
"Arin! Mely berteriak sambil merangkul Arini. Selamat yah sayang.. Akhirnya."
"Loe kapan?"
"Gue. Entar-entar aja, belum sempat nyari pacar sibuk mulu. Heheeee, Mely terkekeh."
"Hmmm gaya loe! Sebanyak itu dikantor belum nemu juga, makanya jangan banyak pilih.."
"Iya iya. Bawel.."
"Congrats xel! Akhirnya kalian bersatu juga, gue ikutan bahagia buat kalian. Raihan memberi selamat."
"Thanks rai.. Makasi juga karena udah mau bantuin gue buat ngasih kejutan ini sama Arini."
"Itu gak masalah, yang penting orang-orang yang gue sayang bisa bahagia. Raihan tersenyum tulus."
"Ternyata loe memang baik, pantesan selama ini Arini selalu minta pertolongan loe kalau ada apa-apa. Sory yah rai! Dulu gue sempat salah paham sama loe. "
"Sudahlah, yang lalu biarlah berlalu."
"Gimana Kanaya? Sory kalau gue nanyain hal ini sekarang. Gue takut aja Arini terluka lagi nantinya."
"Untuk saat ini dia belum tau, tapi kalau pun dia tau gue gak kan goyah kalau seandainya mama bakalan menggunakan alasan sakit nya lagi. Gue juga udah punya bukti soal keburukan Kanaya."
"Baguslah kalau gitu, gue bisa tenang sekarang." Raihan merasa legah.
"Loe gimana! Katanya udah ada cewek yang loe sukai? Mumpung momen nya pas, lamar aja sekarang."
"Aaahh.. Ntar aja, belum bisa ngungkapin gue. Masih nunggu saat yang tepat."
"Lamban loe! Entar keduluan orang lain lagi, Hahahaha.. "
"Bener juga kata Exel," tapi gue belum bisa memastikan perasaan ini apa! Sekedar suka aja atau memang cinta. Gue gak mau main-main kalau soal pernikahan. "
"Terserah loe. Gue cuma bisa doain loe cepetan nyusul, kasian ortu tuh dirumah belum punya cucu sampai sekarang."
Arini sangat bahagia hari ini, bisa ngumpul bareng keluarga. Ini momen yang langka baginya, selama ini dia selalu sibuk bekerja demi menyekolah kan adik-adiknya.
Bapak dan ibu juga tertawa bahagia, tidak ada yang lebih membahagiakan dari pada melihat orangtua kita senang.
"Arin.. Ibu doin kamu bisa menjadi ibu yang baik untuk anak-anak mu kelak."
"Amiin.. Makasih bu untuk semuanya, bisa bersabar dengan kondisi Arin sekarang. Arin minta maaf karena telah melakukan dosa yang begitu besar selama ini."
"Sudahlah sayang, yang penting sekarang Arin bisa bahagia dan segera bertobat pada yang maha kuasa."
__ADS_1
"Iya bu. Arin ngerti," ibu dan anak berpelukan.
Dari kejauhan ada sepasang mata yang menatap penuh benci.
Flashback On.
"Sayang.. Tunggu disini sebentar yah, mama mau ke toilet." Rara berpamitan pada anaknya.
"Iya mama."
"Ina! saya mau ke toilet. Jagain fablo dengan baik."
"Baik nona."
Rara berjalan menuju toilet selain untuk melakukan panggilan alam, juga untuk merapikan riasan nya.
"Tik, ntar jadi kan datang ke pesta nya Arin dan kak Exel ?"
Iya jadi dong ca, masak pernikahan sahabat sendiri gak datang. Apalagi kita dapat kerjaan sekarang itu semua berkat Arini.
"Iya kamu benar, Arini sangat berjasa bagi kita berdua. Jarak dari sini cuma sekitar 3 jam kalau lewat tol, gak terlalu jauh. Jadi gimana kalau kita berangkat pagi?"
Rara sedang menyimak pembicaraan orang di luaran sana karena mendengar nama Arini dan kak Exel di sebutkan.
"Kalau gak salah, Lulu bilang untuk semua tamu di sediakan vila khusus, karena undangan nya juga sangat terbatas. Hanya orang-orang terdekat saja, rugi dong kita kalau gak nginap."
"Aduuh.. Aku lupa, kalau besok pagi ada laporan yang musti di kasih sama pak Dodi."
"Tapi pak Dodi kan ikut juga, gimana kalau kita nebeng dia aja!"
Rara keluar setelah memastikan kepergian Tika dan Caca sahabat nya dulu sewaktu masih SMA.
"Jadi mereka nikah juga akhirnya aku gak bisa terima. Gara-gara perempuan itu hidup ku jadi kacau, kamu tunggu aja pembalasan ku Arini." Wajah nya menyunggingkan kan senyum penuh kelicikan."
Di pagi hari.
Sesuai dengan yang di rencanakan Tika dan Caca sebelum nya, akhirnya mereka memang nebeng mobil nya pak Dodi. Di kantor hanya mereka bertiga yang tau soal pernikahan Arini dan Exel. Mobil melaju dengan kecepatan sedang, demi keamanan.
Sementara tidak ada satu pun dari mereka bertiga yang tau sebuah mobil yang mengikuti mereka dari belakang. Itu adalah Rara yang memutuskan untuk mengikuti mereka ke pesta Arini.
Di sini mereka sekarang di pernikahan nya Arin..
Flashback off.
Ternyata kalian datang juga, cipika cipiki sama Tika dan Caca dan berpelukan ala teletubis. Eh ada mantan bos juga Arini terkekeh.
__ADS_1
Selamat ya Arini, semoga kali ini kamu bisa bahagia.
Iya pak makasi, kantor gimana? Teh Rita, teh Suci dan teh Nia apa kabar nya? Mereka nanyain aku gak?
Iya, mereka selalu membicarakan mu, katanya kangen. Kapan-kapan temui mereka, pasti mereka senang.
Iya pak tentu aja, tapi mungkin sehabis lahiran dulu.
Kapan lahiran nya?
Mungkin sekitar 6 bulan lagi.
Wah pas banget itu momen nya rin.. Hehehe kebetulan aku sama Rita mau nikah tahun depan.
"Haaah apa! syukurlah.. Akhirnya pak Dodi berani juga mengutarakan perasaan nya."
"Iya ini semua berkat kamu. Kalau kamu gak kasih tau aku soal perasaan Rita, mungkin aku gak pernah menyadari kalau dia juga suka sama aku. Habisnya kami berantem terus..hahaa"
"Si kunyuk berdua ini gimana pak! Mereka nyusahin gak!"
"Mereka cukup bagus kerja nya, walaupun awal nya masih agak canggung tapi lama kelamaan kerjaan mereka bagus juga. Yang penting kan mau berusaha dan belajar terus."
"Tuh dengerin! Kita gak se bodoh itu tau! Tika dan Caca nyubit lengan nya Arini.."
Aauww sakit tau.
"Ehem.. Keasikan ngobrol sama teman-teman nya jadi lupa kan sama suami sendiri.." Exel meraih tangan Arini dan menggenggam nya dengan erat.
"Maaf kak!"
Ssstttt, Exel meletakkan telunjuk nya di bibir Arini. Mulai hari ini jangan panggil kak lagi, panggil sayang atau mas kan lebih enak di dengar. Masak panggilan nya sama aja sama teman-teman kamu ini.
"Iiihh co cuit.. Aku kan juga pengen", Tika merengek.
Semua tertawa bahagia. Kecuali satu orang yang kebetulan hadir di acara yang bahagia ini tanpa di harapkan kedatangan nya.
Dari kejauhan Rara bisa melihat dengan jelas kebahagian yang ada didepan matanya.
"Kita lihat nanti Arini, sampai kapan kau bisa bahagia sama kak Exel. Seharus nya kak Exel itu sama aku bukan sama kamu. Kalau bukan karena kau yang nikung, mungkin sekarang aku yang berada di posisi mu saat ini."
"Aku harus menikah dengan pria yang tidak aku cintai, itu semua berkat Arini. Kuliah ku putus di tengah jalan hanya karena aku hamil anak nya Bimo. Ini semua karena aku berusaha memisahkan mu dengan kak Exel, tapi apa yang aku dapat kan. Aku berhenti kuliah dan kak Exel di rebut sama perempuan sombong itu Kanaya. "
"Kau berhasil rin.. Berhasil merebut suami Kanaya, selanjut nya nanti aku yang akan merebut nya darimu. "
***
__ADS_1
Pelakor coming soon๐๐ maaf yah.