
Dibelahan bumi yang lainnya terlihat seorang gadis terus memukuli samsak tinju yang ada dihadapannya sambil mengeluarkan umpatan demi umpatan dari bibir munggilnya dengan kasar.
Sindy yang mengetahui jika Azkia saat ini berada dirumah sakit dalam kondisi kritis terlihat sangat panik dan marah
Kesabarannya pupus ketika seseorang yang ditugaskan untuk mengawasi kediaman sahabatnya itu melaporkan kepadanya apa yang sahabatnya itu alami pagi ini.
Sebagai sahabat yang mengetahui jika Azkia sering mendapatkan kekerasan baik secara fisik maupun psikis dari suaminya tentu saja Sindy merasa sangat emosi.
Maka dari itu dia pun meminta bantuan sepupunya yang berada dinegara yang sama dengan Azkia untuk datang dan mengecek langsung kondisi sahabatnya tersebut dan diam - diam membantunya keluar dari pernikahan toxic yang dijalaninya.
“ B*****n kau Ardan !!!....”
*" F*k !!!...."
“ Jika hukumanku sudah selesai aku akan langsung datang dan membuat perhitungan denganmu…..”, desis Sindy penuh amarah.
Bughhh…..
Bughhh…..
Bughhh…..
Samsak tinju yang dia pasangi foto Ardan terus saja Sindy pukul dan tendang berkali - kali dengan beringas seolah – olah yang ada dihadapannya itu suami sahabatnya yang seperti monster.
Ingin rasanya Sindy mendatangi dan mencincang tubuh Ardan sebelum dia berikan kepada ikan piranha peliharaannya akibat dendam.
“ Tidak….”
“ Aku tak bisa diam saja seperti ini…”, gumannya sambil ngos – ngosan.
Setelah menyeka keringat dari tubuhnya dengan handuk kecil dan meminum sebotol air mineral, Sindy segera mengambil ponselnya untuk menghubungi Jacob, sepupunya yang tinggal dinegara yang sama dengan Azkia.
Pada awalnya Jacob Wang sedikit keberatan atas permintaan Sindy mengingat betapa sibuknya dia di perusahaan.
Tapi setelah Sindy mengatakan jika sahabat yang ingin dibantunya adalah istri dari Ardan Bimantara, Jacob pun langsung menyetujui permintaan sepupunya tersebut dengan penuh semangat.
__ADS_1
Semua hal yang berkaitan dengan Ardan Bimantara selalu membuat Jacob tertarik karena hingga detik ini dia sama sekali belum bisa mengalahkan laki – laki yang selalu berada diatasnya dalam semua pencapaian hidup.
Jacob serius mendengarkan semua perkataan Sindy dengan senyum licik tercetak jeals diwajahnya.
“ Akhirnya, aku bisa menemukan kekurangan seorang Ardan Bimantara….”, guman Jacob puas.
Sebagai musuh bebuyutan sejak sekolah menengah pertama dimana Jacob sama sekali tak bisa mengungguli kehebatan Ardan, baik itu dalam masalah akademis maupun cinta membuat lelaki tersebut sangat berambisi untuk bisa mengalahkan Ardan meski hanya sekali.
Dan tentu saja kesempatan baik yang ditawarkan oleh Sindy tersebut tidak bisa dia tolak begitu saja mengingat tidak ada yang tahu bagaimana rupa istri yang dinikahi pengusaha muda tersebut karena pesta pernikahannya diadakan secara tertutup.
Mendengar semua cerita Sindy tentunya Jacob merasa sangat penasaran bagaimana bisa seorang Ardan Bimantara yang terkenal lembut dan baik hati tega melakukan hal biadab tersebut terhadap wanita yang berstatus sebagai istrinya.
Dan sekarang Jacob paham kenapa Ardan seolah menyembunyikan keberadaan sang istri yang semula dia kira untuk melindungi wanita tersebut dari musuh – musuh bisnis Ardan yang bisa membahayakannya.
Justru sekarang dia tahu jika Ardan menyembunyikan sang istri agar kebusukannya tidak sampai tercium publik sehingga menghancurkan image yang melekat pada dirinya selama ini.
Jacob tak bisa menemui Azkia karena gadis itu sedang berada diruang ICU akibat kondisinya yang kritis dan dijaga oleh beberapa orang bodyguard milik Ardan.
Begitu menerima pesan dari bik Mina, Ardan pun segera meluncur menuju rumah sakit untuk melihat keadaan istrinya sebelum kedua orang tua atau mertuanya mengetahui.
Melihat Azkia dalam kondisi kritis, Ardanpun langsung menyuruh bodyguardnya untuk menjaga ruang perawatan sang istri lebih ketat daripada sebelumnya dan tak membolehkan siapapun masuk kedalam termasuk kedua orang tuanya.
“ Kenapa bisa jadi seperti ini….”, batin Ardan frustasi.
Sambil mengacak – acak rambutnya, Ardan yang baru ingat sesuatu langsung berlari pulang untuk menghapus rekaman cctv dirumah karena tempat yang dia pergunakan untuk menyiksa Azkia tadi ada cctvnya.
“ Akhirnya….”
“ Dengan begini tak akan ada yang tahu jika aku yang telah menyiksa Azkia hingga menyebabkannya kritis seperti sekarang..”, batin Ardan lega.
Namun apa yang dianggap oleh Ardan telah aman nyatanya salah karena Jacob telah satu langkah lebih cepat dari Ardan.
Melalui hacker yang dia sewa, Jacob berhasil meretas system keamanan dalam kediaman Ardan mendapatkan rekaman cctv mengenai semua kejadian yang ada dirumah tersebut.
Jacob menyeringai lebar waktu dia sudah berhasil mengantongi bukti kekerasan yang Ardan lakukan terhadap Azkia tadi pagi hingga membuatnya kritis.
__ADS_1
Bukan hanya bukti mengenai kejadian tadi pagi saja yang berhasil dia dapatkan, Jacob juga menemukan beberapa video adegan mesra Ardan bersama Meysa dikediamanannya hingga beberapa trik licik yang wanita itu lakukan agar Azkia mendapatkan hukuman dari Ardan.
“ Ini akan menjadi bukti kuat jika nanti Azkia hendak menggugat suaminya untuk bercerai dan menaikkan kasus kekerasan yang dialaminya…..”, guman Jacob tersenyum penuh kemenangan.
Mengandalkan koneksi luas yang dimilikinya, Jacob yang berada dirumah sakiit pada akhirnya berhasil menemui dokter yang menangani Azkia dan membuatnya membuka mulut.
Jacob yang sudah tahu garis besar mengenai cerita Azkia tak terlalu terkejut waktu dokter yang menanggani istri Ardan tersebut menceritakan kondisi yang sedang dialami gadis itu dengan wajah serius.
Dan dengan bantuan dari sang dokter, Jacob pun pada akhirnya bisa mendapatkan bukti visum mengenai tindak kekerasan yang Azkia alami selama ini.
Dari hasil pemeriksaan yang dokter jalani, bukan hanya mengalami kekerasan secara fisik saja yang membuat Azkia menjadi kritis seperti ini tapi juga adanya kekerasan seksual hingga menyebabkan bagian inti kewanitaannya mengalami peradangan.
Untung saja kondisinya tak terlalu serius sehingga dengan pengobatan yang tepat lukanya akan cepat sembuh dan tak akan menimbulkan efek apapun dimasa depan.
“ Gadis ini sungguh kuat….”
“ Jika orang normal mungkin mereka tak akan tahan dalam pernikahan toxic seperti ini…..”, ucap sang dokter iba.
Jacob yang merupakan rival abadi Ardan merasa terpanggil untuk membebaskan Azkia dari belenggu Ardan.
Dari balik ruang rawat Azkia, hati Jacob tiba – tiba saja berdesir hebat waktu kedua matanya menatap tubuh kurus Azkia yang saat ini terbaring diatas ranjang dengan banyaknya peralatan yang menempel ditubuhnya.
Meski dia hanya bisa menatap Azkia dari jarak jauh dan sembunyi - sembunyi tapi hal itu sudah cukup bagi Jacob untuk bisa melihat betapa menderitanya gadis itu selama menjadi istri Ardan.
“ Apakah Ardan mempunyai penyakit *** menyimpang ?.....”, batin Jacob penuh tanda tanya.
Hal itulah yang sedari tadi cukup menganggu Jacob saat ini. Diapun kembali mengingat perkataan sang dokter mengenai luka pada alat kelamin dan tubuh Azkia setelah visum dilakukan.
Jacob bisa menyimpulkan hal seperti itu karena dirinya pernah memiliki teman wanita yang memiliki pacar dengan perilaku *** menyimpang dimana pacarnya tersebut akan merasakan kepuasan jika pasangannya berteriak kesakitan waktu mereka melakukan hubungan badan dengan kekerasan.
Dan bekas luka yang ada ditubuh Azkia tersebut hampir sama dengan yang dialami teman kuliahnya dulu.
Bedanya, jika teman kuliahnya dulu melakukan dengan pasangannya karena sama – sama memiliki perilaku *** yang menyimpang dimana sang wanita suka jika sang pacara\ melakukan kekerasan selama penyatuan mereka sedangkan Azkia merupakan korban dari perilaku menyimpang suaminya.
“ Semakin tahu lebih dalam aku semakin tertarik dengan rahasia yang ada dalam diri Ardan Bimantara..….”, tanpa semua orang sadari, dibalik masker yang digunakan Jacob tersenyum lebar penuh kemenangan.
__ADS_1
Ekpresinya kali ini seperti seseorang yang tengah menemukan peta harta karun yang bisa membuat rivalnya tersebut hancur dan bertekuk lutut dihadapannya.
“ Aku berjanji akan membantu gadis tersebut keluar dari pernikahan toxicnya dan membalaskan sakit hatinya….”, batin Jacob penuh tekad.