Affair With My Boss

Affair With My Boss
Tempat tinggal baru


__ADS_3

"Brakk!!" Suara kursi yang terjatuh dengan keras mengagetkan semua orang. Terlebih-lebih Ana, karena tubuhnya telah direngkuh oleh pria tampan itu. Pelukannya sangat hangat dan kuat, membuatnya sulit untuk bernapas.


"Apa yang anda lakukan! Lepaskan! Saya tidak bisa bernapas.." teriaknya kesulitan bergerak. Akhirnya pria itu melonggarkan pelukannya. "Haah haah.." Ana menghirup napas sebanyak-banyaknya, "apakah hanya cukup seperti ini untuk mengucapkan terimakasih?" Briana memberanikan diri memeluk presdir kembali, lebih cepat balas budinya akan lebih baik. Nggak rugi jugapun di peluk presdir tampan, batinnya kegirangan.


Pria itu kembali memeluknya dengan erat, wajahnya dibenamkan dilehernya. Ada apa dengan pria ini, apa dia segitu kesepiannya sampai membutuhkan pelukan seorang wanita. Segala kemungkinan berkecamuk didalam pikiran Ana.


Reno tercengang ditempatnya, rasa tidak percaya menghinggapi dirinya. Setelah selama ini mencari nona bos, sekarang tiba-tiba dia muncul dengan sendirinya, mereka sangat mirip. Apa ada dua orang yang bisa memiliki wajah sama tapi dengan penampilan berbeda. Dengan cepat Reno menguasai dirinya, dia sangat paham dengan situasi yang terjadi, diapun membawa semua orang untuk keluar dan menunggu di ruang tamu. "Wanita itu apa mungkin nonanya, atau hanya mirip. Tidak mungkin orang yang telah meninggal bisa hidup kembali."


"Presdir.. Saya rasa ini sudah cukup. Tolong lepaskan saya.." Ana mendorong pria itu dengan pelan, betapa kagetnya dia saat matanya melihat cairan bening mengalir dari matanya yang indah. "Maaf presdir.. Saya nggak sengaja mengenai mata anda." Ana berpikir itu karena ulah tangannya yang tanpa sengaja mengenai matanya.


"Arin.. Jangan pergi lagi.. Jangan tinggalkan aku sendirian lagi." Exel merengkuh wajahnya seakan nggak percaya dengan apa yang dilihatnya sekarang. Exel spontan menciumi wajah Ana saking bahagianya, wajah wanitanya jadi basah karena air matanya Exel.


"Hentikan!" Ana mendorong pria mesum itu dengan kuat yang membuatnya menabrak meja kerjanya sendiri. "Apa maksud anda melakukan pelecehan terhadap saya!" Ana benar-benar nggak bisa terima dengan kelakuannya yang gak pantas.


"Arini.. Ini aku suamimu.." Exel menunjuk dadanya, dan kembali mendekati wanita yang sangat mirip dengan istrinya itu, tubuhnya sangat lemah melihat wanita yang sangat dicintainya ada dihadapannya saat ini.


"Arini.. Siapa lagi wanita itu." Kalau bukan karena rasa terima kasih dan juga kasihan melihat air matanya, Ana nggak kan tinggal diam. Mungkin dia sudah menghajar laki-laki itu habis-habisan.. Belum pernah ada yang berani melecehkannya, kebetulan dia pemegang sabuk hitam taekwondo.


"Maaf tuan presdir.. Anda salah paham. Sepertinya Anda salah mengenali orang, saya bukan Arini istri anda, saya Briana.. Nggak mungkin saya menjadi istri anda, sementara selama ini saya tinggal di Amerika. Di dunia ini, ada beberapa orang yang memiliki wajah yang sama. Nggak heran saya memiliki wajah yang menyerupai istri anda.."


Exel terdiam ditempatnya, wanita itu mengatakan kalau namanya Briana, dia bukan Arini. Matanya menatap wanita yang menyerupai istrinya dari atas hingga ke bawah, memang ada beberapa perbedaan. Mereka memiliki tinggi badan yang sama, tapi karena perempuan itu memakai high heels dia jauh kelihatan lebih tinggi. Kemudian bodynya, Arini mempunyai tubuh yang indah menurut Exel, tapi setelah melihat Briana sekarang dia yakin body wanita ini jauh lebih bagus.. Berisi dan padat, sangat kelihatan dari gaya berpakaiannya yang mengundang kaum Adam tidak berhenti menatap. Exel sendiri menelan salivanya, sementara wajahnya hanya berbeda karena Briana memakai riasan yang lebih complet, kalau Arini berdandan sangat sederhana membuat wajahnya lembut dan membuat kita ingin selalu melindunginya. Sedangkan wanita ini kelihatan kuat, sekaligus menggoda sepertinya cukup sulit untuk dijinakkan.

__ADS_1


Setelah melihat dengan detil, mata mereka berdua bertemu. Dan Briana sama sekali nggak gentar sedikitpun.


"Bagaimana tuan... Apa sekarang anda yakin kalau saya bukan istri anda?"


"Aku yakin kalian adalah orang yang sama.. Aku akan membuktikan keraguanmu."


"Oke, terserah. Lakukan apa yang ingin anda lakukan.. Kalau gitu saya permisi dan hutang diantara kita telah impas. Lalu kita bisa kerjasama untuk ke depannya.."


"Baik," Exel mengulurkan tangannya hendak berjabat tangan.. Yang disambut dengan senyuman oleh Briana.


"Aaahh..." Ana kaget karena tubuhnya kembali berada dipelukan presdir mesum itu. Pelukannya sangat lembut dan tidak menuntut, Ana merasakan sesuatu yang lain dihatinya.. "Perasaan apa ini.." batinnya. Kali ini dia sama sekali nggak menolak, Ana membiarkan pria itu memeluknya sesaat.


Humm.. Tumben ni anak, cepat banget akrab sama orang yang baru ditemuinya. "Boleh, Kalau Noah suka silahkan aja, tapi janji nggak buat kekacauan.. Oke!"


"Oke mami..!" Noah sangat kegirangan.


Di perjalanan pulang ke Apartemen Ana menyandarkan tubuhnya karena kelelahan, tanpa sadar diapun ketiduran..


"Mami.. Bangun! Kita udah sampai," Noah menggoyang-goyangkan badan maminya agar segera terbangun.


Ana membuka matanya, "Ooh, udah sampai, maafin mami tadi ketiduran.." Ana mengusap rambut anaknya.

__ADS_1


"Kasian mami.. Pasti kecapean nyariin aku tadi. Mulai hari ini aku janji nggak kan buat mami khawatir lagi.."


"Oke, janji!" Mereka membuat janji Kelingking.. Lewis tersenyum melihat kelakuan keduanya.


"Ayo sekarang kita masuk.. Lewis dan pak supir sudah selesai mengeluarkan barang-barang milik ibu dan anak ini, dan membantu mereka membawanya ke atas.


"Wauw, Apartemen yang sangat bagus." Ana menggandeng tangan Noah menuju rumah mereka yang baru. "Ternyata perusahaan loyal juga terhadap karyawan mereka, aku pikir tadinya presdir kalian tidak menyukaiku.. Tapi kalau melihat hunian ini ternyata di cukup peduli atas kenyamanan karyawan barunya ini.." Ana berkata dengan senang.


"Iya kamu benar, terkadang presdir keras cuma mau menunjukkan wibawanya dihadapan seluruh karyawannya. Tapi di sisi lain dia memang sangat loyal dalam memberikan bonus tambahan." Tapi kali ini presdir agak berbeda memperlakukan Briana, tadinya Lewis sudah mempersiapkan Apartemen lainnya yang memang bagus, tapi sangat jauh dari pada yang sekarang. Kalau Apartemen ini jauh melebihi ekspektasi Lewis, dia merasa sangat bingung dengan sikap presdir terhadap ibu dan anak ini.


Lantai 8 adalah kamar terbaik yang ada di Apartemen, Noah memasuki kamarnya dengan sangat gembira. Karena tempatnya tidak jauh berbeda dengan rumahnya di Amerika. Belum lagi disana banyak sekali mainan anak laki-laki yang telah disiapkan sebelumnya.


"Uncle, apa ini barang-barang pemilik sebelumnya?" Walaupun kelihatan masih sangat baru, tapi Noah heran aja karena mereka baru sampai tapi sudah memiliki banyak barang seperti ini.


"Lewis.. Kamu yang siapin semua ini?" Ana menatap Lewis meminta kejelasan..


"Bukan.., bukan aku.. Tapi presdir, katanya Noah sangat menyukai mainan, jadi menyuruh sekretarisnya untuk menyiapkan semua ini. Apa kalian sudah saling mengenal sebelumnya?" Lewis sangat penasaran dengan hubungan antara mereka berdua.


Tidak.., tentu saja tidak. Bagaimana mungkin kami saling mengenal, aku baru balik ke sini. Ana merasa ada yang aneh dengan semua perhatian presdir padanya, Lewis pasti juga berpikir seperti itu.


Maaf updatenya lama🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2