Affair With My Boss

Affair With My Boss
Fans gila


__ADS_3

"Arini tunggu!" Kau harus jelasin semua ini. Kanaya kembali menarik tangan Arini, yang kali ini Riko lengah. Arini berhasil menyentak tangannya sehingga terlepas dari genggaman Kanaya.


"Mau kemana! Jelasin sekarang juga, apa maksud perkataanmu barusan."


Kanaya menggeram ingin menjambak rambut perempuan itu, siapa laki-laki ini pikirnya. Dia bukan seperti seorang suami, tapi dia sangat melindunginya seperti pengawal. Kalau benar dia pengawal hanya Exel yang bisa melakukan itu.


"Anda tidak perlu tau nona Kanaya," Arini kembali berniat untuk pergi.


"Hei brengsek, kau perempuan jalang! Kalau aku bilang tunggu berarti tunggu, kau mau main-main denganku! Sambil berlari mengejar Arini."


"Aku gak mau berurusan dengan artis seperti mu. Jangan ganggu aku."


"Plak!!!! Kanaya menampar pipi Arini."


"Plak!!! Kali ini Arini tidak tinggal diam, mereka sama-sama memegang pipi yang sakit dan memerah."


"Berani-berani nya kau! Kau pikir siapa dirimu! Sekali tepukan kau akan mati seketika."


"Silahkan saja kalau kau bisa. Permisi" Meninggalkan Kanaya yang kembali ingin memukul nya. Tapi ditahan oleh Riko, ternyata pengawal ini sangat berguna bagiku, pikirnya.


"Itu ada Kanaya."


"Iya benar, seperti nya dia sedang berkelahi dengan seseorang, ayo kita samperin. Beberapa reporter dari media yang berbeda, sedang menunggu kedatangan artis papan atas yang dikabarkan hamil duluan dirawat di rumah sakit ini. Tapi mereka tidak bersedia di wawancarai, kalau kita mendapatkan berita barusan, kita gak kan rugi telah berada disini. Semua orang setuju."


Kanaya yang masih berusaha menahan Arini, terlibat adu mulut yang tiada ujung dari tadi, Riko ingin membawa Arini pergi dari sana, tapi telah ditahan oleh reporter yang ingin mengetahui penyebab perkelahian barusan.


Kamera menyoroti, dan beberapa pertanyaan dilayangkan kearah Kanaya sang artis yang sedang naik daun.


"Nona Kanaya, siapa yang berkelahi dengan anda?"


"Ada hubungan apa antara anda dan wanita itu?"


"Apa yang menyebabkan kalian berkelahi?"


"Apa kalian tidak malu berantem dirumah sakit?"

__ADS_1


Kanaya tergagap, dengan cepat merubah raut wajahnya menjadi sedih seperti seorang korban yang telah teraniaya. Itu bukan hal sulit baginya mengingat kemampuan aktingnya akhir-akhir ini sangat bagus.


"Maaf karena telah mengganggu semua orang, ini semua hanya salah paham biasa. Kanaya menjawab."


"Jangan menutupi kebenaran yang sesungguhnya nona, kami telah merekam kejadian barusan. Kalau anda tidak bisa menjelaskan, nama baik anda yang akan menjadi taruhannya."


"Baiklah, ini semua adalah masalah pribadi. Tapi karena semua sudah terlanjur tau, aku akan mengungkap kan kejadian yang sebenarnya. Mungkin selama ini kalian menganggap pernikahan ku sangatlah sempurna, tapi hanya orang terdekat ku yang tau kalau suamiku menjalin hubungan dengan perempuan penggoda itu, menunjuk Arini. Laki-laki Mana yang tahan dengan godaan seorang wanita, aku tidak pernah menyalahkan suami. Aku sangat mencintainya dan aku yakin dia juga sangat mencintaiku. Walaupun dia telah melakukan kesalahan yang sangat fatal aku akan tetap setia padanya, Kanaya menetes kan airmata buaya. Dan hari ini dia malah memaki ku, karena sekarang aku sedang hamil. Apa salahku sekarang, padahal perselingkuhan nya dimasa lalu, sudah aku lupakan. Tapi perempuan itu masih terus mengganggu keutuhan rumah tangga kami."


Kanaya terisak, aktingku bagus banget pikirnya.


"Apakah itu benar nona? Yang dikatain Kanaya tentang anda tadi apakah benar? Apa anda tidak takut mendapat balasan dari perbuatan anda, anda telah mengganggu rumah tangga orang lain, apalagi sekarang dia sedang hamil."


Arini pucat mendapatkan pertanyaan yang dilontarkan padanya, tidak tau harus menjawab apa.


"Nona jawablah, jangan biarkan publik penasaran dengan sikap anda."


"Saya bukan orang seperti itu, apa yang saya miliki sampai saya berani merebut sesuatu yang bukan milik saya, apalagi orang itu adalah seorang artis terkenal. "Arini berbicara tenang dan pelan.


Jangan takut Arini, kamu gak salah pikirnya.


" Apa yang anda katakan itu benar?"


" Terima kasih nona, anda sangat baik. Tapi alangkah baiknya anda mengurus suami anda. Saya rasa itu semua karena anda terlalu sibuk dengan kerjaan dan juga sibuk ngurusin pria lain diluar sana."


Kanaya pucat pasi.


"Apa maksud nya? Apa anda bisa jelaskan semua ini? Pria apa yang dimaksud? Reporter bertanya dengan sangat penasaran."


Kanaya yang memucat, tidak tau harus berkata apa. Badannya oleng hendak jatuh, tentu saja dia hanya berpura-pura agar tidak ada pertanyaan lainnya lagi.


" Nona, nona Kanaya.. Suster tolong disini. Reporter tadi berteriak."


" Kepala ku sakit sekali. Tolong bawa aku kedalam.."


"Aku selamat hari ini, jangan sampai semua orang curiga apa yang telah aku lakuin selama ini. Bisa hancur hidup dan karirku. Kenapa Arini bisa tau, dia tau darimana? Gimana sama mas Exel, apa dia juga tau. Pasti ini semua ulah perempuan jalang itu, kita lihat saja nanti."

__ADS_1


Arini bergegas keluar dari rumah sakit diikuti Riko dibelakangnya." Anda baik-baik saja nona? Saya bisa ambilkan kursi roda buat anda."


"Tidak perlu, itu hanya masalah sepele. Aku biasa dengan berbagai masalah dalam hidupku. Bertambah satu lagi tidak akan membuatku goyah."


Kalau bukan karena rencana jahatnya, Riko mungkin akan kagum sama wanita yang ada di hadapannya ini. "Tunggu disini nona, saya ambil mobil sebentar. Arini mengangguk."


"Itu dia, itu dia! Perempuan yang tadi membuat Kanaya pingsan."


Orang-orang itu mendekati Arini, "ada apa ini?"


"Eeh kau! Jangan pura-pura sok baik dihadapkan kami. Tampang sok lugu mu itu gak kan berpengaruh sama kami, kau perempuan jahat, pelakor, pembohong. Tega sekali merebut suami Kanaya, jangan pikir kau bisa lolos hari ini."


Mereka adalah fans berat Kanaya, seperti apapun aku menjelaskan tidak akan berguna bagi orang yang sedang mengalami cinta buta. Arini terhuyung kebelakang.


"Mau kemana kau jangan kabur!"


"Aku tidak kabur, kalau kalian berani mencelakai ku, kalian akan berurusan dengan polisi! teriaknya."


"Kau pikir kami takut dengan ancaman mu. Kebetulan disini tidak akan ada orang yang melihat kami berbuat jahat padamu." Mereka semua menyeringai jahat kearahnya.


Kalau bukan karena hamil, Arini tidak akan setakut ini, karena itu dia tidak bisa berlari kuat, takut terjadi apa-apa sama janinnya." "Bagaimana ini?" Mereka semakin mendekat kearahnya.


Satpam! Tolong!! Arini berteriak memanggil satpam. Tapi tidak ada gunanya, tidak ada yang mendengar teriakan dia, apa dia akan mati hari ini. Dengan langkah kaki tergesa-gesa Arini berjalan kearah yang berbeda dari orang-orang tadi. Tangannya ditarik, dia memejamkan mata sudah siap menerima pukulan yang akan dilayangkan padanya, tapi itu tak pernah terjadi.


"Berhenti! Kalian berani main keroyokan terhadap perempuan. Baiklah jangan salahkan aku kalau kasar. Exel mengambil ponsel dan menekan angka 1 untuk panggilan darurat kepada pengawalnya. Cepetan kesini sekarang!


"Siapa kau! Kenapa ikut campur urusan kami. Lebih baik kau urusin kerjaan mu itu, jangan sampai wajahmu yang tampan itu habis kami hajar.. "


"Iya iya.. Hahahaha.. "


Siapa yang berani kalian tertawakan." Tangkap mereka semua! Exel memerintahkan pengawalnya yang berbadan tegap dan tentu saja memiliki beladiri yang tidak sembarangan. Kalau ini bukan rumah sakit habis kalian semua di sini. Semuanya gemetar ketakutan, masih berusaha melawan. Tapi sia-sia, siapa wanita itu sebenarnya. Kenapa orang seperti itu ikut campur.


Semua yang kira-kira sekitar berjumlah 20 orang dibawa masuk kedalam mobil, setelah itu Arini tidak mengetahui apa yang terjadi dengan mereka.


Sayang gimana keadaan mu? Apa ada yang terluka? Sambil terus merangkul karena sangat khawatir.

__ADS_1


***


Hai maaf beberapa hari ini gak update 🙏🙏🙏


__ADS_2