AIR MATA ISTRIKU KARMAKU

AIR MATA ISTRIKU KARMAKU
BAB 95


__ADS_3

Burung berkicau saling bersahutan dipagi hari yang sangat cerah ini diatas dahan pohon buah yang terdapat dihalaman belakang kediaman Watson.


Samar – samar sinar mentari masuk melalui cela – cela jendela kamar Azkia hingga membuat wanita tersebut menggeliat sambil mengerjapkan mata karena terganggu oleh sinarnya.


Azkia baru kali ini merasakan tidur yang benar - benar nyenyak pasca perceraiannya sehingga tubuhnya terasa segar dan wajahnya berseri – seri.


“ Menghapus rasa benci didalam hati ternyata bisa membuat hati terasa plong....”


“ Memaafkan dengan tulus adalah kuncinya dan aku merasakan dampaknya sekarang....”, batin Azkia bahagia.


Setelah melihat jika Asai masih tertidur lelap, Azkia pun langsung berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.


Begitu selesai, dia melihat Asai sudah terbangun dan menatapnya sambil tersenyum. Azkiapun segera mengangkat bayi itu dan segera menyusuinya.


“ Bayi mama bangun tidur kelaparan ya.....”, ucap Azkia gemas.


Bayi yang berusia lima bulan tersebut sekarang semakin gemuk dengan pipi chubby  membuat siapa saja yang melihatnya akan merasa gemas ingin mencubitnya.


“ Mama telah berdamai dengan masa lalu....”


“ Sebentar lagi kamu akan bertemu dengan papamu....”


" Maaf jika mama sempat egosi sejenak......", guman Azkia sambil mengelus kepala Asai dengan penuh kasih sayang.


FLASH BACK ON


Setelah Ardan sadar dari koma dan dipindahkan kedalam ruang rawat, orang pertama yang dia ingin temui adalah mantan istrinya.


Untung saja Azkia masih belum pergi setelah membuat mantan suaminya tersadar dari koma karena menunggu Louis yang sedang berbincang dengan Vera.


Azkia masuk kedalam ruang rawat Ardan dengan langkah ringan dan hati lapang karena beban yang ada sudah terangkat sepenuhnya.


Setelah dia bisa memaafkan mantan suaminya itu dengan tulus, Azkia merasa jika apa yang selama ini menghimpit dadanya terasa hilang hingga membuatnya sangat lega.


“ Azkia....”


“ Terimakasih untuk semuanya....”


“ Padahal aku sudah menyakitimu begitu dalam...”


“ Tapi dengan lapang dada kamu mau memaafkan semua salah dan khilaf yang kulakukan dimasa lalu.....”, ucap Ardan tulus.


“ Tak ada gunanya menyimpan kebencian dalam hati yang malah akan membuat kita sakit.... ”

__ADS_1


“ Jadi, aku berupaya untuk mengikhlaskannya....”


“ Satu hal yang perlu kamu tahu, aku melakukan semua ini bukan untukmu melainkan untuk kebaikan diriku sendiri....”, ucap Azkia jujur.


Benar yang diucapkan oleh Azkia, dia memaafkan Ardan semua itu dilakukannya untuk kebaikan dirinya sendiri.


Setelah bisa berdamai dengan masa lalunya, Azkia juga harus menghilangkan semua rasa benci didalam hatinya agar traumanya benar – benar sembuh.


Ardan tak perduli dengan ucapan Azkia, baginya dimaafkan oleh mantan istrinya itu sudah merupakan keajaiban dan keberuntungan yang tak ternilai harganya.


“ Bagaimana dengan anak kita....”


“ Apa aku bisa menemuinya....”, tanya Ardan penuh harap.


Azkia yang melihat tatapan Ardan penuh harap, tak tega untuk menolak keingginan mantan suaminya itu.


“ Kamu bisa menemuinya kapanpun kamu mau asal dilakukan dirumah tempat aku tinggal saat ini....”


“ Bagaimanapun juga kamu adalah papa kandungnya.....”, ucap Azkia datar.


Ardan cukup senang melihat sikap Azkia telah melunak sehingga memperbolehkan dia untuk melihat anaknya.


Dan sifat serakah manusia kembali muncul, Ardan yang merasa jika Azkia sudah memaafkannya berharap mendapatkan lebih.


Maka dari itupun dia coba untuk membuat mantan istrinya itu bisa kembali lagi bersamanya, meski ada Louis tapi Ardan sangat percaya diri jika Azkia akan bersedia mengingat ada anak diantara mereka.


“ Aku benar – benar menyesal karena terlalu larut dalam dendam salah sasaran yang selama ini aku yakini bermodalkan sebagian ingatan dan hasutan Meysa tanpa berusaha untuk mencari kebenarannya....”


“ Setelah kamu pergi aku sadar jika selama ini sebenarnya aku sudah jatuh cinta kepadamu tapi aku terus berusaha menyangkalnya....”


“ Hingga malam itu, malam dimana kita melakukan semuanya hingga anak kita hadir didalam rahimmu aku ingin memulai semuanya dari awal...”


“ Dan sekarang, apa kesempatan itu masih terbuka untukku....”


“ Kesempatan untuk bisa menua bersamamu dan membesarkan anak kita dalam keluarga yang utuh.....”, ucap Ardan memohon.


Azkia sedikit terkejut dengan semua ucapan yang diutarakan oleh mantan suaminya itu. Meski dia sudah memaafkan Ardan, tapi untuk kembali bersama itu sangat tidak mungkin.


“ Hubungan kita adalah masa lalu....”


“ Saat ini aku fokus kemasa depan bersama anakku....”


“ Dan itu tak akan pernah ada kamu disana....”, jawab Azkia diplomatis.

__ADS_1


Meski Ardan sudah bisa memprediksi jika mantan istrinya itu akan menjawab demikian, tapi dia masih berharap jika Azkia akan memberinya kesempatan.


“ Apakah kesempatanku untuk bersamamu benar – benar sudah hilang....”, tanya Ardan sedih.


“ Benar....”, jawab Azkia singkat.


“ Sedikitpun tak ada....”, Ardan masih berupaya untuk membujuk Azkia agar diberi kesempatan.


“ Ardan....”


“ Aku memang memaafkanmu tapi itu bukan berarti aku bisa melupakan semua hal buruk yang kamu lakukan terhadapku....”


“ Aku memberimu kesempatan untuk bertemu dengan anakmu karena kamu adalah papa kandungnya....”


“ Tapi itu hanya kesempatan bertemu...”


“ Bukan memiliki....”


“ Karena aku tak akan pernah menyerahkan anakku meski kamu adalah papa kandungnya...”


“ Dan jika aku mengetahui kamu berniat seperti itu maka detik itu juga aku akan benar – benar membuatmu tak akan bisa melihatnya lagi....”, ucap Azkia penuh penekanan dengan nada sedikit tinggi.


Azkia yang tak ingin terpancing emosinya segera menghubungi Louis agar dia bisa segera pulang.


Melati yang sedari tadi mendengar percakapan keduanya langsung masuk begitu melihat jika nada bicara Azkia sudah tak bersahabat lagi.


Melihat Ardan masih ingin berdebat dengan Azkia, Melatipun menggelengkan kepalanya sambil menghela nafas panjang membuat pewaris Bimantara tersebut mengurungkan niatnya.


Begitu Louis mengangkat teleponnya, Azkiapun pamit undur diri dengan wajah tak seramah sebelumnya karena kesal dengan sifat Ardan yang masih ingin menang sendiri dan tak tahu malu itu.


FLASH BACK OFF


Tracy yang sudah mendengar semuanya tadi malam dari mulut Azkia merasa bangga karena pada akhirnya Azkia bisa benar – benar berdamai dengan masa lalunya.


Begitu juga dengan Watson, dia akan mendukung apapun yang akan menjadi keputusan Azkia tanpa syarat.


Azkia yang mendapatkan support dari keluarga barunya merasa bahagia karena selain bisa menerima dirinya yang penuh kekurangan mereka juga menghargai apa yang menjadi keputusannya tanpa ada sedikitpun niat untuk menghakimi.


Tak ingin kehilangan keluarga sesempurna itu, Azkiapun mulai memikirkan tawaran yang diberikan oleh Louis terhadapnya.


Diapun mulai memikirkan dengan serius lamaran yang diberikan lelaki itu kepadanya tempo hari yang masih belum dia jawab hingga sekarang.


“ Kurasa kali ini aku harus benar – benar memikirkan kebahagianku dan anakku....”

__ADS_1


“ Aku akan mencoba membuka hati untuk orang baru jika memang itu bisa membuatkau bahagia dimasa depan....”


" Dan jika Louis adalah jodohku maka akupun akan dengan senang hati menyambutnya.....", batin Azkia  bermonolog.


__ADS_2