AIR MATA ISTRIKU KARMAKU

AIR MATA ISTRIKU KARMAKU
BAB 90


__ADS_3

Waktu terus berjalan dan tak terasa sudah hampir dua bulan Ardan terbaring dirumah sakit dalam keadaan koma pasca insiden kecelakaan yang dialaminya.


Meski telah banyak upaya yang dilakukan oleh para dokter dirumah sakit, namun sampai saat ini pria tersebut masih belum menunjukkan tanda – tanda segera sadar.


Setiap hari, dokter selalu mengecek keadaanya dan setiap keluar dari dalam ruangan Ardan dia tetap membawa kabar yang sama.


“ Keadaan pasien masih sama tak ada perubahan sedikitpun....”


“ Ibu yang sabar ya....”,


Kata itulah yang terus Melati dengar dari dokter selepas memeriksa Ardan membuatnya hanya bisa menitikkan air mata sambil terus memanjatkan doa dalam hati.


“ Mbak Melati yang sabar ya....”


“ Mbak nggak sendiri, ada aku yang akan selalu menemani....”, ucap Vera menguatkan.


Dua minggu  berada dinegara Y untuk memantau kondisi Ardan dari dekat, Faisal terpaksa pulang kembali ketanah air untuk mengurusi perusahaan sehingga diapun meminta Vera adik iparnya untuk menemani istrinya.


Meski sduah berada ditanah air Faisal tak langsung lepas begitu saja. Disela – sela kesibukannya dia tetap berkomunikasi dengan sang istri agar wanita itu tak merasa sedih dan sendiri.


“ Apa nggak sebaiknya kita bertemu dengan Azkia....”


“ Aku rasa Ardan akan terbangun jika dia bisa mendengar suara Azkia dan anaknya....”, ucap Vera kembali menawarkan solusi tersebut yang hanya ditanggapi diam oleh Melati.


Sebenarnya, dirinya dan sang suami sudah sempat memikirkan solusi tersebut mengingat jika Azkia dan anaknya adalah alasan utama Ardan berbuat nekat hingga hampir merengut nyawanya seperti ini.


Tapi keingginan keduanya langsung ditolak mentah – mentah oleh Louis yang tidak ingin Azkia kembali drop.


Louis bahkan mengancam akan membawa  Azkia dan anaknya pergi jauh jika sampai orang tua Ardan nekat untuk pergi menemui mantan menantunya itu


Akibat ancaman tersebut membuat Faisal memutuskan untuk mengubur keingginan mereka bertemu Azkia dan memintanya datang menjengguk Ardan dirumah sakit karena tak ingin kembali kehilangan jejak mantan menantu dan cucunya.


“ Tidak bisa....”


“ Mereka mengancam akan membawa Azkia dan bayinya pergi jika kita nekat menemuinya....”, ucap Melati lirih.


Vera hanya bisa menghela nafas dalam yang sangat panjang setelah mendengar ucapan kakaknya tersebut.


Ardan yang mendengar pembicaraan ibunda dan tantenya hanya bisa menatap keduanya dengan senduh.

__ADS_1


Dia juga tak bisa berbuat apapun, bahkan usahanya untuk kembali kedalam tubuhnya hingga kini juga tak menuai hasil yang berarti.


Entah kenapa raganya seakan menolak jiwanya untuk masuk dan menyatu kembali dalam tubuhnya padahal dia sudah mengikuti saran beberapa jiwa yang melihat bagaimana caranya seseorang yang mengalami koma bisa sadar dan hidup kembali.


“ Mungkin ini adalah karma yang harus Ardan lalui karena telah memperlakukan Azkia dengan kejam dimasa lalu....”, guman melatih sedih.


Melati sendiri baru mengetahui jika bukan hanya disiksa dan diselingkuhi saja, Azkia ternyata juga sering mendapatkan kekerasan seksual selama menjadi menantunya.


Dan mirisnya, hal itu baru diketahuinya dari Louis yang merupakan orang luar dan baru saja Azkia kenal tapi sudah sangat perhatian terhadap mantan menantunya itu.


Sedangkan dirinya dan sang suami yang dekat dengan Azkia malah tak mengetahui hal itu sama sekali.


Hingga semuanya terbuka beberapa waktu lalu membuat keduanya hanya bisa terdiam membisu karena malu dan tak menyangka jika putranya ternyata sekejam itu dalam memperlakukan istrinya selama ini.


“ Hukum tabur tuai itu memang ada mbak...”


“ Sekarang yang bisa kita lakukan hanyalah berdoa agar Ardan bisa cepat pulih sehingga kita bisa membawanya pulang dan merawatnya dirumah....”, ucap Vera lemah.


Vera yang masih merasa jika Ardan bisa disadarkan melalui Azkia diam – diam memiliki rencana dalam hati.


“ Aku harus bertemu dengan Azkia dan berbicara dengannya secepatnya.... ”


“ Sedangkan aku.....”


“ Mereka bahkan mungkin tak mengenalku dan ini menjadi kesempatan baik untukku....”, batin Vera penuh tekad.


Sambil pergi kekantin, Vera diam – diam menghubungi Robby yang saat ini sudah berada diperusahaan bersama Faisal setelah gips yang membungkus kakinya dilepas.


“ Maaf nyonya, saya tidak bisa memberikan informasi tersebut kepada anda....”, ucap Robby tegas.


Beberapa kali Vera berusaha membujuk, tapi Robby tetap tak goyah untuk bungkam karena tak ingin kejadian buruk kembali menimpah keluarga bos nya tersebut.


“ Sebaiknya anda tak bertindak gegabah nyonya.....”


“ Keluarga Watson bukanlah orang yang bisa anda remehkan begitu saja....”


“ Jika anda sayang dengan keponakan anda, sebaiknya urungkan niat anda itu....”, ucap Robby penuh penekanan.


Robby tahu jika Vera geram dengan ucapannya yang dianggap tak sopan itu. Tapi dia tak memiiki pilihan lain karena hal itu sangat berhubungan dengan nasib Ardan disana.

__ADS_1


Jika saja mereka sudah bisa membawa Ardan pulang, mungkin Vera bertindak nekatpun Robby tak akan ambil pusing dan menghalangi.


Tapi saat ini Ardan masih ada dinegara Y dimana keluarga Watson memegang kendali atas semuanya.


Akibat tindakan gegabah yang dilakukan oleh Vera bukan tidak mungkin nyawa Ardan akan melayang begitu saja setelah keluarga Watson tak terima adik ipar Faisal itu membuat kekacauan dikediamanannya.


Sementara itu dikediaman Watson, Azkia yang baru saja resmi menjadi seorang mama kini sedang menikmati perannya.


Meski harus menjadi single mom namun hal itu sama sekali tak menyurutkan langkahnya untuk bisa membesarkan anak lelakinya dengan baik.


Apalagi dia mendapatkan dukungan dari keluarga besar Watson membuat Azkia semakin tegak berdiri menyongsong masa depan bersama sang buah hati tercinta.


Askara Reihan adalah nama bayi munggil laki – laki Azkia dan akan dipanggil Asai, panggilan yang disematkan Imelda untuk adik kecilnya dan diikuti oleh semua orang.


Asai tumbuh sebagai bayi yang sehat dan cerdas. Diusianya yang baru menginjak dua bulan ini dia bisa berinteraksi dengan banyak orang dengan sangat baik.


Jika bayi usia dua bulan yang pada umumnya hanya bisa minum susu dan tidur, hal ini berbeda dengan Asai yang sudah bisa merespon tindakan dan ucapan dari orang – orang disekitarnya.


Bahkan dia sudah aktiv menggerakkan tangan dan kakinya yang dinaikkan keatas, padahal biasanya hal itu baru dilakukan oleh bayi usia tiga hingga em[at bulan.


Mimiknya yang lucu ketika merespon panggilan ataupun ucapan seseorang yang kadang disahuti menggunakan bahasa bayinya membuat siapapun akan merasa gemas sekaligus sayang kepadanya.


“ Bayi sekarang pertumbuhannya sangat pesat ya....”


“ Baru berumur dua bulan dia sudah bisa merespon ucapan orang lain dan sangat aktiv...”


“ Bayi yang cerdas.....”, ucap Tarcy bangga.


Bukan hanya Tracy saja yang bangga sebagai nenek angkatnya, Azkia sebagai mamanya juga sangat bahagia akan tumbuh kembang bayinya itu meski dia merasa itu terlalu cepat.


Tak jarang Azkia melakukan komunikasi dengan bayinya, terutama ketika sedang menyusui agar ikatan yang terjalin semakin kuat.


Wajah Asai yang merupakan jiplakan Ardan dalam versi kecil kadang mengingatkan Azkia akan resa sakit yang dialaminya dimasa lalu.


Namun, sebisa mungkin rasa perih yang Azkia rasakan dalam hati dia tepis dan buang jauh - jauh agar suasana hatinya tak mempengaruhi si kecil.


" Kata orang jika kita membenci seseorang ketika sedang hamil maka anak kita akan mirip dengan orang itu, apakah hal ini yang terjadi padamu nak..."


" Atau kamu hanya ingin sebuah pengakuan jika kamu adalah pewaris sah Bimantara sehingga wajahmu sama dengan papamu...."

__ADS_1


" Apapun itu, tumbuh dengan baik ya nak dan mama harap kamu tidak mewarisi sifat keji dari papamu....", batin Azkia penuh harap


__ADS_2