AIR MATA ISTRIKU KARMAKU

AIR MATA ISTRIKU KARMAKU
BAB 80


__ADS_3

Ctass....


Jderrr....


Suara gemuruh petir dilangit membuat Robby tak bisa langsung bertolak kembali kenegara Y ataupun melanjutkan perjalanan ketanah air.


Dia terpaksa harus bermalam disalah satu negara tempat dimana pesawat yang ditumpanginya mendarat secara darurat untuk menghindari cuaca buruk yang ektrim.


Para awak pesawat tak berani menanggung resiko dalam cuaca buruk seperti ini untuk menerbangkan pesawatnya sehingga memilih mendarat dinegara terdekat sebelum kembali melanjutkan perjalan mereka.


Cuaca buruk bukan hanya menunda penerbangan tapi juga sinyal komunikasi yang terputus dinegara tersebut membuat Robby tak bisa berkomunikasi dan hanya terdiam dihotel yang disediakan oleh maskapai sebagai kompensasi.


Dirumah sakit, Louis dengan setia menunggui Azkia dirumah sakit. Begitu juga dengan Imelda yang setelah pulang sekolah langsung menuju kesana begitu mendengar mommy nya dirawat dirumah sakit.


“ Kamu operasi saja ya nanti, jangan paksakan untuk normal jika memang tidak bisa....”, ucap Louis kembali membujuk.


Azkia yang sudah lelah berdebat dengan Louis pada akhirnya menyerah dan mengikuti smeua keingginan lelaki itu membuat senyum lebar dan raut kebahagian tercetak jelas diwajah duda tampan itu.


“ Baiklah....”


“ Aku akan mengurus semuanya jadi kamu tenang saja....”, ucap Louis antusias.


Diapun segera keluar ruangan untuk melakukan reservasi hari operasi serta ruangan yang akan digunakan oleh Azkia melahirkan satu bulan kedepan.


“ Ada apa dengannya....”


“ Kenapa dia sangat bersemangat seperti itu....”, tanya Tracy sedikit heran.


Azkia pun hanya bisa terkekeh melihat tingkah Louis yang kegirangan seperti anak kecil yang baru saja mendapatkan permen dari mamanya.


Dia sama sekali tak menyangka jika bisa melihat kakak sulung Sindy yang dingin bertingkah konyol seperti itu dihadapannya.


“ Aku juga tidak tahu kenapa dia sangat senang waktu aku bilang mau operasi saja dan tidak jadi melahirkan secara normal.....”, ucap Azkia terkekeh.


Mendengar hal tersebut, Tracypun langsung terdiam dengan wajah sendu membuat senyum diwajah Azkia mulai menghilang dan berganti ekpresi cemas.


“ Maaf mom....”


“ Apa aku mengatakan sesuatu hal yang salah....”


“ Kenapa mommy jadi sedih begini.....”, tanya Azkia merasa bersalah.


“ Tidak sayang....”


“ Kamu tak salah apa – apa....”


“ Mommy hanya kembali teringat dengan mommy kandung Imelda tadi.....”, ucap Tracy sambil mencoba tersenyum dihadapan Azkia.

__ADS_1


Azkia yang merasa penasaran pun langsung mendesak Tracy hingga wanita itupun menceritakan mengenai kelahiran Imelda hingga merenggut nyawa menantu pertamanya tersebut.


Sekarang Azkia mengerti kenapa tadi Louis sangat panik waktu mendapati dia mengalami pendarahan.


Selanjutnya, diapun memaksa Azkia untuk melahirkan secara operasi hingga keduanya terlibat perdebatan sengit tadi.


“ Pantas saja dia terlihat sangat kekeh dengan pendiriannya jadi karena alasan ini....”, batin Azkia bermonolog.


Sebenarnya, opsi operasi sesar sudah menjadi salah satu pilihan Azkia terakhir kali memeriksakan kandungannya  mengingat kondisi kandungannya yang tidak terlalu baik.


Tapi Azkia sedikit ngotot kepada dokternya untuk bisa melahirkan secara normal nantinya karena dia ingin merasakan bagaimana perjuangan seorang ibu demi melahirkan buah hatinya kedunia ini.


Pembicaraan keduanya terhenti waktu Imelda datang bersama Sindy sambil membawa beberapa paper bag berisi makanan dan camilan.


“ Wow.....”


“ Apa kalian mau mengadakan pesta disini....”, sindir Tracy sambil terkekeh.


“ Mommy dan adik harus tumbuh sehat serta happy jadi kami kesini membawa semua makanan kesukaan mommy.....”, celoteh Imelda bersemangat.


Sementara itu, Ardan dan Alfonso yang sedar tadi mengintai kantor Azkia sampai saat ini tak melihat wanita itu keluar dari gedung besar tersebut membuat Alfonso pun turun untuk bertanya kepada petugas yang berjaga disana.


Kondisi Azkia yang dirahasiakan dari orang luar membuat semua karyawan menutup mulut mereka akan peristiwa yang terjadi tadi pagi.


Mereka akan mengatakan kepada orang luar jika Azkia sedang ada pekerjaan diluar kota sehingga tak menimbulkan pertanyaan lagi.


“ Sangat ketat penjagaanya....”, ucap Ardan mengamati.


“ Seperti yang aku bilang....”


‘ Sebaiknya kita jangan terlalu lama disini jika tak ingin ketahuan....”, ucap Alfonso mengingatkan.


Keduanyapun bergegas pergi meninggalkan kediaman Watson sebelum ada yang mencurigai pergerakan mereka.


Balik lagi kerumah sakit, setelah bercanda dan memakan pesta makanan Imelda yang kecapekan pada akhirnya tertidur di tempat tidur sebelah ranjang Azkia.


“ Kamu dan mami sebaiknya pulang saja....”


“ Azkia biar aku dan Imelda yang menjaganya....”,ucap Louis lembut.


Keduanya pun segera berpamitan kepada Azkia dan berjanji akan kembali esok pagi meninggalkan Louis dan putrinya bersama Azkia dirumah sakit.


“ Apa mami yakin jika kak Louis benar – benar mencintai Azkia dan ingin menjadikannya istri....”, tanya Sindy penuh selidik.


“ Doakan saja begitu....”


“ Kamu sudah tahu kan betapa besarnya rasa sayang kakakmu terhadap Azkia hingga dia menjadi panik seperti itu.....”, ucap Tracy sambil melirik sekilas putri bungsunya itu.

__ADS_1


Sindy yang pada awalnya masih ragu akan perasaan sang kakak terhadap sahabatnya itu pada akhirnya bisa melihat dengan jelas hal itu hari ini dengan kedua matanya sendiri.


Kakaknya yang terkenal paling tenang dalam menghadapi kondisi apapun pada akhirnya bisa sepanik dan frustasi seperti itu hanya karena takut kehilangan Azkia.


Padahal dulu waktu papinya tertembak dan hampir merenggang nyawa, Louislah satu – satunya orang yang masih bisa tenang dan berpikir jernih disaat semua anggota keluarganya  sedih serta emosional hingga mengalahkan logika yang ada.


Jika bukan karena ketenangan Louis mungkin keluarganya akan merasa sangat bersalah karena menghabisi seseorang yang tidak bersalah.


Untunglah sang kakak yang masih waras diantara semua orang dikeluarganya bertindak cermat dan cepat mencari semua bukti yang ada dan menguliknya hingga tuntas hingga pelaku sesunguhnya bisa tertangkap sebelum dua keluarga hancur karena adu domba.


“ Cinta memang bisa membuat orang berubah dan melakukan segala cara untuk orang yang disayanginya.....”, itulah yang dirasakan oleh Louis dan Ardan saat ini.


Ardan nekat mendatangi kediaman Watson setelah lepas dari pengawasan Alfonso untuk mencari informasi mengenai keberadaan mantan istrinya yang dirasa sedang tidak baik – baik saja.


Tapi untungnya Ardan masih bisa berpikir jernih dengan cara menyelinap di pos penjagaan untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan.


Cukup lama dia bersembunyi dibalik tembok pos jaga, namun tak sedikitpun informasi berhasil dia dapatkan hingga kemunculan mobil yang berjalan mendekat kearahanya membuatnya waspada.


“ Wah...non Sindy semakin hari semakin cantik saja....”, ucap salah satu petugas dengan wajah berbinar menatap wanita muda yang turun dari mobil mewah yang baru masuk tersebut.


“ Oh, jadi itu temannya Azkia....”


“ Kurasa mulai besok aku akan coba mengikutinya.....”, batin Ardan bersemangat karena merasa telah menemukan petunjuk.


Ardan yang hendak kembali terpaksa menghentikan aksinya ketika dia mendengar ada tiga orang tak jauh dari tempatnya berdiri menyebut nama mantan istrinya.


“ Menurutmu, anak yang dikandung nona Azkia itu anak tuan muda pertama bukan....”


“ Mengingat sejak non Azkia datang kemari tuan muda pertamakan sering menginap dikediaman utama ini....”, ucap salah satu security bergosip.


“ Betul juga katamu....”


“ Apalagi  nona Imelda juga sudah memanggil non Azkia mommy....”


“ Padahal sebelumnya gadis kecil itu memanggil non Azkia aunty, sama seperti nona muda Michele dan tuan muda Niel....”, ucap temannya membenarkan.


Ardan hanya bisa mengepalkan kedua tangannya dan mengertakkan giginya dengan penuh amarah.


Lagi – lagi dia mendapatkan informasi kedekatan tuan muda pertama Watson dengan mantan istrinya membuat api cemburu dalam dadanya berkobar sangat besar.


Ardan segera melesat pergi begitu komandan mereka membubarkan tiga security yang asyik bergosip mengenai majikannya itu.


“ Bubar bubar....”


“ Kerja yang becus....”


“ Jika sampai ada yang mendengar ucapan kalian bisa hilang itu kepala dari badan....”, ucap sang komandan sambil memukul kepala anak buahnya satu persatu.

__ADS_1


__ADS_2