Affair With My Boss

Affair With My Boss
Permintaan mama


__ADS_3

"Rin.. Mau kemana? Mau jalan dulu, atau gimana?


" Aku mau pulang.. "Untuk saat ini Arini hanya ingin sendirian tanpa gangguan dari siapapun.


Baiklah, Raihan mengendarai mobilnya menuju rumah Arini.


" Sesampainya dirumah,"


Maaf kak aku gak bisa nawarin kakak buat masuk. Raihan mengangguk mengerti. Kakak nginap dimana?


Belum tau, mungkin di hotel kemaren.. Kalau gitu gak kenapa-napa aku tinggal sendiri?


Nggak kak, kakak gak usah khawatir aku baik-baik aja. Hanya butuh waktu buat berpikir sejenak.


Baiklah, kalau gitu aku pergi dulu. Tawaranku tadi masih berlaku, pikirkan jawabannya dulu gak usah dijawab sekarang.


Dua hari setelahnya, Arini kembali menjalani rutinitas sehari-hari yaitu ke kantor. Tadi malam dia sudah memikirkan masak-masak apa yang harus dia lakukan untuk kedepannya. Untuk saat ini, Arini memutuskan masih tetap bekerja seperti biasa. Mungkin setelah perutnya membesar, nanti akan mengambil cuti atau berhenti bekerja saja.


Mengenai lamaran kak rai, Arini telah menolak, aku gak mau jadi orang jahat, sehingga kak rai yang harus bertanggung jawab.. Walaupun kak rai tetap bersikeras dan tetap ingin menunggunya.


Arini! Gimana kabar kamu. Aku kangen teh Rita langsung memeluk Arini.


Hehee.. Baru 4 hari teh, kangen sama aku, atau sama pak Dodi? Yang lain terkekeh.. Arini berusaha sebisa mungkin bersikap sewajarnya.


Iiih kamu ini, udah belajar dari yang lain isengnya.. Trus mana pak Dodinya ? Kok gak kelihatan.. Rita bertanya malu-malu tapi penasaran juga.


Ciee.. Nia menanggapi, tu kan nanya juga akhirnya.


Pak Dodi masih disana teh, hukumannya sedang berjalan. Palingan bakal balik sekitar 2 bulan lagi.


Waah lamanya.. Bakalan ada yang kangen ini. Rekan-rekannya gak berhenti mengejek Rita. Semua jadi tertawa melihat muka Rita yang memerah.


Iiisshh.. Arini tuh yang ditanya, gimana sih rasanya digendong Presdir? Rita mengalihkan pembicaraan, Itu orang kok ganteng pisaan.. Rita meleleh membayangkan Exel.


Arini tersenyum kecut, biasa aja teh. Lagian aku mana tau. Namanya aja orang pingsan.. Jadi dia yang membawaku, brarti dia masih peduli padaku..pikirnya.


Heheee benar juga. Ucap Rita.

__ADS_1


"Di lain tempat, Exel sedang bersandar di kamar rumah sakit disamping mamanya.


Maa.. Cepat sembuh, Exel gak tahan melihat mama seperti ini terus. Semenjak mamanya sakit Exel belum masuk kerja dalam beberapa hari.


Xel.. Pulanglah, biar papa yang aja yang jagain mama, kamu musti kekantor.. Papa takut ada kekacauan gara-gara kamu gak masuk selama beberapa hari ini. nanti kalau ada apa-apa papa kasih tau secepatnya, tapi semoga setelah ini mama bener-bener sembuh. Papa harap kamu bisa menuruti keinginan mama untuk kedepannya, jangan buat dia stres lagi.


Iya pa..!


Exel patuh, mama adalah hidupku dan sumber bahagiaku, aku akan melakukan apapun yang bisa buat mama bahagia pa.. Papa menganggukkan senang dan menepuk bahu Exel.


Sesampainya dikantor, Exel langsung meminta Reno memberitahukan staf keuangan dan tim desain untuk rapat dadakan.


Gimana ini om. Kenapa ini bisa terjadi? Exel bertanya sama pak Heru. Om juga bingung, masalah kebocoran desain produk kita, sepertinya ada orang dalam, gak mungkin pihak luar mengetahui dengan detail rancangan produk Perusahaan kita..


Pak David selediki tim anda, saya bisa mencium ada yang tidak beres dengan tim anda.


Baik pak.. Saya akan selediki kasus ini sampai ketitik terkecil sekalipun.. David menatap satu persatu stafnya yang langsung berubah pucat.


Hari ini semua berjalan lancar, masalah kebocoran produk telah ditangani dan dalangnya sedang dalam proses penyelidikan. Exel berniat langsung kerumah sakit, di perjalanan ponsel nya berdering dari papa.


Halo pa.. Harap-harap cemas mengangkatnya.


Baik pa.. Cepetan ren, mama udah sadar. Exel tersenyum senang.


Sesampainya dirumah sakit.


Ma.. Syukurlah mama sudah sadar, kami semua sangat cemas.


Mama tersenyum lemah, makasi sayang. Maafin mama udah bikin semua orang khawatir.


Jangan minta maaf ma, kalau mama gak mau bikin kita semua khawatir mama harus segera sembuh.


Mama hanya ngangguk. Baiklah sayang.. Berikan mama cucu dari Kanaya, dan jangan pernah berhubungan dengan wanita itu lagi dan mama akan langsung sembuh. Mama meminta ha itu lagi.


Iya Exel janji akan kasih mama cucu secepatnya.. Dan gak ada hubungan lagi dengannya, Exel tersenyum lemah.


"Akhirnya mama bisa kembali pulang kerumah, legah rasanya. Beban berat seakan terangkat dari pundaknya."

__ADS_1


"Seminggu berlalu setelah kesembuhan mamanya, Kanaya semakin menempel sama Exel. Didepan mamanya Exel sengaja membiarkan Kanaya mendekatinya beda lagi kalau dirumah..


Maaf maah..


Aku gak bisa ngasih cucu buat mama dari Kanaya. Dia gak pantas menjadi seorang ibu. Kelakuannya semakin buruk.. Aku takut menidurinya, takut kalau nanti dia hamil itu bukan cucu mama. Tapi benih orang lain, Exel mendesak panjang. "


"Kemaren Arini memutuskan untuk datang ke Jakarta. Dan sekarang dia telah berada dirumah Mely.. Mely sudah mengetahui semua masalahnya, dan memintanya untuk datang kesini.


Mely mengatakan gak baik menyembunyikan anak dari ayahnya.. Apa salahnya kita coba dulu, kalau dia gak mau mengakuinya setelah itu kita pikirkan rencana untuk kedepannya. Untuk itu sekarang dia ada disini.


Kemaren gue udah selediki dimana rumah Presdir, Dan juga udah tau jadwal kepergian istrinya, Itu rumahnya.. Mely menunjuk rumah besar cat putih.


Jadi sekarang loe bisa masuk, gak usah khawatir istrinya bakalan pulang, dia ada syuting iklan hari ini pasti menghabiskan waktu seharian..


Kenapa dia dirumah sendirian.. Apa weekend gini dia gak liburan gitu!


Loe pikir hubungan mereka harmonis! hubungan mereka sangat buruk.. Pergilah masuk, mumpung dia dirumah, gimana kalau dia tiba-tiba pergi lagi.


Arini menurut.. Dadanya berdebar-debar, apa yang harus aku katakan padanya. Gimana sambutannya nanti padaku.. Gimana kalau aku gak diijinkan masuk. Tangannya bergetar menekan bel pagar rumah besar itu. Memang gak sebesar rumah orang tuanya Exel, tapi juga gak bisa dikatakan kecil.


Satpam keluar dan menanyakan keperluannya, setelah berbelit-belit akhirnya satpam membiarkannya untuk masuk dengan dalih mengantarkan pesanan pribadi Presdir. Pak satpam menghubungi tuannya, dan untungnya sang majikan membiarkannya masuk.


Arini memasuki rumah setelah dipersilahkan masuk oleh pelayan. Saya ingin menyerahkan sendiri barangnya..


Tapi tuan sedang tidak ingin diganggu nona. Saya tidak berani..


Tapi ini sangat penting. Katakan padanya.. Nama pengantar pesannya Arini.


Arini menunggu dengan cemas kedatangan pelayan yang menyampaikan pesannya tadi.


Maaf nona, tuan tidak ingin diganggu..


Deg.. Dadanya bergetar, kemarahan seakan memuncak diubun-ubunnya. Dia tidak ingin bertemu denganku.. Baiklah aku yang akan menemuinya..


Baiklah kalau gitu. Bolehkah aku meminta segelas air.. Pelayan tersebut mengangguk dan berlalu menuju dapur.


Arini mengikuti arah pelayan tadi untuk menyampaikan pesannya, kau pikir aku gak bisa menemuimu..

__ADS_1


***


Bersambung


__ADS_2