Affair With My Boss

Affair With My Boss
Di rangkul


__ADS_3

"Tadinya Exel merasa salut akan keberanian Arini, tapi melihatnya dirangkul atasannya rasa muaknya kembali muncul. Padahal setiap harinya selalu diisi dengan merindukan wanita itu. Dia selalu berpikir bagaimana kabar Arini, selalu mengkhawatirkannya setiap saat. Tapi kalau tau akan seperti ini sia-sia saja waktunya selama ini. "


Arini bisa melihat kemarahan dari sorot mata Exel, Arini menantang tatapan tajam mata Exel padanya, dia gak takut sama sekali sama orang itu, pantesan GM menggigil ketakutan yang datang ternyata Presdir Paradita Group. "Exel Paradita Hermawan."


"Arini mendengar dari Mely perubahan sikap Exel dikantor, katanya sekarang dia berubah menjadi orang yang kejam, salah sedikit langsung dipecat, katanya ada yang malah kakinya sampai dipatahkan. Gimana sama nasibnya pak Dodi yah! Nyali nya ciut juga membayangkannya."


Apa seperti ini karyawan anda pak GM? Kalau gak bisa mendidik karyawan menjadi orang yang benar, lebih baik anda mundur saja dari jabatan anda. Exel menegaskan kekuasaannya.


Maafkan saya pak! Saya tidak becus, saya akan bekerja lebih baik lagi dan akan mendisiplinkan mereka untuk kedepannya. GM menunduk-nunduk hormat..


"Kenapa sama GM! Siapa orang ini? Dodi bertanya-tanya sendiri dalam hatinya. Kelihatannya dia lebih mengerikan dari pak GM. Walaupun orangnya sangat tampan."


Pecat dia!! Kalau gak becus buat apa dipertahankan, Perusahaan merugi besar gara-gara dia.


Baik pak! Akan saya laksanakan, hari ini juga mereka berdua akan saya pecat.


" Kenapa aku dibawa-bawa.. Pikir Arini. "


Memangnya apa kesalahan wanita itu? Exel bertanya kepada GM. Karena seenaknya mau memecat Arini.


"Hanya aku yang boleh bersikap sesuka hati pada Arini." Exel membatin.


"Saya rasa mereka bekerjasama pak. Buat apa dia datang kesini, kalau bukan karena berbuat salah. Apalagi dia kan pindahan dari kantor pusat yang dipindahkan kesini karena masalah yang sama. "


Waah.. Berani juga GM ini. Exel mencibir dalam hatinya.


Saya serahkan manager itu sama bapak.. Bapak boleh memecatnya, tapi Arini jangan dipecat. Saya yang akan memikirkan cara untuk memberinya pelajaran.


"Dari mana orang itu tau nama Arini.. Dodi gak bisa berpikir jernih sekarang. Badannya masih gemetar. Ya tuhan tolong jangan buat saya dipecat, turunkan keajaiban mu.."

__ADS_1


Saya mohon pak! Jangan pecat saya.. Kasih saya hukuman apapun tapi jangan pecat saya.. Dodi memohon sambil berlutut.


"Pak.. Arini merasa kasian melihat pak Dodi. Tapi dia sendiri belum jelas nasibnya. Arini kembali diam menunggu keputusan Presdir kejam itu."


Reno! apa yang harus dilakukan sama manager ini! Kasih GM usul.. Pokoknya dia harus mendapatkan balasan yang setimpal kalau tidak mau dipecat.


"Arini jadi keingat kata-kata Mely. Malah ada yang sampai kakinya dipatahkan.. Apa Reno akan mematahkan kakinya pak Dodi.."


Reno berjalan menghampiri Arini dan Dody.. Reno menarik kerah baju pak Dodi.. Arini panik, dan berusaha menahan pak Dodi. Saya mohon jangan berbuat hal yang buruk sama beliau? Kasihanilah dia, dia adalah tulang punggung keluarga. Kalau dia sampai cacat, siapa yang akan memberi makan keluarganya. Arini memohon dengan menautkan tangannya..


Maaf mbak, apa yang anda maksud! Reno bertanya karena merasa heran Arini mengucapkan kata-kata cacat. Memangnya apa yang anda pikirkan, akan saya lakukan!


Sa-saya pikir bapak akan mematahkan kakinya.. Arini tergagap.


Hahahhaaa.. Suara tawa Exel bergema, semakin menambah ketegangan semua orang, kecuali Reno. Kalau kau berani membantahku, aku memang gak kan segan-segan mematahkan kaki bahkan lehernya sekalipun. Aku janji tidak akan memecat atasan kesayanganmu ini! Tapi kau yang harus membayar semua kesalahannya.. Exel menyeringai licik.


Dodi langsung panik. Kenapa Arini yang jadi korbannya sekarang.. Maaf pak.. Saya mohon Jangan libatkan Arini, saya yang akan menanggung semua kesalahan saya. Dia tidak tau apa-apa, proyek tersebut telah berjalan sebelum Arini masuk ke Perusahaan bapak.


Aku yakin Presdir kejam itu gak kan berbuat jahat padaku.


Exel semakin geram. Kenapa mereka saling membela.. Apa hubungan mereka.


Ren! Apa yang aku lewatkan. Bukankah kau sudah memeriksa semua yang berkaitan dengannya! Kenapa aku mencium bau busuk disini.


Maaf pak! Reno berjalan mendekat ke Exel dan berbisik padanya. Bapak tidak melewatkan apapun.. Mereka hanya atasan dan bawahan. Kalau depan orang-orang Reno memang memanggil Exel dengan sebutan bapak, beda lagi kalau hanya berdua.


"Selama ini ada orang yang diutus Reno atas perintah Exel, untuk menyelidiki semua kegiatan Arini."


Pak GM! Exel memanggil..

__ADS_1


'Iya, saya pak!


"Besok kita semua akan turun langsung kelapangan untuk melihat situasi disana. Gara-gara karyawan yang tidak becus seperti kalian, banyak rumah warga yang menjadi korban, masih untung tidak memakan korban jiwa."


"Haah". Memangnya apa yang sebenarnya terjadi? Arini heran dengan ucapan Exel barusan.


Reno menjelaskan, gara-gara pengurangan dana pembangunan Bendungan, Bendungan yang dibangun tidak sesuai standar, jadi tidak bisa menanggung beban air yang meluap. Sehingga dindingnya jebol dan mengakibatkan banjir bandang di Desa tersebut. Media telah menyebarkan berita yang buruk akan kinerja Perusahaan sebesar kita. Yang parahnya mungkin pemerintah tidak akan percaya lagi kepada kita untuk kedepannya.


Arini tidak percaya dengan apa yang didengarnya. Pantas saja GM dan Presdir sangat marah.. Tapi bukannya itu bukan tanggung jawab divisi keuangan pak? Itukan ada kesalahan pada pembangunannya? Pertanyaan Arini memang ada benarnya.


Anda memang benar! Reno menjawab. Tapi yang memangkas anggaran tersebut adalah atasan anda. Sedangkan mereka hanya membangun sesuai dengan dana yang tersedia. Jadi kesalahan ada sama pak Dodi.


Arini memandang pak Dodi dengan tatapan nanar.. Rasanya gak percaya, pak Dodi akan berbuat seperti itu.


Apa kau masih ingin membelanya! "Exel bertanya, karena masih marah dengan perhatian Arini."


"Arini menunduk tanpa menjawab pertanyaan Exel."


"Besok subuh kita berangkat, karena jarak ke Desa tersebut memakan waktu yang cukup lama. Reno memberitahu.. Karena Presdir baru sampai, jadi beliau ingin istirahat, jadi anda pak Dodi bisa aman untuk saat ini. Reno mendelik tajam kearah Dodi. Yang ditatap lebih memilih melihat lantai, karena merasa tatapan pak Reno lebih mematikan dari pisau sekalipun. Kalian boleh keluar..


Arini dan Dodi berjalan gontai keluar dari ruangan GM. Dan memilih untuk tidak melihat kearah Presdir Paradita group. Sesampainya di ruangan, Arini dan pak Dodi di banjiri pertanyaan dari rekan-rekan nya.


Gimana Rin!! Itu teh Rita, teh Suci dan teh Nia yang memilih bertanya sama Arini. Yang ditanya hanya diam, gak tau musti jelasin apa..


Arini!! Jangan buat kita penasaran. Please dijawab.. Itu teh Suci yang bertanya saking penasarannya.


Owwwhh.. Gak kenapa-napa teh. Kita lihat situainya besok, saya dan pak Dodi diajak Presdir turun langsung kelapangan besok.


Haaaah..!! Presdir Rin. Kok bisa! Ya ampuuun.. Jadi ini benar-benar serius. Teh Nia nyalip.

__ADS_1


Iya teh, masalahnya sangat serius, melibatkan nama baik Perusahaan buat kedepannya.


Mereka gak percaya dengan situasi yang terjadi.. Keheningan melanda..


__ADS_2