
Merelakan seseorang yang kita cintai untuk bersanding dengan orang lain sangatlah sulit dan menyakitkan.
Itu juga yang saat ini dirasakan oleh Ardan, pewaris Bimantara Group tersebut yang saat ini sedang berada dititik terendahnya.
Setelah tiga hari mengurung diri didalam kamar tanpa makan dan minum obat serta menjalani terapinya, Melati dibuat binggung oleh sikap anaknya itu.
Tak ingin Ardan semakin terpuruk Melatipun memanggil Adrian, psikiater yang dulu menanggani masalah mental Azkia untuk menyembuhkan anaknya.
Adrian yang sedikit banyak tahu mengenai masalah yang terjadi pada pernikahan Ardan dan Azkia pada awalnya sempat menolak untuk mengobati Ardan.
Namun karena kegigihan dan keteguhan hati Melati yang terus menerus membujuknya akhirnya Adrianpun luluh.
Karena Ardan tak membiarkan siapapun masuk kedalam kamarnya serta ponselnya tak aktiv maka Adrian menggunakan komunikasi melalui tulisan dan gambar yang dia masukkan lewat celah – celah pintu.
Selain melalui media tulisan dan gambar, Adrian juga melakukan percakapan satu arah dengan Ardan dibalik pintu.
Meski hanya melakukan komunikasi satu arah karena Ardan sama sekali tak meresponnya tak membuat Adrian patah semangat.
Hingga hari kedua terapinya Ardanpun mengambil makanan yang disediakan didepan pintu setelah memastikan terlebih dahulu tak ada siapapun disana.
Adrian dan Melati yang mengintip dari balik tembok tersenyum tipis melihat Ardan mau makan meski dilakukannya secara sembunyi – sembunyi tapi itu sudah merupakan progres baik bagi jiwa Ardan karena masih bisa merasakan lapar.
“ Kurasa jiwanya sangat terguncang hingga bisa berakhir sampai seperti ini....”
“ Tapi ibu tak perlu khawatir, melihat Ardan sudah mau membuka pintu meski hanya untuk mengambil makanan dan meletakkan kembali wadah kotor disana setidaknya terapi yang saya lakukan menuai hasil meski sangat lambat....”
“ Setiap ada waktu senggang, entah ibu atau bapak ataupun anggota keluarga yang lain serta teman dekatnya bisa melakukan komunikasi searah dari balik pintu seperti yang sering saya lakukan selama dua hari ini....”
“ Bahan yang diceritakan juga jangan yang terlalu berat – berat, seperti masalah sehari – hari saja....”
“ Kalau bisa sisipkan cerita mengenai anaknya agar semangatnya pulih kembali....”
“ Tapi sebisa mungkin hindari cerita mengenai Azkia dan yang berhubungan dengan mantan istrinya itu terutama soal pernikahannya yang akan berlangsung sebentar lagi....”, ucap Adrian menjelaskan.
Melati mendengarkan dengan seksama semua hal yang Adrian jelaskan agar bisa dia terapkan kepada Ardan.
__ADS_1
Tanpa semua orang ketahui didalam kamarnya Ardan tetap mengkonsumsi obatnya dan melakukan terapinya secara mandiri.
Dia benar – benar memforsir tenaganya untuk berlatih berdiri agar pada saat menghadiri pernikahan Azkia nanti dia sudah tak menggunakan kursi roda lagi.
Semua rasa sakit dalam hatinya dia lampiaskan menjadi tenaga untuk berlatih dan terus berlatih agar kakinya bisa segera pulih.
Lima hari menggurung diri dalam kamar, Ardan yang melupakan waktu makan pada akhirnya tubuhnyapun tumbang.
Diapun beristirahat sejenak sambil mendengarkan cerita yang Adrian berikan kepadanya selama dua hari ini.
Begitu dia tak mendengar suara apapun dibalik pintu, Ardan yang tahu jika ibundanya tiga kali sehari selalu meletakkan makanan didepan pintu pun mulai membuka dan mengambil makanan yang ada disana.
“ Aku tak boleh tumbang sekarang....”
“ Aku harus terus berlatih agar pada saat pernikahan Azkia nanti aku bisa berdiri sambil mengendong Askara dalam dekapanku....”, guman Ardan penuh tekad.
Ardan yang memiliki ego yang tinggi tentunya akan datang menghadiri pernikahan Azkia dengan badan tegak agar tak ada yang mengatakan jika dirinya tak bisa move on sementara mantan istri yang dia sakiti begitu dalam saja sudah bisa melepas masa lalunya dan mulai mengapai kebahagiaannya.
Waktu terus berlalu dengan cepat, hasil latihan keras yang dilakukan oleh Ardanpun menuai hasil yang memuaskan.
“ Syukurlah....”
“ Kerja kerasku menuai hasil.....”, ucapnya puas.
Meski telah menuai hasil yang signifikan namun Ardan masih belum mau untuk keluar dari dalam kamar.
Dia hanya mengambil makanan dan juga obat – obatan yang dibawah Melati dan langsung kembali menutup pintunya tak membiarkan siapapun untuk masuk kedalam.
Meski begitu Melati sudah bisa bernafas dengan lega setidaknya Ardan sekarang sudah makan tiga kali sehari dan meminum habis obat yang dia berikan.
Setiap hari disaat ada waktu senggang, Melati, Faisal, dan Robby serta kedua pembantunya akan mengajak Ardan mengobrol.
Meski tak pernah ada tanggapan dari dalam namun rutinitas tersebut tetap mereka lalukan sehingga meski menggurung diri didalam kamar setidaknya Ardan mengetahui informasi terbaru mengenai apapun yang terjadi diluar, termasuk juga mengenai kabar Askara yang beberapa minggu ini mencoba dia hindari.
Ardan takut jika dia melakukan panggilan video dengan putranya itu dia akan kembali mendengar berita atau suara Azkia secara tak sengaja seperti beberapa waktu yang lalu sehingga membuat mentalnya kembali down.
__ADS_1
Karena tak ingin mentalnya kembali down maka diapun mematikan ponselnya sehingga Ardan hanya fokus pada terapi dan penyembuhan kakinya.
*
*
*
Akhirnya, hari yang ditunggu – tunggu oleh semua orang telah tiba dimana putra sulung Watson akan kembali mengikat janji suci dengan wanita yang sangat dicintainya.
Semua tempat sudah berwarna putih bersih dengan aneka bungga hidup menghiasai berbagai macam sudut ruangan.
Pesta dengan tema privater garden ini dilakukan dihalaman belakang mansion Watson dengan pemandangan danau yang indah disana.
Tamu yang hadirpun terbatas, hanya keluarga dan teman dekat saja yang nantinya akan menyaksikkan dua insan menyatu dalam ikatan tali pernikahan.
Diatas panggung sudah ada karpet bulu putih dengan meja diatasnya sebagai tempat nantinya Louis mengucapkan akad nikah dihadapan pengghulu.
Karpet bulu yang ada diatas panggung terihat sangat lembut seolah – olah kedua pasangan dan penghulu serta dua saksi yang nantinya ada disana seperti sedang berada diatas awan.
Sebuah tema pernikahan diatas awan, seperti permintaan Imelda yang menginginkan daddynya dan Azkia menikah dikerajaan awan.
Jadi tema yang diusung hari ini mengacuh kearah sana sehingga nantinya para pengunjung seolah berada diatas langit.
Asap putih yang terpasang diberbagai sudut serta adanya karpet bulu yang membentang sepanjang taman membuat para tamu yang hadir seolah tak menginjak tanah, mereka seakan berada diatas awan yang lembut.
Hal itu tentu saja membuat kagum para tamu undangan yang mulai berdatangan seiring sang mentari yang semakin tinggi.
“ Mommy, cantik sekali hari ini.....”, ucap Imelda dengan sorot mata bahagia.
Gadis yang bahkan sejak semalam kesulitan tidur karena sudah tidak sabar menanti hari dimana Azkia akan resmi menjadi mommynya dan Asai menjadi adiknya dengan setia terus menemani Azkia didalam kamar bersama Asai dan suster Tya.
Dibantu suster Tya Imelda sudah berdandan cantik begitu juga Asai yang sudah tampan dengan jas putihnya dan langsung menemani Azkia yang sedang dimake up oleh kru MUA yang didatang oleh Tracy sejak pagi buta.
Acara akad nikah yang akan berlangsung jam sepuluh pagi ini membuat semua orang sudah sibuk sejak semalam.
__ADS_1
Bahkan Sindy dan maminya hanya tidur beberapa jam saja untuk mempersiapkan semuanya untuk menyambut hari bahagia ini.