
Kak exel kemana sih! Udah dari tadi di telpon, tapi gak diangkat juga. kanaya sibuk nelpon ke nomornya exel, tapi tetap gak di angkat. Udah hampir sejam ngilangnya, tapi sampai sekarang belum juga nongol.. 'Padahal tamunya makin banyak'.
Ren!! Kanaya manggilin reno asistennya exel, siapa tau aja dia tau keberadaan bosnya. Dimana kak exel!! Kanaya bertanya dengan gayanya yang angkuh.
Nyonya baru udah nunjukin taringnya. "Mungkin ke toilet. Soalnya saya juga gak liat bapak dari tadi.. Kalau gitu biar saya samperin sebentar.."
"Yaudah.. Sana-sana! awas kamu yah, kalau berani nyembunyiin sesuatu! Sambil menunjuk muka reno dengan telunjuknya.."
"Baiklah nona, saya permisi. Reno melihat satu persatu dalam toilet, tapi Exel gak ada. Udah dicariin di balkon kebetulan disana lagi rame tetap tidak ada. Reno masih sibuk mencari exel kesemua tempat, karena didesak terus sama tante Hera yang terus-terusan nelpon dari tadi.
"Kemana sih loe bos! Nasib-nasib cuma jadi kacung." Reno menghela napasnya berat.
"Aduh. Kemana sih! Awas aja kalau sampai mereka lagi berduaan tanpa sepengetahuanku. "Kanaya makin gak sabar, karena barusan Reno ngasih kabar kalau Exel belum di temukan.
" Hai nay! Selamat yah, ucap Raihan memberi selamat kepada Kanaya. "Sambil mengecup pipi kiri dan kanan".
Makasi kak.. Kak rai kok sendirian sih! Belum punya pasangan juga! Tanya kanaya penasaran, karena Raihan orangnya cakep, tajir. Tapi kanaya belum pernah melihat Raihan jalan bareng pasangannya'. But' kak Exel, you are still number one." Tapi tadi aku lihat, kakak dansa sama cewek, siapa?"
"Nah itu dia pasangan kakak. Dia adalah cewek yang aku suka dari dulu, makanya kamu gak pernah liat kakak jalan sama cewek Mana pun , yah' karena cewek itu."
"Beruntung banget dia. Trus orangnya dimana sekarang? Kok gak keliatan?"
"Iyah, tadi katanya mau ke toilet, tapi sampai sekarang belum datang juga." Raihan sampai bingung mencari arini dari tadi, tapi rekan bisnis nya banyak yang datang, jadinya dia sibuk dan gak memperhatikan kepergian Arini. "Mungkin entar lagi juga datang." Raihan tersenyum lemah.
"Siapa kak orangnya? Aku kenal gak?" Cukup nyaman ngobrol sama Raihan, cukup mengurangi rasa stresnya mikirin keberadaan Exel. Lumayan kan, sambil nungguin Reno ngasih kabar.
"Ohh iya, kamu kenal kok. Yang waktu itu kita gak sengaja ketemu dibutik. Masih ingat gak! Namanya Arini. Manajer diperusahaan exel."
__ADS_1
'Hah'.. Arini! Cewek yang di sukai Raihan selama ini.
"Gak banget' gak selevel, pikir Kanaya. Tapi bagus juga kan, jadi dia gak perlu lagi kegatelan sama suami aku."
"Aku pikir selera kakak jauh lebih baik dari pada itu, cuma itu aja seleranya kakak!"
"Arini baik kok orangnya, kakak tau persis karena kami dulu satu sekolah sewaktu kakak masih di Bandung. Orangnya pintar, pekerja keras. Berasal dari keluarga baik-baik, walaupun memang bukan berasal dari keluarga berada. Tapi aku keduluan sama Exel, Raihan tersenyum kecut."
"Kak Exel, bisa suka sama cewek kayak gitu! cantikan juga aku kemana-mana! Paling cuma cinta monyet. Tapi kok mereka sama-sama ngilang yah! Apa kebetulan aja!"
Banyak pikiran yang bersarang dibenak kanaya. Dia gak bisa menyembunyikan tatapan Exel yang berbeda saat menatap perempuan itu dan bagaimana dia bersikap. Walaupun keliatan nya kasar, tapi Kanaya bisa melihat mereka seperti ada hubungan. Aku harus segera bertindak, walaupun kak Exel udah jadi milikku. Tetap aja mereka masih bisa selingkuh dibelakang. Kamu liat aja Arini.
Kanaya tersenyum penuh kemenangan akan ide brilian diotak nya.
"Kenapa? Siapa yang hilang? Exel bertanya, berusaha menghilangkan kecurigaan Kanaya dan Raihan. Dia sama sekali gak peduli, tapi bagaimana dengan Arini' kalau Kanaya sampai tau, dia ada hubungan dengan Arini bisa gawat. 'kasian dia. "
"Sayang kemana aja? Aku nyariin dari tadi loh." Kanaya langsung menghamburkan tubuhnya kepelukan exel, dengan gaya sok manja. Masak kakak ninggalin aku sendiri sama tamu sebanyak ini. Aku kan pusing ditanyain terus dari tadi Kanaya merengek."
Sekarang tinggal Raihan yang pusing, karena Arini belum datang juga. Raihan mencoba menghubungi Arini sekali lagi. Kali ini nyambung dan diangkat sama orangnya.
"Halo.." Arini menjawab telpon yang udah kesekian kalinya dari Raihan. Dia merasa gak enak sama Raihan, Arini yakin kak rai suka padanya, tapi itu gak mungkin. "Maafin Arin kak, Arin gak bisa ngasih kakak harapan lebih jauh lagi, bergumam."
"Kamu dimana? Tanya raihan."
"Maaf kak, aku udah dijalan pulang. Tadi gak enak badan. Mau nelpon kakak handphone aku mati."
"Kamu pulang pakai apa?"
__ADS_1
"Pake Taksi online kak, kakak gak usah khawatir yah, Arin cuma pengen cepat sampai dirumah trus tidur." Tadi karena kepala pusing, jadi gak bisa samperin kakak kesana.
"Oohh.. Yaudah kalau gitu, kamu hati-hati dijalan, lain kali jangan ngilang gak jelas kayak gini lagi yah, semoga cepat sembuh." Raihan penuh perhatian dan ada sedikit kekecewaan tersirat dari bahasanya.
"Iya kak. Makasih, selamat malam." Arini menutup telpon dari Raihan.
Sory kak' aku udah boongin kakak, padahal Arin pulang diantar sama supirnya kak exel.
Exel memaksa Arini untuk segera pulang, tapi diantar sama supirnya'. Katanya dia gak mau liat Arini jalan bareng Raihan, apalagi malam-malam gini.
Sesampainya dirumah, Arini menghempaskan tubuhnya dikasur sambil menghela napas. Kenapa hidupku kembali kacau kayak gini yah. Padahal Arini telah berusaha selama ini, untuk tidak mencari masalah dengan orang lain, tapi sekarang, malah dapat masalah yang makin berat. "Aku harus bisa menjauh dari kak Exel apapun caranya. Aku gak mungkin kan manfaatin kak Rai."
Arini. Gunakan otakmu, jangan sampai kamu itu menjadi pelakor dalam rumah tangga orang lain. Walaupun arini telah kehilangan kesuciannya karena exel, tapi orang taunya dia seorang janda. Jadi gak kan ada yang akan mempermasalahkan hal ini buat kedepannya, kalau seandainya Arini akan menikah dengan orang lain kelak.
"Tapi... apa mereka akan melakukannya malam ini? Ya ampuuuun tidaak!!" Arini menggigit bantalnya karena saking prustasinya.
Pesta berlangsung dengan meriah, dan tamu undangan satu persatu sudah pamit untuk pulang. Akhirnya Kanaya dan Exel bisa beristirahat dikamar mereka.
Sesampainya dikamar, Kanaya mengenakan gaun tidur sutra yang menggoda. Demi mendapatkan exel malam ini. Mas..! Kanaya merubah panggilan karena sekarang exel adalah suaminya. Kanaya memeluk pinggang Exel dari belakang. Aku senang banget.. Mas bahagia gak?
"Nay...! Panggil Exel. Sambil melepaskan pelukan Kanaya dari pinggangnya. Kamu tau kan dari dulu, aku gak pernah menganggap kamu sebagai kekasih, aku gak punya perasaan apa-apa sama kamu, sampai detik ini sekalipun. Kalau bukan karena mama papa yang maksa, aku gak akan menikahimu. Perkataan Exel sangat tajam."
"Mas.. Sekarang adalah malam pernikahan kita, please.. Jangan dirusak dengan perkataan seperti itu, cinta akan hadir seiring dengan waktu. Naya yakin, mas akan mencintai naya hanya dalam waktu singkat."
" Hmm.. Baiklah silahkan, tapi bukan sekarang. Aku keluar dulu, mau ngumpul bareng teman-teman. Gak usah nungguin aku, kamu tidur aja duluan." Exel berlalu tanpa memperdulikan Kanaya.
Harga dirinya terluka, udah pakai gaun sexy begini, tapi dilirik pun gak. Awas aja kamu Arini, kamu gak kan bisa melihat mas exel lagi. Dia milikku. Semua ini gara-gara kamu. Kanaya mengepalkan tangannya, dengan raut wajah penuh kebencian. "Jangan pernah bermain dengan milik Kanaya". Kali ini taktik mama akan kita pakai, bermain dengan cantik.
__ADS_1
***
Hai tinggalkan jejakmu dengan lika, komen dan vote. Makasih🤗 sory UP nya lama, author benar-benar gak punya banyak waktu luang buat menulis*.