AIR MATA ISTRIKU KARMAKU

AIR MATA ISTRIKU KARMAKU
BAB 85


__ADS_3

Sambil menghindari api yang masih menyala akibat ledakan mobil targetnya, beberapa anak buah Louis berjalan mendekat kearah mobil yang sudah gosong tersebut untuk melihat target mereka yang terpental tak jauh dari lokasi mobil yang meledak tadi.


Melihat ketiga target mereka dalam kondisi kritis, anak buah Louis pun membawa mereka kerumah sakit dan melaporkan semua hal yang terjadi kepada bos mereka.


Louis yang masih berada dirumah sakit karena Azkia masih belum sadarkan diri segera menyuruh anak buahnya untuk mengurus lelaki yang dia duga sebagai mantan suami Azkia tersebut.


Sementara itu, dalam alam bawah sadarnya Azkia melihat beberapa perawat menurunkan pasien dari dalam mobil dan segera membawanya keruang UGD berlarian dengan wajah panik.


Azkia yang merasa jika pasien yang dibawa tersebut wajahnya sangat familiar pun berusaha untuk mengejar langkah para perawat yang mendorong brankar dengan cepat.


“ Pak Robby.....”, guman Azkia terkejut.


Belum juga keterkejutan Azkia hilang dia kembali dibuat syok dengan kedatangan satu pasien lagi yang menderita luka lebih para dari Robby.


Bahkan rambut dan wajahnya kini sudah tertutup darah yang merembes dari dahi, pelipis dan bagian kiri kepalanya.


“ Ardan !!!....”, pekik Azkia syok.


Sambil membekap mulutnya Azkia ikut masuk kedalam ruangan dengan wajah panik ketika salah satu perawat mengatakan jika pasien kehilangan denyut nadinya.


Rasa takut yang semula menyerang kini berganti dengan rasa iba waktu dokter berusaha untuk mengembalikan detak jantung Ardan yang sempat menghilang.


Tak terasa air mata Azkia mengalir deras di pipi menyaksikan lelaki Ardan terkulai lemas tak berdaya bersimbah darah.


“ Kenapa....”


“ Kenapa aku menjadi sedih dan menangisinya seperti ini...”


“ Luka yang dideritanya belum sebanding dengan luka yang selama ini dia berikan untukku....”, guman Azkia sambil menyeka kasar air mata yang membasahi pipinya.


Azkia bernafas lega waktu detak jantung Ardan telah kembali berbunyi seiring dengan tubuhnya yang tiba – tiba tersedot kembali kedalam raganya.


Uhuk....uhuk...uhuk....


Azkia terbatuk membuat Imelda yang berada disampingnya langsung berteriak histeris karena senang mommy telah sadar kembali.


Bocah  perempuan kecil itupun segera memanggil daddynya dan perawat yang ada didepan ruangan.


Mendengar teriakan Imelda, Louis yang sedang berbicara dengan dokter yang menanggani Azkia pun segera masuk kedalam ruang rawat dengan wajah cemas.

__ADS_1


Dokter jaga segera memeriksa kondisi Azkia dan menyuruh perawat untuk segera memasang infuse begitu merasakan jika detak jantungnya melemah dan wajahnya sangat pucat.


“ Kondisinya masih lemah....”


“ Sambil menunggu dokter kandungan untuk memeriksanya lebih detail, kami akan memasang infuse untuk nyonya Azkia....”, ucap sang dokter menjelaskan.


Selain karena terkejut akan sesuatu hal, analisa awal dokter adalah Azkia kekurangan cairan tubuh sehingga dia bisa pingsan tadi.


Louis yang tidak ingin mengambil resiko terpaksa mengiyakan saran sang dokter meski Azkia sempat memprotes.


“ Aku sudah nggak apa – apa Louis....”


“ Sebaiknya kita pulang sekarang saja ya....”, ucap Azkia merajuk.


" Bersabarlah......"


“ Kita akan lihat bagaimana saran dari dokter Scarlet nanti....”


“ Jika dia mengijinkanmu pulang maka kita akan pulang setelah infuse ini habis....”, ucap Louis membujuk.


Azkia hanya bisa pasrah ketika lengannya kembali ditusuk jarum dan dipasang selang infuse mengingat saat ini dia kekurangan cairan sehingga dikhawatirkan akan berpengaruh pada bayi yang ada dalam kandungannya.


Tampaknya luka dikepalanya membuat mantan suami Azkia itu mengalami pendarahan di otak sehingga harus cepat dilakukan operasi untuk menyelamatkan nyawanya.


Sementara Alfonso dan Robby yang menderita luka tak separah Ardan sudah mendapatkan tindakan melalui jahitan dilengan dan kaki mereka.


Tracy yang mendapat kabar jika Azkia pingsan segera meluncur kerumah sakit dengan wajah cemas.


Apalagi dia mendapatkan berita dari Louis jika penyebab pingsannya Azkia adalah kemunculan Ardan yang secara tiba – tiba dihadapannya hingga membuat wanita itu menjadi syok.


Meski Azkia sudah bisa berdamai dengan masa lalunya, namun jika untuk berhadapan dengan mantan suaminya tersebut tampaknya Azkia masih belum siap.


Mungkin karena luka yang ditorehkan oleh Ardan cukup dalam hingga dibawah alam sadarnya Azkia masih takut untuk bertemu dengan mantan suaminya itu hingga membuat dirinya syok dan pingsan ditempat.


Tak...tak....tak....


Suara langkah sepatu memenuhi lorong rumah sakit yang semakin lama semakin cepat bunyinya hingga sampai kedalam ruangan yang dituju.


Setelah dokter Scarlet memeriksa kondisi Azkia yang sedikit terguncang, demi untuk keselamatan kedua pihak maka diapun menyarankan untuk memajukan jadwal operasi cesar yang baru akan dilakukan minggu depan tersebut.

__ADS_1


Azkia yang mendengar jika detak jantung bayinya sedikit lemah pada akhirnya menyetujui jika jadwal operasi dimajukan karena tak ingin terjadi sesuatu yang buruk pada calon anaknya tersebut.


Jadilah malam ini Azkia menginap dirumah sakit karena esok hari dia akan menjalani operasi cesar.


“ Bagaimana kondisimu sayang....”


“ Apa yang kamu rasakan sekarang.....”, tanya Tracy dengan wajah penuh kekhawatiran.


“ Hanya lemas saja mom....”


“ Kata doker aku harus segera melakukan operasi cesar karena detak jantung bayiku lemah....”, ucap Azkia sedih.


Tracy pun langsung memeluk Azkia dengan erat sambil membisikkan kata – kata motivasi untuk menguatkannya.


Sementara itu Robby yang sudah sedikit membaik mencoba menghubungi Faisal untuk mengabarkan kondisi Ardan saat ini.


Melati yang kebetulan ada disamping suami langsung syok begitu mendengar jika saat ini putra semata wayangnya dalam kondisi kritis setelah mengalami kecelakaan.


Jantung Melati tiba – tiba saja berdetak dengan cepat dan rasa takut akan kehilangan anak semata wayangnya memenuhi hatinya.


Melati kembali teringat akan kematian Ardi, kakak kembar Ardan yang meninggal dalam kecelakaan mobil yang menimpahnya.


“ TIDAK !!!!....”


“ ANAKKU TAK BOLEH MATI !!!....”


“ ANAKKU TAK BOLEH MATI !!!....”, teriak Melati histeris.


Melati yang terlalu syok pada akhirnya pingsan dalam dekapan Faisal setelah lelaki itu datang untuk menangkannya.


Kondisi Ardan saat ini tentu saja membuat kedua orang tuanya merasa terpukul karena mereka kembali diingatkan oleh kejadian tragis yang menimpah Ardi dimasa lalu.


Sambil menunggu istrinya siuman, Faisal segera menyuruh anak buahnya untuk menyiapkan jet pribadi miliknya karena dia akan berangkat melihat kondisi sang putra malam ini juga.


Kali ini Faisal benar – benar mempersiapkan segalanya, terutama untuk bernegoisasi dengan Watson karena menurut Robby kecelakaan yang menimpah mereka semua akibat pengejaran yang dilakukan oleh anak buah Louis, putra sulung Watson.


Apalagi yang membawa ketiganya kerumah sakit dan yang menjadi penjamin mereka adalah Louis maka Faisal pun harus berbicara empat mata dengan putra sulung Watson tersebut.


Dengan menjadi penjamin Ardan dan rekan-rekanya, Faisal sudah bisa menebak jika Louis secara tidak langsung menjadikan ketiganya tawanan.

__ADS_1


Karena selama mereka masih dirawat maka ketiganya berada dibawah pengawasan Louis secara langsung sehingga tidak mudah untuk bisa pergi begitu saja.


__ADS_2