AIR MATA ISTRIKU KARMAKU

AIR MATA ISTRIKU KARMAKU
BAB 69


__ADS_3

Kabar mengenai Ardan yang mengalami sindrom cauvade sudah menyebar diseluruh kantor sehingga para karyawanpun berusaha untuk tak memakai parfum yang berlebihan ketika akan berhadapan dengan Ardan.


Jika tidak maka siap – siap kena marah akibat hal tersebut yang pastinya akan berimbas pada laporan yang sedang mereka diajukan.


Mood Ardan yang gampang berubah pun juga menjadi momok tersendiri bagi karyawan yang terpaksa harus bolak - balik merevisi laporan yang mereka ajukan.


Ardan yang mulai mengalami ngidam pun semakin membuat Robby dan Vina kewalahan menghadapi permintaannya yang kadang diluar nalar.


Bahkan untuk makanan Ardan kadang meminta langsung dari daerah asal makanan tersebut berada.


Untung saja Faisal memiliki jet pribadi sehingga Robby bisa terbang kemanapun dan kapanpun karena kru dan awak pesawat di buat standby oleh Faisal demi memenuhi permintaan calon cucunya yang sekarang entah berada dimana bersama ibunya.


Sedangkan dibagian bumi yang lainnya, wanita yang sedang hamil sama sekali tak sadar jika dirinya sedang berbadan dua sehingga dia sama sekali tak mengurangi aktivitasnya diluar ruangan.


Jika Ardan mengalami mual parah serta ngidam yang aneh – aneh, Azkia sama sekali tak merasakan hal yang menganggu ibu muda diawal kehamilan.


Nafsu makannya sama seperti biasa meski kadang – kadang dia menginginkan hal tertentu, tapi itu masih dalam taraf wajar tidak seperti Ardan.


Yang berbeda adalah tubuh Azkia kini sedikit lebih berisi terutama bagian dadanya yang sudah mulai berkembang seiring dengan usia kehamilannya.


Jacob yang mendengar jika Ardan mengalami sindrom couvade pun menghubungi Azkia untuk menanyakan hal tersebut.


Namun hal itu dibantah oleh Azkia karena dirinya masih mengalami datang bulan sehingga dia tak menyadari jika hal itu bisa juga dialami oleh ibu dengan kehamilan usia dini.


“ Mungkin bukan aku yang hamil, tapi Meysa....”, ucap Azkia sinis.


Dia tak lagi menyangkal jika hatinya terasa perih waktu mengetahui jika ternyata selingkuhan suaminya itu kini tengah berbadan dua.


“ Apa kamu yakin ?....”, tanya Jacob sedikit ragu.


“ Jika kamu tak percaya, ini ada Sindy....”


“ Dia yang mengantarku belanja pembalut dua minggu yang lalu....”, ucap Azkia yang langsung diangguki oleh Sindy yang kebetulan ada disamping sahabatnya itu ketika Jacob menelpon.


Setelah mendapatkan jawaban atas pertanyaan yang beberapa hari ini cukup menganggunya, Jacob pun menutup telepon dan kembali menyelesaikan pekerjaannya yang sempat tertunda tadi.


Meski hatinya masih ragu akan jawaban yang dilonntarkan oleh Azkia, namun Jacob masih berharap jika apa yang disampaikan oleh Azkia tadi benar adanya.


Ardan  yang sibuk dengan kondisi tubuhnya sedikit melupakan Meysa hingga membuat wanita itu merasa sedikit lega karena luka yang ada ditubuhnya sudah sembuh dan mengering.


Bahkan sejak mendapatkan perawatan, Meysa dibantu oleh dokter sering berbohong kepada anak buah Ardan dengan mengatakan jika kondisinya masih belum terlalu baik sehingga memerlukan istirahat yang cukup membuat mereka tak berani mengusiknya.


Sayangnya, hanya itu yang bisa dokter tersebut berikan karena dia tak bisa membawa Meysa kabur sesuai permintaan wanita itu mengingat nasib keluarganya ada ditangan anak buah Ardan yang setia memantau kondisi kediamanannya.


“ Maafkan saya nona....”

__ADS_1


“ Mereka akan langsung menghabisi anak dan istri saya ketika saya bertindak diluar batas....”, ucap sang dokter menjelaskan.


“ Dan kurasa, kita juga tak bisa membohongi mereka terlalu lama....”


“ Apalagi beberapa orang sudah mulai curigai jika sebenarnya nona sudah sembuh total....”, ucapnya menambahkan.


Meysa tak menyangka jika anak buah Ardan sudah bergerak sejauh itu hingga mereka mematai – matai keluarga dokter yang merawatnya.


Tapi dia juga tak bisa bersikap egois dan menyalahkan lelaki tua yang ada dihadapannya karena nyawa istri dan anaknya menjadi taruhannya disini.


“ Terimakasih untuk semuanya....”


“ Saya mengerti kesulitan dokter....”


“ Sebelum mereka sadar, sekali lagi tolong bantu saya untuk menutupi kondisi saya yang sebenarnya....”, ucap Meysa mengiba.


“ Baik....”


“ Saya akan berusaha semampu saya untuk membantu anda....”, ucapnya sambil membereskan peralatan yang dia gunakan karena anak buah Ardan sudah ada yang masuk kedalam ruang perawatan.


Meysa hanya bisa menghembuskan nafas pasrah ketika lelaki tua berjas putih tersebut keluar dari ruangannya.


“ Sampai kapan aku bisa menipu mereka semua....”


“ Jika Ardan kesini maka seluruh kebohonganku akan terbongkar....”, batin Meysa was- was.


“ Apakah ini yang dinamakan masih belum sembuh....”


“ Kulihat, kamu bahkan bisa menyembunyikan senjata dipahamu....”, ucap Ardan sambil merobek gaun Azkia hingga pisau kecil yang diikat dipahanya terlihat.


Crashhhh.....


Darah segar mengucur deras dari paha Meysa hingga mengenai tembok yang ada disamping ranjangnya.


“ Ishhhh......”, desis Meysa kesakitan.


Ardan mengarahkan pisau tersebut dileher Meysa dan memberinya goresan ringan hingga wanita itu kembali mendesis kesakitan.


“ Jangan pernah bermain – main denganku jika tak ingin hidupmu lebih sengsara lagi daripada sekarang.....”, ucap Ardan mengancam.


Meysa langsung memegangi lehernya yang berdarah dengan wajah ketakutan.


Dia baru bisa bernafas dengan normal ketika Ardan sudah menghilang dari pandangannya.


“ Sial....”

__ADS_1


“ Jika aku tak merasa mual\, sudah aku cambuk wanita s****n itu karena berani membohongiku....”, batin Ardan geram.


Diapun segera menyuruh anak buahnya untuk mengabari agar sang doker yang merawat Meysa tidak datang lagi mengingat luka yang ada ditubuh wanita itu sudah sembuh total.


Ardan juga mengingatkan kepada anak buahnya agar mereka tak lengah jika tidak ingin kepala mereka tidak lagi berada ditubuhnya.


Semua orang sangat tahu jika ancaman yang diberikan oleh bosnya itu bukanlah isapan jempol belaka karena Ardan selalu menepati apa yang telah diucapkannya.


Meysa yang diam – diam mencuri dengar pembicaraan Ardan dengan anak buahnya sedikit kesulitan menelan ludah karena mulai hari ini tampaknya kenyaman yang dia rasakan beberapa hari terakhir akan berakhir.


Berganti dengan penyiksaan tiada henti yang akan kembali dia dapatkan, entah itu dari Ardan ataupun dari anak buahnya.


“ Tidak....”


“ Aku harus mencari cara untuk kabur dari tempat ini....”


“ Aku lebih baik mati daripada harus tersiksa lagi....”, batin Meysa resah.


Malam harinya, Azkia yang sedang termenung dibalkon kamarnya entah kenapa tiba – tiba teringat kembali pertanyaan yang Jacob utarakan kepadanya siang tadi.


“ Apa benar aku hamil....”, batin Azkia mulai ragu.


Mengingat jika terakhir kali Ardan mengaulinya, suaminya itu tak menggunakan pengaman dan dirinya juga tak meminum pil pencegah kehamilan karena setelah berhasil melarikan diri Azkia langsung bertolak menuju ketempat Sindy berada sehingga tak memikirkan semua itu.


“ Apa aku besok coba beli test pack saja ya untuk mengujinya....”, gumannya pelan.


“ Test pack ?....”


“ Jadi kamu beneran hamil ?....”, tanya Sindy terkejut.


Kehadiran Sindy yang secara tiba – tiba tentu saja membuat Azkia sedikit terkejut, tapi itu hanya sesaat dan diapun menjelaskan semuanya agar sahabatnya itu tak salah paham.


“ Hanya untuk memastikannya saja....”


“ Bagaimanapun, sebelum kesini aku sempat bercinta dengan iblis itu akibat pengaruh obat perangsang yang diberikannya kepadaku....”, ucap Azkia geram.


“ Bagaimana jika kita beli sekarang saja....”


“ Jadi, besok pagi ketika kamu bangun tidur bisa langsung mengeceknya....”, Sindy memberi saran yang langsung diangguki oleh Azkia.


Kedua wanita muda tersebut segera pergi ke apotik terdekat untuk membeli test pack dengan hati cemas.


Azkia sangat berharap jika kecurigaan Jacob dan feeling yang dirasakannya salah.


Bagaimanapun keduanya telah resmi bercerai, jika ada anak bukan tidak mungkin jika dirinya akan kembali terhubung dengan mantan suaminya itu.

__ADS_1


Suatu hal yang sangat Azkia hindari, jika bisa setelah bercerai dia akan melupakan semua hal yang berhubungan dengan Ardan dan jika perlu dia akan menetap dinegara ini.


__ADS_2