
Happy Reading temen temen 💙
Pagi hari Cery sudah siap dengan seragam sekolahnya.
"Pagi mah, pah!" ucap Cery yang baru datang di meja makan.
"Pagi juga nak, tumben jam segini udah turun!" celetuk mamah Emil.
"Iya dong mah, kan motornya baru jadi semangat gitu!" goda papah Jemi sambil terkekeh.
"Aish, papah mamah nih!" gerutu Cery ketika sedang mengolesi roti dengan selai strawberry kesukaannya. "Yaudah mah, pah Cery berangkat dulu!" pamitnya ketika ia sudah menghabiskan sarapannya.
"Iya, hati-hati! Sekolah yang rajin." pesan mamah Emil.
Cery segera mengeluarkan motor barunya dari garasi rumah. Cery melajukan motornya dengan kecepatan sedang.
Sesampainya di sekolah, Cery langsung di sambut oleh para sahabatnya. Siapa lagi kalau bukan Geng Peyek.
"Widih, motor baru bos!" celetuk Rama ketika Cery berjalan menghampiri mereka.
"Habis gimana lagi? Motor gue yang lama udah kagak ada harapan." jelas Cery.
"Ya Lo sih naik motor kenceng banget, galau boleh cuman jangan ngebahayain nyawa Lo!" ujar Rama yang langsung mendapat pukulan dari Cery.
"Siapa jugak yang galau!" jawab Cery pergi meninggalkan Rama.
"Gayaaaa..." Rama tidak jadi meneruskan bicaranya, karena tiba-tiba Meryana datang langsung mencubit perut Rama.
"Sukurin! Makanya punya mulut dijaga." ucap Reisa ketus.
"Eh Oneng, diem Lo!" teriak Rama, karena Reisa sudah berlalu dari hadapannya.
"Aduh, sakit Mer!" respon Rama ketika mendapat cubitan lagi.
"Makanya diem, ga usah ngledekin mulu." nasehat Meryana.
Cery melangkahkan kakinya ke dalam kelas. Tiba-tiba ingatannya tentang Derin pun kembali memenuhi pikirannya.
"Arghh! Gue benci sama Lo! Gue benci sama Lo Derin!" kesal Cery sambil menendang bangku di depannya.
Reisa dan Enjii diam terpaku, melihat tingkah Cery yang melampiaskan amarahnya. Hari ini masih pagi jadi belum banyak siswa maupun siswi yang datang.
"Apakah Cery akan baik baik saja?" tanya Reisa memastikan.
"Hm, aku yakin kak Cery pasti akan baik baik saja! Tapi mungkin ia akan sedikit berubah." ucap Enjii yang masih memandang Cery.
__ADS_1
Reisa pun menghela napasnya dengan kasar. Enjii dan Reisa mencoba mendekati Cery.
"Cer, Lo baik baik aja kan?" tanya Reisa hati-hati yang hanya di jawab anggukan saja oleh Cery.
Pelajaran di mulai seperti biasanya, setelah tadi melaksanakan upacara bendera rutin setiap hari Senin.
-
-
Kini tiba saatnya mereka untuk istirahat. Reisa, Enjii, Rama dan Cery berjalan menuju kantin.
Mereka memilih duduk di bangku paling pojok. Tak lama kemudian datanglah Meryana yang di temani oleh sepupunya yang bernama Vina.
Ya Meryana dan Vina memutuskan untuk gabung ke Geng Peyek. Mereka berenam terlihat begitu akrab.
"Yaudah gue pesenin dulu ya makanannya! Ayo Mer iku aku!" ujar Rama sambil menarik tangan Meryana.
"Naluri jomblo ku meronta ronta Abang!" pekik Vina sambil memanyunkan bibirnya.
Sontak semua pun tertawa.
"Ya udah sono, buruan cari pasangan!" sahut Reisa di sela tawanya.
"Ogah males, palingan jodoh gue lagi nangkring di pohon semangka!" jawab Vina ngasal.
"Oh iya, lupa gue." balas Vina sambil cengar-cengir.
Tak berapa lama dua orang yang sedang di mabuk asmara pun tiba, sambil membawa nampan.
"Makasih Enjii!" ucap Reisa ketika Enjii mengambilkan makanan milik Reisa.
"Iya sama sama. Gih buruan di makan!" balas Enjii.
"Hoy! Inget ada kaum jomblo!" sahut Vina kesal melihat tingkah sahabatnya.
Sementara Cery hanya menggeleng gelengkan kepalanya.
"Sepupu Lo kenapa sih Mer, dari tadi syirik mulu!" ledek Enjii.
"Iya, gih sono cari pasangan napah?" usul Reisa.
Cery melihat para sahabatnya membahas masalah pasangan membuatnya jengah. Ia tak mau ikut ikutan membahasnya, dan memilih menikmati makanan pesanannya yang di temani oleh segelas jus strawberry.
"Iya, ntar biar Mery cariin yang deket tikungan jalan!" jawab Rama, sedangkan Meryana memandang Rama heran.
__ADS_1
"Maksudnya tukang ojek?" tanya Meryana yang langsung mendapat anggukan.
"Huff, gila Lo Ram! Masa iya Lo nyariin pasangan buat gue yang udah bapak bapak!" dengus Vina.
Mereka pun kembali tertawa kecuali Cery dan Vina.
-
-
Bel pulang pun terdengar, dengan semangat 45 nya Cery menaiki motor barunya.
Ketika ia hendak melajukan motornya, tiba-tiba ia di hadang oleh seorang wanita.
"Stop..stop.." ucap wanita itu yang tak lain adalah Vina.
"Apaan dah?" tanya Cery singkat.
"Gue nebeng dong! Gue di tinggal pulang sama Mery." ujar Vina cemberut.
"Uluh uluh, kasihannya. Ya udah ayo naik!" perintah Cery.
Vina langsung naik ke motor Cery dengan perasaan senang.
"Lumayan uang jajan gue aman dikit!" batin Vina sambil cekikikan.
"Eh, Lo gila ya? Main ketawa sendiri aja." teriak Cery karena ia sudah melajukan motornya di tengah keramaian.
"Sembarangan aja Lo!" jawab Vina kesal. Sementara Cery hanya terkekeh.
Cery mengantarkan Vina terlebih dahulu. Setelah mengantar Vina, Cery kembali melajukan motornya dan tanpa sengaja ia berpas pas an dengan Meryana yang sedang di bonceng Rama.
"Oy, jangan pacaran mulu! Tuh sepupu Lo urusin!" teriak Cery.
"Gue nitip sebentar!" sahut Meryana yang sudah hampir tak terdengar.
"Emang barang apa yak, main titip titipin aja!" gerutu Cery.
Setelah membaca jangan diem diem baek dong:( Ayo ramein novelku kakak 😍
Jadilah pembaca yang baik, hargai kerja keras penulis oke! Ngetik itu juga butuh tenaga kakak:)
Like, Vote, Komen and favoritnya jangan lupa ❤️ Kan itu juga gratis 😫 Hitung hitung bantu saya, karena itu sangat berarti bagiku yang masih pelajar kak😌
Terimakasih bagi yang sudah mau mampir 🙏
__ADS_1
Ini novel pertamaku jadi harap maklum 😉