Affair With My Boss

Affair With My Boss
Liburan bersama


__ADS_3

Syukurlah sekarang hari minggu, dan Ana tidak perlu bertemu dengan presdir maniak itu. Ana sedang memasak sarapan yang dia buatan untuk anak kesayangannya. Saat bel rumahnya berbunyi. "Siapa yang datang pagi-pagi begini?" Nggak banyak yang tau soal rumahnya disini, dan dia juga tidak memiliki kenalan yang banyak. Kening ya berkerut karena penasaran.


"Nona ada tamu, orangnya ada diruang tamu." Bibi memberitahunya.


"Baiklah bi saya pergi melihat sekarang, tolong bibi lanjutin masak ini yah?" pinta Ana.


Bibi langsung melanjutkan membuat sarapan tanpa komentar apapun.


Ana berjalan kearah ruang tamu, dan mendapati Noah sedang bersama seseorang yang sangat dikenalinya. Presdir maniak bisiknya. Apa yang dia lakukan dirumahku.


Wajah Noah kelihatan sangat senang, ditangannya memegangi sebuah mainan robot yang sangat bagus. Ana menyaksikan kebahagian dimata Noah.


Exel mengalihkan pandangan padanya. Dan Ana memasang mode tanpa senyuman di wajahnya. Hal itu malah membuat penampilannya semakin imut. Exel terbatuk dengan rekasinya sendiri.


Pria sialan ini berusaha mengambil hati anaknya, apa yang dia inginkan padaku..


"Mami!!" Noah berseru memanggilnya penuh semangat. "Lihat siapa yang datang, ada uncle presdir mami. Dan aku dibeliin banyak mainan, dan bukan hanya ituloh. Mami juga dibeliin sama uncle.. Mami coba buka dong aku mau lihat."


Kepolisian Noah menyenyak hatinya, anaknya tidak tau apa-apa dibalik kebaikan laki-laki itu tetsirat sesuatu yang diinginkan sebagai balasannya, dia sama sekali nggak tulus. Ana merasa sedih karena Noah sangat menyukai pria itu. Dengan senyuman yang dipaksa Ana memperhatikan kado Yang dipegang oleh anaknya.


"Baiklah... Sini mami buka, apa yang uncle presdir baik hati yang belikan untuk mami." serunya dengan semangat yang dibuat-buat.


Exel berusaha memberikan kode pada wanita itu, tapi matanya sama sekali tidak ingin melihatnya. Dia hanya ingin memberi tahu, kalau isi kotak itu tidak baik dilihat oleh anak dibawah umur.


Ana membuka kotak tersebut dengan semangat dengan langsung merusak dan merobek kotak yang terbungkus rapi dengan kasar. Ana langsung mengeluarkan hadiah tersebut dari kotaknya. Dan matanya melotot tidak percaya dengan padangannya sendiri.


"Mami! Itu apa?" Noah bertanya dengan polosnya.


Ana yang panik langsung menyembunyikan barang tersebut kembali ke kotak. "Bu-bukan apa-apa sayang... Ini cuma baju yang belum kelar mami desain. Jadi ini bukanlah hadiah, tapi barang ini adalah milik mami yang ketinggalan dikantor. Ana berharap semoga Noah percaya dengan cerita palsunya. Matanya menatap marah ke arah Exel, dia sangat marah. Karena pria itu menisai mata anaknya yang suci.


"Tapi mami, itu kayaknya pakaian dalam kan. Yang sering dipakai wanita kalau berenang dan berjemur dipantai.." kapan mami ke pantai? Kenapa aku nggak diajak?


Ana tercekat dan memohon agar Exel membantunya. Dengan melotot padanya. Pria ini hanya bisa membawa masalah dalam hidupnya.

__ADS_1


"Noah sayang.. Perusahaan memang mengadakan acara untuk menambah keakraban. Untuk itu sebagian karyawannya pergi termasuk mami kamu. Karena itu adalah acara perusahaan, maka dari itu tidak ada satupun yang membawa keluarga mereka. Kalau Noah pengen ke pantai gimana kalau hari ini kita pergi kesana. Mumpung sekarang hari libur, uncle siap ngantarin Noah dan mami kemanapun kalian mau pergi."


Beneran uncle! Horeee..! Noah berteriak kegirangan, sudah beberapa hari mereka disini tapi mami belum sempat mengajaknya untuk jalan-jalan. Noah bersemangat mengemas barang-barang bawaannya.


"Dia adalah anak yang telah dewasa daripada umurnya sendiri.." Exel berisik pelan didekat Ana.


Mungkin karena dia tumbuh tanpa seorang ayah.." gumam Ana tanpa dia sadari." Tapi kami memiliki keluarga yang sangat peduli dengan tumbuh kembang Noah, jadi Noah tidak memerlukan figur seorang ayah dihidupnya." Apa urusannya dengan pria ini, dia tidak perlu menjelaskan apapun padanya. Ana beranjak meninggalkan Exel dan ingin membantu Noah. Lengannya ditarik pelan dan dia kembali berdekatan dengan pria maniak itu.


"Jangan lupa pakai baju renang yang aku kasih ini," Exel menunjuk kotak yang di pegang Ana sedari tadi.


"Tidak akan." Ana bergegas pergi dan membuang kotak beserta isinya kedalam tong sampah.


Exel tidak terkejut dengan reaksinya, dia memerintahkan bibi untuk mengambil dan menyimpan pakaian tersebut di lemari majikannya.


"Aku akan membelikanmu dengan berbagai bentuk dan warna yang berbeda, tapi hanya aku yang boleh melihatnya." Exel bergumam pelan.


Diperjalan, mobil dikendarai oleh supir, kemudian mereka bertiga duduk dibelakang. Exel berada didekat Briana. Hal itu memudahkannya untuk meremas pinggangnya.


Ana hanya bisa diam, dan berusaha mendorong tangan Exel dari pinggangnya. Tapi pria itu benar-benar memanfaatkan situasi, dia tau kalau Ana tidak akan bertindak selagi Noah ada disampingnya. Sementara Noah sibuk bermain game, sementara dia tidak tau kalau maminya sedang sengsara di pelukan si maniak beruang. Iya julukan ini cocok untuknya, karena tubuhnya yang kekar.


Tentu Lewis penasaran dengan siapa dia pergi, sementara dia tidak tahu apa-apa dengan Jakarta. Ana menjawab dia pergi bersama temannya. Tidak mungkin Ana mengatakan dia pergi dengan presdir. Yang ada kantor bakalan heboh dan mengatakan dia bisa bekerja di perusahaan karena menjalani affair dengan bigbos. Ana menghela napanya berat.


Hal itu menarik minat Exel untuk mengintip isi pesannya, wajahnya berubah cemberut. Karena itu dari karyawannya yang bernama Lewis. Gencar juga pria itu, aku nggakkan memberimu kesempatan.


Ana menyimpan ponselnya ke dalam tas, dan melihat keluar jendela pemandangan yang di suguhkan kota Jakarta yang macet. Akhirnya dengan perjuangan yang lama mereka tiba di sebuah tempat, Ana tau itu adalah tempat hiburan. Tapi Exel tidak membawa mereka masuk dan malah membawa mereka menuju pantai yang sepi, tapi memiliki pemandangan yang sangat indah disekitarnya. Di tempat itu ada sebuah vila yang indah.


Noah bersemangat dengan apa yang dilihatnya, mobil berhenti di sebuah vila yang langsung menghadap laut dengan pantainya yang bersih.


Tapi tidak ada orang, sepertinya ini adalah kawasan pribadi. Exel tidak main-main membawa mereka jalan-jalan, kebetulan Ana dan Noah memang tidak terlalu menyukai keramaian. Noah langsung berlari kegirangan dan mengeluarkan perlengkapan yang dia bawa dari tas yang telah dikeluarkan oleh supir.


Mereka bersama-sama masuk kedalam vila mewah tersebut, di dalamnya ada kolam renang yang dihiasi bunga-bunga indah yang disukai Ana.


Exel melihat Ana tersenyum sebentar, dan kembali kewajah aslinya, jutek. Exel tertawa tanpa bersuara melihat reaksi wanita itu. Mami.. Mami ayo buruan main dipantai. Noah menarik baju Ana dengan tidak sabar. "Iya sayang, ayook!" serunya mengajak Noah berlari kepantai.

__ADS_1


Exel bermain dengan Noah, rasa sayangnya kepada ini sangat tulus.


Entah kenapa Ana merasa pria maniak itu cukup tulus sama anaknya. Ana sedang duduk dipinggir pantai, karena kelelahan bermain. Dan menonton mereka berdua bersama. Hati Ana merasa rersengat dengan keakraban mereka yang begitu cepat.


Setelah tiga jam bermain dan berulang kali menaiki permainan air, Noah akhirnya meminta untuk kembali ke vila dan ingin berenang. Sesampainya di vila anak itu langsung menceburkan tubuhnya dan berenang dengan lincah, sepertinya dia sama sekali tidak kehabisan energi.


"Ayo mami berenang.." bujuk Noah merengek tanpa henti.


"Tapi mami nggak bawa baju renang sayang.." Kilah Ana berdalih, karena dari awal dia memang sengaja tidak membawanya.


"Ada tuh mami, ada di tas aku. Tadi aku suruh bibi yang masukin baju yang di bawain uncle presdir. Aku takut mami kelupaan, bener aja kan. Mami belum bisa menghilangkan sifat pelupanya, ck ck ck.. Noah berdecak melihat maminya.


"Apa!" Ana merasa dipermainkan oleh keadaan, gimana bisa anaknya jadi seteliti ini. Ana menggigit bibir bawahnya, baju renang yang dibawain Exel barusan sangat terbuka. Gimana bisa dia berenang dihadapkan pria maniak itu hanya dengan pakaian minim tadi.


Setelah bujukan Noah yang berkepanjangan, akhirnya Briana mengganti bajunya. Semua dalam anggota tubuhnya hampir terlihat di balik pakaian yang ia kenakan. "Oke, ini hanya sementara mari kita keluar.


Saat dia kembali mereka berdua sudah tidak ada, Ana merasa legah dan mencari keberadaan mereka. Ternyata Noah ketiduran karena kelelahan dan presdir maniak tiba-tiba menjadi lembut dengan menggosok punggung Noah.


Dia menyelimuti Noah dengan hati-hati karena takut membangunkan anak itu. Exel merasakan kehadiran Ana di sampingnya.


"Apa dia sudah lama tertidur?" Ana merasa bersalah karena dia cukup lama berada diruang ganti, dan akhirnya anaknya ketiduran. Padahal tadi dia sangat ingin bermain dengannnya.


"Tidak, lain kalau kalau cuma untuk mengganti baju jangan terlalu lama, apa yang kau khawatirkan? Aku sudah pernah melihat setiap lekukan dan setiap inci ditubuhmu."


Ana memerah tanpa dia sadari, Exel sangat dekat dengannya. Hanya dengan bisikan dia bisa mendengar setiap kata yang diucapkannya. Tubuhnya bereaksi karena hembusan napasnya.


Saat ini Ana masih mengenakan pakaian renang, setelah menyadari hal itu dia ingin segera berlari keluar. Tapi pakaian renangnya di tarik oleh Exel, membuat langkah kakinya tertahan. Dia takut kalau dia memaksa untuk beranjak pergi pakaiannya akan terbuka. Dan mengikuti tarikan Exel dan dia berakhir diperlukannya.


Dan sekali lagi sesuatu yang lembut menyentuh bibirnya, lidahnya menari-nari didalam mulutnya. Ana merasa terbang untuk sementara waktu, Pagutannya semakin menuntut dan kuat.


Exel menarik leher Ana agar ciuman mereka tidak terlepas. Hal itu berlangsung sangat lama, membuat Ana kesulitan untuk bernapas. Saat Exel melepaskan bibirnya, Ana ingin memakinya. Tapi makiannya cuma menjadi sebuah bisikan karena dia takut membangunkan anaknya.


Exel menarik Ana keruangan lainnya. Dan tidak memberi Ana kesempatan untuk melepaskan diri. Kali ini Exel sudah tidak bisa membendung keinginannya. Pakaian yang Ana kenakan telah menghilang, Exel menyentuhnya dimana-mana, tubuhnya basah oleh keringat dan ciuman Exel. Ana merasa jijik dengan dirinya yang sangat murahan. Dia membiarkan laki-laki itu menyentuhnya tanpa henti, sedangkan suaranya menunjukkan dia juga sangat menyukai cara Exel mencumbunya.

__ADS_1


Panas-panas gini enaknya minum es yah guys🤣🤣🤣🤦‍♂️🤦‍♂️


__ADS_2