
Malam semakin larut namun kecemasan yang dirasakan oleh semua orang belum berakhir, termasuk Ardan yang panik waktu keberadaan Azkia tak mampu dia lacak.
“ Bagaimana bisa istriku pergi jauh dalam keadaan terluka seperti itu !!!....”
“ Dasar kalian tak becus !!!.....”, umpat Ardan penuh amarah.
“ Sepertinya, nyonya dibawa pergi oleh sebuah mobil….”
“ Bekas mobil ini tampak masih baru….”
“ Lihat…..”, ucap Robby sambil menunjukkan jejak mobil yang dia temukan tak jauh dari tempat penyekapan Azkia.
“ Siapapun dia, temukan segera….”, desis Ardan dengan tatapan tajam penuh emosi.
Robby pun segera menghubungi Tobby untuk melacak cctv dijalan raya yang tak jauh dari tempat mereka berada sekarang.
“ Sudah aku selidiki tadi….”
“ Setelah mobil kalian masuk ada dua mobil dan tiga motor keluar dari arah sana….”
“ Satunya berupa mobil van hitam rumah loundry dan satunya mobil mewah milik Jacob Wang….”
“ Sedangkan untuk tiga motor yang keluar bersama mereka nomor platnya tidak terdaftar kemungkinan motor bodong yang digunakan dan plat yang ada hanya digunakan untuk mengecoh petugas…..”, ucap Tobby menjelaskan.
Ardan mengepalkan kedua tangganya kuat – kuat saat mendengar nama Jacob Wang, musuh bebuyutan yang kembali hadir dalam kehidupannya.
“ Sialan !!!....”
“ Aku tak akan kalah dari bocah tengik itu !!!....”, umpat Ardan dalam hati.
Azkia yang sudah tiba diapartemen milik Jacob segera membersihkan diri didalam kamar mandi dan berganti pakaian sebelum luka – lukanya diobati.
“ Maaf, pasti sakit ya…..”, ucap Jacob sambil meniup obat diatas luka Azkia agar cepat kering.
" Tidak...."
“ Luka ini tak sebanding dengan luka yang sering aku dapatkan selama ini….”, ucap Azkia senduh.
Tak ingin Azkia kembali mengingat luka hatinya, Jacobpun segera mengalihkan pembicaraan yang tak mengenakkan ini.
“ Sebaiknya kamu hubungi Sindy….”
“ Dia sangat cemas waktu tahu kamu diculik….”
“ Bahkan dia nekat hendak terbang kesini jika saja aksinya tak digagalkan para bodyguard yang berjaga dirumahnya….”, ucap Jacob sambil menyerahkan ponselnya yang sudah terhubung dengan sahabat onlinenya tersebut.
“ Azkia….”
“ Are u okay….”
“ Siapa yang berani melakukan hal buruk itu kepadamu….”
__ADS_1
“ Akan kucincang tubuhnya dan kuberikan ke ikan piranha peliharaanku jika sampai berhasil kutangkap….”, ucap Sindy menggebu – gebu.
Reflek, Azkia pun tertawa lepas melihat ekpresi kemarahan Sindy yang baginya terlihat sangat lucu itu.
Apalagi ketika kedua bola matanya melotot sempurna dengan pipinya yang cubby seakan mengingatkan Azkia pada ikan koki peliharaannya dulu.
“ Hey…”
“ Kenapa kamu malah tertawa….”
“ Aku ini sedang membelamu….”, ucap Sindy tak terima ditertawakan oleh Azkia.
“ Habisnya, mukamu kalau marah sangat lucu sekali….”
“ Kaya ikan mas koki peliharaanku….”, ucap Azkia tertawa terbahak – bahak.
Sindy yang ditertawakan oleh sahabatnya itu hanya bisa memasang wajah masam dengan mulut mengerucut ke depan.
“ Lihat….”
“ Lihat mukanya sekarang malah mirip ikan buntal….”
“ wkkkk…”, Azkia terus tertawa hingga meneteskan air mata membuat Jacob yang berada disampingnya ikut berbahagia melihat gadis pujaan hatinya bisa kembali ceria setelah peristiwa buruk yang dialaminya.
“ Tahu begini aku tadi tak akan mencemaskanmu…”, Sindy terlihat ngambek padahal dalam hatinya dia merasa lega melihat tawa lepas Azkia yang tak pernah dia jumpai itu.
Keduanya pun memulai percakapan menyisahkan Jacob sebagai pendengar setia sambil sesekali tersenyum jika ada obrolan yang dirasa lucu.
Sementara Ardan yang mendatangi beberapa kediaman milik Jacob merasa frustasi karena dia tak menemukan keberadaan keduanya, bahkan tempat yang mereka datangi pun terbilang sudah kosong sejak lama.
Jacob sudah bisa memperkirakan jika hal seperti ini akan terjadi mengingat bagaimana kompleksnya permasalahan Azkia setelah Jacob menelusurinya lebih dalam.
“ Untuk sementara kamu tinggal diapartemen Jacob dulu dan jangan masuk kantor hingga kondisi benar – benar aman…..”, pesan Sindy sebelum menutup teleponnya.
Azkia merasa jika saran Sindy benar adanya karena saat ini nyawanya sedang terancam. Hilman tak akan tinggal diam jika tahu aksinya kali ini gagal.
Sementara Meysa juga keberadaannya hingga kini masih belum bisa terlacak setelah kehebohan yang dibuatnya direstoran tempo hari yang lalu.
Azkia tak bisa menyepelekan Meysa mengingat wanita itu sama liciknya dengan sang papi bahkan gerakannya lebih licin daripada Hilman.
“ Istirahatlah….”
“ Besok masih banyak hal yang harus kita kerjakan….”, ucap Jacob penuh perhatian.
Merasa tubuhnya sangat lelah, Azkia pun segera beranjak menuju kamar tamu untuk mengistirahatkan badannya.
Tak memerlukan waktu lama, Azkiapun segera terlelap begitu kepalanya menempel dibantal. Jacob yang melihat Azkia sudah tertidur, perlahan mulai masuk kedalam kamarnya untuk mengambil jaket dan topi.
Diapun bergegas keluar menuju markas untuk menginterogasi tiga orang penculik yang berhasil diamankan anak buahnya.
Sementara itu, Bono sangat murka waktu mengetahui mangsa yang telah ditangkapnya berhasil melarikan diri.
__ADS_1
Bahkan dua puluh anak buahnya juga menjadi korban dalam perkelahian yang dia kira dilakukan oleh anak buah Ardan.
Sementara Hilman yang masih belum mengetahui jika Azkia telah kabur saat ini sedang binggung dan murka karena semua kartu perbankan miliknya telah terblokir.
Hilman yang selama ini tak pernah menyetok uang cash dalam jumlah banyak dirumah tentu saja merasa kebinggungan.
Apalagi dia juga harus segera melunasi pembayaran kepada Bono agar Azkia bisa segera dilenyapkan sebelum keberadaannya ditemukan oleh keluarga Bimantara yang saat ini sedang sibuk mencarinya dan membuat masalah semakin panjang.
“ Bagaimana ?....”
“ Apa Azkia sudah ditemukan ?....”, tanya Melati dengan wajah tegang.
Gelengan dari kepala Ardan membuat lutut Melati terasa lemas hingga dia hampir jatuh jika saja Faisal tidak sigap menangkap tubuh sang istri.
Melati sangat takut jika dia tak akan bisa melihat wajah menantunya lagi. Apalagi, sudah banyak yang keluarga Azkia lakukan untuk keluarga Bimantara tapi melindunginya pun mereka tak mampu.
Faisal yang mengerti akan kegelisahan istrinya segera menuntut penjelasan dari putra semata wayangnya itu.
“ Bukankah kamu sudah berhasil menemukan tempat dimana Azkia disekap….”
“ Lalu, bagaimana bisa tidak ketemu….”, ucap Faisal curiga.
“ Aku kalah cepat….”
“ Sudah ada yang membawa Azkia begitu aku sampai dilokasi tersebut….”, ucap Ardan lesu.
“ Siapa ?....”
“ Musuh atau kawan ?......”, Faisal terlihat penasaran siapa yang menginginkan Azkia selain Hilman.
“ Bagi Azkia dia adalah teman….”
“ Tapi bagiku dia musuh….”
“ Rival abadiku…..”, ucap Ardan penuh penekanan.
Melihat ayahnya masih memerlukan penjelasan rinci darinya, Ardanpun dengan enggan menceritakan semuanya membuat Faisal maupun Melati terkekeh pelan.
“ Apa yang lucu….”
“ Kenapa kalian malah mentertawakanku….”, ucap Ardan kesal.
“ Salah sendiri punya istri baik dan cantik malah disiksa dan dianiaya….”
“ Sekarang saat sudah tidak ada malah menyesal….”, ucap Melati mencibir.
“ Jacob Wang itu lelaki yang baik dan bertanggung jawab….”
“ Dan kurasa, dia mampu membahagiakan Azkia daripada suaminya….”, ucap Faisal menimpali ucapan istrinya.
Keduanya tampak bermain mata melihat rahang Ardan mengeras dengan wajah memerah karena kesal dengan sindiran yang diberikan oleh orang tuanya tersebut.
__ADS_1
“ Sampai kapanpun aku tak akan pernah melepaskan Azkia….”
“ Selamanya dia akan menjadi istriku dan satu – satunya nyonya Ardan Bimantara….”, ucap Ardan tegas.