
Azkia yang baru sadar dari pingsannya terlihat mengerjapkan mata beberapa kali dengan sedikit linglung.
Seperti dugaan dokter Adrian, perlakuan Ardan yang kembali menyetubui istrinya berdampak buruk pada mood gadis tersebut.
Meski kali ini Ardan melakukannya secara normal tanpa ada kekerasan didalamnya, tapi tetap saja trauma yang dialami oleh Azkia sudah cukup dalam hingga emosinya bisa berubah dengan cepat tanpa bisa dicegah.
Kedua netra Azkia menatap tajam dokter Adrian yang saat ini sedang memeriksa keadaannya begitu dia mengetahui dari cctv ruangan jika gadis itu sudah sadar.
“ Apa yang ingin kamu lakukan….”
“ Jangan katakan kau ingin mengurungku lagi….”, ucap Azkia tajam.
Dokter Adrian yang merasa ini bukan saat yang tepat untuk kembali mengurung jiwa yang lain milik Azkia berusaha untuk tersenyum sambil duduk disamping ranjang gadis itu.
Mengingat jika jiwa asli Azkia masih sangat lemah dan tak memungkinkan dipaksa untuk kembali menguasai tubuhnya, Adrianpun berusaha untuk bernegoisasi.
“ Tidak….”
“ Aku tak akan menggurungmu hanya saja…..”, dokter Adrian sengaja menjeda ucapannya supaya jiwa tersebut berpikir.
“ Hanya saja apa….”
“ Apa kamu ingin aku membantu jiwa asli tubuh ini agar kembali kuat….”
“ Jika itu yang kamu inginkan maka buang saja harapanmu….”
“ Rasa cinta yang ada didalam hati ini tak akan pernah aku biarkan muncul kembali….”, ucapnya tegas.
“ Semua orang tumbuh dan hidup dengan cinta….”
“ Begitu juga dengan dirimu…. ”, ucap Adrian dengan nada selembut mungkin berusaha membujuk.
“ Mungkin orang lain butuh, tapi aku tidak….”
“ Bukankah kamu tahu jika cinta membuat kedua orang tuaku meninggal dunia karena melepaskannya kepada orang yang salah…”
“ Dengan apa yang kumiliki saat ini, meski tanpa cinta aku akan tetap bisa hidup bahagia….”, ucapnya menolak tegas.
Adrian sangat tahu jika sisi jiwa Azkia yang lain ini sangatlah tegas dan berprinsip. Tapi, jika terus dibiarkan dia juga bisa membawa petaka yang besar untuk Azkia.
Melihat jika emosi Azkia kembali tak stabil, Adrian pun menghentikan pembicaraan ini dan berharap Jacob bisa menemukan solusi yang tepat agar Azkia bisa segera tertangani dengan baik.
Jacob yang sedari tadi mencuri dengar percakapan keduanya dari balik pintu merasa jika ini adalah saat yang tepat untuk membawa Azkia pergi jauh dari Ardan.
“ Masuklah….”
__ADS_1
“ Sampai kapan kamu akan menguping pembicaraan kami dari balik pintu….”, ucap Azkia menyindir.
“ Aku tak menyangka jika kepekaanmu semakin bagus saja….”, ucap Jacob terkekeh.
Lelaki itupun langsung masuk kedalam dengan bucket bungga ditangannya dan meletakkanya dipangkuan Azkia tanpa permisi.
Azkia yang sudah terbiasa dengan sikap dan perlakuan yang diberikan oleh Jacob terhadapnya hanya menanggapi semuanya dengan datar.
" Apa yang ingin kamu katakan....."
“ Katakan saja secara langsung….”
“ Bukankah kamu sudah mendengar semua pembicaraan kami….”, ucap Azkia tepat sasaran.
Jacob terlihat mengusap tekuknya salah tingkah karena ketahuan dan memilih untuk berbicara terus terang agar Azkia tak emosi terhadapnya.
“ Baiklah….”, jawab Jacob pasrah.
Jacob pun segera mengatakan semua hal yang dia bicarakan dengan Martin selaku kuasa hukum Azkia dalam sidang perceraian yang sedang dijalaninya.
Dia merasa jika Azkia harus pergi sejauh mungkin untuk memghindari Ardan berbuat hal yang lebih nekat dari apa yang dia lakukan kemarin malam.
“ Jadi menurutmu aku harus pergi kemana ?.....”, tanya Azkia penasaran.
“ Ketempat Sindy….”
Azkia terlihat terdiam sejenak, menurutnya pergi ke tempat dimana sahabat online itu tinggal tidaklah terlalu buruk.
Disana dia nantinya bisa membantu Sindy untuk mengembangkan perusahaan yang baru saja dirintisnya secara pribadi tersebut.
“ Lalu bagaimana dengan persidangan Hilman ?.....”, tanya Azkia lagi.
“ Untuk masalah itu, Martin menyarankan jika kamu memberiku surat kuasa sebagai pengantimu di perusahaan sehingga aku nantinya yang akan mengurus semuanya, termasuk juga mengenai operasional perusahaanmu sehari – hari….”, ucap Jacob menjelaskan.
“ Lalu bagaimana dengan kasus kematian mamaku….”
“ Apakah kamu juga yang nanti akan menangganinya….”, Azkia kembali bertanya dengan tatapan penuh selidik.
“ Benar….”
“ Aku dan om Faisal yang akan menanggani masalah itu….”, jawab Jacob jujur.
“ Apa hubungannya hal ini dengan ayah ?....”, tanya Azkia curiga.
Jacobpun mulai menjelaskan semuanya, mengenai hubungan yang terjalin dimasa lalu antara Lisa dan Melati.
__ADS_1
Melati dan Faisal serta Ronan yang merasa jika ada kejanggalan pada kematian Lisa berusaha untuk menyelidiki kasus tersebut secara diam – diam karena mereka tak memiliki bukti apapun waktu itu untuk menuduh Hilman dan menjebloskannya kedalam penjara.
Dan sebelum meninggal, selain meminta Melati dan Faisal untuk menjaga Azkia, Ronan juga menginginkan agar besannya itu meneruskan penyelidikan mengenai kematian Lisa hingga pada akhirnya mereka menemukan saksi kunci yang lolos dari pandangan Hilman.
Azkia hanya terdiam tak berekspresi setelah mendengar semua cerita dari mulut Jacob.
Jujur saja Azkia sangat terkejut dan kecewa karena kedua mertuanya itu sama sekali tak pernah menyinggung jika mereka memiliki hubungan baik dengan mendiang mamanya.
“ Lalu, kenapa mereka tak pernah sedikitpun membahas mengenai mama dihadapanku ?....”, tanya Azkia dengan nada kecewa.
“ Mungkin mereka takut kamu akan kembali terpuruk ketika kembali mengingat semua kenangan mengenai mamamu…..”, jawab Jacob berspekulasi.
Meski kecewa tapi Azkia sedikit mengerti jika kedua mertuanya tersebut tak ingin membuka kembali kenangan buruk dalam ingatan Azkia hingga mereka tak pernah menyinggung mendiang mamanya jika ada dihadapannya.
Sementara itu dilain tempat, Ardan yang masih terbaring diatas ranjang hingga kini masih belum sadarkan diri padahal kondisinya sudah stabil.
Dokter juga telah menyatakan jika luka yang terdapat di dada dan lengan Ardan tak terlalu serius, jika dirawat dengan baik satu minggu lagi sudah bisa kering.
“ Lalu kenapa anak saya masih belum sadar hingga sekarang dok ?....”, tanya Melati cemas.
“ Mungkin tuan muda mengalami kejadian yang membuatnya sangat syok hingga menyebabkan psikisnya terguncang…..”
“ Kita tunggu 1x24 jam…..”
“ Jika masih belum ada perubahan maka pasien akan dinyatakan berada dalam kondisi koma….”
“ Hanya sesuatu yang bisa membuat semangat hidupnya bangkit lagi yang bisa menolong dan membuatnya cepat sadar….”, ucap sang dokter menjelaskan.
Mendengar ucapan sang dokter, tubuh Melati terasa sangat lemas hingga kedua kakinya tak mampu lagi untuk menopang tubuhnya.
Pikirannya sudah sangat kacau saat ini. Apalagi sang suami masih belum bisa pulang karena kondisi perusahaan diluar juga dalam keadaan kritis.
“ Azkia….”
“ Ya, hanya Azkia yang bisa membuat Ardan sadar kembali….”, ucap Melati penuh semangat.
Namun Melati terlambat karena Azkia saat ini sudah berada didalam pesawat untuk pergi meninggalkan negeri ini.
Tadi setelah berbicara dengan Jacob, Azkia yang tak ingin membuang waktu terlalu lama hingga Ardan kembali menemukannya, memilih untuk segera pergi menemui Martin.
Setelah melengkapi beberapa data dan menandatangin beberapa berkas yang perlu dia tandatangani beserta surat kuasa yang akan digunakan oleh Jacob untuk mengelola AH Group sementara waktu, Azkia pun segera bertolak menuju bandara untuk menetap ditempat Sindy hingga kondisinya kembali stabil.
“ Semoga keputusanku untuk meninggalkan negeri ini benar – benar tepat….", guamn Azkia seiring pesawat yang dia tumpangi terbang menembus langit biru.
Meninggalkan negara tempat dia lahir dan tumbuh besar menuju kesebuah negara asing untuk melakukan proses penyembuhan diri.
__ADS_1
Disana Azkia sangat berharap jiwanya akan bersatu dengan jiwa asli sehingga melahirkan jiwa baru dan tentunya dengan lembar kehidupan yang baru juga, jauh dari semua rasa sakit yang selama ini mendera.