AIR MATA ISTRIKU KARMAKU

AIR MATA ISTRIKU KARMAKU
BAB 73


__ADS_3

Suasana makan malam kali ini kembali ramai dan ceria dengan kehadiran seluruh anggota keluarga Watson lengkap didepan meja makan.


Hal yang beberapa waktu  terakhir menjadi rutinitas hampir tiap minggu dilakukan dikeluarga Watson,terutama setelah Azkia datang dan tinggal dikediaman mereka.


Ketika cucu Watson terlihat sangat lengket kepada sahabat putri bungsunya itu terutama Imelda, cucu perempuan pertama dari putranya yang telah menduda setelah ditinggal mati sang istri.


Sejak pertama bertemu Azkia, Imelda seakan tak bisa terpisahkan lagi dengan sahabat tantenya itu.


Bahkan hampir tiap hari Imelda selalu datang ke kediaman utama dengan alasan ingin mengerjakan tugasnya bersama Azkia.


Bahkan ketika daddynya sedang tugas diluar kota atau weekend seperti malam ini maka Imelda akan menginap dirumah kakek dan neneknya tersebut yang tentunya malam harinya dia akan tidur bersama dengan Azkia dalam satu kamar.


Hal tersebut kadang membuat dua sepupunya merasa iri karena kedua orang tuanya tak membebaskan mereka untuk berkunjung kerumah nenek dan kakeknya jika tidak dihari libur atau weekend seperti saat ini.


“ Bagaimana kabarnya adikku aunty....”


“ Kapan dia lahir....”


“ Aku sudah tak sabar untuk bertemu dengannya....”, ucap Imelda sambil mengelus perut buncit Azkia dengan gemas.


“ Adikmu...”


“ Dia adikku....”, ucap Michele menginterupsi.


“ Benar....”


“ Dia adikku dan Michele....”


“ Bukan adikmu....”, ucap Niel tak mau kalah.


Para orang tua hanya bisa menggelengkan kepala sambil tersenyum gemas melihat ketiga anak kecil tersebut memperebutkan anak yang tengah dikandung Azkia untuk menjadi adik mereka.


“ Tidak, kalian salah....”


“ Dia akan menjadi adikku karena setelah dia lahir aunty akan segera menjadi mommyku....”, teriak Imelda lantang.


Uhukkk...uhukkk....


Louis yang sedang makanpun menjadi tersedak mendengar ucapan putri semata wayangnya itu hingga wajahnya memerah.


“ Santai kak....”, ucap Thomas sang adik sambil menepuk – nepuk punggung sang kakak dan mengambilkan segelas air minum yang langsung dia sodorkan sambil tersenyum menggoda kepada sang kakak.


“ Benarkah itu kak....”


“ Kenapa kamu tak memberitahu kabar baik itu kepada kami secepatnya.....”, ucap Thomas penuh selidik.


Bukan hanya Louis saja yang terkejut, tapi semua orang yang ada dimeja makan sekarang sedang menatap putra pertama Watson tersebut dengan tatapan seakan meminta penjelasan darinya.

__ADS_1


Sementara itu ketiga bocah kecil tersebut masih terus saja berdebat dan meragukan semua ucapan Imelda.


“ Jika kamu tak percaya, kamu bisa tanya daddyku....”


“ Benarkan dad....”


“ Daddy sendiri yang bilang akan menikahi aunty Azkia begitu adik bayi lahir.....”, ucap Imelda butuh dukungan.


Louis yang memang pernah menjanjikan hal tersebut hanya untuk membuat Imelda tak lagi merajuk pada akhirnya harus berada dalam situasi sulit seperti saat ini.


Semua orang seakan menunggu lelaki itu memberikan jawaban atas pertanyaan yang diberikan oleh putri kecilnya itu.


“ Sayang....”


“ Kita bicarakan hal ini nanti ya setelah adik bayi lahir....”, ucap Louis mengelak.


Imelda yang mendapat jawaban seperti itu dari daddynya merasa tak puas, diapun segera melipat kedua tangannya didada dengan wajah cemberut.


“ Tapi aunty Azkia benar akan jadi mommy Imelda kan nantinya....”


“ Daddy udah janjikan hal itu pada Imelda.....”, ucapnya merajuk.


Louis terlihat serba salah atas pertanyaan yang dilontarkan oleh putrinya itu, sementara semua orang masih menatapnya dengan wajah penasaran.


Imelda yang melihat daddynya diam – diam mencuri pandang kepada Azkia pada akhirnya mulai mengajukan pertanyaan  kepada sahabat tante Sindy nya tersebut.


Azkia yang tak tega pada bocah perempuan kecil yang ada disampingnya itu langsung memeluknya dengan erat sebelum air mata Imelda mengucur deras dari kedua matanya.


“ Imelda boleh memanggil aunty Azkia mommy jika Imelda mau....”, ucap Azkia lembut.


“ Beneran boleh aunty....”


“ Tapi, aunty Azkia kan belum menikah sama daddy.....”, ucapnya masih menuntut akan hal yang sudah dijanjikan oleh Louis kepadanya.


“ Menikah itu tidak boleh dilakukan secara sembarangan sayang....”


“ Semua memerlukan waktu dan proses yang panjang....”, ucap Azkia sambil membuka lebar kedua tangannya dengan mimic wajah yang dibuat selucu mungkin sehingga membuat ketiga bocah yang ada disamping kanan dan kirinya tertawa terbahak - bahak.


“ Nah sekarang, Imelda, Niel, dan Michele makan dulu....”


“ Adik bayi juga masih lapar dan ingin menghabiskan makanan yang ada dipiring bersama kalian....”, ucap Azkia lembut.


Azkia merasa lega karena Imelda tampaknya bisa dialihkan dengan begitu mudahnya.


Jujur, dia sendiri cukup terkejut tadi dan jika balik ditanya mungkin Azkia juga tak bisa memberikan jawaban apapun.


Maka dari itu diapun membantu Louis untuk keluar dari posisi sulitnya itu dengan membuat perhatian anak – anak menjadi teralihkan.

__ADS_1


Melihat Imelda kembali menatapnya penuh harap setelah menelan beberapa suap makanan dari piringnya, Azkia pun kembali bersuara untuk menenangkannya.


“ Kalian semua bisa memanggil aunty Azkia mommy jika kalian mau....”, ucap Azkia membuat senyum Imelda langsung terkembang diwajah cantiknya.


“ Tidak....”


“ Aku akan tetap memanggil aunty karena aku sudah punya mommy Becca....”, ucap Niel tegas.


“ Begitu juga denganku....”, ucap Michele mengikuti sang kakak.


“ Horeee.....”


“ Berarti mommy Azkia hanya untukku....”, ucap Imelda bertepuk tangan riang.


Untuk masalah tersebut sementara waktu bisa teratasi seiring ketiga bocah yang mulai kembali  fokus kepada makanan mereka setelah masalah spontan tersebut teratasi.


Jika Azkia sudah terbebas dengan topik yang baru saja disinggung Imelda tadi, tapi tidak untuk Louis.


Kedua orang tuan beserta dua adiknya masih menatapnya tajam seakan mereka mengatakan jika mereka membutuhkan penjelasan darinya membuat lelaki itu berdehem untuk mengusir ketegangan yang ada.


Setelah acara makan malam telah usai, Louis segera digiring oleh keluarganya menuju ruang kerja Watson.


Sementara Azkia sibuk melayani ketiga keponakan Sindy dibantu oleh beberapa pelayan yang ada dikediaman untuk menemani mereka bermain.


Dinterogasi oleh keluarganya, Louis menampilkan wajah datar andalannya dan menjawab singkat semua pertanyaan yang diajukan kepadanya hingga membuat semua orang merasa geram.


“ Ayolah kak....”


“ Kamu tahukan bagaimana masa lalu Azkia....”


“ Jika kakak tak yakin atau hanya melakukannya demi Imelda maka sebaiknya jangan....”


“ Karena aku tak akan membiarkan siapapun menyakitinya, meski itu adalah kakak kandungku sendiri....”, ucap Sindy penuh penekanan.


Semua orang mendukung ucapan Sindy karena mereka tahu seberapa parah mental Azkia selama menjalani pernikahan toxic tersebut sehingga sekarang seandainya wanita itu ingin menikah mereka berharap pasangannya nanti benar – benar mencintainya.


Bukan mereka tak ingin mendukung putranya untuk bersanding dengan Azkia hanya saja mereka ragu jika putra sulungnya itu benar – benar mencintai Azkia.


Mengingat betapa besarnya rasa cinta Louis terhadap mendiang istrinya hingga dia rela menduda selama sepuluh tahun setelah ditinggal mati pasca melahirkan Imelda.


Mereka tak ingin nantinya Louis menikahi Azkia hanya karena menuruti keingginan putri semata wayangnya sehingga menyakiti hati Azkia.


“ Jika kamu tak yakin maka jangan lakukan....”, ucap Watson mengingatkan.


Louis hanya mengangguk paham, dia sendiri sebenarnya masih tak yakin akan perasaannya terhadap Azkia.


“ Benar kata papi....”

__ADS_1


“ Aku harus benar – benar meyakinkan perasaanku dulu hingga tak ada yang akan terluka nantinya.....”, guman Louis dalam hati.


__ADS_2