AIR MATA ISTRIKU KARMAKU

AIR MATA ISTRIKU KARMAKU
BAB 76


__ADS_3

Usaha tidak akan mengkhianati hasil. Siapa saja yang memiliki keyakinan melakukan sesuatu dengan totalitas dan konsisten akan memperoleh hasil yang memuaskan.


Itulah yang dilakukan oleh Faisal dan Ardan saat ini. Mereka pada akhirnya bisa mendapatkan partner kerja yang memiliki usaha dibenua tempat dimana Azkia berada saat ini setelah satu bulan lamanya mereka mencari.


“ Ingat Ardan....”


“ Kunjungan pertama ini fokus pada kerjasama kita dan jangan membuat kekacauan....”


“ Jika ini berhasil maka kamu bisa kapanpun pergi kesana untuk mencari keberadaan Azkia....”, ucap Faisal mengingatkan.


“ Aku mengerti ayah.....”, ucap Ardan patuh.


“ Robby...”


“ Ingatkan Ardan jika dia salah langkah....”


“ Jika tak mempan, langsung seret saja pulang kembali ketanah air....”, ucap Faisal tegas.


“ Siap tuan besar....”, ucap Robby tersenyum lebar.


Faisal hanya bisa menatap kepergian putranya tersebut dengan haru. Dia berharap disana Ardan tak berbuat ulah sehingga bisa membahayakan nyawanya.


Sementara itu, anak buah Jacob yang mengetahui jika Bimantara Group akan menandatangani kerja sama dengan salah satu perusahaan  besar dibenua X segera melaporkan hal tersebut kepada bosnya.


Jacob yang mendengar kabar tersebut tentu saja langsung menghubungi Sindy agar waspada terhadap kedatangan Ardan yang kemungkinan besar sudah mengetahui keberadaan Azkia disana.


“ Apa kamu yakin akan laporan anak buahmu itu......”, tanya Sindy sedikit ragu.


Pasalnya dia tahu bagaimana kuatnya sang papi sehingga keberadaan Azkia disini tidak mungkin bisa sampai terdeteksi.


“ Dia kesana akan menandatangani kerja sama dengan perusahaan Q....”


“ Tapi kita juga tak tahu kan jika hal itu hanya digunakan alibi sehingga kita lengah dan Ardan bisa kembali menemukan keberadaan Azkia....”, ucap Jacob berspekulasi.


Sindy merasa jika ucapan sepupunya itu ada benarnya juga. Sebaiknya mereka tetap waspada sejak awal mengingat sebentar lagi Azkia akan melahirkan.


Jangan sampai emosinya terpengaruh sebelum anaknya lahir kedunia ini karena itu bisa membahayakan bagi ibu dan calon anak yang akan dilahirkannya.


Meski Patricia sudah mengatakan sembilan puluh persen Azkia telah sembuh, tapi masih ada sepuluh persen sisanya yang bisa mempengaruhi penyakitnya muncul kembali mengingat Ardan adalah pemicu utamanya.


Sindy yang tak bisa mengatasi semuanya pun segera menghubungi sang papi untuk meminta solusi atas permasalahan yang terjadi.

__ADS_1


Watson tentu saja sangat terkejut dengan kabar yang diterimanya. Untuk memastikan semuanya maka diapun mencoba menghubungi orang – orang miliknya yang bekerja dibandara.


“ Ardan Bimantara memang ada dalam daftar penumpang pesawat yang akan tiba dua puluh jam lagi tuan....”, ucap anak buahnya melaporkan.


Watson tak mau bertindak gegabah. Dia hanya ingin tahu apa maksud sebenarnya tuan muda Bimantara ini datang ke negaranya.


Jika memang murni untuk melakukan perjalanan bisnis maka Watson tak akan mengusiknya sedikitpun.


Tapi jika lelaki itu memiliki maksud lain apalagi berniat untuk kembali bertemu dan menyakiti Azkia, maka dia tak akan tinggal diam.


Bagaimanapun Watson sudah menganggap jika Azkia adalah anak angkatnya mengingat wanita itu sudah tak memiliki keluarga lagi dan hanya tinggal sebatang kara.


Jadi, siapapun tak ada yang bisa menyakiti anggota keluarga Watson selama dirinya masih hidup didunia ini.


Louis yang baru saja masuk kedalam ruang kerja papinya tanpa sengaja mendengar gumanan lelaki itu langsung bertanya dengan tatapan penuh selidik.


“ Siapa yang ingin menyakiti Azkia....”, tanya Louis tajam.


Watson yang sudah mengetahui jika putra sulungnya ini memiliki perasaan terhadap Azkia pada akhirnya menceritakan tentang kedatangan mantan suami sekaligus lelaki yang membuat hati Azkia terluka sangat dalam kenegara ini.


“ Tenang saja pi....”


“ Apalagi bermimpi untuk bisa bertemu dengannya....”, ucap Louis dengan api cemburu yang mulai berkobar dalam hatinya.


Louis sangat tahu kenapa Azkia begitu sangat terpukul atas perlakuan keji Ardan terhadapnya itu karena Azkia mencintai Ardan.


Bahkan Azkia rela menderita selama beberapa bulan hanya untuk melihat suaminya berubah dan berusaha memperbaiki semuanya hingga kematian sang papa menguncang jiwanya.


Louis takut jika Azkia melihat Ardan maka wanita itu akan memaafkan suaminya jika Ardan bisa benar – benar tulus menyesali perbuatannya.


Apalagi ada anak yang menjadi penghubung keduanya. Hal inilah yang tak diinginkan oleh Louis.


Mungkin dia terkesan egois, tapi Louis juga berhak untuk memperjuangkan perasaan yang dimilikinya.


Apalagi putrinya juga sangat menyayangi Azkia dan sudah menganggap jika wanita itu adalah mamanya.


Sementara itu, wanita yang membuat hati semua orang cemas saat ini sedang sibuk dengan beberapa berkas dikantornya dan tak tahu jika mantan suaminya datang kenegara dimana dia tinggal sekarang.


Setelah kehamilan Azkia semakin membesar, Sindy melarang untuk terjun kelapangan sehingga dirinya hanya mengerjakan pekerjaan didalam ruangan yang tentunya tak menguras energy terlalu banyak.


Tak ingin Azkia mengetahui kabar kedatangan Ardan, semua orang bersikap biasa saja namun mereka lebih memperketat penjagaan terhadap Azkia.

__ADS_1


Terutama Louis yang lebih protektif lagi terhadap wanita yang sudah dia incar untuk menjadi istrinya dimasa depan.


Setelah menempuh perjalan sekitar dua puluh dua jam pada akhirnya Ardan mendarat dibandara sebuah negara tempat dimana mantan istri dan calon anaknya berada.


“ Kita langsung kehotel untuk beristirahat...”


“ Dan ingat pesan tuan besar.....”


“ Jangan macam – macam.....”, ucap Robby memperingatkan.


Ardan hanya bisa menghembuskan nafas secara kasar karena tak senang niatnya terbaca dengan jelas oleh Robby.


“ Sabarlah....”


“ Aku juga sudah menyuruh anak buahku yang ada disini untuk datang melapor besok.....”, ucap Robby sambil membantu Ardan memasukkan koper kedalam mobil yang telah mereka sewa selama berada dinegara ini.


Keduanya pun segera meluncur ke hotel tempat mereka akan menginap selama berada dinegara tersebut.


Rencananya, mereka akan disana selama kurang lebih satu mingguan.


Selain untuk menandatangani berkas kerja sama dan meninjau proyek yang ada mereka juga akan mensurvey beberapa tempat yang mungkin potensial untuk didirikan pabrik disana.


Sekalian mereka ingin mengetahui keadaan Azkia dan calon anaknya serta situasi yang ada disekitarnya sehingga bisa melangkah dengan tepat.


Setelah sampai didalam kamar hotel dan membersihkan diri, Ardan berdiri didepan jendela kaca yang memperlihatkan aktivitas pengguna jalan dimalam hari.


Cahaya lampu mobil yang bergerak melintas dijalan raya depan hotel menjadi pemandangan yang mengingatkan dirinya akan sang istri.


Azkia sangat senang melihat kerlap – kerlip lampu seperti ini  katanya itu bisa menggantikan bintang dilangit jika cuaca sedang tidak mendukung.


Kembali mengingat hal tersebut membuat rasa rindu dalam hati Ardan kembali membuncah hingga seakan meledakkan dadanya yang mulai terasa sesak.


Sambil memegangi dadanya, Ardan yang mulai membaringkan tubuhnya diatas ranjang sambil melihat foto Azkia yang dijadikan wallpaper ponselnya.


Mantan istrinya itu semakin terlihat cantik dan semakin segar dengan perut membuncit seperti itu.


Perlahan Ardan mengusap wajah dan perut Azkia didalam foto tersebut seakan dirinya melakukan itu secara nyata.


Tanpa sadar satu persatu butiran air mata mulai membasahi pipinya yang semakin lama semakin deras hingga hidunganya memerah.


“ Aku sama sekali tak menyangka jika menahan rindu akan seberat ini....”, gumannya sambil terisak.

__ADS_1


__ADS_2