AIR MATA ISTRIKU KARMAKU

AIR MATA ISTRIKU KARMAKU
BAB 63


__ADS_3

Malam semakin larut, hanya bunyi suara jangkrik dan hewan malam yang keluar mencari makanan menemani Jacob dan tim menyusuri sekeliling hutan lindung untuk mencari keberadaan Azkia.


Jacob saat ini sedang berdiri dititik terakhir dimana keberadaan Azkia dapat terlacak sebelum titik merah tersebut menghilang.


Dengan wajah frustasi Jacob terus menyisiri jalan setapak berharap menemukan sedikit petunjuk.


Dipandanginya hutan lindung yang penuh dengan pohon berusia tua tersebut dari luar dan merasa jika Ardan tak mungkin membawa Azkia masuk kedalam mengingat jika didalam sana terdapat banyak binatang buas yangbebas berkeliaran sehingga para petugas yang berjaga selalu melarang siapapun untuk masuk kecuali pihak berwenang dan para peneliti yang berkepentingan disana.


“ Dimana kamu Azkia….”, desah Jacob frustasi.


Ditengah – tengah kegundahan hatinya, tiba – tiba salah satu anak buahnya yang ditugaskan untuk menyisir area sebelah barat hutan berlari terburu – buru kearahnya.


“ Bos…”


“ Ada kabar baik….”


“ Saya menemukan jejak mobil dibalik semak – semak disebelah barat hutan….”, ucapnya melaporkan.


Mendapat laporan tersebut, Jacob dan anak buahnya yang lain bergegas menuju tempat yang dimaksud.


“ Benar….”


“ Jejak ini masih baru….”, guman Jacob sambil menyibak rimbunan semak belukar yang sedikit rimbun dihadapannya.


Melihat jika semak belukar yang cukup rimbun tersebut hanyalah tanaman imitasi bukanlah tumbuhan asli  yang digunakan untuk mengecoh pandangan orang, Jacobpun tersenyum sinis.


“ Palsu ternyata….”, gumannya sinis.


Setelah menyingkirkan semak belukar palsu yang dipergunakan untuk mengecoh orang agar tak mengetahui jika dibalik semak ada jalan seukuran mobil bisa masuk, Jacob dan anak buahnya segera berangkat menuju tempat yang dicurigainya digunakan oleh Ardan untuk menyekap Azkia.


“ Aku tak menyangka ada vila mewah di samping hutan lindung yang rimbun seperti ini….”, guman Jacob waspada.


Tak ingin menarik perhatian musuh, Jacob dan timnya memarkir kendaraannya sedikit jauh dari vila dan berjalan mengendap – endap mendekat untuk melihat situasi disekitarnya.


Setelah memastikan jumlah orang yang berjaga didepan vila, anak buah Jacobpun mulai menyusun strategi dan membagi tugas.


Pergerakan anak buah Jacob ternyata mampu terdeteksi oleh anak buah Ardan yang langsung bergerak untuk menyingkirkan para penyusup yang berusaha masuk.


Perkelahian dan adu tembakan pun tak bisa lagi dihindari karena anak buah Ardan terus berdatangan dari dalam vila.


Jacob sama sekali tak menyangka jika Ardan telah mempersiapkan diri dengan baik hingga membawa anak buah yang cukup banyak untuk melindungi vilanya.


Kalah jumlah membuat anak buah Jacob sedikit terpojok dan perlahan mulai bergerak mundur.

__ADS_1


Untungnya, dua sosok wanita yang berlari dalam gelap membuat Jacob menarik anak buahnya untuk kembali.


“ Jacob….”, lirih Azkia lemah.


Begitu tiba dihadapan Jacob, Azkia langsung pingsan akibat kelelahan setelah dipaksa melayani nafsu Ardan yang seakan tak ada habisnya dalam pergulatan panas tadi.


Untungnya Jacob sigap sehingga tubuh Azkia tak sampai mencium tanah dan berhasil didekap lelaki itu dan langsung bergegas lari membawanya kedalam mobil.


Anak buah Ardan yang tak bisa mengejar Jacob dan tim pada akhirnya kembali masuk kedalam vila untuk menemui bos mereka yang tak kelihatan batang hidunganya sedari tadi padahal target telah melarikan diri.


Salah satu anak buah Ardan menemukan bosnya terbaring tak sadarkan diri diatas ranjang dalam keadaan polos tanpa pakaian dengan darah merembes ditubuhnya membuatnya langsung berlari mendekat dengan wajah panik ketika melihat sprei putih yang ada diranjang sudah berubah warna menjadi merah darah.


“ Siapa yang melakukan hal keji ini kepada bos….”


“ Tidak mungkin dua wanita itu kan….”, gumannya bermonolog.


Melihat jika dua wanita muda yang disekapnya didua kamar berbeda terlihat sangat lemah, anak buah Ardan pada akhirnya mengambil kesimpulan jika anak buah musuh yang menyerangnya tadilah yang melakukan hal ini kepada bosnya.


Lelaki bertubuh gempal tersebut segera membalut luka dipergelangan tangan Ardan dengan perban untuk menghentikan pendarahannya.


Sebelum memakaikan pakaian, anak buah Ardan juga mengobati dan menutup luka didada dan tangannya dan langsung  membopongnya keluar untuk dibawah kerumah sakit.


“ Aku harus segera menghubungi pak Robby agar bos bisa segera ditangani…..”, ucapnya sigap.


Dengan gerakan cepat diapun segera meluncur kerumah sakit dimana Ardan dibawa untuk mendapatkan perawatan.


“ Bagaimana ini bisa terjadi dan siapa yang melakukannya ?....”, tanya Robby tajam.


Anak buah Ardanpun langsung menceritakan semuanya, termasuk penculikan dua wanita muda disebuah restoran bintang lima hingga penyerangan yang terjadi untuk membebaskan wanita yang bos nya sekap didalam vila.


“ Jacob Wang….”


“ Hanya dia yang bisa melakukan hal keji seperti itu….”, guman Robby geram.


Robby pun segera mengistruksikan anak buah Ardan untuk mencari jejak keberadaan Jacob Wang saat ini untuk membuat perhitungan.


“ Seharusnya kamu tak bertindak gegebah seperti ini….”


“ Dengan menculik Azkia, maka istrimu akan semakin bulat tekadnya untuk bercerai darimu….”, batin Robby sedih.


" Dan untuk Jacob Wang...."


" Kamu tenang saja, aku akan membuat perhitungan dengannya.....", batinnya lagi.

__ADS_1


Robby menatap separuh tubuh Ardan yang dibalut perban dengan wajah sendu. Dia tak menyangka sahabatnya itu akan mengalami nasib tragis seperti ini.


Brakkkk….


“ Bagaimana keadaan Ardan sekarang ?....”, tanya Melati panik.


Robby yang sedikit terkejut sudah bisa menormalkan ekpresinya kembali waktu melihat kehadiran Melati disana.


Diapun menceritakan semua yang anak buah Ardan laporkan kepadanya tadi dan dia juga saat ini sedang mencari keberadaan Jacob yang diduga telah menganiaya Ardan hingga mengalami luka gores dan tusuk cukup dalam.


“ Kenapa semuanya menjadi kacau seperti ini….”


“ Apa kamu tak menasehati Ardan hingga dia nekat untuk menculik Azkia…. ”


“ Jika begini maka pernikahannya sudah tak bisa terselamatkan lagi….”, guman Melati sambil menangis frustasi.


Dilain tempat, setelah mendengarkan cerita kasar dari Shanaz, Jacob segera membawa Azkia ketempat dokter Ardian karena dia merasa jika gadis itu lebih membutuhkan Adrian dibandingkan dokter yang ada dirumah sakit.


Shanaz yang mengecek bagian tubuh Azkia sedikit kecewa waktu dia tak menemukan luka apapun selain bekas kepemilikan yang ditinggalkan Ardan dileher dan dada istrinya.


Padahal jika ada bekas tindak kekerasan maka itu bisa dijadikan bukti baru sehingga putusan sidang cerai Azkia akan lebih cepat didapat.


Adrian segera memberikan infuse dan suntikan penenang agar waktu bangun nanti Azkia tak berteriak histeris.


Mengingat bagaimana Ardan kembali memperlakukannya seperti itu, Adrian takut jika traumanya dimasa lalu akan kembali muncul.


“ Ada baiknya jika Azkia dirawat ditempat yang jauh dari jangkauan Ardan karena jika tidak maka kemungkinan dia untuk sembuh akan sangat kecil…..”, ucap Adrian menjelaskan.


Jacob terlihat menimbang – nimbang ucapan Adrian dan akan coba untuk berkonsultasi dengan Martin selaku kuasa hukum yang mengurus kasus perceraian yang diajukan Azkia dan kasus Hilman yang akan dipersidangkan esok hari.


Jika memang Azkia bisa ijin tak menghadiri dua sidang yang akan berlangsung tersebut rencananya Jacob akan membawa Azkia ke tempat Sindy.


Setidaknya jika berada disana Azkia akan aman dan Ardan tak mungkin bisa melacak keberadaan istrinya lagi.


“ Baiklah….”


“ Jika Azkia sudah sadar aku akan coba bicara dengannya dan memberikan solusi ini….”


" Sudah cukup dia menderita..."


" Sekarang waktunya Azkia bahagia....."


"  Aku akan membantunya cepat lepas dari psikopat gila itu....", batin Jacob perih..

__ADS_1


__ADS_2