Akhir Yang Bahagia

Akhir Yang Bahagia
65. Bandara


__ADS_3

Happy Reading temen temen 💙


Selesai mendaftar Cery segera menancap gas menuju rumahnya.


Bisa di akui bahwa kini, Cery sedang dalam fase malas malasan. Ia ingin menghabiskan waktu liburannya dengan bersantai santai tanpa ada yang mengganggu.


"Gimana Cer, udah beres?" tanya mamah Emil.


"Sudah mah. Hm, mamah nggak ke toko kue?" tanya Cery.


"Mamah ke tokonya dua hari sekali sayang." jawab mamahnya.


"Ow, yaudah Cery mau ke dapur dulu mah!" ucapnya dan langsung menuju dapur. "Bi.." panggil Cery.


"Eh non Cery udah pulang. Ada yang bisa bibi bantu non?" tanya Bi Ijah dengan sangat ramah.


"Ehm, Cery mau jus strawberry Bi." jawab Cery sedikit canggung.


"Bentar ya non, bibi buatin!" balas Bi Ijah sembari mengambil strawberry di lemari pendingin.


"Hm, maaf ya Bi udah ngrepotin!" sahut Cery.


"Ah, tidak apa apa atuh non! Lagian saya juga tidak mau makan gaji buta." tungkas Bi Ijah seraya tertawa pelan.


Sambil menunggu jusnya jadi, Cery mengambil ponsel baru yang belum lama ini di saku sweternya.


"Ck, rame banget! Ada apaan sih ini?" guman Cery.


"Eh, non ada apa?" sahut Bi Ijah ketika mendengar Cery berdecak kesal.


"Ehm, enggak ada apa apa Bi." jawab Cery.


Cery segera membuka pesan grup dari para sahabatnya.


#Geng Peyek-_-


Rama Aditya


"Kagak ada yang nganter gue sama @Enjii Setya nanti apa?!"


Enjii Setya


"La iyak, malang bener nasib kita nyet @Rama Aditya!"


Rama Aditya


"Enak aja Lo bilang gue nyet! Emang tampang ganteng gini, mirip monyet apa?!"


Enjii Setya


"Kalo Lo ngerasa gitu, juga kagak apa apa sih!"


Vinaaa


"Hoy, ada ape ini?"


Reisa Putri


"Set dah, santuy napah!"


Vinaaa


"Terlalu bersemangat gue, karena bentar lagi kagak ada orang yang pacaran di depan mata gue!"


Meryana

__ADS_1


"@Vinaaa jangan kumat Lo!"


Vinaaa


"Santuy bos, gitu aja marah. Oh Lo @Meryana @Reisa Putri galau yak, gara gara di tinggal!"


Reisa Putri


"Serah Lo aja deh Vin."


Meryana


"Idih, gue mah kagak galau!"


Cery Angesta Sanjaya


"Siapa yang pergi?"


Rama Aditya


"Astaga, kakak Lo Nji!"


Cery Angesta Sanjaya


"Ga usah berbelit belit!"


Vinaaa


"Sukurin Lo Ram!"


Enjii Setya


"Bukannya gue udah ngomong ya kak, kalo gue sama Rama ntar sore berangkat."


Cery Angesta Sanjaya


Rama Aditya


"Ah elah, kebiasaan Lo mah Cer! Gue ga mau tau, pokok ntar sore Lo dateng ke bandara."


Cery Angesta Sanjaya


"Gue usahain, apa sih yang enggak!!"


Ketika Cery tengah asik membaca pesan pesanannya, Bi Ijah pun datang membawakan jus strawberry miliknya.


"Ini non jus strawberrynya." ujar Bi Ijah.


"Eh, iya Bi makasihhh ya!" ucap Cery tersenyum ramah.


"Minum apa tuh Cer?" tanya papah Jemi yang tiba-tiba datang.


"Jus kesukaan dong! Tumben papah udah pulang." sahut Cery seraya mencium tangan papahnya.


"Papah mau ikut nganter Enjii ke bandara." jawab papah Jemi saat menuang air putih ke gelas.


"Cery bareng ya pah!" balas Cery sambil mengedipkan matanya.


" Ya udah iya!" respon papah Jemi.


Sore pun tiba, keluarga Sanjaya baru berangkat menuju rumah Enjii.


Mobil mewah berwarna putih tersebut di sopiri oleh Bang Ucup.


Sementara Reisa, Meryana dan Vina mereka berangkat menggunakan mobil Meryana. Namun di kemudian oleh Vina, lantaran Meryana tengah tak fokus.

__ADS_1


"Arghh, serasa jadi sopir dah gua!" guman Vina sebelum menghela napas kasarnya. "Oy, bicara napah! Jangan diem mulu." sahut Vina kesal, namun masih juga di campakkan.


Enjii berangkat di antar keluarganya, begitu pun dengan Rama.


Sesampainya di bandara, mereka harus menunggu kurang lebih satu jam lagi.


Terlihat jelas raut wajah Meryana maupun Reisa yang terlihat murung. Meskipun sudah di tenangkan oleh orang tua Enjii dan juga orang tua Rama.


Sedangkan Vina, ia lebih memilih menempel pada keluarga Cery.


"Cer, kalo Lo punya pacar apa gitu jugak?" tanya Vina tiba-tiba.


"Mungkin." jawab Cery singkat, namun dengan suara sedikit serak.


Cery mencoba memalingkan wajahnya saat Enjii sedang menatapnya.


Memang Cery terlihat dingin, namun itu hanya topeng yang ia kenakan untuk menutup luka hatinya.


Waktu kurang 30 menit lagi untuk Enjii dan Rama sebelum melakukan check in.


Enjii berjalan mendekati Cery yang mencoba menghindarinya dari tadi.


"Kak! Lo nangis ya!" goda Enjii.


"Apaan sih gak!" jawab Cery berusaha memalingkan wajahnya.


"Ch, mana sikap Lo yang dingin? Kok sekarang jadi mewek sih kak!" goda Enjii.


"Auk ah!" jawab Cery ketus.


"Udah ga usah nangis! ntar kalo Enjii ada waktu luang, Enjii bakal pulang kok." jelas Enjii.


"Hati-hati Lo!" ucap Cery yang mulai terisak.


Sementara Reisa sudah dari tadi mengeluarkan air matanya, begitu pun dengan Meryana.


Selesai berbicara dengan Cery, Enjii berganti menemui papah Jemi.


"Pah, Enjii kan mau berangkat. Tolong papah jagain kak Cery ya, soalnya belum lama ini Derin berusaha mendekati kak Cery lagi!" jelas Enjii.


"Kamu tenang aja! Papah akan kumpulkan anggota papah untuk berjaga jaga." jawab papah Jemi sambil menepuk pundak Enjii. "Oh iya, papah udah transfer uang untuk kamu jajan di sana!" imbuh papah Jemi.


"Tapi kan pah, Enjii sudah di bekali ayah." terang Enjii.


"Apa papahmu tidak boleh seperti ayahmu?!" tanya papah Jemi sedikit garang.


"Iya iya pah, terserah papah aja deh!" sahut Enjii pasrah. "Hm, terimakasih pah! Jangan lupa jaga kesehatan mah, pah!" imbuhnya.


Setelah membaca jangan diem diem baek dong:( Ayo ramein novelku kakak 😍


Jadilah pembaca yang baik, hargai kerja keras penulis oke! Ngetik itu juga butuh tenaga kakak:)


Ayolah jangan cuman baca doang 😭 Like, Vote, Komen and favoritnya jangan lupa ❤️ Kan itu juga gratis 😫 Hitung hitung saling berbagi, karena itu sangat berarti bagiku yang masih pelajar kak 😌


Terimakasih bagi yang sudah mau mampir 🙏


Ini novel pertamaku jadi harap maklum 😉


Pak Ryan menuang air mendidih


Air itu di campur dengan ragi


Tolong jangan buat saya sedih


Jika suka ayolah berbagi

__ADS_1


__ADS_2