Affair With My Boss

Affair With My Boss
Perayaan


__ADS_3

"Ana..!" Congratulation.." Lewis datang menghampiri Briana dengan senyum sumringah, tepat saat ia menyelesaikan pekerjaannya.


Ana tercengang dengan ucapan Lewis, dia menatap Lewis dengan tatapan penasaran. Ada perayaan apa sampai membuat pria itu sesenang ini dan mengucapkan selamat padanya.


"For what?"


Lewis meraih kursi dan duduk berhadapan dengan Briana kemudian menyerahkan ponselnya ke tangan Ana. "Ini lihat sendiri." Lewis menatap Briana dengan ekspresi bahagia, belum pernah kejadian sebelumnya, divisi desain mendapatkan peningkatan penjualan hanya dalam beberapa bulan.


"Jadi apa yang aneh?" tanya Ana acuh.


"Ana.. Ini adalah angka penjualan kita, hanya dalam beberapa bulan kamu sudah bisa menaikkan angka penjualan mencapai 80 persen, coba deh kamu lihat perbandingannya." Lewis menunjuk layar ponselnya, "hal ini belum pernah terjadi.. Selama ini tim desain selalu mendapatkan kinerja yang sama sekali tidak bisa meraih pasar sebesar dengan yang diinginkan oleh bos. Makanya setiap setahun sekali, perusahaan selalu mengganti desainer yang tidak mampu mencapai target angka penjualan hingga 50 persen. Sedangkan kamu, kamu berhasil hanya dalam waktu singkat. Jadi wajar aku bisa sebahagia ini, karena kamu akan memiliki kontrak yang panjang dengan perusahaan dan kita bisa selalu bersama.." Tanpa sadar Lewis menggenggam tangan Briana karena terlalu bahagia.


Ana masih dengan ekspresi datarnya menatap tangan yang dipegang oleh Lewis, tapi dia tetap acuh dan membiarkan pria itu memegangi tangannya sesuka hati.


Ana tidak pernah tau rasa bahagia yang dirasakan Lewis, bukan hanya karena pencapaian yang dilakukannya, tapi itu artinya Lewis bisa selalu berdekatan dengan Ana dan mungkin bisa mengutarakan perasaannya pada wanita cantik ini.


Sikap Ana yang cuek adalah hal biasa bagi Lewis, hal itu yang membuatnya selalu menyimpan perasaan tanpa menunjukkan pada wanita itu. Dia takut Briana akan menjauh, kalau dia mengatakan yang sebenarnya. Lewis menyimpan kekecewaan didalam hati, tapi bibirnya menyunggingkan senyuman manis untuk wanita yang dia sukai saat pertama kali mereka bertemu.


"Oke, selamat buat kamu juga kalau gitu. Aku cuma merancang pakaian. Sedangkan, masalah penjualan itu adalah kerja keras kamu Lewis, kamu memang orang yang kompeten." Ana bersungguh-sungguh dengan perkataannya, sambil menepuk tangan Lewis kemudian melepaskannya.


"Bukan, itu berarti kita adalah tim yang hebat. Tentunya jangan lupakan Clara dan semua staf kita yang membantu mempromosikan hasil rancanganmu."


Ana tersenyum simpul, hal itu biasa baginya. Dia bukan orang baru di industri fashion.

__ADS_1


Karena kinerja tim desain sangat baik, presdir memberikan apresiasi berupa hadiah dan mengadakan pesta untuk merayakan keberhasilan mereka. Semuanya bersorak penuh bahagia, karena lelah yang dirasakan selama ini bisa membuahkan hasil yang maksimal.


"Presdir baik banget.. Akhirnya aku bisa ke Bali, apalagi tiket beserta akomodasi yang diberikan presdir untuk satu orang staf beserta keluarga. Nggak nyangka banget hal seperti ini bisa terjadi.." ucap salah satu karyawan penjaga toko.


"Iya benar banget, ini semua berkat desainer kita yang paling top, bu Briana. Padahal selama ini orang-orang sering membicarakan kalau beliau itu cuma mengandalkan tampang untuk bisa mencapai kesuksesan." Tapi ternyata penghargaan yang selama ini yang mereka lihat di tabloid luar, ternyata memang benar adanya. Ternyata beliau memang bertangan dingin.


Selebriti tanpa henti datang ke butik mereka, butik jadi sangat ramai dan menjadi sorotan media. Tentunya Briana tidak lepas dari pandangan mereka, setelah itu wajah Briana selalu wara wiri di tabloid fashion. Sikap acuhnya membuat semua orang penasaran, di wajahnya tidak menunjukkan kebanggaan sama sekali, hanya senyuman yang tersinggung manis dibibir indah wanita cantik itu. Yang semua orang tau presdir mereka sedang mengincarnya, ada perasaan iri dan ada juga rasa bangga karena hal baik ini, mereka bisa mendapatkan hadiah dari presdir.


Briana bahagia melihat stafnya sangat senang, akhirnya dia bisa memberikan mereka liburan sejenak dari rutinitas pekerjaan yang berat setiap hari.


Malamnya..


"Ayo kita bersulang!! Untuk keberhasilan kita semua!!" semua bersorak.


Pesta barbeque dilaksanakan disebuah hotel ternama di Jakarta, seorang wanita cantik beserta pria tampan tengah duduk menikmati minuman mereka. "Nggak minum? Lewis menyodorkan minuman beralkohol kearah Briana.


Lewis kembali meletakkan minuman tersebut di meja, Ana sangat sulit untuk dijangkau. Lewis menenggak habis minumannya kemudian mengisi kembali, dia ingin mengumpulkan keberanian untuk menyatakan cintanya kepada Ana. Siapa yang tidak tau Lewis, pria tampan dengan tubuhnya yang tinggi beserta kecerdasan yang memikat. Membuat para gadis meleleh, tapi belum ada satupun yang bisa meluluskan hatinya seperti Briana. Wanita itu seperti racun yang terus menggerogotinya setiap malam, memikirkan Ana membuat Lewis sulit untuk bernapas. "Maak doain anakmu ini, biar mamak cepat dapat mantu." gumam Lewis pelan sambil terus menyesap minumannya.


Semua berjoget dengan bebas, tanpa dibenani apapun. Walaupun bos mereka ada disana, tapi mereka cuek karena ini memang hadiah dari pimpinan jadi tidak ada satupun yang menahan diri termasuk Clara.


"Hei.. Ayo dong, masak cuma diem aja disini.. Ngebosenin tau!" Ayo dong Ana, Lewis. Clara menarik tangan Briana dan Lewis berbarengan hingga membuat keduanya berdiri dan terpaksa mengikuti kehendak si ratu dansa Clara.


Ana menghela napas malas, ayoo dong Ana Jangan kaku gitu, goyangkan tubuhmu yang sexy. Masak cuma mampu bergoyang di pangkuan presdir.."

__ADS_1


Bisikan Clara membuat Ana memerah, hanya Clara yang tau seperti apa hubungan dia dan Exel. Setelah kepergok waktu itu Clara memaksa Ana untuk menceritakan hubungan mereka berdua, dengan terpaksa Ana bercerita karena di bumbui ancaman oleh Clara akan menceritakan kejadian barusan pada Lewis. Untuk menyumbat mulut Clara yang ember, Ana harus melakukan apapun yang dia minta. Termasuk sekarang, Ana mulai menggoyangkan tubuhnya mengikuti gerakan musik.


Tidak ada yang peduli dengan satu sama lain karena semua orang mulai mabuk seiring dengan waktu yang semakin larut. Ana tanpa terkecuali sangat menikmati malam ini dengan riang dan menanggalkan semua Image yang dia jaga selama ini.


Kedua tangan Lewis merangkul pinggul Ana, Lewis sangat mabuk dan lupa dengan tujuan awal yang ingin menyatakan cinta. Ana yang mulai mabuk membiarkan Lewis memeluk tubuhnya dari belakang.


Sepasang mata berubah gelap dari kejauhan, tangannya terkepal bersiap untuk menghajar pria yang berani menyentuh istrinya.


Reno buru-buru menahan Exel, agar meredakan amarahnya. "Bos, jangan gegabah."


Peringatan Reno sama sekali tidak diindahkan oleh Exel, perasaannya menggebu-gebu. Setelah mengetahui kalau Noah memang darah dagingnya. Dalam beberapa minggu Exel sudah menyiapkan semua yang ingin dia katakan pada anaknya itu, tapi Exel malah takut Noah tidak bisa menerimanya, dan malah membencinya karena selama dia hidup di dunia ini, dia belum mendapatkan kasih sayang dari seorang ayah.


Ketakutan dan kekhawatiran terus melanda, walaupun dia sudah mengetahuinya. Tapi belum mampu untuk menemui anak dan istrinya, dia memang seorang pengecut. Ini sangat sulit bagi Exel, karena sampai sekarang Arini belum mengingat siapa dirinya. Exel sudah konsultasi ke dokter, katanya. Jika seseorang belum bisa mengingat apapun untuk waktu yang lama, itu bisa dikatakan orang tersebut tidak ingin mengingat masa lalunya.


Exel cukup terpukul dengan perkataan dokter, dia memang telah menyakiti istri dan anaknya. Dan sekarang wanita yang sangat dicintainya ada disini, dia tidak akan menyia-nyiakan waktu lagi.


Dengan langkah sigap Exel menghampiri Arini yang adalah Briana, kemudian menarik tubuhnya dari pelukan Lewis.


Briana tersentak dan mendapati dia telah berada dipelukan presdir yang dia juluki seorang maniak.


"Kamu." Ana berkata lemah dan menyadarkan tubuhnya di dada bidang sang presdir..


***

__ADS_1


Hello i'm back😁


Akan update kalau ada mood🤭🤫🙄🤦‍♂️🙏🙏


__ADS_2