AIR MATA ISTRIKU KARMAKU

AIR MATA ISTRIKU KARMAKU
BAB 45


__ADS_3

Pagi harinya, begitu sang mentari menampakkan wajahnya suara teriakan Windy yang menggelegar membuat heboh seisi rumah.


Windy yang baru saja membuka mata sangat ketakutan waktu melihat tubuh dan pakaian suaminya penuh dengan bercak darah.


Beberapa kali dia coba menguncang tubuh Hilman tapi sama sekali tak mendapat tanggapan dari sang suami membuatnya semakin panik.


Bukan hanya pakaian dan tubuhnya yang penuh darah, dia juga melihat wajah suaminya yang bengkak dengan darah menetes dilehernya membuatnya semakin bertambah histeris.


“ Pi….”


“ Bangun pi….”


“ Bagun….”


“ Papi nggak boleh tinggalin mami seperti ini…..”, teriak Windy sambil mengguncang – guncang tubuh Hilman.


Hilman yang terbangun karena terkejut dengan suara tangis sang istri yang menyayat hati perlahan mulai membuka kedua matanya.


Dia sedikit meringgis waktu merasakan jika wajahnya terasa sangat ngilu, seperti ada seseorang yang telah menamparnya berkali – kali.


“ Ada apa ?....”


“ Kenapa pagi – pagi mami sudah berisik seperti ini….”, guman Hilman sambil mengucek kedua matanya.


“ Lihat pi….”


“ Lihat ini….”, ucap Windy ketakutan.


Hilman yang melihat pakaian istrinya penuh dengan darah sedikit terkejut dan kedua matanya langsung melotot sempurna.


“ Mami kenapa ?....”


“ Kenapa banyak darah dibaju mami….”, ucap Hilman terkejut.


Hilman masih belum menyadari jika kondisinya juga sama, bahkan lebih parah daripada kondisi sang istri saat ini.


“ Papi juga sama seperti mami, bahkan lebih parah….”, ucap Windy sambil menunjuk pakaian dan leher sang suami.


Keduanya segera bangun dan berencana untuk berkaca di depan meja rias milik Windy.


Tapi begitu hendak berkaca, keduanya terlihat ketakutan melihat tulisan darah yang ada di kaca meja rias.


“ Pembunuh…..”


“ Aku akan menuntut balas atas kematianku…..”, itulah tulisan yang tertera di kaca meja rias.

__ADS_1


“ Siapa yang membuat lelucon seperti ini !!!....”, hardik Hilman murka.


Hilman pun segera memanggil semua pelayannya untuk masuk kedalam kamar dan mencari tahu siapa yang telah membuatnya emosi sepagi ini.


Semua pelayan kediaman yang disuruh masuk kedalam kamar oleh Hilman saat ini terlihat menunduk ketakutan.


Apalagi waktu mereka mengetahui jika yang digunakan untuk menulis ancaman tersebut adalah darah membuat tubuh para pelayan menjadi tegang.


“ Ini darah tuan…..”


“ Bukan cat atau lipstick….”, ucap salah satu pelayan yang ditugasi membersihkan kaca rias dengan tangan gemetar setelah mencium bau anyir dilap yang ada ditangannya.


Mendengar ucapan pembantunya tersebut, Hilman yang berusaha untuk memastikan jika itu benar – benar darah menggunakan telunjuknya untuk mengambil bercak merah yang ada dikaca dan langsung menciumnya.


Setelah memastikan jika itu adalah darah, tubuh Hilman pun langsung bergetar hebat tanpa bisa dia hentikan untuk beberapa saat.


Ketika dia melihat tampilannya didepan kaca, spontan bulu kudu Hilman berdiri seketika sambil meraba lehernya yang penuh dengan darah dan sedikit lebam.


Merasa jijik, Hilman pun segera menyusul sang istri yang lebih dulu masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan badannya.


“ Menurut papi, siapa yang melakukan ini…. ”


“ Tidak mungkin kan jika itu hantu…”,ucap Windy menolak percaya dengan ucapan para pelayan yang mengatakan jika ada hantu penasaran yang menuliskan ancaman tersebut.


Hilman yang masih mengompres kedua pipinya hanya menggeleng pelan karena dia juga tak percaya jika semua ini yang melakukannya adalah hantu.


Suasana didalam apartemen pagi ini sangat tenang dan damai. Azkia yang baru pulang menjelang pagi masih tertidur pulas diatas ranjang ketika Jacob datang.


Jacob yang tidak mengetahui aksi Azkia semalam merasa jika gadis itu mungkin kelelahan baik secara fisik dan psikis setelah mengalami penculikan kemarin.


Tak ingin mengganggu waktu istirahat gadis yang dicintainya itu, setelah menyiapkan sarapan untuk Azkia yang tadi dibelinya diaatas meja makan Jacob pun keluar dari apartemen.


Rencananya Jacob akan kembali kemarkas karena belum menemukan jawaban yang dicarinya dari ketiga tawanan yang disekapnya di ruang tahanan bawah tanah miliknya.


Dilain tempat, tepatnya disebuah pedesaan terlihat seorang wanita menggunakan wig blondenya sedang berbicara serius dengan beberapa lelaki berbadan kekar.


Selama dalam pengasingan yang dia lakukan, Meysa yang mulai tenang berusaha untuk kembali beraksi setelah tahu jika rencana sang papi untuk menyingkirkan Azkia telah gagal.


“ Aku tak menyangka jika wanita s****n itu memiliki banyak keberuntungan sehingga selalu lolos dari maut…..”


“ Kali ini aku sendirilah yang akan mencabut keberuntungan itu dengan kedua tanganku….”, batinnya menyeringai licik.


Meysa yang berhasil menjalin hubungan dengan ketua kelompok  bandar narkotika terbesar  dibenua ini rasa percaya dirinya kembali muncul dan diapun mulai merayu sang kekasih untuk ikut dalam rencana yang dibuatnya.


Menggunakan tubuhnya yang sexy dan kepiawaiannya memuaskan lelaki diatas ranjang, Meysa dengan mudah membuat pria kekar dengan tubuh penuh tato itu bertekuk lutut dihadapannya.

__ADS_1


Dia sangat yakin jika rencana barunya ini akan berhasil  mengingat jika lokasi desa yang ditempatinya saat ini sangatlah terpencil.


Minimnya akses menuju kesana serta susahnya sinyal tentu akan bagus baginya untuk  membawa Azkia kemari dan menyiksanya sebelum dia membunuh sepupu tirinya itu dengan kedua tangannya sendiri.


“ Kuharap kali ini rencanaku tak menuai kegagalan lagi….”, guman Meysa dengan kilat tajam penuh amarah.


Hilman dan istrinya yang masih belum hilang keterkejutannya dibuat kembali syok dengan hilangnya barang – barang berharga serta uang yang mereka simpan dibrankas.


“ Kita harus melaporkan kasus teror dan pencurian ini kepolisi pi….”, teriak Windi lantang.


Tak membutuhkan waktu yang lama, beberapa polisi sudah hadir dikediaman Hilman untuk melihat langsung TKP dan melakukan penyelidikan.


Tentunya diawali dengan para pelayan dan penjaga yang bekerja diruah tersebut. Dari hasil keterangan yang diperoleh, polisi tak menemukan apapun tindakan yang mencurigakan ada orang luar masuk kedalam kediaman.


Bahkan cctv yang terpasang pun tak melihat adanya pergerakan siapapun yang mencurigakan semalam baik itu diluar maupun didalam rumah.


Mereka tak tahu jika hasil rekaman cctv telah berhasil Azkia modifikasi sehingga aksi yang dihasilkannya sangat bersih.


“ Pi….”


“ Tidak mungkin kan jika hantu yang melakukannya….”


“ Hantu tak mungkin mencuri uang dan perhiasan….”, ucap Windy berusaha menolak pemikiran negative yang baru saja terbesit dalam kepalanya.


“ Sepertinya ada orang yang sengaja melakukan ini kepada kita untuk membuat kita takut….”, ucap Hilman berusaha menenangkan sang istri.


“ Jika benar ada orang yang menyelinap masuk….”


“ Tapi kenapa sosoknya tak terekam dalam cctv yang ada dirumah kita….”, ucap Windy dengan bulu kudu yang tiba – tiba berdiri dengan sendirinya.


“ Entahlah mi….”


“ Yang papi pikirkan sekarang adalah bagaimana kita bisa mendapatkan uang cepat untuk menutup mulut si Bono….”


“ Padahal uang didalam brankas tersebut rencananya akan papi buat untuk membayar Bono agar dia tak sampai membuka mulut seandainya tertangkap nanti….”, ucap Hilman sambil memegangi kepalanya pusing setelah dia mendapatkan pesan jika Azkia berhasil diselamatkan.


Azkia yang baru saja terbangun dan sedang menikmati sarapan yang disiapkan oleh Jacob tersenyum lebar waktu mendapatkan kabar jika terjadi kehebohan dikediaman Hilman.


Umpan telah masuk maka Azkia pun tinggal melanjutkan langkah berikutnya. Dia berencana akan membuat keduanya ketakutan akan semua dosa – dosa yang pernah mereka lakukan.


Tujuan utamanya adalah untuk mendapatkan bukti jika Hilman dan istrinya lah dalang dari kematian mamanya.


Karena kesulitan untuk mendapatkan bukti, maka Azkia terpaksa menempuh cara ekstrim ini dengan sedikit mengacaukan mental keduanya.


“ Aku akan membalas semua kesakitan dan rasa tidak aman yang pernah mama rasakan kepada mereka berkali – kali lipat…”

__ADS_1


“ Tentunya dengan cara yang tidak pernah mereka bayangkan sebelumnya….”, ucapnya menyeringai tajam.


__ADS_2