AIR MATA ISTRIKU KARMAKU

AIR MATA ISTRIKU KARMAKU
BAB 72


__ADS_3

Malam ini Azkia tidak bisa tertidur karena hatinya merasa gelisah tanpa sebab.


Berkali – kali tubuhnya dia balik kekiri dan kekanan namun kedua matanya masih juga belum  mau terpejam membuatnya lelah.


Seolah ada seseorang yang sedang memikirkan dan merindukan dirinya dengan  sangat dalam disuatu tempat.


“ Ardan....”


“ Apa dia sedang merindukanku....”, guman Azkia lirih.


Membayangkan suami kejam yang sama sekali tak pernah mencintainya Azkia pun segera mengenyahkan pemikirannya tersebut.


“ Tidak....”


“ Itu tidak mungkin terjadi.....”, ucapnya sambil menggelenngkan kepala beberapa kali.


Tapi kemudian ucapannya itu kembali dia sangkal setelah Azkia mengingat ucapan Jacob beberapa waktu yang lalu.


“ Tapi kata Jacob dia juga menderita mual dan ngidam sejak awal kehamilanku....”


“ Bahkan lebih parah daripada kondisiku....”


“ Apa gara – gara ini dia memikirkanku.....”


“ Dia pasti sedang menyumpah serapahiku karena telah membuatnya menderita seperti itu....”, batin Azkia berburuk sangka.


Karena tak bisa tertidur, Azkia pun melangkah keluar kamar untuk berjalan – jalan sebentar hingga rasa kantuk itu tiba.


Tracy yang baru selesai mengambil air minum dari dapur langsung menghentikan langkahnya untuk kembali kedalam kamarnya begitu dia melihat sosok Azkia menuruni tangga.


“ Sayang....”


“ Kenapa belum tidur.....”


“ Apa kamu lapar.....”, tanya Tracy dengan suara lembut.


Azkia pun menjawab pertanyaan Tarcy dengan gelengan kepala hingga membuat mami Sindy tersebut menatapnya penuh selidik karena tak percaya dengan ucapannya.


“ Aku sendiri nggak tau kenapa malam ini aku sulit sekali tidur mom....”, ucap Azkia mengadu.


“ Mau bercerita....”, ajak Tracy hangat.


Azkia pun kembali menganggukan kepalanya menerima ajakan wanita paruh baya yang sudah dia anggap sebagai mamanya sendiri sejak tiba dikediaman Sindy.


Seorang wanita lemah lembut yang selalu mendengar keluh kesahnya serta bijak memberikan pendapat membuat hati Azkia selalu tenang setelah berbincang dengannya.

__ADS_1


Sebagai lulusan ilmu psikologi tentunya Tracy sangat mengetahui dan bisa membaca karakter seseorang hanya dengan sekali lihat.


Tracy inilah juga yang merekomendasikan Patricia, sahabatnya untuk mengobati Azkia karena wanita itu merupakan salah satu psikiater terbaik di negara tersebut.


Keduanya pun langsung duduk disofa ruang tengah sambil berpelukan dan bercerita mengenai apapun dengan hangat.


Benar juga, setelah berbincang sebentar dengan Tracy, Azkiapun sudah mulai mengantuk sehingga dia pamit untuk kembali kedalam kamarnya.


Saat Azkia sudah bisa terlelap, tanpa dia tahu lelaki yang tadi sempat ada dalam pikirannya sesaat saat ini sedang duduk bersimpuh dilantai dengan menengadahkan kedua tangannya berdoa kepada sang maha kuasa.


Sambil bercucuran air mata Ardan meminta ampunan atas semua dosa – dosa yang telah dia lakukan selama ini.


Dia juga mendoakan wanita yang sangat dicintainya bersama calon anak yang ada didalam kandungannya agar senantiasa sehat dan diberkahi rahmat olehNya.


“ Dimanapun kamu....”


“ Aku akan selalu mendoakan yang terbaik untuk kamu dan calon anak kita berdua dengan tulus.....”


“ Semoga kalian berdua selalu sehat dan tak kekurangan apapaun... ”


“ Dan semoga doa pendosa sepertiku ini bisa diijabah....”


“ Amin....”, ucap Ardan diakhir doanya dan langsung membenahi peralatan ibadahnya.


Krucukkkkk....


Ardan bergerak menuju kulkas dan mengeluarkan beberapa bahan makanan untuk dia masak malam ini karena perutnya sudah berdemo.


Selama mengalami sindrom couvade, Ardan menyuruh bik Mina untuk menyiapkan bahan makanan didalam kulkas agar dia mudah untuk mengolahnya jika sedang ingin makan masakannya sendiri seperti ini.


Entah kenapa, jika dia memasak sendiri makanan yang tersaji selalu habis tak bersisa, meski kadang penampilan dan rasanya tak meyakinkan.


Ardan mengira ini pasti keingginan calon anaknya yang ingin merasakan masakan yang dibuat langsung oleh tangan papanya.


Sambil beberapa kali mengusap peluh didahinya, Ardan menatap puas dengan hasil masakannya kali ini yang terlihat lumayan cantik.


“ Selamat makan anakku....”


“ Semoga kamu suka masakan papa hari ini.....”, ucap Ardan sambil tersenyum puas.


Ardan selalu mengucapkan kata – kata seperti itu ketika hendak makan, seolah calon anaknya yang entah berada dimana bisa mendengar semua hal yang dia ucapkan sepenuh hati tersebut.


Setelah mengambil air minum, Ardan segera memakan hasil masakannya sambil sesekali menarik nafas panjang.


Dia merasa sedih waktu membayangkan bagaimana nasib Azkia yang harus bangun tengah malam dan kelaparan sementara tak ada suami disampingnya.

__ADS_1


Ardan bisa merasakan sendiri bagaimana susah dan tersiksanya dia selama mengalami sindrom cauvade ini.


Mual dihampir setiap waktu, bahkan sekarang dia tak bisa lagi menggunakan parfum favoritnya untuk dipakai karena hal itu membuat perutnya langsung bergejolak hebat.


Belum lagi mood yang tiba – tiba berubah secara drastis terutama jika apa yang dia inginkan tak terpenuhi.


Dia saja yang tidak hamil mengalami kesusahan apalagi mantan istrinya yang harus mengalaminya seorang diri.


Tanpa Ardan ketahui, semua hal yang menjadi kegelisahan hatinya saat ini sama sekali tidak terjadi didalam kehamilan Azkia.


Mungkin mual memang iya, tapi itupun tak terlalu sering dialami oleh Azkia hanya ketika baru bangun tidur saja.


Tampaknya bayi yang ada dalam kandungannya sangat mengerti jika saat ini mamanya sedang fokus pada pekerjaannya sehingga dia tak terlalu berbuat ulah.


Justru sang papa lah yang berada nun jauh disana yang dia buat menderita dengan mengalami mual yang parah dan ngidam yang ektrim.


Mungkin ini juga sebagai wujud balas dendam seorang bayi yang belum lahir kedunia karena selama ini papanya telah menyia – nyiakan orang sebaik dan setulus mamanya.


Waktu terus berlalu, kehamilan Azkia pun sudah memasuki bulan ketujuh dimana perutnya semakin membesar dan membulat sempurna.


Dikelilingi oleh orang – orang yang menyayangi dan memberi perhatian lebih  kepadanya membuat Azkia happy menjalani kehamilannya ini meski dia seorang diri berada dinegara orang lain.


Keluarga besar Sindy merupakan orang yang mendapat andil besar dalam memanjakan Azkia karena mereka semua sudah menganggap wanita itu menjadi bagian dari keluarga besar mereka.


Hal itu jugalah yang membuat hidup Azkia tak pernah merasa kesepian karena ada keluarga baru yang memberinya kehangatan setiap saat.


“ Malam ini kamu mau makan apa sayang....”


“ Biar nanti mommy yang memasakkan untukmu....”, itulah salah satu pesan maminya Sindy setiap hari.


Hingga kadang membuat Azkia merasa tak enak hati karena telah merepotkan wanita yang sudah dia anggap sebagai mamanya itu.


“ Terimakasih mom....”


“ Apa aja yang penting nggak terlalu eneg.....”, jawab Azkia.


“ Bagaimana jika omelet bayam udang kesukaanmu....”


“ Sama sup kepiting asparagus....”, ucapnya menawarkan.


“ Boleh juga mom.....”, ucap Azkia tersenyum riang.


Tracypun segera menyuruh pembantunya untuk berbelanja bahan – bahan segar yang akan dia gunakan sebagai makan malam keluarganya nanti, terutama masakan yang dibuatnya khusus untuk Azkia setelah menutup teleponnya.


Menyadari jika sebentar lagi keluarga besarnya akan menerima kedatangan anggota baru, Tarcypun berupaya untuk selalu membuat Azkia happy sehingga bayi kecil yang ada dalam kandungannya nanti bisa lahir dengan baik.

__ADS_1


“ Lihat nak....”


“ Meski kamu belum lahir, tapi orang – orang disekeliling mama sudah sangat menyayangimu....”, guman Azkia sambil mengusap perut buncitnya penuh haru.


__ADS_2