Affair With My Boss

Affair With My Boss
pertemuan


__ADS_3

Di kantor presdir..


Sedari tadi Exel tak hentinya menatap anak yang di bawanya, dia sedang bermain dengan karyawan wanita yang bernama Fara. Noah kelihatan cukup senang karena dibelikan mainan robot, itu adalah idenya Reno. Tumben banget tu anak memiliki ide yang bagus seperti itu, alhasil Noah jadi lebih tenang dan santai.


Barusan dia juga udah makan, dengan perut kenyangnya Noah mulai bisa tersenyum dan bermain dengan Reno dan Fara, mereka bertiga seperti keluarga bahagia. Tapi sesekali Reno membentak Fara yang kurang telaten menjaga anak-anak, maklum Fara sendiri baru berumur 18 tahun dan juga anak tunggal, jadi sangat wajar dia tidak memiliki pengalaman apapun dalam mengurusi seorang anak kecil yang sedang sedih.


"Bos.. udah hampir 2 jam dia disini, apa memang ibunya nggak nyadar anaknya telah hilang. Apa perlu aku yang nyariin ibunya..?" Reno menawarkan bantuannya, walaupun Noah kelihatan bahagia tapi masih kelihatan diwajahnya guratan kekhawatiran.


"Emangnya loe tau wajah ibunya?" Exel bertanya acuh, "kalaupun ibunya nggak datang itu bagus juga. Biar aku yang merawat anak ini.."


"Belum bos, tunggu ponselnya bisa nyala lagi. Tadi sempat terjatuh karena anak itu berlari.."


"Yaudah tunggu aja.. Kalau dia memang sayang anaknya, dia akan segera mencari anaknya keujung dunia sekalipun. Kalau memang dia nggak datang aku yang akan merawat anak itu." Exel udah mantap dengan pemikirannya.


Nggak biasanya presdir bersikap seperti ini.. "Kira-kira apa yang spesial dari anak itu," pikir Reno bingung.


"Uncle presdir.. Kenapa mami aku belum datang? Aku kangen mami.. "


"Noah sayang nanti mami juga pasti datang..." Exel memeluk anak itu dipangkuannya.


Ana dan Lewis datang tergesa-gesa ke kantor presdir.. Lewis yang bertanya pada salah satu sekretarisnya. "Presdirnya ada?" Kami dari tim desain datang untuk menjemput anak yang dibawa oleh beliau kesini, kami diberitahu oleh bawahannya."


"Jadi anda berdua adalah orang tuanya?" Rara bertanya sambil melirik mereka satu persatu, tapi dia tidak bisa melihat wajah ibu dari anak kecil itu. Beruntung sekali dia, anaknya ditemukan oleh pemimpin perusahaan ini. Pasti nanti bakalan senang karena mendapat hadiah.." gumamnya.

__ADS_1


"Wanita itu adalah ibunya..."


"Tolong lain kali, kalau kerja nggak usah bawa anak.. Apa anda berdua tidak bisa bersikap profesional!" Paradita adalah perusahaan berskala besar, jangan sampai karena keteledoran ibunya, nama perusahaan jadi tercemar." Rar berkata ketus, mereka memang pantas menerimanya. Merepotkan presdir aja, Rara sangat nggak suka sesuatu hal yang menarik minat Exel. Sedangkan sampai sekarang, dia belum bisa mendapatkan hati pria itu, padahal istrinya itu sudah lama meninggal.. Sampai sekarang Rara masih bisa bersabar menunggu Exel untuk menjadikannya sebagai seorang istri. Kanaya bukan apa-apa, setelah dia melahirkan anaknya. Wanita itu kembali sibuk mengejar Exel..


"Maaf nona.. Kami sedang buru-buru," Lewis menyadarkan sekretaris yang sedang marah dan melamun itu dengan tidak sabar.


"Oke, tunggu sebentar." jawabnya ketus.


Setelah menunggu beberapa saat, akhirnya mereka di izinkan masuk. Ana berjalan dengan cepat mengikuti sekretaris yang lainnya mengantarkan mereka untuk masuk. Dia udah nggak sabar dari tadi, tapi sekretaris sombong itu malah menahan mereka cukup lama.


"Tok.. Tok.. Permisi Pak ada tamu."


Didalam ruangan, " itu pasti mami. Iya kan uncle!" serunya gembira.


"Mami..!!!" teriaknya.


Exel tersenyum melihat kelakuan Noah, kelihatan sangat bahagia. Kegembiraan yang dirasakan anak itu seperti merasuk ke jiwanya, begitupun tadi waktu dia menangis, Exel juga ikut merasakan kesedihannya. "Apa mungkin dia kembali mengingat anaknya yang belum sempat di peluknya. Mereka berdua pergi saat dia belum bisa menjelaskan apa yang terjadi sebenarnya, anak dan istri yang sangat di cintainya meninggal karena dirinya. Bagi orang lain dia bisa melupakan mereka hanya dalam waktu 6 bulan, tapi bagi dirinya butuh waktu seumur hidup mungkin nggak kan pernah melupakan mereka. Sudah 5 tahun berlalu, sampai sekarang dia belum menikah. Mama selalu memaksanya untuk menikah, karena ingin cucu dari Exel.


"Syukurlah akhirnya orang tuanya datang menjemput, mungkin nggakkan pernah bertemu lagi.." Exel tertunduk dengan pikirannya sendiri.


Reno bisa melihat kesedihan bosnya, dia pasti sangat menyukai anak itu. "Aku harus cari cara supaya bos bisa terus bertemu dengannya."


Ana memeluk Noah dengan perasaan haru, "sayang jangan tinggalin mami lagi.." Ana berusaha menahan air matanya, "tenangkan dirimu Ana.. Presdir ada dihadapanmu, jangan menjatuhkan harga dirimu didepan pria angkuh itu. Tapi sepertinya dia baik juga karena udah nolongin anakku.. Otaknya berpikir dengan keras, gimana caranya dia bisa membalas budi pada pria itu. Matanya melirik sekilas, pria itu menundukkan wajahnya.. Entah apa yang dipikirkannya.

__ADS_1


"Permisi Presdir... Mohon maaf karena telah mengganggu waktu anda yang sibuk," Lewis berjalan masuk dan berdiri tepat didepan mejanya presdir. "Saya manager tim desain, tadi siang kita sempat bertemu waktu anda mampir ke butik.."


"Sepertinya ingatanku cukup kuat untuk mengingat kejadian yang belum lama berselang, Apa ini anak kalian?" tanya Exel menebak, walaupun dia nggak yakin pria ini ayah dari anak itu. Karena tidak ada kemiripan sama sekali diantara mereka.


"Bu bukan Pak. Ini adalah anak rekan kerja saya.., kebetulan dia adalah desainer yang baru datang dari Amerika tadi pagi. Dia adalah orang yang saya ceritakan tadi, seorang desainer yang sangat kompeten dibidangnya."


"Saya tidak butuh penjelasan kamu, suruh dia masuk. Saya paling nggak suka dengan orang yang tidak bertanggung jawab, sama anak sendiri dia belum bisa melindungi dan menjaganya dengan benar. Apa yang akan terjadi nanti kalau perusahaan kita mempekerjakan orang yang tidak bertanggung jawab seperti dia. Walaupun itu desainer lulusan luar negeri sekalipun." ucap Exel ketus.


Ana bisa mendengar nada cemoohan yang keluar dari bibirnya presdir arogan. Bibirnya menyunggingkan senyuman penuh makna.


"Tidak perlu!"


Ana masuk sambil memeluk Noah. "Saya disini sekarang!" serunya, kemudian menyerahkan Noah untuk dijaga Lewis. Dia perlu bicara dengan pria sombong itu.


Lewis paham dan langsung merengkuh Noah yang nggak rela melepaskan pelukan dari maminya.. Untungnya Lewis sangat berpengalaman dalam mengurusi anak kecil akhirnya Noah luluh juga.


"Jangan terlalu percaya diri, kau pikir sudah berapa banyak desainer yang dipecat karena tidak becus bekerja. Awalnya mereka juga sama sepertimu, sangat bangga dengan bakat yang dimiliki dan lulusan terbaik dari universitas A. Tapi ternyata semua itu omong kosong semata.. Nasibmu juga akan sama dengan mereka, mungkin kau hanya bisa bertahan selama satu atau..." ucapannya menggantung saat melihat wanita itu menatapnya dengan sorot mata yang tajam. Wajah yang sangat dikenalinya sekaligus sangat dicintainya, tapi mereka sangat berbeda. Exel tertegun sejenak.


"Sudah cukup.. Saya tidak perlu waktu yang lama, kasih saya waktu satu bulan. Anda sudah bisa melihat hasil kerja saya, setelah itu anda bisa memutuskan untuk memecat atau malah mempertahankan." sahut Ana nggak kalah angkuhnya.


"Tapi sebelum itu, saya berterima kasih kepada anda, karena telah menyelamatkan anak saya.." Suatu hari nanti saya akan membalas kebaikan anda ini.., saya bukan tipe orang suka berhutang." Sayang sekali padahal dia sangat tampan, tapi nyebelin.. gumamnya kesal.


***

__ADS_1


Selamat membaca😘😘


__ADS_2