
Rangga melihat kepergian Cantika.
Setelah Cantika agak jauh, Rangga langsung mengeluarkan ponselnya.
Rangga langsung menelpon nomor Arka.
Panggilan tersambung.
Arka yang lagi duduk di tepi tempat tidurnya melihat ke arah bunyi ponsel yang lagi di cas.
Arka menatap nama si pemanggil lalu langsung mengangkatnya.
"Assalamu 'alaikum," ucap Arka gak semangat
"Wa'alaikumussalam, oh ya tadi Cantika ke sini," kata Rangga
"Apa...?" tanya Arka kaget
"Dia nanya nomor ponsel Hana dan juga alamat rumah baru kalian, tapi aku jawab gak tau," kata Rangga
"Alhamdulillah gak kamu kasih tau, terima kasih banyak," kata Arka menghela nafas lega.
"Memangnya ada masalah apa?" tanya Rangga
"Gak apa-apa, aku hanya takut dia mengucapkan kata-kata kasar pada Hana Aisya," kata Arka yang belum siap untuk cerita.
"Kau yakin cuma itu?" tanya Rangga yang sedikit gak percaya.
"Ya," ucap Arka yang langsung mematikan sambungan.
Rangga semakin merasa aneh saat Arka mematikan sambungan tanpa bilang-bilang.
Arka menggenggam erat ponsel di tangannya, ponselnya bunyi lagi.
Arka melihat nama pemanggil di layar ponsel.
Arka menghela nafas sebelum akhirnya mengangkatnya.
"Assalamu 'alaikum sayang," ucap Arka dengan nada ceria
"Wa'alaikumussalam, kok baru di angkat?" tanya Hana
"Tadi ketiduran karna capek banget, ini juga masih di rumah Mama dan Papa, maaf ya!" ucap Arka
"Ya sudah istirahat lagi sana, tutup dulu ya," ucap Hana
"Iya, jaga diri ya, aku mencintaimu," ucap Arka
"Aku juga," kata Hana
Arka sedih mendengarnya lalu langsung buru-buru mematikan ponselnya.
Aisya maafkan aku batin Arka
Arka langsung membuka foto yang dikirim Cantika.
Arka langsung mengingat kejadian beberapa hari yang lalu saat Bu Siska marah-marah di ruangannya.
__ADS_1
"Cantika sakit karna kamu, sekarang dia gak mau makan, gak mau minum obat," ucap Bu Siska
"Maaf Bu, itu bukan urusan saya, saya ini sudah punya istri dan anak," kata Arka
"Saya mohon untuk kali ini saja temui Cantika, beri pengertian padanya, saya gak mau kehilangan Cantika lagi, cukup Vito yang ninggalin kami," kata Bu Siska yang agak melembut.
"Saya akan menemuinya tapi ini pertama dan terakhir," kata Arka yang agak sedih saat dengar nama Vito.
"Terima kasih, sekarang Cantika lagi di rumah sakit biasa, tolong temui dia," kata Bu Siska
"Iya," ucap Arka
Arka langsung berjalan keluar bersama Bu Siska.
Bu Siska pamit pulang ke rumah mau ambil pakaian untuk Cantika.
Arka sudah melaju ke rumah sakit, dan saat sudah di ruang rawat Cantika.
Mata Cantika berkaca-kaca saat melihat Arka datang menjenguknya.
"Jangan bersikap kekanak-kanakan seperti ini," ucap Arka dengan wajah datar.
"Aku seperti ini karna kamu," kata Cantika
Arka ingin mengambilkan Cantika makanan tapi langsung ditarik oleh Cantika hingga jatuh ke atas Cantika, Arka kaget dan langsung buru-buru bangkit dengan kesal.
Arka kesal dan langsung berbalik ingin pergi tapi betapa kagetnya Ia melihat temannya Cantika lagi memfoto mereka.
Arka ingin merebut ponselnya tapi keburu Dokter masuk.
Teman Cantika buru-buru menyimpan ponselnya, Arka langsung keluar dari ruangan dengan wajah marah.
Aku hanya takut Hana Aisya membenciku setelah melihat foto ini, baru saja dia membuka hatinya tapi sudah terjadi hal ini batin Arka
Arka bangkit dari tempat tidur dan langsung keluar kamar.
Saat Arka turun, kedua orang tuanya baru pulang.
"Arka kamu sudah pulang?" tanya Linda
"Iya Ma, ini sudah mau pulang ke rumah," kata Arka dengan wajah gaj semangat
Papa dan Mamanya hanya bingung melihat kepergiannya.
"Mungkin dia sedih karna harus tinggal jauh dari istrinya, mereka kan pengantin baru pasti sulit jika harus jauh-jauhan," ucap Wijayanto
"Iya mungkin," kata Linda yang masih terus melihat ke arah pintu kepergian Arka.
Arka pulang naik taxi.
Saat sampai di depan rumah, Arka terlihat sedih karna kadang ada Hana di depan pintu.
Arka berjalan masuk dan langsung menuju halaman belakang, terlihat Bu Lastri sedang memetik tomat.
Arka membayangkan saat Hana bersama Bu Lastri.
Arka langsung masuk kembali ke rumah, Bu Lastri hanya melihat Arka yang terlihat sangat sedih berjalan pelan saat masuk ke dalam rumah.
__ADS_1
*
Malam hari saat akan tidur, Arka melihat ke sampingnya dan mengusap pelan tempat tidurnya.
Arka langsung mengambil ponselnya dan mengirim pesan pada Hana.
Hana tidak membukanya karna memang sudah tidur nyenyak.
Arka tau pasti Hana sudah tidur sehingga Ia juga langsung menyimpan ponsel di meja.
Arka juga langsung memejamkan mata.
Di kampung, Hana yang sudah tertidur nyenyak tiba-tiba berteriak karna bermimpi seperti biasa.
Bu Dahlia bangkit dari tidurnya dan langsung keluar dari kamar menemui Hana di kamarnya.
"Ada apa?" tanya Emaknya
Hana bernafas cepat, "Mimpi biasa Mak, mimpi kejadian lama tentang kecelakaan Mas Vito, padahal sudah lebih dari sebulan ini gak mimpi," kata Hana
"Mungkin karna sekarang kamu jauh dari Arka makanya kembali bermimpi lagi," kata Emaknya
"Iya saat tidur sama Mas Arka, Aisya gak pernah lagi bermimpi," kata Hana
"Ya sudah, Mak temani kamu tidur di sini," kata Emaknya yang langsung naik ke tempat tidur Hana.
"Terima kasih Mak," kata Hana sambil menghapus air matanya.
Hana melihat ponselnya terlihat jam sudah menunjukkan pukul 11, Hana melihat pesan dari Arka tapi sengaja tidak membalasnya takut Arka khawatir jam segini belum tidur.
Hana menyimpan ponselnya di dada, ternyata jauh di sana Arka juga seperti itu.
Mereka sama-sama tertidur walau terpisah jarak.
Dini hari Arka terbangun dari tidurnya, Arka melihat ke arah samping kirinya, biasanya ada Hana yang menatapnya dengan senyuman tapi sekarang hanya ada guling yang biasa Hana pakai.
Di jauh sana Hana juga terbangun dan melihat Emaknya juga baru bangkit.
Hana terlihat sedih karna kemarin malam Arka yang masih tertidur di sampingnya.
Waktu itu Arka bangun langsung memeluknya karna cuaca sedang dingin.
Kangen kamu Mas Arka batin Hana
Hana duduk agak lama matanya tetap tertuju pada tempat tidur di sampingnya.
Apa Mas Arka juga merasakan apa yang kurasakan? batin Hana
*
Pagi hari saat sarapan pun Arka melihat bangku tempat Hana duduk.
Berpisah sementara saja aku gak kuat apalagi jika harus selamanya batin Arka
Arka tidak menghabiskan sarapannya, Ia langsung bangkit pergi, Arka sudah ke depan, terlihat Pak Tejo memanaskan mobilnya.
Arka kembali melihat ke arah pintu karna biasanya Hana menunggunya sebelum berangkat kerja.
__ADS_1
Arka langsung masuk ke mobil dengan wajah sedih.