Affair With My Boss

Affair With My Boss
Kejutan yang manis


__ADS_3

"Gimana besok!"


"Semua sudah disiapkan bos, orang tuanya nona juga sudah di jemput, sekarang mereka pasti sudah dijalan. Kalau diperkirakan mungkin gak lama lagi bakalan sampai."


"Baiklah, semua sudah gue serahin ke loe. Jangan sampai ada satupun yang cacat soal rencana kita."


"Baik bos."


Exel menatap wajah kekasihnya yang sedang tertidur pulas, tadi abis makan langsung ketiduran dia. "Pantesan gendut, apalagi makannya banyak banget bisa untuk porsi berdua."


Exel meraih anak rambut yang jatuh ke pipi Arini dan menyelipkan di telinganya. "Jangan pergi lagi, kalau seandainya aku cuek itu pasti ada sebabnya, tapi jangan pernah ngilang kayak gini lagi. Aku mencintaimu," sambil mengecup kening nya.


"Lebih baik aku ikutan tidur, karena besok adalah hari yang paling ku tunggu-tunggu selama ini." Exel membaringkan tubuh nya di samping Arini dan memeluk nya seperti sebuah guling.


Keesokan harinya.


Arini terbangun karena suara bising dari luar kamar nya," kali ini apa aku tidur sendirian? Karena gak melihat Exel di sampingnya. "Ada apa yah kenapa ribut sekali!"


Arini melangkahkan kakinya keluar kamar, dan diluar sudah ada beberapa orang gadis yang memberi hormat padanya saat dia hanya berdiri terpaku ditempat. "Ada apa? Kalian siapa?"


"Permisi nona! Kami yang akan membantu untuk merias anda. Bolehkah kami masuk sekarang?"


"Buat apa! Aku tidak perlu di rias, aku baik-baik aja dengan penampilan ku yang sekarang." Arini memperhatikan penampilannya yang kusut persis orang habis bangun tidur.


"Tapi ini perintah tuan muda nona, kami mohon jangan mempersulit.. Kalau kami tidak berhasil merias anda, karir kami yang akan menjadi taruhan nya." Tuan sedang menunggu anda di suatu tempat, kasih kami kesempatan untuk merias anda terlebih dahulu. "


Arini menarik napas tidak mengerti dan tidak habis pikir, apa lagi ini pikirnya. Kasian juga mereka, lagi-lagi Exel menggunakan kekuasaan nya untuk mengancam orang. " Baiklah, tapi aku mau mandi dulu kalian tunggulah diluar. "


"Baik nona, kalau sudah siap silahkan panggil kami." Mereka semua membungkuk penuh hormat.


Arini menutup pintu dan bergegas untuk mandi. "Permainan apa lagi yang hendak dilakukan pria pemaksa itu. Mari kita ikuti saja alur nya, gak ada ruginya juga kan sesekali berdandan biar gak kalah cantik nya sama cewek-cewek yang selalu pengen deketin Exel selama ini."


"Gadis-gadis belia ini bagus juga dandanan nya. Aku jadi cantik gini, Arini kurang percaya dengan penglihatan nya sendiri. Yang di kaca itu dia apa bukan kok beda banget.."


Ehem.. Kalian boleh juga, memangnya kalian biasanya jadi perias apa?


"Pengantin." Salah satu dari mereka keceplosan menjawab dan menutup mulutnya yang gak bisa diam. Yang lain gak berani menyanggah hanya mampu melotot agar sang nona tidak makin curiga.

__ADS_1


Arini merasa aneh.


"Bukan begitu maksud teman saya nona, biasanya kami memang merias pengantin. Tapi kalau ada tamu vip yang meminta riasan untuk acara formal, kami pun akan melakukannya. "


Oooohh.. Arini ber oh ria.


Semua bernapas legah, karena kalau sampai nona tau. Exel akan marah besar, karena dia ingin memberikan kejutan yang spesial untuk kekasih nya ini.


Arini menatap dirinya sekali lagi, sekarang dia mengenakan gaun putih sutra berenda yang panjang hingga 2 meter di belakangnya. Sangat indah, rambutnya di ikat sedikit dan di hias dengan bunga di atas kepala nya. "Kenapa aku seperti seorang pengantin wanita pikirnya."


"Apa anda menyukai nya? "


"Iya, aku sangat menyukai nya. Kalian sangat pandai, aku jadi Cantik begini." Arini memuji dengan setulus hati.


"Aaahh.. Nona terlalu merendah, kami hanya merias sedikit. Tapi memang pada dasar nya anda yang sangat cantik jadi kami dengan mudah melakukan nya."


"Arini tersenyum mendengar pujian untuknya. Baiklah, apa lagi sekarang? Mau kemana kita? Dimana tuan muda kalian itu?"


"Ayo nona ikut kami." Arini di bawa masuk kedalam mobil yang di penuhi oleh bunga. Supir mengendarai mobil menuju sebuah vila yang dipenuhi taman bunga yang indah.


Orang-orang itu menatap nya, dan mulai berbisik.. "Wah dia sangat cantik, Presdir sangat beruntung."


Arini bisa mendengar nya, wajahnya langsung memancar kan senyuman yang indah, walaupun belum mengerti situasi macam apa ini. Kalau hanya sekedar makan siang, apa akan semewah ini..


Exel telah menunggunya disebuah tempat yang sekitar nya di hiasi oleh bunga berwarna merah. Tangan nya di ulur kan untuk menyambut sang pujaan hati..


"Kemari lah.." Exel membungkuk dihadapan nya. Arini menyambut uluran tangannya dan merasa tidak percaya dengan apa yang dilakukan Exel sekarang.


"Aku telah membuat mu banyak menderita, maukah kau memaafkan ku?"


Arini menganggukkan penuh haru.


Sebanyak apapun kesalahan Exel dimasa lalu, Arini telah memaafkannya karena kejutan manis ini.


"Aku bukanlah orang yang sempurna, tapi aku ingin terus berada di samping mu selamanya. Will you merry me? Exel memperlihatkan cincin nan indah di tangan nya."


Arini tidak mampu berkata-kata, hari ini tidak pernah terbayang dalam hidupnya Exel melamarnya seperti di drakor yang sering dia tonton. Sambil menutup mulut seakan tidak percaya, Arini mengangguk dan menitik kan air mata penuh kebahagian.

__ADS_1


" Apa? Please katakan dengan jelas."


"Yes i do."


Exel tersenyum senang dan memasangkan cincin di jari manis Arini dan membawanya ke hadapan penghulu.


Betapa kaget nya Arini karena di sana sudah ada bapak yang akan menikah kan nya. Dan juga ada ibu dan adik-adiknya, Mely dan juga Raihan.


"Kak!" Arini berkaca-kaca dengan kejutan ini.


"Iya sayang. Aku senang kau menyukai kejutan ku. Tapi, berhentilah menangis. Tersenyum lah mulai sekarang aku akan selalu membuat mu bahagia selamanya bersama ku."


Arini tersenyum dan mengusap air matanya. "Makasi kak."


Bapaknya bersalaman dengan Exel, dan mengucapkan ijab kabul.


Saya nikahkan engkau dengan anak saya Arini syafira dengan emas kawin emas seberat 500 kg tunai..


Saya terima nikahnya Arini syafira binti Surahman dengan emas kawin tersebut tunai..


Sah, sah.


Alhamdulillah, semua mengucap syukur atas kebahagiaan hari ini.


Exel dan Arini menyalami keluarga mereka satu persatu, Arini dikelilingi oleh keluarga dan para sahabat. Sedangkan Exel hanya di temani oleh Reno dan beberapa sahabatnya dan juga pak Heru.


"Om gak pernah menyangka, akan menjadi pak comblang buat kalian," mereka tertawa bahagia.


" Terima kasih om udah mau datang dan mau nutup mulut soal pernikahankuu sama papa dan mama."


" Tidak, itu tidak apa-apa nak. Kalau kamu bahagia om akan lebih bahagia lagi, om yakin kalau papa kamu tau perasaan kamu yang sebenarnya dia juga akan setuju. "


" Mungkin juga iya mungkin juga tidak om. Untuk saat ini aku hanya ingin membuat nya bahagia," Exel merangkul Arini. "


***


Semoga Arini bisa bahagia bersama Exel. Samawa yah🤗🤗

__ADS_1


__ADS_2