
Arka latihan memanjat, saat dipertengahan Ia langsung jatuh hingga tergelantungan.
Boy langsung membantu membuka talinya.
"Ada masalah apa?" tanya Boy
"Sedikit masalah di rumah." Arka langsung minum air mineral
Ia duduk sendirian di bangku, Ia membungkuk meletakkan sikunya di lututnya sambil menunduk dan menggenggam kedua tangannya.
Arka kembali berdiri dan langsung menuju ruang ganti dan berjalan menuju kamar mandi.
*
Seminggu berlalu
Hana dan keluarganya sibuk memanen jeruk.
Arif mengupaskan Alwi jeruk.
"Ini coba jeruknya," ucap Arif
Alwi memakannya, "Jeruknya manis,"
Arif tersenyum lalu kembali mengumpulkan jeruk yang sudah dipetik.
"Alwi enak gak jeruknya?" tanya Hana
"Enak Bunda," kata Alwi
Alwi duduk di pinggir sibuk memakan jeruk yang sudah dipilihkan Pamannya.
Hana melihat seluruh keluarganya dengan mata berkaca-kaca.
Sejak dulu memang kebersamaanlah yang membuat kita bahagia, batin Hana
Dahlia menatap ke arah Hana, Hana tersenyum ke arahnya.
"Ini sudah selesai, ayo pulang," ajak Bu Dahlia
"Yang sebelah sana gak ada ya Mak?" tanya Hana
"Itu buahnya masih belum terlalu besar," ucap Bu Dahlia
Mereka berjalan pergi dan tersenyum melihat Alwi naik di gerobak, Arif mendorong gerobaknya hingga tepi jalan.
Pak Hairul juga ikut berjalan pulang dan terlihat sangat senang saat melihat keluarganya lengkap.
Saat berjalan di jalan menuju pulang, Hana dan Bu Dahlia singgah di warung yang gak jauh dari rumabnya.
"Bu beli terigunya 1kg, telurnya 1kg, Ikan terinya 1ons," ucap Hana
Bu Elin pemilik warung mengambilkan pesanan Hana.
"Berapa?" tanya Hana
"Pas 40ribu," ucap Bu Elin
"Biar Mak yang bayar," kata Bu Dahlia
"Gak usah, Aisya bawa uang kok. Ini Bu Elin uangnya." Hana memberikan uang pas lalu membawa belanjaannya.
Mereka pulang ke rumah, Alwi, Arif dan Pak Hairul sudah sampai duluan. Alwi langsung mandi bersama Pamannya.
"Alwi mau ikut gak, nanti sore Paman mau jalan-jalan ke pasar," kata Arif
"Mau Paman," ucap Alwi senang.
Setelah Alwi dan Arif selesai mandi. Pak Hairul mendekati Hana.
"Aisya kamu mandi dulu sana," ucap Pak Hairul
"Iya Pak, Aisya dulu ya." Hana langsung mengambil handuk di kamar dan langsung keluar lagi menuju kamar mandi.
Karna di rumahnya cuma ada 1 kamar mandi dan 1 wc jadi pada antre.
__ADS_1
Tapi Hana tetap bahagia.
Hana tersenyum saat melihat kemban yang dikhususkan untuknya.
Setelah semuanya selesai mandi.
"Ini ikan terinya mau dimasak apa?" tanya Bu Dahlia
"Sambal, sudah lama gak makan sambal ikan teri buatan Mak," kata Hana
Bu Dahlia tersenyum.
"Mak, Aisya mau buat kue, ovennya ada kan?" tanya Hana
"Iya ada di tempat biasa," kata Bu Dahlia
Bu Dahlia masak sendiri sedangkan Hana mengadon kue.
Saat Hana memasukkan adonan kue ke dalam Oven, Hana melamun sejenak mengingat saat Arka mengajarinya membuat adonan roti.
Bu Dahlia melihat ke arah Hana.
"Apa yang lagi dipikirkan?" tanya Bu Dahlia
Hana tersadar dan langsung tersenyum, "Gak kok Mak,"
Hana langsung mencicipi masakan Bu Dahlia.
Di tempat lain Arka sedang membuat adonan di pabrik Bogor, semua orang melihat ke arahnya yang fokus pada adonan.
Saat sudah selesai Arka langsung pergi melaju ke rumah sakit.
Rangga yang baru mau keluar melihat Arka datang.
"Ayo sekalian makan siang," kata Rangga
Arka kembali masuk ke mobil.
Mereka berdua makan siang di kafe tepi laut.
"Aku ingin tahu dimana kampung halaman Hana Aisya," ucap Arka
"Jadi kau menghubungiku waktu itu ingin nanya ini?" tanya Rangga
Arka mengangguk.
"Memangnya ada hal apa hingga kau ingin tau?" tanya Rangga
"Hana Aisya pulang kampung tanpa pamit," kata Arka
"Pulang kampung?" tanya Rangga kaget
"Iya, mungkin ada perkataan Mama yang membuat Ia tersinggung atau juga perkataan Cantika," kata Arka
"Kau serius padanya?" tanya Rangga
"Apa pernah aku tidak serius, aku selalu serius dalam hal apapun, hanya saja Mama belum sepenuhnya setuju jika aku melamar Hana," kata Arka
"Kalau begitu tunggu Tante Linda setuju baru kau pergi ke kampung Hana, karna restu orang tua paling penting," kata Rangga
"Tapi ada satu hal lagi, aku tidak yakin Hana bersedia menerimaku karna aku pernah dengar kalau Ia belum siap menikah lagi," kata Arka
"Dicoba saja dulu, pernikahan lewat ta'aruf kebanyakan tanpa cinta tapi setelah menikah baru tumbuh rasa cinta," ucap Rangga
"Ya kau benar." Arka tersenyum mendengarnya.
"Nanti alamatnya aku kirimkan, tapi tempatnya sangat jauh," kata Rangga
"Tidak apa, yang penting bisa ketemu," ucap Arka serius
Arka langsung meminum jusnya.
Tiba-tiba ponsel Arka berbunyi.
Arka melihat nomor tidak dikenal, Ia langsung mengangkatnya.
__ADS_1
"Assalamu 'alaikum Om," ucap Alwi
"Wa'alaikumussalam," kata Arka
"Om ini Alwi," kata Alwi
"Alwi benar ini kamu?" tanya Arka
"Iya, Paman Arif yang bantu Alwi menelpon Om Arka, kan nomor Om Arka selalu Alwi bawa," kata Alwi
Arka tersenyum senang mendengar suara Alwi.
"Alwi lagi ngapain? sehat gak?" tanya Arka
"Sehat Om, Alwi kangen sama Om Arka dan Om Fahri," kata Alwi
Hana mendengar suara Alwi bicara di telpon. Hana mendekat.
"Siapa yang nelpon?" tanya Hana pada adiknya.
"Alwi minta di telponkan nomor ini." Arif menunjukkan kartu nama.
Hana melihatnya dengan kaget.
"Alwi, Om Arka pasti sibuk jangan ganggu Dia," kata Hana
Arka mendengar suara Hana.
"Alwi, Om Arka mau bicara sama Bundanya boleh?" tanya Arka
"Boleh. Ini Bunda, Om Arka mau bicara." Alwi memberikan ponsel pada Hana.
Hana gugup saat memegang ponsel itu, Ia langsung menyimpannya di dekat telinga "Iya Pak,"
Arka tersenyum mendengar suara Hana.
Rangga ikut tersenyum saat melihat Arka ngobrol ditelpon.
"Apa kalian baik-baik saja?" tanya Arka
"Iya Pak, kami baik-baik saja, kami sudah kumpul sama keluarga," kata Hana
"Maaf jika Mama ada mengatakan sesuatu yang menyakitkan, tolong dimaafkan," ucap Arka
"Gak kok Pak, Bu Linda gak pernah bicara yang menyakitkan, Pak Arka jangan salah paham, kami pulang kampung karna memang dari dulu saya sudah ingin pulang tapi karna gak cukup uang jadi baru sekarang bisa pulang," kata Hana
"Seharusnya kalian pamit saat mau pulang," ucap Arka
"Iya Pak maaf banget, Pak Arka pasti sibuk, maaf ya Alwi sudah mengganggu," ucap Hana
"Gak kok malah saya senang, nomor ini saya simpan ya," ucap Arka
"Iya ini nomor adik saya. Ya sudah tutup dulu ya, Assalamu 'alaikum," ucap Hana
"Wa'alaikumussalam," kata Arka
"Da... Om Arka," ucap Alwi
Arka tersenyum bahagia mendengarnya.
Hana mematikan sambungan dan langsung memberikan ponsel Arif.
"Siapa Dia Kak?" tanya Arif
"Dia teman Ayahnya Alwi tapi bukan Dokter Rangga," kata Hana
"Oh, kirain siapa," kata Arif
Hana melihat ke arah Alwi.
"Lain kali jangan ganggu Om Arka lagi ya!" ucap Hana
"Iya Bunda, tadinya mau nelpon Om Fahri tapi nomornya gak ada," kata Alwi
Iya ya apa kabar Mas Fahri sekarang ya? batin Hana.
__ADS_1