
Dua minggu pasca Ardan sadar dari komanya, Azkia yang bertekad untuk membuka hatinya kembali mulai menjalin hubungan serius dengan Louis.
Meski saat ini belum ada cinta, tapi dia berusaha untuk bisa menerima perasaan yang diberikan oleh lelaki itu kepadanya.
“ Benar kata orang, dicintai lebih baik daripada mencintai....”, batin Azkia bahagia.
Louis yang terkenal kaku dan dingin diluar nyatanya sangat hangat terhadap keluarga dan orang – orang yang disayanginya.
Setelah Azkia menerima perasaannya, Louispun mulai terang – terangan memberikan perhatian lebih yang selama ini sering dia lakukan secara diam – diam.
Wanita mana yang tak senang jika mereka dijadikan ratu dalam hati pasangan mereka, bukan hanya materi yang diberikan oleh Louis tapi perhatian dan kasih sayang yang melimpah untuk Azkia, Imelda dan Asai membuatnya merasa menajdi wanita yang paling beruntung didunia.
Mereka sudah seperti keluarga kecil yang bahagia. Hanya tinggal menunggu meresmikan hubungan mereka ke jenjang pernikahan maka semuanya akan menjadi sempurna.
Sementara itu dirumah sakit, Ardan yang berniat untuk melakukan pengobatan didalam negeri saat ini sedang menyelesaikan serangkaian test sebelum pihak rumah sakit mengijinkannya pulang.
Meski semua hasil test yang dilakoninya selama dua minggu ini menuai hasil memuaskan tapi sayangnya kedua kaki Ardan masih belum bisa difungsikan seperti sebelumnya sehingga dia terpaksa harus menggunakan kursi roda untuk beraktiviatas nantinya sambil menjalani perawatan.
“ Apa kamu sudah siap bertemu dengan anakmu.....”, ucap Vera bahagia.
Meski sempat mendapat ancaman dan bersitegang dengan Louis, tapi melihat jika pada akhirnya keponakannya itu bisa sadar dari koma setelah Azkia datang membuatnya sangat senang.
Bukan hanya telah membuat Ardan sadar dari tidur panjangnya, Azkia juga mengijinkan keponakannya itu untuk bertemu dengan anaknya, tentu hal itu merupakan berita paling baik diantara semuanya.
“ Tentu saja tan....”
“ Aku sudah tak sabar untuk bertemu dengan Askara....”, ucapnya dengan kedua mata berbinar cerah.
Azkia memang mengatakan nama anaknya, tapi dia tak memberitahu nama panggilan sang buah hati karena menurutnya hanya keluarga dan orang – orang terdekatnya sajalah yang bisa memanggil anaknya dengan panggilan Asai.
Panggilan yang diberikan oleh Imelda untuk adiknya dan menurutnya Ardan buakn termasuk orang terdekatnya lagi sekarang yang harus memakai nama panggilan tersebut meski dia adalah papa kandung Asai.
Setelah menyelesaikan seluruh administrasi dan membereskan semua barang Ardan, ketiganya pun segera masuk kedalam mobil menuju kediaman Watson.
Azkia yang sudah mengetahui jika mantan suaminya akan datang kerumah untuk menemui anaknya sebelum mereka pulang kembali ketanah air memilih untuk pergi kekantor bersama Sindy.
__ADS_1
Bukannya menghindar, Azkia hanya menjaga perasaan Louis dan membuat Ardan mengerti jika hubungan mereka tak akan bisa kembali seperti semula meski ada anak yang mengikat keduanya.
Tracy dan suster Tya tentunya merasa baik – baik saja dipasrai untuk mendampingi Asai ketika bertemu dengan papa kandung dan keluarganya.
Untungnya stok asi Azkia masih banyak dikulkas sehingga mereka tak perlu takut Asai kehausan meski ditinggal mamanya lama diluar.
“ Duh, tampannya cucu nenek ini....”, ucap Tracy penuh pujian.
Tracy dan suster Tya mendandani Asai setampan mungkin demi menyambut Ardan dan keluarganya yang sebentar lagi akan tiba.
Baru saja keduanya berbicara, salah satu pelayan memberi kabar jika Ardan dan ibundanya serta tantenya sudah berada diruang tamu keluarga Watson.
Suster Tya pun segera mengendong Asai yang telah selesai dia dandani dan langsung turun mengekor dibelakang Tracy.
Ketiga orang berbeda usia diruang tamu langsung tersenyum lebar begitu melihat bayi munggil laki – laki yang sangat tampan ada dihadapan mereka.
“ Askara....”
“ Ini nenek sayang.....”, ucap Melati bahagia.
Suster Tya pun langsung memberikan Asai kepada neneknya begitu ibunda Ardan tersebut datang dan merentangkan kedua tangannya dihadapan bayi munggil lelaki tersebut.
Tracy yang mengetahui jika Ardan mencari Azkiapun langsung menjelaskan jika calon menantunya itu sekarang sedang berada diperusahaan karena ada meeting penting dengan klien dari luar negeri.
“ Jadi benar kabar itu, jika kamu akan menikah dengan Louis....”, batin Ardan sedih.
Ardan sangat tahu jika Louis termasuk lelaki possesif sama seperti dirinya sehingga lelaki itu pasti tak akan membiarkan Azkia bertemu dengannya meski keduanya sudah tak memiliki hubungan apa – apa selain masalah anak yang ada diantara mereka.
Kabar mengenai pernikahan antara dirinya dan Azkia memang sengaja Louis hembuskan agar mantan suami Azkia itu tak lagi berharap kepada calon istrinya.
Dan hal itu juga disetujui oleh Azkia yang ingin agar Ardan sadar akan posisinya serta tak terlalu membuang waktu untuk mengejarnya kembali.
Vera yang melihat raut kesedihan diwajah keponakannya berusaha untuk mengalihkan atensi Ardan menggunakan Askara.
Benar saja, setelah bersama dengan Askara raut murung dan kesedihan itu langsung sirna berganti dengan tawa dan kegembiraan.
__ADS_1
Asai tampaknya sudah mengerti jika lelaki yang ada dihadapannya itu adalah papa kandungnya sehingga dia sama sekali tak canggung dan bermain bersama Ardan.
Melati dan Ardan yang merasa jika Askara menerima mereka dengan tangan terbuka tentunya merasa sangat senang dan bahagia.
Sayangnya Faisal tak bisa menjemput mereka hari ini dikarenakan kesibukan yang tak bisa dia tinggalkan hingga membuat lelaki itu tak bisa melihat dan memeluk cucunya secara langsung.
Ardan pun segera membuka mainan yang sudah dia persiapkan untuk buah hatinya tersebut satu persatu.
Askara yang mendapatkan banyak mainan baru tentunya sangat senang. Bayi yang baru bisa duduk dan merangkak tersebut langsung memainkan semua mainan yang dibawakan oleh papanya dengan hati riang.
Tak terasa waktu empat jam cepat berlalu dan tiba saatnya bagi Ardan beserta keluarganya untuk berpamitan pulang.
Keramahan serta ketulusan Tracy dalam emnyambut dan memperlakukan mereka membuat hati Melati menghangat.
Meski begitu Melati juga tak bisa terlalu berpuas diri karena Watson dan Louis tak seperti Tracy yang dengan tangan terbuka menyambut mereka.
Dalam kesempatan kali ini, Melati pun ingin memperjelas semua hal agar kedepannya mereka tak kembali salah melangkah hingga membuat hubungan kedua keluarga memburuk.
“ Apa kami masih diijinkan untuk datang menemui Askara lagi....”, tanya Melati hati – hati.
“ Tentu saja...”
“ Kalian adalah keluarganya dan Azkia juga tak menutup akses anaknya untuk mengenal dan dekat dengan keluarga papanya....”
“ Kapanpun kalian ingin menemui Askara, kalian bisa datang kekediaman kami....”
“ Kamipun akan dengan senang hati menerima kedatangan kalian....”, ucap Tracy ramah.
Mendengar perkataan Tracy, hati Melati merasa tenang. Meski anaknya tak bisa bersatu lagi dengan Azkia, setidaknya mereka masih diijinkan untuk menemui Askara.
“ Baik – baik disini ya sayang....”
“ Askara jangan nakal dan membuat mama kerepotan....”
“ Papa usahain bisa kesini dan menengok Askara sesering mungkin....”, ucap Ardan sambil menciumi seluruh bagian wajah bayi munggil tersebut berkali – kali dengan tatapan nanar.
__ADS_1
Tracy yang melihat Ardan sedih seperti itu merasa sedikit iba. Tapi dia juga tak bisa berbuat apapun karena Azkia sudah memutuskan.
Baginya, keputusan Azkia untuk memaafkan Ardan dan memberi mantan suaminya itu akses untuk bertemu dengan anaknya sudah merupakan keputusan paling mulia karena tak semua orang bisa berbesar hati melupakan semua kesalahan orang yang menyakitinya sedalam itu.