AIR MATA ISTRIKU KARMAKU

AIR MATA ISTRIKU KARMAKU
BAB 53


__ADS_3

Pagi ini cuaca sangat cerah secerah hati Ardan yang sudah beberapa minggu tertutupi awan mendung kelabu oleh berbagai macam penyesalan dan rasa takut kehilangan sang istri membuat lelaki dua puluh enam tahun itu selalu berwajah muram.


Melati sebenarnya tak enak hati menggunakan nama kedua orang tua Azkia untuk membujuk menantunya itu agar mengijinkannya tinggal didalam rumahnya sehari sebelum peringatan empat puluh hari kematian Ronan digelar.


Sempat patah harapan sebelumnya karena Azkia menolak secara halus permintaannya untuk membantu peringatan kematian papanya pada akhirnya Melati dapat tersenyum lebar waktu sang suami mengatakan jika berkas Hilman sudah diproses dan sebentar lagi persidangan akan kasus yang menjeratnya akan digelar.


Saat ini paman tiri Azkia tersebut sudah ditetapkan sebagai tersangka dan juga telah dijebloskan kedalam penjara bersama beberapa bawahannya yang disinyalir ikut dalam aksi sabotase dan peniruan produk perusahaan milik AH Group.


Selain masalah perusahaan, Azkia yang secara perlahan telah mendapatkan bukti atas kematian sang mama juga memasukkan kasus tersebut kedalam dakwaan Hilman sehingga lelaki itu akan terkena pasal berlapis atas kejahatan yang telah dilakukannya.


Melati yang ternyata menemukan saksi yang lolos dari pandangan Hilman waktu itu digunakan sebagai senjata untuk meraih simpati Azkia agar mengijinkannya tinggal dirumahnya.


Dan ternyata umpan yang diberikan oleh Melati tersebut berhasil dan Azkia pun menerima bantuannya untuk menyiapkan semua hal terkait acara peringatan kematian Ronan.


Azkia yang sangat penasaran dengan cerita lengkap mengenai kematian sang mama pada akhirnya menyetujui keingginan mertuanya untuk tinggal didalam rumahnya sambil nantinya secara berlahan dia akan mengorek cerita kelam tersebut yang tersembunyi selama enam belas tahun tersebut.


“ Bunda nggak pa – pa dirumah sendirian ?....”


“ Soalnya Azkia nggak bisa nemenin bunda dirumah karena masih banyak masalah dikantor yang harus Azkia selesaikan….”, ucap Azkia merasa tak enak hati.


“ Tidak apa sayang….”


“ Bunda tahu banyak urusan yang harus kamu selesaikan segera….”


“ Kamu fokus pada kerjaan yang ada dikantor saja…”


“ Untuk urusan dirumah, nanti biar bunda sama bik Surti saja yang menangganinya….”, ucap Melati penuh perhatian.


“ Untuk makanan dan kue sudah Azkia pesankan diluar kok bun….”


“ Begitu juga dengan souvenirnya…”


“ Jadi nanti bunda dan bik Surti tinggal memasukkannya dalam tas yang sudah Azkia siapkan di alamari dapur….”, ucap Azkia menjelaskan.


Setelah berbasa – basi sejenak, Azkia yang melihat jam ditangannya sudah waktunya berangkat, diapun segera pamit kepada Melati sebelum menutup telepon dan masuk kedalam mobilnya.

__ADS_1


Karena Melati akan datang, Azkia sudah memberi tahu bodyguardnya untuk membukakan pintu jika mertuanya tiba.


Meski merasa sedikit bersalah, tapi ada perasaan lega secara bersamaan karena semua itu dia lakukan semata – mata hanya ingin melihat kebahagiaan putra semata wayangnya bersama sang istri dengan merajut benang kasih yang empat putus akibat kesalahan sang anak.


“ Apa kamu yakin membiarkan mertuamu tinggal beberapa hari dirumahmu ?...”, tanya Jacob cemas.


“ Tenang saja….”


“ Bukankah sudah ada Shanum dan Shanaz yang akan terus menjaga dan mengikutiku kemanapun aku pergi….”, ucap Azkia santai.


Mendengar ucapan Azkia, Jacob merasa sedikit sedikit tenang meski rasa was – was dan cemburu masih ada dalam hatinya.


Inilah salah satu alasan Jacob memberi Azkia dua orang pengawal perempuan karena mereka bisa bersama dengan wanita tersebut sepanjang hari.


“ Jika bukan karena Sindy, aku tak mungkin memikirkan sampai sejauh itu….”, guman Jacob lega.


Meski ada perasaan cemburu karena pastinya Ardan akan masuk dan tinggal dirumah Azkia bersama kedua orang tuanya, tapi Jacob juga tak bisa berbuat apapun.


Saksi yang dimiliki Melati cukup penting bagi persidangan yang akan berlangsung  lima hari lagi itu karena dia merupakan satu – satunya saksi kunci yang bisa memberatkan hukuman Hilman.


Dilain tempat, Meysa tampak sangat marah waktu mendengar kabar jika papinya dijebloskan kedalam penjara oleh Azkia.


Bahkan orang – orang suruhan kekasihnya juga gagal menculik Azkia membuat darah didalam tubuhnya seakan mendidih seketika.


Meysa tidak bisa marah terhadap kekasihnya karena banyak anak buahnya yang tewas akibat melakukan permintaannya tersebut.


Bukan karena mereka tak kuat, tapi pengawal milik Jacob Wang dan Faisal lebih hebat dibandingkan mereka apalagi jika keduannya bersatu, hanya sekelas mafia besar saja yang bisa menandinginya.


Meysa yang masih memerlukan dukungan dari sang kekasih memilih untuk memendam kekesalan hatinya sendiri dan akan berusaha untuk membalas perbuatan Azkia jika ada kesempatan  setelah mendengar jika perusahaan sang papi berada diujung tanduk.


Di AH Grup saat sedang sibuk – sibuknya, semua karyawan tampak bekerja ekstra keras untuk memenuhi pesanan yang datang membludak.


Imbas terhadap penangkapan Hilman nyatanya membuat perusahaan tersebut kebanjiran order pesanan baik dari dalam dan luar negeri sehingga semua tim pun harus bergerak cepat agar konsumen merasa puas.


Alhasil Azkia dan timnyapun bekerja hingga larut malam dan baru kembali kerumah diatas jam sepuluh malam bersama dengan dua orang pengawal pribadinya yang merangkap sopir untuknya.

__ADS_1


Baru saja kakinya melangkah masuk, bayangan tubuh Ardan duduk disofa kursi tamu membuat moodnya menjadi buruk,


“ Darimana kamu ?....”, tanya Ardan penuh selidik.


“ Kerja….”, jawab Azkia acuh.


Ardan berusaha untuk mengabaikan nada sinis dalam suara Azkia saat berhadapan dengannya. Bukan suatu hal baru lagi bagi Ardan jika istrinya bersikap ketus dan dingin seperti itu.


Dan ajaibnya, Ardan yang biasanya memiliki temperamen meletup – letup kini selalu bisa menahan diri jika sedang berhadapan dengan Azkia yang baginya semakin hari semakin menyebalkan saja.


“ Tadi bunda membuat cookies kesukaanmu dan nungguin kamu pulang agar bisa menikmati kue buatannya sambil minum teh bersama kamu….”


“ Tapi karena ayah ada urusan penting diluar negeri selama beberapa hari jadi malam ini bunda tidur dirumah untuk menyiapkan sebuah kebutuhan ayah…. ”


“ Besok pagi – pagi sekali, setelah ayah berangkat kebandara bunda akan kembali kesini….”, ucap Ardan menjelaskan semuanya.


Azkia tak menanggapi ucapan Ardan malah dia sibuk memakan cookies buatan mertuanya yang sangat lezat itu hingga hampir menghabiskan setengah toples sendiri.


Merasa tubuhnya mulai lengket dan tak nyaman, Azkiapun berjalan menuju kamarnya untuk membersihkan diri dan meninggalkan Ardan sendiri dimeja makan.


Meski dicuekin tapi Ardan merasa senang karena Azkia mau memakan kue buatan bundanya yang memang disediakan karena permintaan Ardan.


Selama beberapa hari ini Ardan mendengar jika istrinya sering pulang larut tanpa memakan apapun dan langsung masuk kedalam kamar untuk tidur.


Melihat dua pengawal wanita yang sedari tadi membuntuti kemanapun Azkia pergi bahkan keduanya juga tidur dikamar bersebelahan dengan kamar Azkia membuat Ardan tak bisa leluasa untuk berbincang dengan sang istri.


“ Sialan….”


“ Ini semua pasti pekerjaan Jacob….”


“ Karena Azkia tak mungkin melakukan hal berlebihan seperti ini….”, batin Ardan geram.


Beberapa bulan hidup bersama Azkia, meski cuek Ardan sangat tahu jika istrinya itu paling tak suka dikawal secara berlebihan seperti itu.


Ayahnya saja sampai harus melakukan penempatkan pengawal bayangan yang diperuntukkan untuk menjaga Azkia secara sembunyi – sembunyi karena istrinya tersebut menolak niat baik ayah mertuanya untuk melindunginya.

__ADS_1


__ADS_2