
Arini duduk sambil menekuk lututnya, masih terdengar isak tangis yang memilukan dari suaranya. Bapak.. Ibu! Arin hamil.. Hiks hiks. Gimana cara Arin menyembunyikan aib buat keluarga ini. Semua akan mengira kalau Arin benar-benar bukan wanita baik-baik..
Gimana
hidup kalian nantinya, kalian akan dihujat oleh orang-orang yang menganggap diri mereka paling benar. Arini sesenggukan.
Exel harus tau masalah ini, ini semua akibat perbuatannya. Arini mengambil ponsel dan menelepon Exel.
"Nomor yang anda tuju sedang tidak aktif". Arini membanting ponselnya dan berteriak dengan geram..
Gimana caranya aku bisa meminta pria beristri untuk bertanggung jawab, Arini menjerit dengan suara yang ditahan sambil memukul tempat tidur..
"Sebenarnya apa yang kau harapkan rin.. Dia sudah menikah, apa kau gila mau merebutnl dia dari istrinya. Kau sama sekali tidak sepadan dengannya. Dia bukan laki-laki yang baik untukmu, tapi.. Bagaimanapun dia harus tau, ini anaknya, hiiks.."
Di baru tersadar kalau tempat ini adalah puskesmas, ini sudah pagi. Pasti banyak sekali orang diluar, aku harus segera pergi dari sini.
Arini menghapus airmatanya, tapi tidak bisa menyembunyikan matanya yang sembab akibat kelamaan menangis.
Arini mengusap perutnya yang mulai berisi, tidak heran nafsu makannya sangat besar akhir-akhir ini dan sering merasa mual. Arini keluar setelah mencuci muka dan berlalu tanpa memperdulikan sekitarnya.
Raihan dan Dodi mengikutinya dari belakang.
Raihan melemparkan kunci mobil ke arah Dodi, ambil mobilnya..!
Baik pak. Dodi bergegas menuju mobil Raihan yang keliahatan mencolok disana diantara mobil lainnya.
Arini berhenti di pinggir jalan, dan disampingnya berdiri Raihan yang setia mendampinginya, takut kalau tiba-tiba Arini berniat bunuh diri. Ketakutan yang sangat berlebihan.. Padahal Arini masih ingin hidup lama didunia ini.
"Mereka masuk mobil dalam diam tanpa ada yang berbicara satu katapun. Raihan duduk dibelakang bersama dengan Arini, memegangi tangannya, berusaha memberi kekuatan agar bertahan menghadapi berbagai cobaan hidup ini.
Maaf pak kita mau kemana? Saya hanya bisa mengantarkan sampai diujung kecamatan, Presdir memerintahkan saya untuk tetap tinggal disini sampai pembangunan Bendungan dan rumah mulai berjalan dengan semestinya.
Apa kau mendapat hukuman dari Exel? Apa salahmu?
Iya pak. Kesalahan saya sangat besar, Dodi terdiam sesaat. Saya menggelapkan dana pembangunan Bendungan.. Dodi akhirnya berkata jujur.
"Waah kesalahanmu sangat besar." Hanya itu hukuman yang diberikan Exel? Ini bukan seperti dirinya, biasanya dia tidak akan mentolelir kesalahan sedikitpun. Kau sangat beruntung.
"Saya memang pantas untuk dihukum pak, kesalahan saya sangatlah besar, sampai menyebabkan Bendungan dan rumah penduduk hancur. Saya selamat karena tuhan masih sayang sama saya dan keluarga, ini semua berkat Arini, kalau bukan karena dia mungkin bapak tidak akan melihat saya lagi disini. Dodi tertunduk mengingat dosanya dimasa lalu.
Arini menyimak pembicaraan dua orang yang membicarakan dirinya.. Jadi pak Dodi memang melakukan kesalahan besar itu pikirnya. Tapi dia tidak memiliki tenaga yang banyak untuk berbicara, akhirnya Arini tetap memilih diam dengan pikirannya sendiri..
__ADS_1
"Bekerja jujur itu sangat penting, untuk kedepannya apapun alasanmu jangan sampai merugikan orang lain lagi bijaklah mengambil keputusan. Raihan memberi petuah pada Dodi."
Baik pak, saya akan selalu mengingat pesan bapak.
Akhirnya Dodi turun dijalan, katanya akan menumpang kendaraan yang lewat kesana. Dodi mengangguk hormat, dan menatap Arini sekilas yang hanya diam tanpa menoleh padanya, dia pasti kecewa padaku pikirnya.
Arin.. Apa kau tidak penasaran kenapa aku tiba-tiba ada disini?
Arini menoleh dan menatap Raihan, iya. Jawab nya singkat. Tadi memang dia sempat berpikir kenapa Raihan bisa sampai disini..
Aku melihatmu pingsan di TV, aku langsung ke sini dan menyakan alamatnya dikantor.
Huumm.. Hanya itu tanggapan Arini.
Udah makan?
"Udah."
"Sepertinya dia sedang tidak ingin berbicara, akhirnya Raihan diam dan tidak ingin mengganggu Arini lagi. Sebenarnya dia yang ingin makan, dari tadi malam belum makan apa-apa karena langsung tancap gas ke sini, belum lagi kejebak macet dijalanan. Mana supirnya ijin cuti lagi..
"Haaah" Raihan menghela napas berat.
Mas lihat kan keadaan mama, ini semua karena selalu mengkhawatirkan mas Exel.. Kanaya sangat marah dan cemburu pada perempuan itu.
Apa sih kelebihan dia dibanding aku!! Dari segi manapun aku lebih semuanya dari pada dia.
Hatinya. Kau bertanya apa kelebihannya dibandingkan dirimu! Kau memang cantik dan kaya, dia memang gak sebanding denganmu. Tapi dia memiliki hati yang baik, dan perempuan bersih dan suci.
Suci dari mana mas!! Rara teman sekolahnya juga pernah bilang, kalau dia itu perempuan bayaran!!
Jaga mulutmu.. Kalau pun sekarang dia tidak suci lagi, itu karena aku yang merenggutnya.
Maas!! Kanaya berteriak tak terima dengan ucapan Exel barusan.
Exel mengangkat tangannya agar Kanaya menghentikan ucapannya. Sekarang aku yang ragu, Kau itu masih suci atau tidak. Kau selalu berpesta dengan teman-teman mu yang selebriti itu. Jangan kau pikir karena aku diam, jadi aku gak tau kelakuan mu diluaran sana!
Kanaya tersentak kebelakang wajahnya pias.
Memangnya apa yang diketahui nya.. Kanaya menggeleng-gelengkan kepalanya ketakutan.
Heh.. Kenapa kaget! Kau pikir kenapa aku melarangmu terjun kedunia model, kau tau kan dunia itu penuh gemerlap yang selalu berpesta pora, kalau sudah minum alkohol apa kau ingat dengan siapa kau bercinta!! Exel berkata telak yang hanya membuat Kanaya semakin pucat.
__ADS_1
Jangan mengalihkan pembicaraan.. Kenapa sekarang mas malah memojokkan aku! Bukan aku yang perebut suami orang, tapi perempuan itu..
Baiklah. Exel meraih ponselnya, ren! Bawa bukti foto Kanaya sekarang kerumah.
Haaah.. Foto apa mas! Aku gak pernah menghianati kamu mas.. Kanaya memohon sambil memegangi tangan Exel, airmatanya telah tumpah ke pipinya.
Kalau tidak ada apa-apa kenapa musti takut. Kondisi mama udah baik sekarang, mari kita lihat apa pendapat mama kalau melihat fotomu.
"Kanaya menangis histeris dan berlutut dikaki Exel.."
Pergilah.. Kalau kau menandatangani surat perceraian kita, foto itu tidak akan sampai ke orangtua ku.
Tidak. Tidak!! Sampai kapanpun aku gak kan mau bercerai, Kanaya sudah berurai airmata.
Akhirnya Reno datang membawa bukti.
Mas jangan lakukan ini.. Kanaya masih meratap.
Exel!! Cepetan kesini, jantung mama kumat lagi.. Papanya berteriak dari lantai bawah.
Exel langsung bergegas turun melihat kondisi mamanya. Tanpa menghiraukan Kanaya lagi.
Kanaya tersenyum licik penuh kemenangan sambil menghapus airmatanya..
"Kita lihat nanti mas, sampai kapanpun kamu gak kan bisa lepas dariku.. Aku berjanji akan mengandung anakmu sebentar lagi."
Kanaya turun kekamar mertuanya, dan berpura-pura menangis penuh kekhawatiran melihat kondisi mertuanya. Mama ini naya mah! Mama harus sembuh..
"Mama akhirnya dilarikan kerumah sakit, karena Dokter keluarga mengatakan jantung mama sangat parah saat ini."
"Kanaya heran, kenapa Dokter itu sepertinya sangat serius, padahal dia sudah diminta mama dan Kanaya untuk berpura-pura, kalau seandainya dibawa kerumah sakit bukannya akan ketahuan."
Kanaya menarik lengan Dokter Frans, saat semua orang sudah jauh didepan, apa yang terjadi?
Ini beneran mbak, nyonya benar-benar mengidap jantung. Dokter Frans menjelaskan.. Untuk sesaat Kanaya tertegun, dan akhirnya dia tersenyum dalam hatinya. Aku selamat pikirnya.
****
Hai selamat pagi.. Semoga kita selalu diberikan kesehatan, dan jangan suka berbohong karena setiap ucapan itu adalah doa.
Jangan lupa like, komen dan vote nya yah🤗🤗
__ADS_1