AIR MATA ISTRIKU KARMAKU

AIR MATA ISTRIKU KARMAKU
BAB 93


__ADS_3

Mata Azkia mengerjap secara perlahan menatap langit – langit berwarna putih yang ada diatasnya.


Beberapa detik telah berlalu dan wanita itu masih berusaha untuk mengumpulkan nyawanya sambil beberapa kali menguap.


Seiring suasana hati Azkia yang berubah – ubah, Asai yang peka akan kegalauan hati sang mama pun ikut rewel dibuatnya hingga membuat Azkia sering tidur menjelang dini hari karena sang putra tak mau dia turunkan setelah disusui.


Melihat diluar masih gelap, Azkia yang ingin menutup kedua matanya tiba – tiba telingganya mendengar gemericik air dari dalam kamar mandi.


“ Tumben suster Tya memandikan Asai dijam segini...”, batin Azkia curiga.


Namun, kedua matanya yang terasa sangat berat tak bisa diajak kompromi meski hatinya penasaran kenapa baby sitter anaknya itu memandikan Asai pagi – pagi buta seperti ini membuat Azkia perlahan memejamkan kedua matanya.


Baru saja Azkia hendak kembali tidur suara pintu kamar mandi terbuka membuatnya menyipitkan satu matanya untuk mengintip karena merasa penasaran.


“ Louis, kenapa dia ada disini !!!....”, batin Azkia terkejut.


Glekkk....


Kedua mata Azkia langsung membulat sempurna begitu melihat seorang lelaki dengan rambut basah keluar dari kamar mandi.


Dada bidang yang berotot dengan sedikit bulu tumbuh disana mampu membuat Azkia menelan ludah beberapa kali untuk membasahi tenggorokannya yang tiba – tiba saja terasa kering.


Di depan matanya, Louis berjalan mendekat kearahnya hanya dengan memakai handuk kecil yang melilit dipinggangnya.


Itupun hanya sebatas setengah pahanya sehingga dada bidangnya yang sedikit berbulu terpampang jelas dimatanya.


Rambut Louis yang masih basah menambah kesan sexy lelaki itu pagi ini membuat Azkia hanya bisa mengigit bibir untuk menangkan hatinya yang ebrtalu - talu.


Sebagai wanita normal melihat pemandangan seindah ini tentunya membuat kedua matanya yang tadi masih mengantuk langsung terbuka lebar.


Bahkan tubuhnya kini sudah terduduk tegak bersandar dibagian kepala ranjang dengan tubuh membeku.


“ Ka-kamu....”, ucap Azkia gugup.


Dengan santai Louis berjalan menuju kearah ranjang dimana Azkia duduk mematung sambil mengigit bibir bawahnya tanpa sadar.


“ Gila gila gila....”


“ Bagaimana bisa dia sesexy itu....”


“ Otot – otot tubuhnya itu....”


“ Hot banget......”, jerit Azkia dalam hati.


Mata Azkia bersitatap dengan kedua mata elang Louis selama beberapa detik sebelum dia memutuskan kontak mata sepihak dengan wajah semerah tomat.

__ADS_1


“ Maaf jika aku membangunkanmu....”


“ Air dikamar mandiku macet jadi aku numpang mandi disini....”, ucap Louis dengan suara serak dan wajah tanpa dosa.


Suara maskulin yang terdengar cukup mengelitik indera pendengaran Azkia hingga dia menjadi salah tingkah untuk sesaat.


Tangannya menggaruk kepala yang sama sekali tak gatal dan kedua mata Azkia menatap kesegala arah, pokoknya menatap apapun selain tubuh Louis agar dia tak sampai khilaf.


Louis yang melihat Azkia menjadi salah tingkah akibat perbuatannya merasa sangat gemas .


Dengan wajah tanpa dosa, Louis menghampiri Azkia dan langsung mencium keningnya sambil menyapa “ Selamat pagi sayang....”


Dinginnya bibir penuh Louis membuat tubuh Azkia membeku seketika, kedua tangannya mencengkeram erat ujung selimut agar tak sampai lepas kontrol menyentuh dada bidang yang ada dihadapannya yang terlihat sangat menggoda.


“ Oh Tuhan....”


“ Godaan apa yang kamu berikan pagi – pagi buta seperti ini.....”, racau Azkia dalam hati.


Tak ingin bertindak implusif, Azkiapun hanya bisa menutup kedua matanya waktu aroma sabun menguar diudara, menghirupnya dalam – dalam aroma yang memabukkan itu hingga membuat wajahnya semakin bertambah merah seperti kepiting rebus.


“ Apa sih yang aku bayangkan.....”


“ Kenapa pikiranku jadi kotor begini....”, runtuk Azkia dalam hati.


Tangan dingin Louis yang menyentuh dagunya membuyarkan lamunan Azkia dan memaksanya untuk membuka mata.


Azkia mencoba untuk menormalkan jantungnya denagn menjawab pertanyaan Louis setenang mungkin “ Sudah lebih baik, terimakasih sudah mau mendengarkan keluh kesahku semalam....”.


Louis tersenyum tipis dengan tatapan yang semakin membuat jantung Azkia bertalu – talu serasa ingin meloncat keluar.


Dengan santai Louis berjalan menuju kealmari dimana baju dan celananya tergantung rapi disana dan meninggalkan begitu saja Azkia yang masih mencoba menenangkan jantungnya.


“ Aku akan mandi dulu....”, ucap Azkia cepat.


Azkia lekas bangkit dari atas ranjang dan berjalan cepat menuju kamar mandi tak ingin melihat pemandangan indah tersebut lebih jauh lagi.


Meski sebenarnya Azkia bisa duduk tenang diatas ranjang sambil melihat pemandangan yang menggiurkan dihadapannya, tapi demi kesehatan jantungnya dia terpaksa melarikan diri.


Sementara itu, Louis yang melihat Azkia melarikan diri terkekeh ringan sambil berguman “ Kurasa aku harus secepatnya meresmikan hubungan ini....”


Didalam kamar mandi Azkia langsung menguyur kepala dan tubunya dengan dinginnya air shower agar hasrat yang sempat hadir hilang seketika.


Azkia yang baru saja selesai mandi terlihat menempelkan telinganya di daun pintu kamar mandi untuk memastikan jika tak ada suara pergerakan diluar.


Setelah memastikan aman, diapun segera keluar dan langsung menuju walk in closet miliknya untuk berganti pakaian.

__ADS_1


“ Selamat pagi nyonya....”, sapa suster Tya ramah.


“ Pagi juga Tya....”


“ Apa Asai sudah bangun....”, tanya Azkia sambil memoleskan bedak diwajahnya.


“ Sudah nyonya....”


“ Saya akan segera memandikan tuan muda sekarang....”, jawab Tya yang langsung menuju kamar mandi untuk menyiapkan semua keperluan mandi Asai pagi ini.


Azkia yang sudah memoles tipis wajahnya dengan make up beranjak menuju box dimana bayinya berada.


Dia bermain sebentar dengan Asai sebelum bayinya itu dimandikan oleh suster Tya dan dia turun untuk sarapan.


Setelah selesai sarapan dan menyusui Asai, Azkia bersama Louis segera masuk kedalam mobil dan bergegas menuju rumah sakit.


Hari ini Louis benar – benar mengosongkan jadwalnya hanya untuk menemani Azkia dan juga untuk bertemu dengan Vera.


Didalam mobil, sempat ada keheningan sejenak.Louis yang melihat Azkia terus memainkan jemari tangannya segera mengenggam satu tangan yang sudah dingin tersebut dengan erat.


“ Rileks....”


“ Ada aku yang mendampingimu....”, ucap Louis dengan tatapan lembut.


“ Aku juga nggak tau kenapa aku segugup ini....”, ucap Azkia pelan.


“ Kamu sudah sembuh dan kamu adalah wanita yang kuat....”


“ Tak ada hal apapun dimasa lalu yang bisa mengoyahkan hatimu....”


“ Sekarang kamu sudah bahagia....”


“ Dan kamu memang berhak atas itu....”


“ Semua yang terjadi pada mantan suamimu adalah kesalahannya sendiri, tak ada sangkut pautnya dengan kamu....”


“ Jika kamu melihat Ardan nanti, ingatlah akan anakmu....”


“ Itu akan membuat tenang hatimu.....”, ucap Louis memberi semangat Azkia dengan penuh  kesabaran.


Hati Azkia merasa hangat atas semua perhatian dan support yang selama ini  Louis berikan kepadanya.


Azkia teringat kembali bagaimana dirinya sempat tak ingin menyentuh anaknya ketika dia melihat dengan jelas jika Asai memiliki wajah yang sama persis dengan papanya.


Namun dengan sabar Louis memberinya semangat dan motivasi agar dirinya melawan dan tak membiarkan  rasa takut, benci, kecewa, dan amarah menyerangnya.

__ADS_1


“ Benar kata Louis, aku harus melawan semua rasa takutku....”


“ Jika aku bisa menghadapi Asai maka akupun juga bisa berhadapan dengan Ardan....”, batinnya penuh tekad.


__ADS_2