
Drtttt….
Ponsel Ardan bergetar dan ada sebuah pesan dari Willy masuk membuat lelaki itu memicingkan matanya curiga karena dia sama sekali tak pernah berkomunikasi sejak malam dia menghampiri Thomas diParadise Club beberapa waktu yang lalu.
“ Tumben Willy mengirimiku pesan….”
“ Ada apa ?....”, batin Ardan penuh tanya.
Setelah berhenti dilampu merah Ardan yang sejak tadi penasaran langsung membuka pesan dari sahabat kakak kembarnya tersebut.
Willy tak menuliskan apapun hanya mengiriminya foto Azkia bersama Jacob dan mensharelock lokasi restoran tempat dimana keduanya bertemu.
“ Jadi ini yang disebut bertemu dengan klien….”
“ Brengsek kau Jacob…..”, maki Ardan penuh kecemburuan.
Setelah lampu lalu lintas berubah warna menjadi hijau, Ardan langsung menancap gasnnya dalam – dalam agar bisa segera sampai kelokasi yang diberikan oleh Willy.
Begitu turun dari dalam mobil, Ardan bergegas masuk kedalam restoran sambil menyapu setiap sudut ruangan untuk mencari keberadaan istrinya.
Saat tatapannya menemukan objek yang sedang dicarinya, Ardan diharuskan menyaksikan sebuah pemandangan yang membuat hatinya perih.
Azkia terlihat sedang tertawa lepas sambil bercengkerama hangat dengan Jacob Wang.
Bahkan tatapan rivalnya yang terlihat sangat memuja sang istri membuat Ardan ingin memukul wajah tampan musuh bebuyutannya tersebut saat ini juga.
Begitu melihat Jacob beranjak dari tempat duduknya menuju toilet, Ardapun segera mempercepat langkah kakinya agar bisa leluasa berbicara dengan sang istri ketika rivalnya tersebut tak ada ditempat.
Azkia yang terkejut akan kedatangan Ardan tak bisa menghindar lagi dan hanya pasrah untuk berbicara empat mata dengan suaminya tersebut.
“ Semakin hari kamu terlihat semakin dekat saja dengan Jacob Wang…”, Ardan mengeluarkan kata – kata penuh kecemburuan yang terdengar seperti tuduhan yang membuat Azkia marah seketika.
“ Kenapa ?....”
“ Mau menuduhku sebagai p*****r hina yang menjajakan tubuhku hanya karena aku memiliki teman laki – laki….”\, balas Azkia dengan nada tidak bersahabat sama sekali.
Ardan sebenarnya cukup jengkel dengan kalimat nyolot yang Azkia ucapkan tersebut, tapi dia berusaha untuk menahan semua amarah dalam hatinya ketika mengingat kembali akan tujuannya.
Ada sebuah rasa nyeri dalam hati Ardan ketika menyadari jika posisinya sebagai seorang suami saat ini sedang genting.
Apalagi sudah ada lelaki lain yang siap untuk menggantikannya ketika keduanya telah resmi berpisah nanti.
__ADS_1
“ Apakah aku sudah siap melepas Azkia dan melihatnya berbahagia dengan lelaki lain….”, pertanyaan itu tiba – tiba saja terlintas dalam benaknya.
Sampai kapanpun Ardan tak akan pernah melepaskan Azkia. Dia masih ingin menjalani pernikahan ini dan memperbaiki semua kesalahan yang telah diperbuatnya dimasa lalu.
Meski nantinya ada penolakan keras dari Azkia dan hidup dalam kebencian istrinya, Ardan siap asalkan keduanya tak sampai bercerai.
Ardan tampaknya belum menyadari jika rasa takut kehilangan akan keberadaan Azkia saat ini adalah bentuk lain dari cinta.
Cinta yang datang diwaktu yang salah hingga Ardan harus membayar mahal akan perasaan yang lambat dia sadari itu.
Melihat Jacob melangkah menuju ketempatnya berada, Ardan yang masih belum bicara banyak dengan Azkia mulai bangkit dan mencondongkan tubuhnya kedepan dan mencium bibir Azkia dengan kasar.
Azkia yang sangat terkejut akan aksi nekat suaminya itu hanya bisa diam mematung hingga dia tak bisa menghindar.
PLAKKK….
PLAKKK….
Tamparan dipipi kanan dan kiri yang dilayangkan Azkia cukup membuat Ardan tersadar akan perbuatan nekatnya itu.
Jacob yang melihat kejadian tersebut segera berlari mendekat dan memblokir tubuh Ardan agar tak bisa lagi menyentuh Azkia.
“ Minggir…..”, ucap Ardan dengan sorot mata tajam.
Diapun mendorong tubuh Jacob dengan kasar hingga mundur beberapa langkah kebelakang dengan sorot mata penuh permusuhan.
“ Dia masih istriku dan aku berhak atas dirinya….”, ucap Ardan dengan nada tinggi.
“ Mantan istri maksudmu….”, ucap Jacob mengejek.
Bughhh….
Ardan yang sudah kehilangan kesabaran memukul wajah tampan Jacob hingga tiga orang bodyguardnya datang dan langsung menyeret Ardan untuk keluar.
Untung saja restoran sedang sepi sehingga keributan yang terjadi tak sampai mengganggu pengunjung restoran yang lainnya.
“ Kamu tidak apa – apa ?....”, tanya Jacob khawatir.
“ Aku tidak apa – apa….”, jawab Azkia sambil menggelengkan kepalanya beberapa kali.
“ Sebaiknya kita segera pergi sebelum Ardan kembali datang mengacau….”, ucap Azkia menambahkan.
__ADS_1
Setelah melihat ketiga bodyguardnya berhasil membereskan Ardan, Jacob dan Azkia segera pergi meninggalkan restoran dengan wajah tegang.
“ Melihat dia semakin bertindak nekat, kurasa aku harus menempatkan dua orang pengawal yang bisa melindungimu dari dekat…..”, ucap Jacob penuh perhatian.
Setelah mengucapkan hal tersebut, Jacob segera menghubungi anak buahnya agar mengirim dua orang pengawal wanita yang ahli beladiri untuk menjaga Azkia.
“ Terimakasih atas semuanya….”
“ Maaf jika aku terus saja merepotkanmu dengan semua masalahku….”, ucap Azkia merasa tak enak hati.
“Sudahlah….”
“ Aku melakukan semuanya ini dengan ikhlas tanpa mengharapkan imbalan apapun….”, ucap Jacob tersenyum lebar.
“ Tapi jika kamu mau memberikan kesempatan untukku membahagiakanmu maka aku akan dengan senang hati menerimanya….”, tentu saja kalimat ini hanya bisa Jacob ucapkan dalam hati karena tak ingin Azkia merasa tak nyaman dengannya.
Ardan yang kembali gagal untuk berbicara dengan istrinya terus memukuli setir mobilnya sambil mengumpat karena kesal.
Jacob Wang benar – benar telah menguras kesabarannya kali ini, dan Ardan pun bertekad untuk tak lagi bermain lembut dengan rivalnya itu.
“ Kamu yang menginginkan bermain kasar denganku maka akan kulayani dengan senang hati….”, ucap Ardan menyeringai tajam.
Ardan cukup percaya diri karena selama ini dia tak pernah kalah dalam hal apapun dari Jacob, maka dari itu pertempuran kali ini pun dia sangat yakin bisa memenangkannya dan membuat Jacob kembali menjadi pecundang.
Malam harinya,
Hoshhh…. Hoshhh…. Hoshhh….
Ardan terbangun dengan tubuh basah oleh keringat dan nafas tersenggal – senggal .
Ini sudah kesekian kalinya dia terus memimpikan kejadian buruk pada saat merayakan tahun baru dua tahun yang lalu.
Bayangan gadis yang pernah dia unboxing yang selama ini wajahnya tak tampak kini terekam jelas dikepalanya setelah dia mengetahui fakta jika gadis yang dia nodai adalah istrinya.
Bahkan suara tangisan yang Azkia keluarkan sepanjang malam akibat perbuatannya tersebut terdengar jelas ditelinganya hingga dia terus terngiang – ngiang.
“ Apa yang harus aku lakukan sekarang….”, batin Ardan frustasi.
Ardan yang sudah berada didalam kamar mandi terdiam cukup lama dibawah guyuran air shower agar kepalanya menjadi dingin.
Seharian ini dia juga belum mendapatkan kabar apapun dari bundanya, hal itu tentu saja menunjukkan jika Melati juga belum berhasil membujuk Azkia agar menantunya itu mengijinkannya untuk tinggal didalam rumahnya.
__ADS_1
" Aku harus cepat bergerak sebelum Jacob mengacaukan segalanya.....", guman Ardan dengan penuh penekanan.