
Tangan Ardan mendadak gemetar, dua tahun telah berlalu dan dia baru mendapatkan faktanya sekarang karena keabaiannya waktu itu sehingga menganggap jika yang terjadi pada malam itu bukanlah sesuatu hal yang penting.
Bayangan dirinya mencap istrinya sebagai p*****r murahan dan mengucapkan makian kasar yang merendahkan disetiap kesempatan yang ada membuat hati Ardan terasa ngilu.
Fakta yang ada dihadapannya nyaris membuat Ardan tak bisa bernafas dengan benar. Bahkan jemarinya pun terus bergetar tanpa henti.
Ardan merasa bodoh karena selama ini tak pernah mau mendengarkan penjelasan dari istrinya setiap kali wanita itu berusaha untuk berbicara.
Yang dia tahu hanya marah dan marah demi melampiaskan dendam dan rasa kecewa dihatinya waktu mengetahui jika sang istri sudah tak perawan lagi.
Satu pesan masuk dari anak buahnya membuat Ardan tersadar akan tujuannya datang ke Paradise Club malam ini.
“ Oya, Thom…..”
“ Galaxy Apartement itu milik lu kan….”
“ Gue bisa minta tolong nggak….”, ucap Ardan dengan mimik wajah serius.
“ Lu butuh bantuan apa….”, ucap Thomas santai.
“ Jacob Wang beli apartemen disitu ya….”, tanya Ardan membuka pembicaraan.
“ Jacob ?....”
“ Oh, rival abadi lu itu ya…..”, ucap Thomas terkekeh.
Semua sahabat Ardi tahu bagaimana perseteruan Ardan dengan Jacob yang sudah mendarah daging sejak SMP hingga mereka tak asing lagi dengan nama tersebut.
“ Tunggu sebentar….”
“ Aku cek ke anak buahku dulu….”, ucap Thomas sambil mengetik sesuatu diatas ponsel pintarnya.
“ Emang ada masalah apa lagi lu sama dia ?....”, tanya Dixion penasaran.
“ Dia menyembunyikan istriku….”, ucap Ardan singkat.
Ketiga orang yang ada dihadapan Ardan hanya bisa terbelalak mendengar ucapan adik kembarArdi yang spontan itu.
“ Bagaimana bisa ?....”, tanya Willy kepo.
Karena ingin meminta bantuan Thomas, Ardanpun menceritakan masalah penculikan yang menimpah istrinya tersebut.
“ Kurasa ini ada sangkut pautnya dengan HM group yang kasusnya sudah dinaikkan ke pengadilan oleh Ah Group….”, ucap Dixion serius.
“ Selain karena kasus itu kurasa tindakan Hilman ini lebih berkaitan dengan HM Group yang seharusnya menjadi milik Azkia…. ”, ucap Willy menimpali.
“ Benar juga ucapanmu….”
“ Tampaknya Hilman sedikit was – was karena Azkia berhasil mengungkap dalang dibalik jatuhnya saham AH Group dan takut jika keponakan tirinya itu akan merebut kembali sesuatu yang memang sudah menjadi haknya….”, ucap Dixion menambahkan.
__ADS_1
Ardan yang menyimak percakapan antara Dixion dan Willy terlihat memicingkan kedua matanya berusaha mencerna setiap kata yang dua sahabat kakak kembarnya itu sedang bicarakan.
“ Apa maksudmu HM Group seharusnya milik Azkia….”
“ Ada huungan apa antara istriku dengan Himan ?....”, Ardan terlihat binggung sambil mempersiapkan diri lagi seandainya ada fakta baru yang berhasil dia temukan malam ini.
“ Lu tau kan jika Meysa sebenarnya mengejar Ardi sebelum berpacaran denganmu….”, ucap Dixion bertanya.
Melihat Ardan mengangguk, Dixion pun kembali melanjutkan ucapannya “ Menurutku bukan hanya sekedar suka, Meysa sudah terobsesi dengan Ardi….”.
“ Terlebih lagi Ardi digadang – gadang akan menjadi pewaris Bimantara Group membuat Meysa semakin gencar melakukan berbagai upaya untuk bisa bersanding dengan Ardi….”, ucap Willy menambahkan.
“ Tapi sayangnya, sekeras apapun usaha yang Meysa lakukan Ardi sama sekali tak tertarik….”
“ Bahkan dia sampai mengirim video syurnya dengan harapan Ardi akan tergoda, tapi sayangnya hal itu sama sekali tak bisa terwujud….”
“ Mengetahui jika Ardi sangat mencintai Azkia membuat Meysa berusaha untuk menyingkirkannya….”
“ Tapi sayangnya usahanya itu tak pernah berhasil karena Ardi lebih dulu menggagalkannya….”
“ Kebencian Meysa yang sangat dalam kepada Azkia membuat Ardi mulai menyelidiki alasan kenapa Meysa sangat membenci Azkia hingga pada akhirnya Ardi menemukan fakta jika Hilman adalah kakak tiri dari mama Azkia….”
“ Dari penyelidikan yang Ardi lakukan menemukan fakta jika kemungkinan meninggalnya mamanya Azkia ada kaitannya dengan Hilman yang ingin menguasai HM Group yang seharusnya jatuh ketangan mamanya Azkia, Lisa…”, ucap Thomas menjelaskan semua hal yang dia ketahui dari Ardi kepada Ardan karena merasa jika lelaki itu membutuhkannya.
Ardan kembali tercenggang dengan semua fakta yang didengarnya malam ini. Dituangnya sebotol vodka kedalam gelas yang langsung dia minum dalam sekali teguk untuk menghilangkan rasa frustasi yang menghampirinya.
Dia sama sekali tak menyangka jika hilangnya ingatan yang dia miliki ternyata menyimpan banyak misteri yang membuatnya salah dalam mengambil keputusan besar.
“ Dia ada diunit 315….”
“ Kamu bisa menemui Hans, kepala keamanan disana untuk mengambil kartu akses agar bisa masuk kedalam….”
“ Aku sudah memberitahu Hans mengenai kedatanganmu nanti….”, ucapThomas menjelaskan.
Ardan yang merasa terbantu dengan semua informasi dan tindakan sahabat Ardi tersebut mengucapkan banyak terimakasih dan berjanji akan membatu jika suatu saat mereka membutuhkan bantuannya.
“ Hati – hati dengan Meysa….”
“ Dia lebih licik daripada Hilman…..”, ucap Willy memberi peringatan.
“ Ok…”
“ Thanks untuk semuanya….”, ucap Ardan pamit undur diri.
Selama perjalanan pulang, otak Ardan terasa sangat penuh dengan berbagai macam hal sehingga dia memutuskan untuk pergi ke Galaxy Apartemen keesokan harinya mengingat jika malam seperti ini masih ada Jacob disana.
Membayangkan Jacob dan istrinya tinggal dalam satu atap yang sama membuat hati Ardan merasa panas dan rasa cemburu mulai muncul.
“ Sial….”
__ADS_1
“ Kenapa rasanya sakit dan sesak seperti ini….”, guman Ardan sambil menepuk – nepuk dadanya beberapa kali untuk mengurangi rasa sesak yang tiba – tiba muncul.
Jika Ardan sedang galau lain halnya yang dirasakan oleh Azkia saat ini yang merasa begitu segar dan ceria.
Ketika tersadar menjelang dini hari, Azkia yang tak mendapati Jacob berada dalam apartemen segera melangkah keluar menggunakan jaket, celana, topi dan masker hitam tak lupa tas ransel hitam dipunggungnya untuk membawa peralatan yang akan digunakannya nanti.
“ Kamu berani menyentuhku maka jangan salahkan jika aku bertindak kejam terhadapmu….”, batin Azkia menyeringai tajam.
Azkia yang sudah berada didepan kediaman Hilman segera menyelinap masuk kedalam memanfaatkan para penjaga yang sedang lengah.
Begitu tiba didalam, Azkia pun segera mencari kamar utama yang digunakan oleh Hilman dan istrinya beristirahat.
“ Bukan….”
“ Ini juga bukan….” , batin Azkia bermonolog sambil membuka beberapa kamar yang ada dilantai satu.
Tak menemukan apa yang dia cari dilantai satu, Azkiapun segera berjalan menuju lantai kedua melalui tangga agar pergerakannya tak mencurigakan.
Begitu tiba dilantai dua, Azkia yang melihat sebuah pintu kamar yang mewah merasa sangat yakin jika Hilman dan istrinya ada disana dan langsung berjalan mendekatinya
Dan benar dugaannya, dengan berjalan mengendap – endap Azkia yang berhasil masuk kedalam kamar segera membius Hilman dan istrinya dengan saputangan yang sudah dia tetesi obat tidur sebelumnya.
Menggunakan suntikan yang berisi darah, Azkia segera menulis pesan ancaman dikaca meja rias yang ada didalam kamar.
Bukan hanya menulis diatas kaca saja, Azkia juga menempelkan darah ditelapak tangannya dan mencekik leher Hilman hingga lebam.
Selanjutnya, masih dengan menggunakan tangan penuh darah, Azkia menempelkan telapak tanganyna ke piyama yang dikenakan oleh Hilman dan keatas baju tidur sang istri.
Tak lupa, sebelum beranjak keluar Azkia menyempatkan diri untuk mengambil beberapa barang berharga yang ada didalam kamar dan juga yang tersimpan didalam brankas.
“ Ini baru permulaan saja….”
“ Selanjutnya, aku akan benar – benar membuatmu menyesal telah mengusik hidup keluargaku….”
“ Plakkkk….plakkkk…plakkk…..”, batin Azkia penuh amarah.
Setelah puas menampar pipi Hilman hingga bengkak, Azkia pun segera keluar dengan tas ransel dipundaknya.
“ Kurasa itu kamar Meysa….”
“ Aku akan mampir sebentar disana untuk memberi kejutan pada waniat itu….”, guman Azkia licik.
Mengetahui jika Meysa tak ada dalam kamarnya membuat Azkia leluasa melakukan aksinya.
Bukan hanya merobek da mengunting seluruh pakaian Meysa, Azkia juga merusak sepatu dan koleksi tas mahal milik wanita itu yang terpajang rapi di walk in closet miliknya.
“ Cukup banyak juga uang dan perhiasan wanita ini….”, guman Azkia senang.
Setelah mengambil semua perhiasan dan membobol brankas milik Meysa, Azkia pun segera melesat keluar dan kembali lagi ke apartemen.
__ADS_1
Setidaknya hasil jarahannya malam ini bisa membantu membayar kerugian yang disebabkan oleh Hilman akibat menyabotase produk perusahaan milik papanya.