
Hana masuk ke kamar mandi, Ia kembali melihat ke sekeliling.
Kamar mandinya saja besar, jauh lebih besar dari kamar mandinya Mas Vito, bagaimana bisa dia tenang-tenang saja tinggal di kampung, segitu besar pengorbanannya batin Hana
Hana membuka jilbabnya dan menatap diri sendiri di kaca.
Tiba-tiba Ia langsung sedih saat ingat perlakuan Arka yang sangat sabar, Ia langsung menitikkan air mata dan memegang dadanya yang serasa sesak.
Hana menangis tersedu-sedu saat Ia ingat penolakannya pada Arka dimalam pertama mereka, Ia merasa sangat bersalah.
Arka merasa aneh karna tidak ada bunyi guyuran air.
"Aisya ada apa," ucapnya sedikit keras
Hana kaget dan buru-buru menghapus air matanya.
"Gak Pak, saya cuma lupa bawa sikat gigi ke dalam," kata Hana yang juga sedikit agak keras
"Masih dalam koper kan, akan saya ambilkan." Arka berjalan ke arah koper.
"Bukan Pak, ada di tas yang Pak Arka kasih tercampur sama make up," kata Hana
"Ah iya saya izin buka ya," ucap Arka
"Iya," Hana menghela nafas.
Arka membuka tasnya Hana dan mengeluarkan semua barang termasuk dompet.
Arka melihat dompet Hana yang sedikit terbuka, Ia melihat foto Hana bersama Vito, wajah Arka berubah agak sedikit sedih, tapi sedikitpun tidak ada rasa marah.
Ternyata lebih sulit jadi saingan orang yang sudah gak ada daripada orang yang ada batin Arka.
Arka menutup kembali dompet Hana dan langsung mengambil gosok gigi Hana.
Arka berjalan ke arah kamar mandi.
"Ini," ucap Arka saat di depan kamar mandi.
Hana membuka pintu kamar mandi dan langsung mengambil sikat giginya di tangan Arka tanpa terlihat.
"Terima kasih," Hana kembali menutup pintu.
Arka tersenyum tipis tapi masih dengan wajah agak sedih. Ia kembali duduk dan langsung mengeluarkan pakaiannya yang sudah tercampur dengan pakaian Hana.
Arka menatap jilbab biru yang pernah diberikannya dulu.
Aku akan menunggu hingga kau bisa menerimaku dengan tulus walau kau tidak akan membuang Vito dari dalam hatimu batin Arka
Tidak berapa lama Hana keluar dari kamar mandi sudah memakai pakaian tidur tapi tidak memakai jilbab, Arka menatapny dan langsung berdiri mengambil pengering rambut.
"Pakaian kotornya simpan di ranjang pakaian, besok pembantu akan mencucinya," ucap Arka
Hana langsung menyimpannya di ranjang pakaian lalu perlahan mendekat ke arah Arka.
"Duduk sini, keringkan rambut dulu," ucap Arka
Apa ini Pak Arka yang pertama kali ku kenal, batin Hana
Hana langsung duduk.
__ADS_1
Arka langsung mengeringkan rambut Hana di depan kaca,
Hana melihat Arka dari kaca yang lagi fokus pada rambutnya. Ia memegang tangan Arka, "Biar saya keringkan sendiri,"
Pasti Aisya gak suka disentuh batin Arka
Arka langsung memberikan pengeringnya ke Hana. Ia mengambil handuk lalu berjalan ke kamar mandi.
Hana mengeringkan rambutnya sendiri sambil sesekali melihat ke arah kamar mandi.
Setelah Arka selesai mandi, Ia langsung keluar hanya memakai handuk, kali ini Hana tidak mengelak saat melihat Arka seperti itu.
"Saya sudah wudhu sekarang kamu langsung wudhu saja, ini sudah pukul 8 kita belum sholat," kata Arka
Hana mengangguk dan langsung pergi wudhu.
Arka langsung memakai pakaiannya lalu mengambil 2 helai sajadah.
Saat Hana sudah selesai wudhu, Hana melihat Arka sudah menunggunya.
Hana langsung memakai mukena dan berdiri di belakang Arka.
Arka langsung memulai sholatnya diikuti Hana.
Selesai sholat Hana langsung mencium tangan Arka, Ia melipat semuanya lalu langsung menyimpannya di meja.
Arka membuka lemarinya dan langsung mengambil beberapa gantungan pakaian.
"Nanti pakaian kamu simpan di sini," ucap Arka
Hana mengangguk dan langsung membongkar pakaian dari dalam koper.
Ia langsung merapikan semua pakaian dan menyimpannya di lemari.
Hana menyimpannya lalu langsung duduk untuk memakai cream malam.
Arka berjalan keluar kamar.
Saat kembali Ia membawa air putih untuk Hana.
"Pasti capek, ini minum dulu lalu langsung tidur," ucap Arka
"Iya," Hana langsung meminum air putih itu.
Saat Hana sudah bersiap tidur, Arka langsung berjalan menuju teras kamarnya karna takut Hana tidak nyaman.
Hana melihat ke arah Arka yang berjalan menuju teras.
Maafkan aku ini yang tidak bisa jadi istri yang baik batin Hana.
Hana menelpon Arif, saat panggilannya diangkat, Alwi langsung bicara dengan nada bahagia saat mengucap salam
Hana menjawab salamnya dan merasa lega saat mendengar suara anaknya.
"Bunda merindukanmu," ucap Hana
"Alwi juga," kata Alwi
Hana menitikkan air mata, "Sekolah yang benar biar bisa naik kelas terus secepatnya bersama Bunda lagi," kata Hana
__ADS_1
"Iya Bunda," kata Alwi
Setelah beberapa lama mengobrol, mereka mematikan sambungan. Hana menyimpan ponselnya di meja.
Hana langsung memejamkan matanya sambil berdoa.
Arka berdiri melamun di teras kamar sambil menatap ke arah langit yang penuh bintang.
Setelah agak lama Arka kembali masuk dan melihat Hana sudah tertidur, baru Ia langsung berbaring di samping Hana sambil melihat ke arah Hana, lalu ikut tertidur.
Saat subuh, Hana membuka matanya dan langsung melihat Arka di depannya yang masih tertidur.
Laki-laki yang dulu sering naik darah ini sekarang adalah suamiku batin Hana.
Arka membuka matanya hingga membuat Hana kaget, Hana buru-buru bangkit.
"Sudah subuh," kata Hana sedikit gelagapan karna malu ketahuan menatap Arka.
Arka juga langsung bangkit, Hana langsung pergi wudhu dengan sedikit berlari.
Arka melihat ke arah Hana yang masih salah tingkah, Ia hanya tersenyum lalu langsung berdiri.
Setelah mereka sholat, Hana langsung keluar kamar sedangkan Arka lagi mandi.
Hana berjalan turun sambil membawa pakaian kotor mereka.
Pembantu melihatnya, "Sini Non pakaiannya,"
"Gak usah Bik, saya cuci sendiri saja, Bibi antar saya ke tempatnya saja," kata Hana
"Tapi nanti Mas Arka marah," kata pembantu
"Gak akan, ayo antar," kata Hana
"Iya Non," Pembantu langsung berjalan.
Hana mengikutinya, "Bik jangan panggil Non, panggil Hana saja,"
Bu Linda yang baru keluar dari kamar mendengar pembicaraan mereka.
"Gak sopan Non jika panggil nama, saya panggil Mbak Hana saja ya," ucap pembantu
"Ya baiklah," kata Hana sambil tersenyum.
Pembantu membawa Hana ke tempat cucian yang ada di dekat dapur.
"Ini mesin cucinya," kata pembantu
Hana langsung memasukkan pakaian kotornya dan pakaian kotor suaminya.
"Sini sekalian punya Mama dan Papa," ucap Hana
"Tapi nanti...!" kata pembantu
"Gak ada yang tahu, sini cepat masukin, Bibi kerja yang lain saja," kata Hana
"Baiklah," pembantu langsung masukin pakaian lainnya.
Pagi hari, Hana sudah selesai mandi, saat Ia keluar dari kamar mandi, Ia melihat suaminya sudah rapi.
__ADS_1
"Nanti kalau bosan di sini, ikut Mama saja ke butik," kata Arka
Hana mengangguk lalu langsung duduk di depan kaca, Hana memakai make up nya lalu memakai jilbabnya.