
Arini memasuki ruangan rapat, sebagai seorang tertuduh. Kekhawatiran nya memang berkurang karena cumbuan Exel barusan.. Dan rapat akhirnya dimulai tanpa kehadiran Exel. Padahal tadi dia udah janji akan membelanya, tapi dia sama sekali gak datang, hanya ada asisten nya saja. Arini sangat kecewa.
Awalnya rapat berlangsung aman damai dan tentram. Tapi tiba-tiba ada bom atom lewat, maksudnya ada salah satu pemegang saham terbesar diperusahaan yang tiba-tiba hadir saat rapat berlangsung mengenai kesalahan Arini. Nah itu benar, papanya Kanaya, abis loe rin..
Beliau sangat bersikukuh, kesalahan Arini bukanlah hal sepele. Memang benar, sangat fatal. Semua itu disetujui oleh semua orang yang hadir rapat. Yaitu jajaran direktur, dan para manajer dan HRD. Semua setuju Arini harus dipecat, untungnya Perusahaan belum merugi. Kalau sampai merugi, Arini akan dimintai untuk mengganti rugi. Kalau gak sanggup akan masuk penjara.
'Penjara ', itu sangat menakutkan bagi Arini. Apapun keputusannya ya tuhan.. Asal jangan masuk penjara. Arini berdoa dalam hati.
Maaf bapak-bapak dan ibu-ibu saya menyela, saya hadir disini sebagai perwakilan dari Presdir.. Beliau ada urusan mendesak yang sangat penting, sehingga saya dimintai untuk menggantikan beliau mengawasi rapat ini. "menurut saya kurang adil rasanya, kalau mbak Arini dipecat tanpa diizinkan untuk membela dirinya sendiri.. Sementara bahannya telah diperiksa oleh pimpinan jauh-jauh hari sebelumnya. Dan waktu itu gak ada masalah, gak mungkin kan pimpinan melakukan kesalahan yang sangat fatal seperti itu, sementara beliau adalah orang sangat teliti dalam segala hal.
Semuanya malah ngangguk-angguk.. Benar juga pikir mereka.. Tapi orang bayaran mamanya Kanaya tak tinggal diam. Saya rasa mbak Arini telah mengganti apa yang telah disetujui oleh pimpinan setelah itu.
Itu pasti benar.. Semua orang kembali sepakat. Papanya Kanaya hanya senyam senyum senang. 'semua itu gak luput dari perhatian Reno.
Baiklah kalau itu memang sudah menjadi keputusan bapak dan ibu semua.. Saya meminta kompensasi untuk mbak Arini jangan dipecat, mengingat sumbangsihnya selama ini kepada Perusahaan tidaklah sedikit. Beliau telah bekerja di Perusahaan selama hampir 10 tahun.. Apa kata pesaing Perusahaan kita nanti. kalau mereka tau Perusahaan kita gak tau berterima kasih, atas dedikasi pegawainya.
Mukanya papa Kanaya langsung berubah masam.. Okeh! Apa usulanmu!
Saya meminta agar beliau dipindahkan keluar daerah, bekerja dianak Perusahaan kita disana hanya sebagai staf biasa.
Gimana? Semua setuju.. Menurut pak Martin usulan ini gak terlalu buruk. Yang penting perempuan itu menjauh dari menantunya, dan anak kesayangannya bisa tenang dan bahagia. Kasih sayang seorang ayah jangan dilawan.
__ADS_1
Semua sepakat.. Untuk memindahkan Arini ke Bandung. Karena hanya disana Perusahaan Paradita berkembang.
Arini sebagai terdakwa hanya diam, menunggu keputusan semua orang. Dengan perasaan was was. Dan akhirnya dia bisa bernapas legah, karena gak jadi masuk penjara dan dipecat. Mungkin ada baiknya juga, dia pindah ke Bandung. Jadi Arini gak perlu lagi berhubungan dengan Exel, jadi gelar pelakor yang disandangnya akan segera diangkat dari pundaknya. Ternyata asistennya Presdir ini boleh juga, Arini menyesal tadi sempat meragukannya.
Ada apa dengan perempuan itu..! Kenapa dia kelihatan santai tanpa ada masalah sedikit pun. Pak Martin cukup heran dengan reaksi Arini.
Exel kembali keruangannya, mukanya kelihatan kusut, karena takut terjadi sesuatu dengan Arini. Kenapa lama sekali! Dimana Reno. Pikirnya gak sabar. Akhirnya Reno datang.. Gimana Ren! Aman! Exel langsung bertanya dengan tidak sabar.
Reno ragu-ragu menjawab, karena takut di hajar bosnya karena kurang becus. So-sory bos jawabnya gelagapan.. Saya cuma bisa bantuin sedikit.
Sedikit.. Apa maksud loe!! Tangannya langsung mencengkram kerah baju Reno.
Sabar boos.. Biar aku jelasin dulu, mohon Reno meminta belas kasihan. Akhirnya Exel melepaskan cengkraman tangannya.
Gue lagi serius jadi jangan ngajak bercanda!! Exel berkata sambil mengertakkan giginya.
Sory bos.. Keceplosan. Bandung dekat kok bos. Weekend bos masih bisa ketemuan sama dia. Reno berusaha mencari jalan agar gak kena batunya lagi. Dan ternyata cukup berhasil.. Exel keliatan tertarik. Dan gak terlalu kusut lagi mukanya. Syukurlah.. Ucap Reno mengelus dadanya.
Loe harus cari dalang dibalik semua ini.. Ini cukup jelas kalau memang ada udang dibalik bakwan. Reno nyengir mendengar kata-kata bakwan, tadi dia dimarahi. Permainan mereka sangat buruk.. Sepertinya kanaya tau hubunganku dengan Arini. Semua ini pasti ulahnya. Dia berani menggunakan kekuasaan ayahnya.
Gue juga pikir kayak gitu bos.. Apa kewenangan mbak Arini mengganti laporan tersebut. Gak mungkinkah dia berani. Karena pasti akan ketahuan juga.
__ADS_1
Kali ini gue setuju sama loe, thanks yah Ren! Loe mau apa!
Gue paling senang kalau bos udah nanya kayak gini, ucap Reno tersenyum senang. Tau kan bos, mobil udah lama belum diganti.. Masih model lama itu, malu kan masak asistennya seorang Presdir pake mobil jadul. Reno nyengir.
Paling bisa loe, Ambil kesempatan kayak gini. Yaudah ntar kita ke showroom..
Reno kegirangan.. You Best boss pokoknya.. "Hehehe"..
Jam makan siang pun datang.. Arini berencana hari ini mau kekantin sambil mencari Mely. Anak itu susah sekali ditemui. Semenjak kejadian itu, Mely selalu menghindarinya. Sepertinya Mely sudah sangat membencinya, hanya dia sahabatku satu-satunya yang paling ngertiin aku, tapi sekarang semuanya telah usai.. Coba aja lagi minta maaf, siapa tau masih ada harapan. Tapi kalau Mely tetap gak mau maafin, yaudalah. Mungkin udah nasibku seperti ini 'gak punya teman'. Lagian setelah masa skorsing ku berakhir aku akan langsung balik ke Bandung. Biarlah yang disini semuanya usai.. Tapi Arini hanya ingin meninggalkan kesan yang baik selama disini. Tapi karena hubungannya dengan Exel, semuanya menjadi kacau. Aku menderita gara-gara pria pemaksa itu. Dia malah menjadikan aku sebagai seorang pelakor, sesuatu yang gak pernah aku impikan selama ini. Arini menarik nafas pelan..
Mel.. Arini memanggil Mely yang sedang duduk di kantin bersama teman sekantornya.. Nanti abis makan, bisa gak ngomong sebentar..?
Mau ngomong apa! Tanya Mely acuh. Kalau ada perlu ngomong aja langsung disini.
Maafin gue Mel.. Gue bisa jelasin semuanya, tapi gak disini.., gak enak didengar banyak orang..
"Heh".. Kenapa! Malu! Buat apa malu.. Udah biasa kan. Selain janda loe itu juga seorang pelakor! Kata Mely tajam. Teman-teman mely menatap kearah Arini dengan tatapan jijik. Ya ampuuun gak nyangka yah, padahal gak pernah liat dia jalan sama cowok.. Pantas aja" ternyata pelakor toh", mely dan rekannya terus-terusan menghina Arini.. Dan makin diperparah semua orang telah mendengarnya, karena suara mereka yang sengaja dibesar-besarin
Semua orang telah bergunjing tentangnya.. Kejadian yang dulu akhirnya terulang lagi, pikirnya. Kenapa Arini selalu menjadi bahan gunjingan semua orang. Tapi kali ini mereka benar, dia hanyalah perempuan murahan. Yang mencari harta dari suami orang. Air mata nya seakan ingin keluar, Arini masih berusaha menahannya. Kalau orang lain yang bergunjing tentangnya dia gak masalah. Tapi Mely adalah sahabatnya selama ini. Tega sekali dia, tanpa memberi kesempatan buat Arini menjelaskan yang sebenarnya terjadi..
Di kantor gosip tentangnya telah menyebar, dari mulut kemulut.. "biasalah kata orang, kalau sesuatu yang buruk itu akan mudah menyebar, tapi berbeda dengan kebaikan yang hanya segelintir orang yang tau. Keburukan yang sedikit, akan menghilangkan semua kebaikanmu selama ini". "That is life".
__ADS_1
***
Salam sayang dari author buat kalian🤗🤗yang telah sudi mampir dikarya aku😍 yang masih banyak belajar inih. Bantu like, komen dan vote yah🙏🙏