
Exel berjalan menghampiri. Ada apa!
Ini kak, Arini benar-benar gak becus kerja. Masak tas naya malah dirusakin kayak gini. Padahal kan bukan naya yang salah kak, dianya aja yang ceroboh sampai kakinya kejatuhan meja. Rengeknya penuh drama.
Kalau gak bisa kerja mending pulang! Dasar wanita murahan!! Bentak exel memarahi arini yang sedang kesakitan. Bentakannya sama sekali gak ada hubungannya dengan kanaya, tapi dari tadi dia malah terus-terusan mengingat gimana raihan merangkul arini dibutik. Dan gadis itu sama sekali gak menolak. Ternyata benar yang dibicarain orang-orang tentangnya.
Apa salahnya? Kenapa malah dia yang dibentak.., apa hubungannya kejadian ini dengan wanita murahan? Hatinya perih setiap kali exel mengatainya seperti itu, sepertinya pria itu lagi kambuh penyakit arogannya, pikirnya dalam hati. Dengan wajah meringis, dia berusaha berdiri dengan menopang tangannya dilantai, karena kakinya benar-benar sulit digerakin. Karena gerakanya terlalu dipaksakan tubuhnya jadi gak seimbang. Dan tubuhnya tiba-tiba oleng kesamping.
Dengan sigap exel buru-buru menangkap tubuhnya yang hampir jatuh. Entah kenapa hatinya selalu nyaman setiap memeluk tubuh wanita ini, tubuhnya cukup berisi dan tingginya juga diatas rata-rata wanita pada umumnya, tapi tetap saja kelihatan mungil di pelukan exel.
Arini mendorong exel agar menjauh darinya, buat apa dia membantunya! Kalau setiap saat dia selalu ingin menghinanya.
Kanaya berusaha menahan diri melihat adegan didepan wajahnya. Sambil mengepalkan tangannya.
Pulanglah..., perintah exel, kau memang gak becus. Mulai besok gak usah datang lagi kerumah, dan melepaskan tangannya dari pinggang arini.
Exel mungkin gak bisa melihat bengkak pada kakinya, karena arini masih memakai high heels, hati-hati kalau jalan! perintahnya. "Karena gak kan ada yang membantu wanita seperti mu tanpa imbalan" , dengan cibiran diwajahnya.
Dengan rasa sakit yang amat sangat pada kakinya plus dihatinya, dia sebenarnya gak kuat buat berdiri. Tapi karena harga dirinya yang diinjak-injak pasangan ini, dengan sekuat tenaga dia menggerakkan kakinya agar bisa berjalan keluar dari hotel. Tubuhnya limbung yang dipaksain berjalan sambil berusaha menahan cairan bening yang hendak keluar dari sudut matanya.
Melihat itu, Kanaya mencibir dan tersenyum sinis penuh kemenangan. Makasih kak, udah belain aku desisnya manja..
***
Arini kebingungan di loby hotel, menunggu taksi yang tak kunjung datang dari tadi, sambil mengurut-urut kakinya yang bengkak.
Mungkin karena disini lagi ada resepsi pernikahan jadi sulit dapetin taksi pikirnya lagi. Dengan terpaksa arini berjalan tertatih-tatih keluar dari gerbang hotel. Satpam yang melihatnya kelihatan iba.
Mau saya bantuin nona? Tanya satpam menawarkan bantuannya.
Nggak usah pak, saya bisa sendiri kok katanya berjalan susah payah.
__ADS_1
Udah hampir sejam arini menunggu taksi, atau hanya sekedar ojek yang lewat. Tapi tak satupun ada yang nongol.
Tiba-tiba sebuah sedan mewah berhenti didepannya, arini cuek, karena bukan tipenya buat melirik-lirik kendaraan orang lain.
Haai!!! Sapa orang itu, mau aku antar gak? Ayuk cepetan naik katanya lagi.
Dia sama sekali cuek, tapi orang itu terus2an memanggilnya, dan banyak klakson yang bersahut-sahutan. Karena terganggu arini melirik sekilas dan bermaksud ingin memarahi orang itu, tapi malah melihat senyum sumringah raihan yang menggoda ke arahnya.
Arini tertegun dan malu. Ternyata yang dari tadi godain adalah raihan. Pak!! Ngapain sih bikin macet aja gerutunya kesal. Kenapa coba raihan gak manggil namanya dari tadi, mungkin gak bakalan seheboh ini dijalanan,
Kalau kamu masih diam disitu.., kehebohan ini gak bakalan berakhir. Cepetan naik? Pinta raihan gak sabar.
Dengan terpaksa arini masuk kemobil, karena gak ada pilihan lain juga. Dari pada nungguin taksi yang gak datang-datang. Mana kakinya makin sakit.
Kenapa kakinya? Tanyanya penuh perhatian.
Ooh ini tadi cuma terjatuh pak, ini udah agak mendingan kok. Desisnya berbohong.
Arini malah merasa canggung karena raihan mengurut kakinya dengan sangat lembut. Gak usah pak, ntar dibawa ketukang urut aja ringisnya.
Raihan sama sekali gak mengindahkan permintaannya, malah seperti menikmati memegang kaki arini, dan melihat pahanya yang agak terbuka.
Karena rasa nyeri dikakinya, dia sama sekali gak menyadari kalau roknya makin naik keatas. Pemandangan indah buat raihan. Karena posisi kakinya ditarik agak keatas sama raihan, jadi roknya terangkat keatas.
Kita catat tanggalnya ya pak!
Oke, catat semua yang diinginkan calon istri saya. Jangan sampai ada yang kurang perintah exel sama pihak marketing dan weeding organizer.
Iya pak, kami akan mengurusnya jawabnya kompak, dengan patuh dan hormat.
Exel membukakan pintu mobil buat kanaya, sementara kanaya masuk mobil. Tanpa sengaja exel melihat arini masuk kedalam sedan mewah berwarna hitam. Siapa itu? Karena penasaran exel mengemudikan mobilnya menuju sedan tersebut.
__ADS_1
Exel tepat berhenti disampingnya. Dan melihat orang yang ada di dalam mobil. "Cukup jelas baginya untuk melihat orang yang ada didalam". Apa yang mereka lakuin!! Batinnya geram. "arini kelihatan sedang duduk bersandar dikursi dengan posisi menyamping, dan mengarah kehadapan orang yang duduk dikursi kemudi". Sedangkan orang itu menundukkan kepalanya kebawah kaki arini.
Karena kurang jelas, exel menengadahkan wajahnya kemobil sampingnya itu, disitu arini terlihat sedang menikmati sesuatu. Dan pahanya terbuka. Brengs***kk!!!!!! Makinya sambil memukul stir mobil. Dan terang-terangan dia ingin keluar mobil dan menghajar pria gak tau diri itu.
Kaak!! Kenapa? Tanya kanaya heran, kenapa exel tiba-tiba marah tanpa sebab. Kakak mau kemana? Itu mobil dibelakang udah rame! Emangnya kakak gak dengar?
Exel baru menyadari, kalau sekarang posisi mobilnya lagi ada dijalan raya, dan menghalangi separuh jalan. Dan jalan jadi macet gara-gara dirinya. Exel fokus mengemudikan mobilnya ke pinggir jalan, tanpa menyadari sedan yang ditumpangi arini tadi sudah menghilang. Brengs****k makinya lagi.
Disepanjang jalan menuju rumah kanaya, exel hanya diam membisu dan terlihat gusar dan marah.
Ada apa kak? Kalau ada masalah kakak bisa cerita kok sama naya..
"Sama sekali gak ada tanggapan dari exel" ..
sesampainya dirumah kanaya. Ayuk kak masuk! Ajak kanaya sambil turun dari mobil.
Lain kali yah, katanya sambil melajukan mobilnya dengan ngebut.
Kenapa si kak sama kamu!! Dikit-dikit marah, bentar-bentar cuek, terkadang malah baik. Katanya sambil berjalan masuk kerumah.
Racauan kanaya sampai ditelinga mamanya yang kebetulan lagi duduk diruang tamu sambil baca novel di aplikasi noveltoon. Ada apa si sayang? Pulang-pulang kok ngomel-ngomel sih? Bukannya senang yang baru abis jalan sama pujaan hati, ucap mamanya menggoda anak kesayangannya.
Sebel mah!! Kak Exel itu gak bisa bersikap baik sama naya, moodnya berubah-ubah terus, kadang baik tapi kadang cuek banget mam, curhat ya sambil berbaring dipaha mamanya. Trus ya mam, ada cewek penggoda lagi yang kerja dikantornya kak exel. "Kanaya menceritakan semuanya tentang arini, dan ditambah-tambahin bumbunya agar lebih kriuk didengar".
Kamu harus bisa menahan emosi sayang, jangan sampai exel malah ilfeel sama kamu..., jangan lupakan sikap anggun yang harus selalu dijaga. Kamu kan bisa main cantik..
Maksud mama "maen cantik" itu seperti apa?
Nanti mama jelasin, istirahat dulu gih. Pinta mama monik sama anaknya.
***
__ADS_1