Akhir Yang Bahagia

Akhir Yang Bahagia
60. Munculnya Derin


__ADS_3

Happy Reading temen temen πŸ’™


Ketika semua pelajar SMA Tunas Jaya berhamburan keluar menuju lapangan basket, Cery beserta teman temannya memilih untuk menghabiskan waktunya di kantin sekolah.


Mereka lebih menikmati makanannya, daripada harus menonton pertandingan.


"Cer, ayolah liat bentar aja! Yah plis temenin gua napah!" rayu Vina, karena Vina tidak tahu sama sekali tentang permasalahan Cery dengan pihak SMA Tunas Bangsa.


"Nggak mau Vin. Kalo Lo mau pergi, pergi sendiri aja napah!" jawab Cery ketus.


Sementara Meryana mengisyaratkan agar Vina berhenti mengajak Cery menonton basket.


Pertandingan basket berjalan dengan begitu meriah. Banyak teriakan sorakan terdengar, dan pada akhirnya SMA Tunas Bangsalah yang menang.


Kapten tim SMA Tunas Jaya yang tak lain adalah Edo mengisyaratkan agar anggotanya berbaris berjajar, karena akan ada sesi jabat tangan sebagai tanda persahabatan.


"Hay, salam kenal bro! Aku denger denger kamu ya yang menjadi ketua OSIS SMA Tunas Jaya, sekaligus kapten tim mu?" ujar kapten tim basket dari SMA Tunas Bangsa.


"Oh, iya bener! Salam kenal aku Edo." jawab Edo nampak bersahabat.


"Kenalin aku Derin, ketua OSIS SMA Tunas Bangsa sekaligus ketua tim basket dari sekolah ku!" kata Derin cukup ramah.


Edo yang tadinya nampak bersahabat, kini hanya tersenyum singkat seraya melepas jabat tangannya.


"Oh, kamu yang namanya Derin!" batin Edo tersenyum sinis.


"Oh iya, murid kelas 12 apa juga masuk hari ini?" tanya Derin.


Edo merespon pertanyaan Derin dengan mengangkat sebelah alisnya.


"Ada urusan apa kamu?" tanya Edo balik.


"Ah enggak, aku cuman ada kenalan di sini! Seenggaknya nyapa gitu." jelas Derin gelagapan.


"Masuk tapi ada juga yang nggak hadir!" jawab Edo singkat.


"Ngapain Lo? Mau ketemu kak Cery ya, dasar tak tahu malu!" batin Edo dengan tatapan tak bersahabat.


"Kok gitu? Emang boleh ya?" tanya Derin semakin membuat Edo geram.


"Tauklah, aku pergi dulu!" balas Edo singkat dan meninggalkan Derin yang tengah berpikir.


Saat ini Meryana menemani Vina untuk melihat pertandingan di lapangan.


"Yah, kan udah selesai!" kesal Vina.


"Ya udahlah yuk cabut!" ajak Meryana dan ketika berbalik, tubuh Meryana menghantam dada seseorang dengan keras sehingga membuatnya terjatuh.


"Lo nggakpapa kan Mer?" tanya Vina kaget seraya menolong Meryana untuk berdiri.


"Kamu nggakpapa? Maaf ya kak!" ucap laki-laki tersebut.


"Hmb." jawab Meryana cuek.

__ADS_1


"Kalau boleh tau nama kakak siapa?" tanya laki-laki yang mencoba mengulurkan tangannya.


"Gue? Gue Meryana! Nama Lo?" tanya Meryana masih dengan sikap cueknya.


"Aku Derin, salam kenal kak!" jawabnya sopan.


"Oh jadi Lo yang bikin Cery sakit, ga sudi gue jabat tangan sama Lo!" batin Meryana menatap Derin tajam.


"Ehm, kenalin gue Vina! Temennya Meryana." ucap Vina memperkenalkan dirinya seraya menjabat tangan Derin.


Melihat hal itu, Meryana langsung menarik tangan Vina dengan kasar dan mengajaknya menjauh dari Derin.


Tiba di tempat yang sepi, Meryana pun menjelaskan semuanya kepada Vina.


"Hah, apa Lo bilang Mer?" ucap Vina kaget. "Iwh, gue? Gue nyentuh tangan laki-laki b******k itu? Oh no!" ujar Vina menyesal.


Meryana dan Vina memutuskan untuk pergi menemui sahabatnya. Dan Vina tak henti hentinya mengumpat kata kasar yang di tujukan untuk Derin.


"Lah Lo berdua, napah balik balik udah kusut bener?" tanya Reisa.


"Lo juga, kenapa Vin muka Lo kusam banget?" celetuk Rama.


Sementara yang di tanya hanya terdiam. Meryana memasang wajah marahnya, dan Vina masih merasa kesal.


"Hey ada apa?" tanya Enjii.


"Gue abis ketemu Derin!" ucap Meryana spontan dengan nada kesalnya.


Mendengar nama Derin, Cery langsung mengangkat wajahnya namun kemudian, ia acuh kembali.


"Tadi dia berjalan ke arah kantin sih!" jawab Vina malas.


"Apa Lo bilang?" tanya Reisa mulai kesal.


"Iya bener, lagian kayaknya dia tuh ketua tim deh!" jelas Vina. "Ya kan Mer?" imbuhnya.


"Hm.." jawab Meryana mulai khawatir akan Cery.


"Cer, mending Lo pergi dari sini deh!" perintah Rama.


"Ngapain gue pergi? Suka suka gue lah, bodoamat guanya!" jawab Cery tenang.


Selang beberapa menit."Tappp...Tappp...Tappp..."


"Maaf kak, boleh kita bicara sebentar!" ujar Derin tiba-tiba.


Semua sahabat Cery pun melotot ke arah Derin.


"Gue nggak ada waktu, permisi!" jawab Cery singkat, lalu meninggalkan sahabatnya dan juga Derin.


Tanpa pikir panjang, Derin segera berlalu mengejar Cery. Semua sahabat Cery tak terima, mereka juga turut mengejar.


"Cer.." panggil Derin ketika berhasil meraih tangan Cery, namun dengan cepat melepaskannya.

__ADS_1


"Lo kenal gue? Gue aja nggak kenal Lo!" jawab Cery tersenyum sinis.


"Stop kita berhenti sini aja!" perintah Rama kepada sahabatnya yang tengah berdiri tak jauh dari Cery dan Derin.


"Lo apa apaan sih Ram? Kalau kakak gue kenapa napa gimana?!" tanya Enjii nyolot.


"Njii stop! Cery udah dewasa, dia bisa melindungi dirinya sendiri!" sahut Reisa melotot.


"Biar Cery nyelesein masalahnya sendiri, ntar kalo dia butuh bantuan baru kita ikut andil!" jelas Rama.


Setelah perdebatan tersebut, akhirnya semua pun menurut.


"Cer, plis jangan gini! Aku bisa jelasin semuanya!" ujar Derin memelas.


"Cih, Lo manggil manggil nama gue lagi! Apaan sih Lo nggak jelas tau nggak?!" sahut Cery kesal. "Semuanya basi!" kata Cery dengan lantang.


"Cer, aku masih sayang sama kamu!" ujar Derin.


"Bodoamat, gue nggak peduli!" jawab Cery sadis.


"Tolong maafin aku, ayo kita mulai lagi dari awal!" pinta Derin.


Cery mulai jengah dengan omongan yang di lontarkan Derin.


"Gue udah maafin Lo dan lupakan apa yang pernah terjadi!" kata Cery dingin. "Dan oh iya, Lo jangan ngarep bisa mulai lagi dari awal!" imbuhnya ketus.


"Cer..Cer..Tunggu!" teriak Derin saat Cery pergi.


Ia berusaha mengejar Cery, namun kedua lengannya di tahan.


"Biarin dia nemu kebahagiaannya sendiri!" ujar Rama menahan lengan kiri Derin.


"Lo denger! Ga usah lagi ikut campur urusan kakak gue!" sahut Enjii mencengkeram lengan kanan Derin dengan kuat.


"Jangan pernah Lo muncul di hadapan Cery lagi!" ucap Reisa dengan lantang.


Setelah membaca jangan diem diem baek dong:( Ayo ramein novelku kakak 😍


Jadilah pembaca yang baik, hargai kerja keras penulis oke! Ngetik itu juga butuh tenaga kakak:)


Ayolah jangan cuma baca doang😭 Like, Vote, Komen and favoritnya jangan lupa ❀️ Kan itu juga gratis 😫 Hitung hitung saling berbagi, karena itu sangat berarti bagiku yang masih pelajar kak😌


Terimakasih bagi yang sudah mau mampir πŸ™


Ini novel pertamaku jadi harap maklum πŸ˜‰


*Pak Maman tidak punya gigi


Giginya hilang karena berenang


Ayolah kita saling berbagi


Biar sama sama merasa senang

__ADS_1


Saya **udah nulis kata 1000 lebih dalam part ini temen temen, jadi senengin saya balik ya***:)


__ADS_2