
Halo ma? Naya mau kita jalankan rencana kita mulai besok, mama bisa kan nyariin detektif buat ngikutin kemana perempuan murahan itu pergi..' naya mau masalah ini lebih jelas lagi, supaya kita bisa bertindak cepat. Mas exel permainannya terlalu licin, susah di tebak.
Kamu tenang aja sayang.. Serahkan semuanya sama mama. Rencana licik udah bersarang diotak mamanya Kanaya.
Sudah satu minggu semenjak pernikahan Exel dan Kanaya dilangsungkan, Kanaya bersikukuh pengen honeymoon. Tapi Exel menolak, karena alasan pekerjaan. Dan hal itu sangat dimengerti oleh papanya pak Hermawan.
Sebeeel! Masak pengen honeymoon aja gak bisaa.. Gimana ma? Ada kabar dari detektif itu?
Katanya rutinitas perempuan itu aman-aman aja, gak pernah sekalipun ketemuan sama Exel. Mungkin memang kamunya aja kali yang terlalu cemburuan, buktinya mereka gak pernah pergi bareng, kecuali ketemu dikantor mungkin. Itu yang gak bisa diselidiki.
Kita tunggu aja lagi mam, dalam waktu satu bulan ini.
Oke. Tapi yang penting kamu harus bisa sabar, dan gak gampang emosian sayang.. Ngerti kan kata-kata mama.
Iya ma ngerti...
Lin! Panggilin arini sekarang. Yang langsung diiyakan oleh mbak lina, sekretaris nya. Exel meminta lina memanggil Arini, kebetulan karena ada yang ingin dipastikan oleh Exel mengenai pekerjaan dan yang kedua dia juga kangen. Udah satu minggu dia belum bertemu dengannya.. Loe boleh keluar! Exel mengusir reno, yang sedari tadi ada diruangannya. Karena ada proyek yang harus mereka bahas.
Mentang-mentang mau ketemu pujaan hati, aku malah diusir. Reno cemberut karena merasa cemburu, Exel udah punya istri tapi juga punya pacar gelap. Nah gue satu aja gak punya. Reno menepuk jidat nya meratapi nasib.
Loe aja yang banyak pilih, noh dikantor ceweknya ada segudang, masak satupun gak dapat..
Gak mungkin asal comot kan bos.. Musti dipilih dan ditelaah dulu. Biar gak salah pilih. Kayak milih baju bos, gak mungkin sembarangan kan.. Musti dipas in dulu. Kalau pas yah dibeli trus dipakai.
Cewek, loe samain sama barang, ntar kalau loe bosan, bisa dibuang seenaknya jidat loe. Exel geleng - geleng kepala, macam yang paling benar aja.
__ADS_1
Ya ampuuun bos.. Nah bos malah pasang dua, gak setia itu. Jawab reno asal.
Exel langsung melempar reno dengan buku yang ada diatas mejanya, karena kesal. Pergi loe, gua doain loe bakal jadi bujang lapuk.
'Hahahaa' reno malah ngakak, sambil berlari keluar. Gak bakalan dikabulin doanya bos.. Doa yang paling cepat dikabulin itu doanya orang teraniaya, kayak gue ini bos. Hahaa..
Waktu reno nyariin Exel di pesta pernikahannya, tanpa sengaja reno melihat Mely, temannya Arini berlari keluar dari tangga darurat. Karena penasaran reno langsung ngecek.. Dan betapa kagetnya dia, menemukan Arini dan Exel sedang berpelukan. Exel langsung menyumbat mulutnya, dengan janji-janji manis. 'Money talk'. Dan Reno juga yakin, cewek yang dia lihat dikantor yang sedang berciuman dengan Exel waktu itu adalah Arini. Exel bukan seorang playboy. Udah lama Reno berteman dengannya. Belum pernah menemukan Exel mainin perempuan. Kecuali memang perempuan bayaran.
Permisi pak..! Tadi presdir manggil saya.. Arini sama sekali gak tau kalau Reno mengetahui hubungan mereka.
Silahkan masuk, ucap Reno penuh wibawa.. Padahal dia itu kayaknya polos banget yah.. Kasian udah kena rayuannya si bos. Cewek mah sama semua, kalau udah liat uang mereka suka lupa hal lain. ' Reno malah ber suudzon sama Arini.
Dengan ragu Arini melangkah masuk kedalam ruangan presdir.. Padahal selama seminggu ini, Arini selalu mencari alasan agar gak bertatap muka secara langsung dengan Exel. Kalau soal kerjaan selalu dititipkan sama Lina, terlebih dahulu ditanyain sama pak Heru, biar gak ada kesalahan lagi yang membuat arini bolak balik ketemu Exel. Uang pemberian Exel sama sekali belum disentuhnya. Rencananya mau dibalikin, tapi yang punya gak mau ngambil.. Apa disedekahin aja yah..
Permisi pak! Exel yang tadinya sedang sibuk memeriksa file, dengan cepat menoleh kearah suara yang sangat dikenalnya. Kata mbak Lina ada hal yang ingin bapak pastikan. Soal apa yah pak? Arini bertanya dengan formal.
Semuanya sudah saya serahkan sama mbak Lina pak, katanya laporan tersebut telah diperiksa oleh pimpinan. Tapi kalau bapak mau lihat sekarang saya bisa ambil salinannya.
Gak perlu.. Laporan nya ada sama saya. Menurut saya kamu gak cocok jadi manajer keuangan, kerjaan mu kurang becus. Ucapan Exel sangat tajam. Percuma kamu kerja selama sembilan tahun di sini, tapi hal-hal yang paling mendasar saja kamu kurang teliti. Kalau seperti ini terus, Perusahaan akan merugi Triliun Rupiah. Kalau dibiarkan banyak karyawan yang akan kena PHK. Tadinya Exel hanya iseng memeriksa laporan keuangan bulan lalu, tapi apa yang dia dapatkan. Aku gak nyangka Arini bisa seceroboh ini.
Tapi apa yang salah pak? Sa-saya benar-benar gak tau, yang mana yang bapak maksudkan. Arini sangat takut dengan tuduhan Exel, ini menyangkut perusahaan dan seluruh karyawan.
Kamu bisa lihat nanti, karena sekarang kita ada rapat, mengenai masalah ini. Ayok ikut.. Kata Exel sambil menarik tangan Arini agar mengikutinya.
Saya bisa jalan sendiri pak, gak usah diseret-seret kayak gini. Saya gak kan kabur, saya akan bertanggung jawab dengan kesalahan saya. Sambil berusaha menarik tangannya dari genggaman Exel.
__ADS_1
Tapi Exel malah semakin menariknya, dan menyandarkannya dipintu. Aku janji akan melindungimu... Gak usah cemas, kita akan perbaiki hal ini bersama-sama. Tangan Exel membelai rambut Arini berusaha untuk menenangkannya.
Tadi marah-marah.. Sekarang sok baik. Arini membuang mukanya karena kesal dengan sikap Exel yang berubah-ubah.
Hei.. Jangan marah, nanti didalam suasannya akan lebih panas. Ucapanku tadi bukan apa-apa, aku cuma mau ngetes seberapa kuatnya kamu..
Arini kembali menatap Exel, kalau orang lain saya mungkin bisa tahan. . Asal kan kata-kata kasar itu jangan keluar dari mulut bapak..
Memangnya kenapa? Apa aku sepenting itu bagimu..? Goda Exel.
Pertanyaan Exel membuat mukanya bersemu merah.. Arini menundukkan wajahnya. Kenapa nih orang, nyebelinnya kebangetan..
Exel mengangkat dagu Arini.. Aku kangen bisiknya..
Apa seperti itu sikap orang kangen! Arini benar-benar baru tau, karena kelamaan menjomblo.
Exel mendekatkan wajahnya dan mencium bibir Arini.. Cukup lama memainkan lidahnya.
Arini mendorong dada Exel agar menjauh darinya. Tapi katanya mau rapat! Kalau gitu saya permisi dulu pak! Katanya sambil berlalu dari hadapan pria nyebelin ini. 'menurut Arini'. dengan semburat merah dipipinya.
Exel kembali menarik Arini kedalam pelukannya, mengangkatnya dan menurunkan Arini dikursi presdir. Ini udah kali kedua Arini duduk dikursi kebesaran presdir. Masih ada waktu, 30 menit lagi ucapnya, dan Exel mulai kembali bermain di bibirnya. Awalnya lembut lama-lama semakin menuntut, bahkan tangannya gak bisa diam udah merayap kemana-mana.
Arini terengah-engah dengan perlakuan Exel padanya. Dia sampai lupa masalah yang akan dihadapi nya nanti. Memang itulah tujuan Exel, agar Arini bisa lebih rileks plus kangen juga.
***
__ADS_1
Hai salam sayang dari aku.