
Seperti biasa setelah bangun tidur dan membersihkan diri, Azkia langsung berjalan menuju dapur untuk menyiapkan sarapan buat sang suami.
Pagi ini Azkia terbangun dengan segar setelah tidur nyenyak semalam. Selama pernikahannya dengan Ardan baru kali ini dia bisa beristirahat dengan tenang tanpa gangguan pada malam hari.
Entah apa yang membuat sang suami tak menganggunya semalam. Meski penasaran kenapa Ardan semalam tak mendatangi kamarnya dan membangunkannya, tapi Azkia merasa cukup lega setidaknya luka yang sudah mulai kering di tubuhnya tidak kembali terbuka.
Tapi begitu dia tiba didapur, kedua matanya menyipit curiga waktu mendapati seorang wanita cantik berambut ikal pirang sedang mengambil minuman didalam kulkas.
“ Siapa wanita ini ?....”
“ Kenapa dia menggunakan kemeja mas Ardan ?....”, batin Azkia berkecamuk.
Tiba – tiba hatinya merasa sakit dan dadanya terasa sesak waktu membayangkan apa yang mungkin wanita itu lalui bersama suaminya semalam.
“ Jadi karena wanita ini mas Ardan semalam tak mengusikku….”, batin Azkia perih.
Istri mana yang tak sakit hati pada saat mendapati suaminya membawa wanita lain kedalam rumah tangga mereka.
Meysa yang melihat kesedihan diwajah Azkia merasa sangat bahagia. Dia yang pada awalnya hanya ingin minum terpaksa memperlambat langkahnya untuk kembali kedalam kamar yang semalam dia tempati bera\sama Ardan.
Meski keduanya tak melakukan apapun semalam, tapi Meysa merasa senang karena keputusannya untuk memakai kemeja Ardan sebelum keluar kamar tadi tampaknya akan menimbulkan kesalahpahaman bagi istri mantan kekasihnya itu.
“ Kamu pasti Azkia ya…”
“ Kenalkan, aku Meysa calon istri Ardan…. ”, ucap Meysa penuh percaya diri.
Meski sakit hati, dia juga tak ingin membuat suaminya marah dan kembali menghukumnya maka dari itu Azkia pun berusaha untuk mengacuhkan wanita yang ada dihadapannya itu dan memilih mengolah sayuran dan daging yang sudah disiapkan bik Mina di dekat kompor.
Meysa yang melihat Azkia tak menanggapi ucapan provokasinya merasa sangat kecewa karena istri dari mantan kekasihnya itu sama sekali tak marah seperti harapannya.
“ Kamu tak marah suamimu membawa wanita lain kedalam rumah ?...”
“ Apalagi aku adalah wanita yang nantinya akan mengantikanmu sebagai nyonya Bimantara….”, ucap Meysa kembali memprovokasi.
Azkia berusaha untuk menulikan telingganya dan tetap fokus dengan masakan yang sedang dibuatnya hingga membuat Meysa merasa jenggah.
“ Pantas saja Ardan tak tertarik dan muak terhadapmu….”
“ Selain jelek, kamu juga tuli dan bisu ternyata….”, Meysa terus menerus mencoba memprovokasi Azkia berharap dia mendapatkan feedback seperti yang diharapkan.
Meysa bahkan menceritakan apa saja yang mereka berdua lakukan semalam didala kamar tamu yang tadi malam dia tempati.
Bahkan Meysa juga menceritakan mengenai masa lalunya denga Ardan tanpa diminta, tentunya dengan banyaknya tambahan pemanis agar Azkia merasa cemburu kepadanya.
__ADS_1
Melihat Azkia masih saja mengacuhkannya, Meysa yang merasa geram segera melangkah maju kearah Azkia dan mencekal tangannya hingga tumis sayuran yang baru saja dimasaknya jatuh kelantai.
Azkia yang sudah berusaha sabar dengan celotehan Meysa hanya bisa melotot penuh amarah terhadap selingkuhan suaminya tersebut hingga membuat Meysa sedikit ketakutan dibuatnya.
Namun, senyuman licik Meysa tiba – tiba terbit waktu dia melihat Ardan keluar dari dalam kamar dan berjalan menuju kemeja makan.
“ Hiksss…..”
“ Kenapa kamu jahat banget sama aku….”
“ Padahal aku hanya ingin membantumu menyiapkan sarapan….”, ucap Meysa berderai air mata.
Ardan yang melihat Meysa menangis dihadapan Azkia dengan tumis sayuran berceceran dilantai segera menatap istrinya tersebut dengan penuh amarah.
Melihat pakaian yang dikenakan oleh Meysa kotor, Ardan pun buru - buru maju takut wanita tersebut terluka karena kebodohan istrinya.
“ Kamu tidak apa – apakan ?....”, tanya Ardan lembut.
Ardan segera membersihkan minyak tumisan yang sempat mengenai kemeja yang dikenakan oleh Meysa dengan tisu dan mengusap lembut air mata teman masa kecilnya tersebut dengan ujung jarinya.
“ Ardan….”
“ Aku takut….”
“ Istrimu marah melihatku disini dan ingin mencelakaiku….”, Meysa pun memeluk Ardan dengan sesenggukan.
“ Dasar perempuan tak berguna !!!....”
“ Bisa tidak sehari saja kamu tidak berbuat ulah !!!....”, bentak Ardan penuh amarah.
Seperti yang Azkia duga, Ardan pasti akan memarahinya tanpa berusaha untuk mendengarkan penjelasan darinya.
Jika hanya ada Ardan saja mungkin hati Azkia tak akan sesakit ini karena dia sudah biasa menerima perlakuan buruk suaminya itu.
Tapi sekarang, suaminya membentaknya dihadapan selingkuhannya membuat hati Azkia merasa sangat sakit .
Azkia tanpa sadar menatap tajam Ardan dengan tatapan berkaca – kaca berusaha menahan tangisannya agar tak jatuh sekarang.
Dalam sorot mata tersebut dapat Meysa lihat betapa terlukanya Azkia sekarang melihat suaminya lebih membela dirinya daripada sang istri.
Meysa puas akan kemenangannya dipagi ini berusaha untuk melanjutkan drama pagi yang dibuatnya agar Ardan semakin membenci istrinya itu.
“ Sudahlah Ar….”
__ADS_1
“ Mungkin memang aku yang salah karena menganggap jika istrimu akan terbantu oleh kehadiranku didapur ini….”, ucap Meysa sesenggukan.
“ Tidak….”
“ Kamu tidak salah….”
“ Dia saja yang tidak becus bekerja…. ”, ucap Ardan sambil membelai rambut Meysa dengan lembut.
Meysa yang melihat wajah Azkia senduh semakin menempelkan tubuhnya ke Ardan seperti perangko dengan harapan istri Ardan tersebut merasa cemburu dibuatnya.
Drttt…..
Satu pesan masuk kedalam ponsel Ardan pagi ini telah menyelamatkan Azkia dari hukuman yang pastinya akan lelaki itu berikan kepadaya seperti biasanya jika dia melakukan kesalahan.
“ Segera ganti pakaianmu….”
“ Kita sarapan diluar saja karena sebentar lagi bunda dan tante Vira akan datang kesini….”, ucap Ardan lembut.
Mendengar jika tante Ardan akan kesini Meysa yang pada awalnya ingin protes karena masih belum puas bersama mantan kekasihnya tersebut terpaksa diam karena tak ingin mendapat amukan dari adik bunda Ardan yang bar – bar tersebut.
Meysa tentu saja masih ingat bagaimana rasanya tamparan dan jambakan yang diberikan Vira kepadanya waktu ketahuan berselingkuh dibelakang keponakannya tersebut hingga membuat Ardan pada akhirnya memutuskan hubungan mereka.
Meski sekarang hubungannya dengan Ardan sudah membaik tapi tidak dengan keluarga lelaki tersebut yang masih membutuhkan perjuangan ekstra keras untuk bisa kembali meluluhkan hati mereka.
“ Dan kamu….”
“ Cepat bereskan semuanya kekacauan ini….”, ucap Ardan penuh peringatan.
Meysa yang mendengar ucapan Ardan tersenyum penuh kemenangan, apalagi waktu Azkia hanya mengangguk patuh tanpa banyak bicara waktu suaminya itu mengatakan hal tersebut.
“ Dan ingat….”
“ Jangan sekali – kali kamu mengatakan masalah ini kepada keluargaku jika tak mau menanggung akibatnya….”, ucap Ardan penuh ancaman.
Azkia kembali mengangguk pasrah waktu mendengar ancaman yang diberikan oleh suaminya sambil menahan perih melihat suami dan selingkuhannya masuk kedalam kamar tamu bersama.
Tesss…
Air mata yang sedari berusaha dia tahan pada akhirnya tumpah juga dipipi, Azkia pun buru – buru menyekanya dengan punggung tangannya sambil membersihkan tumis sayuran yang tumpah tadi.
Begitu suara mobil terdengar meninggalkan halaman rumah, bik Mina segera menghampiri Azkia dan membantunya bersih – bersih.
“ Non Azkia sebaiknya segera bersiap sebelum nyonya datang….”
__ADS_1
“ Pecahan piring ini biar bik Mina yang membereskan….”, ucap bik Mina lembut.
Menyadari jika sebentar lagi mertuanya datang, Azkia pun mengangguk pelan dan berjalan menuju kamarnya untuk membersihkan diri dan bersiap.