
Sesuai dengan janjinya kemaren, Arini menemani Raihan jalan-jalan di Bandung. Supirnya Raihan menjemput Arini kerumah kontrakannya.
Silahkan masuk nona. Saya disuruh bapak buat jemput nona, saya supirnya pak Raihan.
"Waah, ternyata saya dijemput.. Maaf yah pak, sudah ngerepotin bapak. Padahal saya kan bisa samperin bapak langsung ke Hotel.."
"Nggak kenapa-napa.. Ini sudah tugas saya, mari masuk nona, dan membuka pintunya. Arini masuk kedalam mobil.."
"Mobil melaju menuju Hotel tempat Raihan menginap. Sesampainya di Hotel, ternyata Raihan udah nungguin.."
Arini turun dan menyapa Raihan, pagi pak! Sapa Arini seceria matahari. Kenapa musti repot-repot jemput saya, saya kan bisa kesini sendiri pak, dekat kok jaraknya.
Raihan tersenyum menanggapi Arini. Perempuan itu gak boleh jalan sendiri, bahaya. Apalagi secantik kamu, entar kenapa-napa lagi..
Arini ngakak.. Iiihh bapak ini udah paling top kalau soal gombalan.. Hahaa
Jangan panggil bapak. panggil kakak aja..
Eehh iya lupa.. Kelupaan terus, susah juga berteman sama atasan sendiri.. Arini terkekeh.
Ngomong terus dari tadi, ahh kamu ini.. Yuk jalan..
Hahaa ayuuuk...
"Hari ini sangat menyenangkan, Raihan sangat baik, selalu bisa bersikap lembut. Arini malah dibeliin baju di Rumah Mode, walaupun dia gak butuh.."
Gak perlu kak! Baju aku masih banyak kok, buat apa beli lagi, mubazir tau kak.
Kalau dipake jadinya gak mubazir.. Makanya kamu itu harus pake.. Oh ya mau makan apa!!
" Mau gak mau bajunya diambil juga sama Arini, suka sih bajunya, cuma gak enak aja. Aku mau makan nasi aja, gak biasa makan-makanan yang lain, takut entar magh nya kambuh kak."
Kalau gitu makan sop pake nasi mau?
"Iyah, boleh kak.."
'Arini dan Raihan cukup menikmati makanan mereka..'
Arini! Kak Raihan kan!!
Arini menoleh dan melihat ada yang memanggil namanya dan kak Rai.
Tika! Caca!
Kamu beda banget sekarang rin.. Lebih cantik. Tadi aku sampai pangling.
__ADS_1
Heehee, kalian bisa aja. Udah lama yah, kalian apa kabar? Arini sangat antusias bertemu teman-temannya.
Masih ingat gak kak, ini Tika Sama Caca.. Teman aku waktu SMA dulu.
Ooohhh iyah.. Hai apa kabar! Raihan menyapa berbasa basi.. Jujur dia gak ingat teman-temannya Arini.
Kak Rai sama Arini pacaran yah?
"Iya kami pacaran.. Raihan menjawab pertanyaan Tika dengan cepat."
"Arini melongo mendengar jawaban Raihan."
Yaa ampuun... Arini beruntung banget Yah, dapat nya yang bibit-bibit unggul semua. Hehee.. Dulu kak Exel, sekarang Kak Raihan.. Aaahhh aku mah ngiri sama Arini..
Raut muka Raihan langsung berubah, melihat itu Caca langsung langsung mejitak kepalanya Tika. Kalau ngomong itu dipikir dulu sambil berbisik..
Kapan-kapan kita Reunian yuk kak Rai!
"Oowwwhh boleh, atur aja. Kalau gak ada kegiatan aku pasti datang. Raihan memastikan, dan menghabiskan makanannya."
Ooh yah Tik, Ca gabung ma kita yuk. Boleh kan kak! Udah lama gak gk ketemu mereka.. Aku kangen.
"Haah yaudah silahkan.. Pesan aja makanan yang kalian suka. Aku makan duluan yah.."
Ke sini, lagi liburan aja atau apa rin?
Aku kerja Tik.. Kebetulan kak Raihan ini atasan aku juga.
Beneraan.. Wah kak Rai benar-benar udah sukses sekarang. Kami sampai sekarang belum dapat kerjaan Rin, susah mau cari kerja.
Masukin coba lamaran ditempat Arini.. Ntar lamaran kalian aku yang proses.. Raihan Menanggapi. Kasian juga, mereka kan adik kelasnya juga. Apalagi kalau mereka dapat kerjaan Arini pasti senang banget. Dan jadi lebih bersimpati padanya.
"Liat tuh, Arini tersenyum sumringah begitu."
"
Kak.. Makasih yah, begitulah kira-kira.. Arini mengucapkan terima kasih dengan sorot matanya. Dan menggemgam tangannya Raihan. Mata mereka saling bertemu.."
Ca.. Doa orangtua kita akhirnya didengar Ca, Tika berseru penuh haru. Karena perjuangannya mencari kerja akhirnya terwujud juga. Caca dan Tika sangat berterima kasih sama Raihan.
Kami benar-benar berterima kasih sama kakak, pokoknya kami akan ngelakuin tugas apapun sebagai rasa terimakasih kami. Tika dan Caca bersemangat menawarkan bantuannya.
"Udah santai aja.. Raihan melambaikan tangannya."
Pesanan mereka pun datang, dan lanjut ngobrol sambil makan. Banyak yang mau diceritakan.
__ADS_1
Oohh ya Rin, kak Rai tau kamu udah janda? Caca berbisik ditelinga Arini. Tau gak update an terbaru soal Bimo dan Rara?
Kak Rai tau. Rara dan Bimo! Nggak.. Apaan tuh, memangnya Rara ada hubungan apa sama Bimo? Arini bertanya karena cukup penasaran..
Raihan memasang kupingnya, penasaran juga.
"Maaf kak, kami bergosip sebentar boleh gak! Caca meminta ijin. Raihan menganggukkan kepalanya. Ijin diberikan."
Jadi kamu benar-benar gak tau yah Rin! Kalau Rara dan Bimo itu ada hubungan? Trus gak marah juga!
Nggak.. Buat apa marah, aku sama Bimo dari awal kan memang gak ada hubungan apa-apa. Lagian kami udah lama bercerai.
Nah justru itu Rin! Alasan kamu itu menikah sampai bercerai dengan Bimo, semua itu ulahnya Rara.
Haah, maksudnya!
Rara itu dendam sama kamu Rin.. Dari awal dia kan suka sama kak Exel, tapi katanya kamu nikung dia.
Haah, aku gak tau kalau dia suka kak Exel, dia gak pernah bilang.. Trus apa hubungannya sama Bimo?
"Katanya dia udah bilang sama kamu, tapi kamu tu masih keukeh rebut kak Exel darinya. Karena kebetulan keluarga kamu kan ada hutang sama mamanya Bimo, Rara manfaatin Bimo buat nikahin kamu Arini, dan setelah itu kamu tau kan ceritanya, intinya dia nikahin kamu tu cuma mau mempermalukan kamu dan keluarga mu aja."
" Arini menutup mulutnya, badannya bergetar mendengar cerita yang sebenarnya. Masih ingat dengan jelas dipikirannya gimana Bimo mempermalukan dia dan keluarga nya. Betapa menderitanya orangtuanya setelah itu, melihat anaknya dihuhat tetangga, dan bilang kalau orangtua Arini gak bisa mendidik anak."
"Aku gak pernah menyangka, kamu bakalan sejahat itu Ra. Tanpa sengaja airmatanya menetes dengan sendirinya, aku nganggap kamu sebagai sahabat. Arini terisak.
"Raihan menenangkan Arini, menepuk lembut punggungnya. Tenanglah, aku yang akan membalas mereka. Dalam hatinya Raihan lebih gak tahan lagi mendengar penuturan adik kelasnya itu, Tapi berusaha tenang demi Arini. Raihan mengepalkan tangannya, mendengar ceritanya Jadi mereka yang udah buat hidup Arini menderita..
Kak Rai gak usah khawatir, setiap perbuatan pasti ada balasannya. Mereka berdua udah dapat karmanya kak.
Iya betul kak, Caca menimpali. Rara menjual tubuhnya untuk mendapatkan bantuan Bimo, mau dibayar pakai uang, Bimo pun gak kekurangan uang.. Alhasil akibat perbuatan mereka, Rara hamil Rin..
"Tadinya dia kan kuliah di Inggris mau ngikutin kak Exel.. Jadinya gak sampai kelar Rin, karena Rara keburu hamil. Orangtuanya marah besar, dan Bimo gak mau mengakui kalau itu adalah anaknya. Karena Rara itu penyuka sex bebas diluar sana. Tika dan Caca jadi gak enak ngomongin ini didepan kak Raihan. Jadi malu sendiri.. "
Trus apa mereka jadi nikah? Tanya Arini..
Nggak, mana mau Bimo. Dia kan cuma mau itunya Rara.
"Gimana anaknya..!
Yah lahir Rin, tanpa ayah.. Akhirnya semua orang tau, kalau kamu itu gak seperti yang diceritakan Bimo waktu itu. Namamu udah bersih dikampung kita Rin.
Kasian anaknya, gak bersalah.. Bimo gak punya perasaan. Ada perasan sedih, benci sekaligus haru yang dirasakan Arini, akhirnya kebenaran terungkap, dan Rara lah dalang semua ini, sahabatnya sendiri. Tapi ada anak yang gak bersalah yang ikut andil disini. Arini jadi gak tega. Jiwa keibuannya jadi muncul. Akhir-akhir ini dia jadi semakin suka anak kecil, walaupun biasanya suka juga, tapi gak seperti sekarang.
Haai salam sayang dari author.. 😍😍Tinggal kan jejakmu..
__ADS_1