"Supaya dia berhenti gangguin aku, abisnya kesal digangguin terus." Lulu menjawab apa adanya.


"Pasti dia suka sama kamu? Orangnya lumayan cakep... Apa yang membuatmu tidak menyukainya?" Raihan berusaha mencari tahu perasaan Lulu.


"Nggakk suka aja. Dia itu sering gonta ganti pacar, mana mau aku sama orang kayak gitu."


"Jadi tipe kamu yang seperti apa?" Selidik Raihan lagi.


"Aku tu suka yang pembawaannya dewasa dan berwibawa gitu, gak suka terlalu banyak omong, soalnya aku kan cerewet jadi kalau dapat pacar yang cerewet juga kan gak seru, bisa perang suara entar. "Lulu tertawa sendiri.


"Hmmm.. Kayak aku dong!" katanya kepedean, Raihan merasa tipe yang diinginkan Lulu seperti dirinya.


"Gak tuh, kakak itu lebih cocok jadi om aku bukan jadi pacar." Hahahaha Lulu tertawa senang. Raut wajah Raihan berubah seketika.


Suasana kembali hening, karena Raihan merasa sangat kecewa dengan pendapat Lulu tentang dirinya. Lebih baik aku gak pernah berharap apapun dari bocah ini. pikirnya dalam hati.


Sepertinya dia sangat tersinggung dengan ucapan ku barusan. "Kak..! Lulu ingin menjernihkan suasana tapi kata-kata nya telah diputus oleh Raihan karena rumah kak Arin sudah terlihat didepan matanya.


"Udah nyampe. Masuklah!"


"Kakak gak mampir dulu? "

__ADS_1


"Nggak, aku cuma ngantar sampai sini aja, masih banyak urusan." Raihan beralasan.


"Masuk dulu aja kak, masak udah ngantar sejauh ini gak masuk. Kakak marah ya sama aku?"


"Huummm.."


"Aku kan jadi gak enak kak, aku minta maaf yah.."


"Buat apa minta maaf, memangnya salah mu apa? "


"Aku pikir kakak marah karena di panggil om."


"Iya aku memang marah, masih muda malah dipanggil om, yaudah aku pergi dulu." Raihan hendak mengemudikan mobilnya menuju kantor tapi di tahan oleh Lulu.


"Tunggu dulu kak! "


"Apa lagi! Di kantor lagi banyak kerjaan."


"Gimana caranya supaya kakak gak marah lagi sama aku?" Entah kenapa hatinya gak tenang karena Raihan bersikap acuh padanya."


"Mau tau caranya! Mendekatlah, kiss me." ucap Raihan sambil menyentuh pipinya.


"Yaudah kalau gak mau aku pergi dulu." Raihan kembali menjauhkan wajahnya.


Cowok kok suka ngambekan kayak perempuan.. Kesal dalam hati. Tapi tadi kan dia udah nolongin akuya.. Kalau gak ada kak Rai entah mau dibawa kemana aku sama cowok playboy itu, Lulu merinding sendiri membayangkan nya. Cuma kecupan aj Lu. Anggap aja lagi nyium sodara sendiri. Lulu sangat gugup.


Lulu menggeser badannya dan memberikan kecupan di pipi Raihan, "makasi kak." Dan kembali mengatur jarak diantara mereka. ya ampuuun berani sekali dia, mau di Tarok dimana mukanya setelah ini.. Lulu menepuk-nepuk pipinya yang terasa panas.


"Hmmm, tadi itu apa?" Raihan pura-pura amnesia.


"Bukannya tadi kakak minta dicium pipinya?" Lulu grogi sendiri.


"Memang iya, tapi kok gak terasa apa-apa, kayak angin lewat aja. Kasih tau dong kalau mau nyium." Raihan merasa senang mengerjai ni bocah, tingkahnya sangat menggemaskan.


"Padahal aku udah ngumpulin keberanian buat cium pipinya, tapi malah dibilang gak berasa. ngeseliiin..!" Berteriak dalam hati.


Raihan tersenyum melihat kelakuan Lulu dia pasti malu dan juga kesal pikirnya. Sini biar aku ajarin, Raihan menarik tangan Lulu dan menempelkan bibirnya di pipi gadis itu.

__ADS_1


Kejadian yang mendadak itu membuat Lulu terperanjat, sontak memutar kepalanya menghadap Raihan alhasil bibir mereka yang bertautan, dia ingin mundur. Tapi tangan Raihan telah menahan lehernya yang membuatnya lebih leluasa memperdalam ciumannya. Dengan dada yang berdebar-debar tangannya mencari pegangan di kemejanya Raihan.


"Riko coba kamu periksa, itu mobilnya Raihan bukan!" Itu suara Arini yang heran dengan adanya mobil didepan rumah, tapi pengemudinya nggak turun-turun dari tadi."


Lulu yang mendengar suara kakaknya langsung panik dan kalang kabut, dia ketakutan kalau sampai kakak melihat kejadian barusan..


"Tenanglah.. Arini nggak bisa melihat kita."


"Benarkah?" Lulu sangat berharap itu benar adanya, yang di balas anggukan oleh Raihan. Dengan sigap Lulu mengatur raut mukanya dan mencari alasan yang tepat untuk kak Arin nanti, Lulu turun dengan gugup.


Sementara Raihan dengan gayanya yang cool seperti biasa, seperti tidak terjadi apa-apa saja. Tapi kemejanya kusut karena remasannya tadi, Lulu menggigit jarinya menahan rasa gugup.


"Kakak!" Berusaha untuk seceria mungkin seperti biasanya.


Lulu! Kamu kok bisa sama kak Rai dek?


"Tadi gak sengaja ketemu dikampus, kasian juga dia nunggu taxi nya cukup lama, makanya aku antar." Raihan yang menjawab karena dia tahu Lulu masih sangat gugup.


"Oohh gitu, kirain kalian berdua ada apa-apa nya. Arini tersenyum senang melihat kedatangan mereka berdua. Mari masuk!"


"Gak usah, aku langsung pergi aja. Tadi masih banyak urusan yang ditinggalin dikantor. Yaudah aku pamit yah!"


Lulu mengucapkan terima kasih dengan basi basi sama Raihan tanpa berani menatap matanya secara langsung. Lulu pun masuk kerumah.


"Kamu bisa diantar sama kak Rai dek! Kalian ada hubungan apa!" Arini bertanya penuh selidik, dia nggak sepolos itu sampai tak tau kegugupan yang berusaha mereka sembunyikan. Terutama Lulu yang kentara banget, di tanya gitu aja langsung gugup lagi kan..


"Gak ada kak, kakak ini ada-ada aja iih. Benar yang kak Rai kasih tau tadi kami itu gak sengaja ketemu di kampus. Kak Rai itu mau ketemu sama om nya yang Rektor. Karena tadi dia tau aku mau kerumah kakak yang jaraknya cukup jauh dari kampus, jadi dia nawarin diri buat nganterin aku karena kasihan.. Gitu kak." Akhirnya Lulu bisa bersikap santai.


"Ooohh.. Yaudah kalau gitu, ternyata kecurigaannya tidak cukup beralasan. Tapi menurut kamu kak Rai itu orangnya seperti apa? Masih penasaran.."


Orangnya baik, pikirannya melayang sama ciuman mereka tadi. Wajahnya kembali memerah..


"Kenapa dek! Ditanya gitu aja udah langsung memerah mukanya.." Arini kembali menggoda sang adik.


"Kalau pun Lulu dan Raihan ada hubungan aku gak masalah, setuju banget malah. Kak Rai orangnya sangat baik, tapi apa mungkin perasaannya bisa berubah secepat itu. Aku cuma takut Lulu nanti malah sakit hati."


***

__ADS_1


Haaai maaf 🙏 🙏 kemaren aku gak update, karena lagi sibuk ngurusin tamanan😁aku suka tamanan caladium sama miana. Kalau favorit mu yang mana?


__ADS_2