Affair With My Boss

Affair With My Boss
Kamu Jahat!


__ADS_3

"Sudah satu bulan berlalu semenjak Arini pulang ke Bandung, nggak pernah sekalipun Exel menghubunginya.." Setiap hari dia selalu menatap ponsel miliknya, dan setiap ada notifikasi yang masuk, Arini selalu berharap itu adalah Exel. Arini gak pernah menyangka, Exel akan berbuat hal yang sama seperti waktu itu. Dia benar-benar pria yang sangat jahat, setiap dia merenggut milikku, setelah itu dia selalu melupakan ku tanpa tau salahnya dimana."


"Arini menarik napas nya yang terasa sesak, setiap kali mengingat Exel, air matanya selalu turun tanpa bisa ditahan.." Kamu harus kuat Arini, jangan sampai orang-orang mengasihi dirimu." Arini mengusap pipinya yang basah.. Dan memasang senyum yang dipaksakan di bibirnya. Mulai hari ini, aku akan melupakan mu, gak ada lagi yang namanya Exel dihatiku. Arini memantapkan hatinya."


" Arin..! Teh Rita, teman sekantornya memanggil. Buruan atu kesini, hari ini ada bos dari Jakarta yang datang.


"Iya teh. Trus!


" Kamu gak liat, itu makanan meni banyak banget di atas meja. Buruan atu kita cari tempat duduk yang strategis dekat pak bos, biar gak keduluan sama yang lain.. "


"Aku terserah aja atu teh, mau duduk dimana. Aku kan cuma karyawan biasa, mana masih baru lagi. Teteh aja yng duduk deketan sama bos nya entar, kan udah senior."


"Aku tu musti dekat sama kamu Arini.. Kamu kan udah lama kerja di kantor pusat, kan bisa kenalin aku sama dia entar.."


"Aaahh teteh ini ada-ada aja. Aku hanya tersenyum.. Aku malah gak ingin ketemu sama orang yang aku kenal waktu disana teh, namaku udah tercemar dikantor pusat sebagai perebut suami orang."


"Tiba-tiba banyak yang datang bawain barang-barang ke kantor.. Kayak souvenir gitu. Ini apa pak! Manajernya pak Dodi bertanya karena bingung. Karena dia merasa gak ada Mesan apa-apa."


" Ini souvenir pak, dari tamu didepan.. Katanya beliau dari kantor pusat."


"Haaa..!! Jadi udah datang orangnya. Ya ampuuun, mati aku. Ucap pak Dodi buru-buru kedepan menyambut tamu pentingnya, salah satu Dewan Direksi di Paradita Group.


Silahkan masuk pak! Maaf pak sebelumnya saya benar-benar tidak tahu kalau bapak sudah sampai. "Menjilat".


"Sudah tidak apa-apa santai aja pak, saya ke sini karena kunjungan biasa saja."


"Terima kasih pak! Mari masuk dulu, kami sudah menyiapkan makan siang buat bapak dan staf divisi keuangan. Pak Dodi mengikuti tamu pentingnya dari belakang."


"Masyaallah.. Meni kasep pisan atu rin orangnya.! Rita menyenggol Arini supaya melihat kearah yang dilihatnya juga."

__ADS_1


" Tapi Arini sangat cuek dia sama sekali gak ingin melihat, takut itu papa Kanaya lagi. Tapi tunggu, katanya kasep, berarti ganteng. Berarti bukan pak Martin dong, pak Martin orangnya udah tua. Hanya ada dua orang cakep dijajaran Direksi yaitu Exel dan Raihan. Arini menoleh dan melihat arah pandang teh Rita. Raihan tersenyum kearahnya.. Kak Rai desisnya. Ada sedikit kekecewaan dihatinya, karena bukan kak Exel yang datang."


"Arini membalas senyuman Raihan."


"Tu kan Arini, kamu kenal. Kenalin sama aku yah, udah lama ngejomblo ini. Dia masih single kan rin, belum double!


"Hah, iya teh. Perjaka ting ting. Nanti aku kenalin, sekarang makan dulu keburu abis ntar sama pak Dodi.


Kebenaran kamu rin.. Teh Rita langsung menyambar lobster didepannya, rebutan sama pak Dodi, untung Rita lebih dulu. Pak Dodi langsung masam."


"Arini tertawa melihat tingkah bos dan seniornya ini.. Arini sangat bersyukur bisa mendapatkan rekan kerja yang baik-baik seperti mereka. Satu bulan ini Arini bekerja dengan baik."


"Pertama kali dia datang kekantor langsung disambut pak Dodi dengan gombalan mautnya."


"Kamu tau gak, bedanya gula sama kamu?


" Nggak tau. Jawab ku."


" Arini tersenyum senang mendengar gombalannya, sangat menghibur.."


" Cie cie cie.. Sahut teman sekantor yang satu divisi dengannya. Tapi teh Rita malah manyun, Arini berpikir mungkin mereka berpacaran. Tapi ternyata nggak, mereka malah musuh bebuyutan." Ingatan barusan membuatnya senyum-senyum sendiri."


"Kenapa dia malah senyum-senyum sendiri, gumam Raihan." Senang sekali rasanya, melihat Arini bisa tersenyum seperti itu, brarti dia cukup bahagia dengan kehidupannya sekarang."


"Kenapa pak! Pak Dodi malah nyambar, dikiranya Raihan berbicara dengannya."


"Oohh, gak ada apa-apa pak. Itu tadi souvenir yang dibawa tadi, nanti dibagiin sama seluruh staf bapak yah."


"Siap pak! Saya laksanakan, setelah makan. Pak Dodi memang lebay, udah kayak tentara aja." Mumpung lagi di Bandung pak, apa bapak mau jalan-jalan dulu?

__ADS_1


"Yah, boleh.. Tapi saya gak tau area Bandung dengan jelas." Udah lama soalnya saya gak berkunjung ke sini."


"Tenang aja pak, nanti bapak biar saya temenin jalan-jalannya."


"Gak usah pak, Raihan menolak dengan halus.. Saya gak biasa ditemani jalan sama laki-laki, rasanya aneh aja."


"Eeh iya pak! Saya gak mikir kesitu tadi. Gagal deh jalan-jalan gratis sama si bos." Bapak udah ada orangnya yang bisa Antarkan? Atau kalau belum biar saya yang carikan. "


"Bapak saja yang carikan.."


"Rita langsung pasang badan, biar di pilih. Pak Dodi, malah melengos dan tersenyum kearah Arini. Bapak diantar sama Arini yah, bapak gak kan malu-maluin jalan sama dia, liat aja pak orangnya manis banget.. Puji pak Dodi. Gak ada pilihan lain lagi pak, kalau Nia lagi hamil gede, kalau suci musti jagain anaknya yang masih kecil. Kalau Rita, yaah bapak lihat sendiri kan, kelamaan ngejomblo jadi keriput, ejek Pak Dodi sambil ketawa."


" Rita mukanya memerah menahan marah.. Kurang ajar kamu Dodi, awas kamu! Gumamnya emosi."


" Eheemm.. Raihan menengahi dua orang yang sebentar lagi mau perang.. Sudah-sudah..Saya minta ijin yah pak Dodi, diantar kan sama Arini. Bukannya dia lebih cantik dari mbak Rita, mbak Rita cantik juga kok. Pak Dodinya aja yang suka bercanda. Raihan tersenyum manis ke arah Rita. Hati Rita tentunya meleleh.. Kebetulan saya sudah mengenal Arini. Semenjak SMA, Arini itu teman semasa sekolah dulu. Kebetulan saya juga SMA nya di Bandung."


" Owwwhh.. Masak iya sih pak! Semua orang mengerti. Beruntung sekali kamu Arini, bisa satu sekolah sama bos sendiri. Pak Dodi menanggapi.


"Iya pak, saya sangat beruntung. Pak Raihan itu orangnya sangat baik dan bijaksana."


Raihan sangat senang dengan pujian Arini.


Oke, kalau gitu saya tinggal dulu, nanti bapak datang saja ke hotel tempat saya menginap, ada yang harus saya tanyakan soal proyek yang kemaren kita bahas. Gak enak ngomongnya disini, lagian saya juga capek, baru nyampe. Silahkan nikmati makanannya, saya permisi dulu."


" Iya pak.. Makasi buat souvenir dan makanannya yah, sering-sering ke sini. Karena kita jarang banget ditraktir kayak gini sama bos, maklum pak' nasib punya bos pelit. Jadi begitulah.. Rita menyindir telak pak Dodi.. Semua orang tertawa lepas menanggapi ocehan Rita."


Raihan mengkode Arini, sambil menempelkan tangannya ditelinga. Nanti aku telpon, kira-kira bunyinya seperti itu..


***

__ADS_1


Author nulis ini sambil nahan kantuk.. Perut sampai mual, suka gitu kalau nahan kantuk😴😴 di tunggu like, komen, dan vote nya yah..


__ADS_2