Affair With My Boss

Affair With My Boss
Kelaparan


__ADS_3

"Kalian semua push up 50 kali. Perhatikan mereka baik-baik."


"Baik bos. Apa kalian semua dengar, lakukan yang dikatakan bos barusan. Reno memberi perintah."


"Siap pak! Mereka semua berpandangan, salah kita apa ya pikirnya."


Arini ngintip lewat jendela, "mereka dihukum gara-gara aku. Kamu kelewatan kak.. Gimana kalau Raihan dan Lulu juga kena imbasnya.


" Kak! Arini memanggil Exel yang kembali masuk vila dan mencoba menghentikan nya. Sikap Exel sangat acuh, kak! Hentikan hukuman mereka, mereka gak salah."


"Mereka melakukan kesalahan, wajar dihukum."


"Apa ini karena aku? Kakak marah padaku?"


"Sejak kapan kau mulai memanggil ku dengan panggilan kak! Apa kau ingin coba merayuku!"


"Bukan seperti itu, tapi kasihan mereka. Mereka pasti kelelahan dan juga lapar. Hentikan hukuman nya kak! Aku mohon.. Arini memohon sambil memegangi tangannya Exel."


"Jangan memohon demi laki-laki lain. Kalau kau mau bersikap baik, tidak akan ada lagi korban berikutnya. Untuk kali ini aku akan berbaik hati, hentikan hukuman mereka, Exel berteriak dari dalam. Puas sekarang nyonya?"


"Makasi kak. Tapi aku bukan nyonya.."


"Sebentar lagi akan jadi nyonya. Exel berlalu dan meninggalkan nya sendiri diruang tamu."


"Apa maksud perkataan nya barusan? Arini bertanya-tanya dalam hatinya."


"Ooh iya, kamarmu disebelah ku, istirahat lah. Exel menjulurkan kepalanya keluar. Arini mengangguk."


Mungkin sebaiknya aku istirahat dulu gak baik terlalu banyak berpikir. Arini menghempaskan badannya dikasur yang empuk dan dia tenggelam di alam mimpi.


Syukurlah, semua orang merasa legah karena pada hitungan ke 20 bos telah berbaik hati menghentikan hukuman mereka.


"Beli makanan di sekitar sini, yang bersih dan juga enak, cepetan. Reno memerintahkan."


Baik pak!


"Bangunlah.. Ayo makan. Exel menusuk-busuk pipi Arini dengan telunjuk nya. Sayang.. Bangun! Atau mau ku cium. Tak bergeming juga, baiklah jangan salahkan aku."


Exel membuka daster yang dikenakan Arini sampai tubuhnya benar-benar polos, dia lupa dengan ancaman Arini barusan.


Arini bermimpi sedang berada di sebuah hutan yang dipenuhi oleh salju. Rasanya sangat dingin. Tapi setelah itu dia merasakan kehangatan ditubuh nya.


Exel memeluk Arini dari belakang dan mencium bahunya, walaupun gak tahan melihat tubuh polos nya tapi dengan sekuat tenaga ditahan akhirnya ikutan tertidur disamping nya.

__ADS_1


Arini membuka mata, diluar kelihatan sudah gelap perut pun terasa lapar, aku jadi lupa makan karena ngantuk. Apa ini? Arini merasakan ada sesuatu di perutnya.


"Aaahhh.." Arini menoleh dan mendapati Exel tidur disampingnya, ada perasaan legah karena bukan orang lain.


Gimana dia bisa masuk padahal pintunya udah aku kunci. Kenapa juga aku gak pakai baju. Apa yang terjadi! Arini menjerit dalam hati dan buru-buru bangkit dari tempat tidur kemudian memakai baju dengan cepat.@


Perut ku lapar, mending makan dulu. Di atas meja telah tersedia hidangan yang enak.


"Makanannya udah dingin. Mau dipanasin dulu? Reno menawarkan bantuannya. Saya pikir tadi mau langsung makan."


"Tidak perlu saya sudah sangat lapar. Tadi itu ketiduran, kenapa gak di bangunin?


Kami mana berani mengganggu tidur anda. Nanti malah di semprot.


Arini tersenyum. "Iya, tapi sekarang dia malah ketiduran."


"Bos pasti sangat kelelahan, setelah mengetahui keberadaan anda, bos langsung nyusul kesini. Padahal sebelumnya jadwal beliau sangat padat, dan belum tidur dari tadi malam."


"Benarkah? Aku kurang percaya dengan pendengaranku sendiri. Untuk apa dia mencari setelah membuang ku?"


"Dia tidak pernah membuang anda, dia hanya harus memilih dua pilihan antara anda dan ibunya yang waktu itu tiba-tiba kena serangan jantung. Kalau bukan karena alasan itu dia pasti sudah mengejar anda dan menjadikan anda sebagai istrinya."


"Aku tidak begitu yakin dengan ucapan mu! Bagaimana dengan istrinya?"


Aku rasa itu hanya bualanmu. Arini masih sulit percaya, "memangnya apa yang akan dia minta?"


"Saya tidak bisa mengatakan itu, saya rasa itu adalah kejutan nya untuk anda. Baiklah kalau gitu saya tinggal dulu, silahkan lanjutkan makannya nona. Saya permisi, Reno membungkuk sedikit dan pergi dari hadapan Arini yang terpaku dengan yang didengar nya barusan.


Kenapa sekarang asisten nya Exel merubah panggilan nya.


"Sudah lama bangun?" Exel tiba-tiba muncul dalam keadaan kusut, wajahnya masih kelihatan ngantuk dan lelah.


Arini jadi tidak tega melihatnya, "sudah cukup lama untuk menghabiskan seluruh makan di sini jawab nya."


"Exel menatap tidak percaya. Kenapa selera mu jadi seperti babi? Makanan sebanyak itu dihabisin.. Lalu aku makan apa? Aku juga belum makan."


"Yaa tinggal beli aja lagi. Aku mau mandi dulu gerah.."


"Hei.. Kau pikir beli makanan ini jaraknya dekat, mana ada yang jualan sekitar sini."


"Yaudah kak, masak mie instan aja. Repot amat, salah sendiri kenapa tadi gak makan dulu baru tidur."


"Kau! Sudah berani nyolot sekarang! Ini semua kan karena kau ketiduran, jadi aku ikut ketiduran juga."

__ADS_1


Kan salah sendiri, lagian kenapa kalau mau tidur aja musti buka-buka baju orang, aku kan jadi kesal.. Makan tu mie instan. Gumam gumam.


"Arin! Tunggu dulu."


"Kenapa lagi! Menoleh.."


"Yaudah kamu masakin mie instan sana."


"Hmmm.. Oke. Mana mie instan nya sini!"


"Bukannya tadi kau yang bilang ada mie instan, kenapa sekarang malah balik nanya?"


"Aku pikir kan ada, aku kan cuma nebak aja. Biasanya kan kalau dirumah-rumah itu selalu tersedia mie instan."


"Ini kan bukan rumah, ini vila yang gak ada penjaganya."


"Yaudah atu kak, beli aja lagi makanannya gak usah dibawa ribet.."


Udah ku bilang tempatnya jauh, sekitar 2 jam dari sini kapan mau makannya. Exel geram karena kelakuan wanita yang ada didepan nya ini. Sebuah ide muncul di otaknya. Oke, kalau gak ada yang bisa dimakan kau yang akan ku makan sambil menghampiri Arini.


" Aaahhh.. Tidak! Kau gak bisa seenaknya. Jangan! lepas, lepasin aku Arini telah berada di kasur nya kembali."


"Jangan salah kan aku." Exel menyeringai penuh kemenangan."


Siapa suruh mengerjaiku.


Akhirnya hanya suara makian Arini dan suara ambigu yang terdengar dari bibir indahnya.


" Aku suka tubuhmu yang sekarang, lebih terasa kalau dipegang."


Arini menutupi dirinya hingga leher, mukanya memerah karena perkataan Exel barusan.


"Hei jangan cemberut terus, mandi sana! Anterin aku cari makanan."


Arini memandang geram.. Pinggangnya jadi sakit begini.


" Kalau gak mau, kita lanjutin lagi yang tadi.." Exel menggodanya.


Arini langsung bangkit sambil memegangi selimut takut Exel melancarkan niatnya lagi.


Dikamar mandi, iiihh bodoh-bodoh.. Arini memukul kepalanya sendiri, merasa malu, karena tadi cukup menikmati nya. Apa tanggapan nya coba! Arini menggigit bibirnya.


***

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2