AIR MATA ISTRIKU KARMAKU

AIR MATA ISTRIKU KARMAKU
BAB 39


__ADS_3

Video mengenai kejadian di restoran menyebar dengan cepat di dunia maya setelah satu orang pengunjung mengunggahnya dimedia social pribadi miliknya.


Hastag mengenai putra pewaris Bimantara group bersama sang istri yang mengalami keguguran setelah pertengkaran hebat yang terjadi diantara keduanya menjadi trading topic di mesin pencarian malam ini.


Kediaman keluarga besar Bimantara menjadi sasaran para pencari berita untuk mendapatkan statement dari Faisal selaku ayah Ardan Bimantara.


Begitu juga yang terjadi didepan gerbang kediaman Ardan maupun rumah Meysa yang juga telah dipenuhi para wartawan.


Windi dan Hilman yang berada didalam tak berani keluar dari rumah karena Meysa hingga saat ini masih belum pulang dan mereka juga tak mendapatkan kabar apapun dari putrinya tersebut.


Setelah berhasil melarikan diri dari rumah sakit, Meysa memilih untuk menginap ditempat temannya karena Ardan akan menemukan keberadaannya dan kembali melakukan kekerasan kepadanya.


“ Bagaimana ceritanya Ardan bisa mengetahui semuanya….”


“ Bukankah kamu bilang jika dia sama sekali tak mencurigaimu….”, tanya Niken, temannya penasaran.


“ Aku juga tak tahu bagaimana dia bisa mendapatkan data masalah operasi pengangkatan rahim yang kujalani tiga tahun yang lalu itu….”


“ Seingatku, dokter yang menangganiku pun juga sudah tak bekerja dirumah sakit itu lagi….”


“ Akibat kejadian hari ini semua kebohonganku mulai terbongkar karena dirumah sakit Ardan menyuruh dokter untuk memeriksa kondisiku secara menyeluruh….”


" Bahkan aksiku yang menyuntikkan darah kepahaku sehingga banyak orang mengira aku keguguran juga sudah terekspos tadi......", ucap Meysa galau.


“ Lalu, apa yang akan kamu lakukan setelah ini….”


“ Aku yakin Ardan tak akan membiarkanmu lepas begitu saja dan pastinya dia akan terus mencarimu dan membuat perhitungan terhadapmu dan keluargamu….”, ucap Niken khawatir.


Mendengar ucapan Niken, Meysa semakin cemas dan ketakutan mengingat  tak lama ini papinya telah menggelapkan dana milik Ardan yang diperuntukkan dalam proyek kerjasama yang saat ini sedang mereka jalani.


Jika hal ini sampai ketahuan, tamatlah riwayat keluarganya karena jumlah yang diambil sang papi dan suami bulenya tak sedikit demi menutupi hutang mereka diluar negeri.


“ Menurutmu, apa yang harus kulakukan saat ini….”, tanya Meysa meminta pendapat.


“ Saranku, sebaiknya kamu menghilang dulu sementara waktu sampai situasi disini reda….”


“ Kamu tahu kan jika Ardan bukanlah lawan yang bisa kamu anggap enteng….”


“ Lelaki itu sangat berbahaya dan mengerikan seperti seorang psikopat jika sudah emosi….”, ucap Niken was - was.


Setelah menimbang saran yang diberikan oleh Niken cukup masuk akal, Meysapun berencana untuk pergi ketempat nenek Niken yang berada didesa sementara waktu hingga dia memiliki rencana baru untuk lepas dari semua permasalahan ini.

__ADS_1


Disana minim transportasi dan susah sinyal sehingga keberadaannya tak akan mungkin terlacak oleh Ardan untuk sementara waktu.


Windi terlihat sangat terkejut waktu mendapatkan pesan dari putrinya, tapi dia juga merasa jika tindakan yang diambil oleh Meysa saat ini sudah tepat karena jika dia berada disini besar kemungkinan Ardan akan mencelakainya setelah kebohongannya terbongkar.


“ Bagamaimana kondisi Meysa ?.....”


“ Apa dia sudah memberimu kabar ?…..”, tanya Hilman cemas.


“ Dia masih syok, maka dari itu dia untuk sementara waktu tinggal di tempat temannya agar tak ada wartawan yang bisa menemukannya….”, ucap Windi berbohong dengan mimic wajah sedih.


“ Lalu bagaimana dengan Ardan ?.....”


“ Kenapa dia membiarkan Meysa begitu saja setelah semua kekacauan yang disebabkan olehnya….”, tanya Hilman kecewa  dengan sikap Ardan yang dianggapnya pengecut.


Windi tak bisa berkata apa – apa melihat suaminya sedikit marah karena Ardan tak bisa melindungi Meysa.


Jika Windi menceritakan hal yang sesungguhnya, dia takut suaminya akan marah karena dia juga telah membohongi Hilman mengenai penyakit yang diderita oleh Meysa.


“ Ini semua gara – gara wanita sialan itu….”


“ Bukan hanya perusahaan Ronan tak bisa kuhancurkan, wanita itu juga telah menghalangi kebahagiaan putri tunggalku….”


“ Seharusnya aku melenyapkan Azkia bersama dengan mamanya waktu itu sehingga sekarang dia tak menjadi batu sandungan untukku…”, batin Hilman penuh amarah.


Setelah mendapatkan uang muka dan foto targetnya, sekelompok pria berbaju hitam segera meluncur menuju tempat dimana targetnya berada.


Azkia yang sedang menyetir mobil sendirian tak sadar jika dirinya tengah diikuti oleh dua mobil yang mentargetkannya.


Hingga tiba – tiba satu mobil mulai menabraknya dari belakang membuat Azkia mulai merasa jika ada sesuatu yang ganjil.


“ Sial, tampaknya mereka mentargetkanku….”, batin Azkia kesal.


Azkiapun langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi sambil berusaha menghindari dua mobil yang sedang mengejarnya dibelakang.


Karena fokus pada dua mobil dibelakang, Azkia lengah ketika tiba – tiba ada satu mobil yang langsung memotong pergerakannya didepan.


Bruakkk…


Mobil yang Azkia tumpangi berguling beberapa kali dijalan, untungnya kondisi jalan raya sedang sepi sehingga kecelakaan yang terjadi tak mengenai pengendara yang lain.


Sebelum pembunuh bayaran yang disewa Hilman berhasil menghampiri mobil Azkia yang ringsek akibat kecelakaan yang terjadi, anak buah Faisal yang ditugaskan untuk menjaga Azkia berhasil menahan pergerakan mereka.

__ADS_1


Perkelahian dan adu tembak tak bisa lagi dihindari. Azkia yang perlahan tersadar setelah mobilnya berguling – guling dijalan raya mencoba membuka kedua matanya.


Ctasss….


Azkia yang melihat kap mobilnya mengeluarkan percikan api, sekuat tenaga mendorong pintu mobil yang telah ringsek dengan kakinya.


Duakkk….


Duakkk....


Brakkk….


Setelah berhasil keluar, Azkia segera mengirim pesan SOS kepada Jacob sambil berlari menghindari ledakan mobilnya.


Duarrr….


Ledakan mobil Azkia membuat perkelahian berhenti sejenak, atensi mereka teralihkan waktu melihat Azkia hendak melarikan diri.


Karena semua orang berpakaian serba hitam Azkia tak mengetahui siapa kawan dan siapa lawan yang sebenarnya.


Yang bisa dia lakukan adalah mempertahankan diri dari orang – orang yang berusaha untuk menangkap dan melumpuhkannya.


Untung saja dulu waktu masih berada di bangku SMA dia sempat belajar ilmu beladiri, meski tak terlalu mahir namun setidaknya dia bisa membela diri jika ada yang ingin mencelakainya seperti sekarang.


Bughhh….


Azkia yang lengah jatuh pingsan setelah ada yang memukul tekuknya dari belakang dan mereka pun segera mengotongnya pergi.


Sementara itu dikediaman keluarag besar Bimantara, Faisal yang sedang menginterogasi Ardan atas viralnya video dirinya bersama Meysa dikejutkan oleh kabar dari anak buah yang ditugaskan untuk menjaga Azkia jika menantunya tersebut diculik oleh sekelompok orang.


Ardan yang mendengar istrinya baru saja diculik segera mencari titik lokasi sang istri melalui pelacak yang ada diponsel Azkia.


Melihat titiknya tak bergerak, Ardan sangat yakin jika kemungkinan besar ponsel Azkia terjatuh dilokasi kejadian membuat lelaki itu segera menghubungi anak buahnya untuk melakukan pencarian disekitar wilayah terakhir Azkia berada.


“ Apakah yang menculik Azkia adalah Hilman ?....”, tanya Melati panik.


“ Siapa lagi….”


“ Hanya lelaki itu dan anaknya yang memiliki motif kuat untuk melakukannya….”, ucap Faisal sambil menatap Ardan tajam.


Ardan yang ditatap tajam oleh sang ayah hanya bisa menyesal dalam hati. Dia merasa jika apa yang menimpah Azkia hari ini adalah kesalahannya yang telah membawa kembali Meysa masuk kedalam kehidupannya.

__ADS_1


“ Jika terjadi sesuatu hal buruk pada Azkia maka aku tak akan pernah melepaskan mereka….”, batin Ardan penuh amarah.


__ADS_2