AIR MATA ISTRIKU KARMAKU

AIR MATA ISTRIKU KARMAKU
BAB 74


__ADS_3

Setelah semua orang pulang, Louis mendekati Azkia yang terlihat sedang berjalan ditaman seorang diri setelah dia menidurkan Imelda didalam kamarnya.


“ Terimakasih ya untuk yang tadi....”, ucap Louis tulus.


Azkia yang melihat Louis tiba – tiba ada disampingnya sedikit terkejut dan langsung menjawab spontan “ Eh, iya sama – sama......”.


Selanjutnya keduanya pun terdiam memandang keatas langit yang kebetulan malam ini sangat cerah sehingga bintang – bintang bertaburan diatas terlihat sangat jelas.


Bulan sabit yang ada ditengah – tengah pun menambah keindahan langit malam ini membuat keduanya enggan untuk menurunkan pandangan mereka.


Angin malam sepoi – sepoi yang berhembus membuat Azkia sedikit mengelus – elus bahunya karena tak menyangka jika tiba – tiba udara menjadi dingin seperti sekarang, tapi dia masih enggan untuk beranjak.


Louis yang peka akan hal itu langsung melepaskan jaket yang dikenakannya dan menyampirkannya ditubuh Azkia.


Azkia terbelalak sesaat mendapat perlakuan manis tersebut, namun dengan cepat dia bisa menguasai emosinya dan tersenyum hangat sambil mengucapkan terimakasih.


Deg....


Louis mematung ketika melihat senyum manis Azkia dan jantungnya mendadak berdetak dengan cepat.


Untuk menutupi kegugupannya, Louispun mengajak Azkia masuk dengan alasan angin malam tak baik untuk bayi yang ada dalam kandungannya.


Azkia yang memang sudah merasa kedinginan pun menyetujui usulan yang diberikan oleh Louis kepadanya.


“ Apa kamu mau coklat hangat....”


“ Kebetulan aku tadi bawa coklat dari swiss ketika aku sedang tugas disana, rasanya sangat enak....”, ucap Louis yang langsung bergerak menuju pantry sambil berusaha menormalkan detak jantungnya agar Azkia tak sampai mendengarnya.


Azkia yang merasa tak enak menolak ajakan Louis pun mengiyakan dan berjalan mengekori kakak sahabatnya itu.


“ Minumlah....”


“ Aku jamin kamu pasti langsung suka.....”, ucap Louis sambil menyerahkan secangkir coklat hangat kepada Azkia.


“ Wah....”


“ Ini benar – benar enak....”, ucap Azkia dengan kedua mata berbinar.


Louis merasa senang melihat Azkia menyukai minuman coklat yang dibuatnya.


Kedua matanya tanpa sadar terus mengamati semua tingkah laku Azkia yang terlihat semakin cantik jika seceria itu.


“ Aku akan membelikan banyak untukmu jika kamu suka.....”, ucap Louis tersenyum hangat.


“ Baiklah, jika kamu memaksa...”, ucap Azkia terkekeh.


Jujur saja Azkia sangat suka dengan coklat yang sedang diminumnya saat ini.


Dan sepertinya, merk minuman coklat tersebut memang tidak dijual disini jadi diapun mengiyakan penawaran yang diberikan oleh Louis.


“ Eng...”


“ Untuk yang tadi, aku minta maaf jika permintaan Imelda memberatkanmu....”, ucap Louis tak enak hati.


Merasa jika suasa hati Azkia terlihat santai, Louis pun berniat membuka obrolan yang sejak tadi ingin dia bicarakan dengan wanita itu.

__ADS_1


“ Tidak apa....”


“ Aku paham karena aku juga pernah berada diposisi sama dengan Imelda saat ini....”


“ Hanya saja, waktu itu aku sedikit egois sehingga tak menyadari jika papa sedikit kesulitan merawatku....”


“ Terutama ketika aku sedang berada pada masa puber...”


“ Waktu itu, aku takut kehilangan kasih sayang papa jadi akupun selalu menolak ketika ada wanita dekat dan berusaha untuk mengantikan posisi mamamku....”


“ Padahal sebenarnya, aku juga membutuhkan sosok mama dalam masa pertumbuhanku....”


“ Terutama ketika aku beranjak remaja.....”


“ Ada hal – hal pribadi seorang gadis yang tak mungkin hal itu bisa dia bicarakan dengan lelaki, meski itu papanya sendiri....”


“ Kamu tahu kan, seperti pada saat datang bulan.....”


“ Atau hal – hal yang berkaitan dengan perempuan yang rasanya sulit untuk bisa kamu bicarakan dengan papamu padahal kamu butuh pendapat dan dukungan saat itu.... ”


“ Jadi ketika Imelda menganggapku sebagai mommynya, aku merasa bahagia....”


“ Setidaknya aku bisa menjadi sahabat untuk bertukar pikiran pada saat masa puber yang akan dia lalui sebentar lagi....”, ucap Azkia sambil sesekali menyeruput coklat hangat ditangannya disela – sela ceritanya.


Azkia mengatakan semua itu dengan tulus karena ketika pertama kali bertemu dengan Imelda, gadis kecil itu mengingatkannya akan dirinya pada masa lalu.


Bedanya, Imelda lebih bisa terbuka terhadap orang lain, beda hal dengan dirinya kala itu.


Mungkin hal itu jugalah yang membuat Azkia menjadi sangat dekat dengan gadis kecil yang mengemaskan tersebut dan sangat menyayanginya.


“ Lalu, bagaimana jika Imelda benar – benar menginginkanmu sebagai mommynya....”


“ Seperti menginginkan kita untuk bersama....”, jelas Louis sedikit gugup.


“ Untuk masalah itu....”


“ Secara perlahan aku akan menjelaskan kepada Imelda....”


“ Imelda adalah gadis yang cerdas, aku yakin dengan penjelasan yang aku berikan secara perlahan dia akan mengerti.....”, ucap Azkia tenang.


Melihat Azkia menjawab pertanyaannya dengan tenang, mulai timbul keberanian dalam diri Louis untuk bertanya lebih jauh lagi.


“ Lalu, bagaimana dengan kamu....”


“ Apakah kamu tak ingin memiliki keluarga kecil sendiri....”


“ Bukankah, anakmu nantinya membutuhkan sosok ayah dalam pertumbuhannya.....”, ucap Louis penasaran.


Sebenarnya Louis sedikit was - was jika Azkia akan tersinggung akan pertanyaan yang sebenarnya dia butuhkan untuk meyakinkan hatinya saat ini.


“ Aku masih belum memikirkan hal itu untuk saat ini....”


“ Jika hanya sosok ayah, aku yakin dikeluarga ini banyak yang bisa menjadi panutan untuk anakku nanti...”


“ Ada tuan Watson, kakeknya.....”

__ADS_1


“ Ada Jacob yang nanti akan menjadi ayah angkatnya....”


“ Dan ada kamu juga Thomas yang juga bisa menjadi panutannya....”


“ Aku yakin anakku tak akan kekurangan kasih sayang dan sosok seorang ayah nantinya dengan adanya kalian semua disisinya....”, ucap Azkia santai.


Dari jawaban yang diberikan oleh Azkia, Louis sudah bisa menyimpulkan jika wanita muda yang ada dihadapannya itu masih belum bisa membuka hatinya untuk orang lain setelah kegagalan dalam pernikahan pertamanya.


Louis merasa jika hal ini sedikit bagus untuknya karena dia juga tak bisa bertindak gegabah sebelum benar – benar memastikan jika perasaan yang dimilikinya terhadap Azkia.


Apa itu benar – benar cinta atau rasa simpati semata karena wanita itu dengan muda bisa masuk kedalam hati Imelda, putrinya yang terkenal susah dekat dengan orang lain kecuali anggota keluarganya.


“ Baiklah....”


“ Aku benar – benar harus memastikan perasaanku terlebih dahulu....”


“ Dan jika aku sudah yakin maka kamu jangan harap bisa lari dariku Azkia....”, batin Louis tajam.


Sementara itu dibelahan bumi yang lainnya, Melati merasa curiga akan gerak – gerik Robby beberapa waktu terakhir.


Melati merasa jika Robby sedang menyembunyikan sesuatu yang besar.  Sebuah rahasia yang berhubungan dengan keluarga besar Bimantara.


Untuk menuntaskan rasa penasarannya, maka hari ini dia yang kebetulan bertemu asisten pribadi anaknya itu segera mengikuti lelaki tersebut ketika tanpa sengaja bertemu disebuah restoran setelah pulang arisan.


“ Apa kamu yakin dengan informasi ini....”, tanya Robby penuh selidik.


“ Tentu saja aku yakin....”


“ Semuanya bisa kamu lihat dalam amplop tersebut.....”, ucapnya santai.


Robby membelalakkan kedua matanya waktu dia melihat foto – foto yang ada dalam amplop coklat yang ada ditangannya.


Diapun segera mengeluarkan segepok uang dari balik saku bajunya dan menyuruh lelaki dihadapannya segera keluar.


Robby yang sedang fokus dengan foto yang ada ditangannya tak menyadari jika pada saat lelaki yang dia bayar untuk mencari informasi mengenai Azkia keluar berbarengan dengan masuknya Melati kedalam ruangan.


“ Apa maksud semua ini Robby....”


“ Bisa kamu jelaskan....”, ucap Melati tajam.


“ Ny-nyonya besar.....”, ucap Robby spontan berdiri dan memberi hormat.


Melihat jika dia tak bisa menyembunyikan semua hal yang telah dia ketahui terlalu lama maka diapun menceritakan semuanya kepada Melati.


“ Jadi ini benar – benar Azkia....”, ucap Melati sambil membekam mulutnya dnegan satu tangannya penuh haru.


Dia melihat satu persatu foto Azkia dengan perut yang sudah mulai membesar dengan kedua mata berkaca – kaca karena bahagia.


Setelah pencarian sekian lama pada akhirnya dia bisa mendapatkan petunjuk dimana mantan menantunya itu berada.


“ Tapi nyonya...”


“ Sepertinya kita akan kesulitan untuk bertemu dengan nyonya muda mengingat keluarga Watson begitu melindunginya...”, ucapnya ragu.


Melatipun hanya terdiam karena apa yang diucapkan oleh Robby benar adanya. Keluarga Watson sangat berpengaruh dibenua itu.

__ADS_1


Itulah kenapa mereka selama ini sama sekali tak bisa mendapatkan jejak keberadaan Azkia karena ada mereka dibelakangnya.


Meski begitu, Melati juga tak mau menyerah begitu saja. Setidaknya, sekarang mereka sudah mengetahui keberadaan Azkia dan akan mencari cara supaya bisa bertemu dengan mantan menantunya itu.


__ADS_2