Akhir Yang Bahagia

Akhir Yang Bahagia
59. Kedatangan SMA Tunas Bangsa


__ADS_3

Happy Reading temen temen πŸ’™


Hari begitu cepat berlalu dan baru kemarin murid kelas 12 menyelesaikan ujian kelulusannya yang terselenggara selama beberapa hari.


"Huh, akhirnya gue bisa bernapas lega!" ucap Rama saat menghirup udara sekuat kuatnya.


Cery memutar bola matanya, ia merasa malas mendengarkan ocehan Rama.


"Emang Lo habis di culik? Pakek bernapas lega segala!" komentar Reisa sembari mencebikkan bibirnya.


Enjii yang tengah makan pun hanya menatap perdebatan sang kekasih dengan sahabatnya.


"Lo kira gue anak kecil apa? Dasar ondel ondel!" maki Rama. Reisa menggebrak meja dengan kasar, saat emosinya sudah menaik.


"Eh orang orangan sawah, sembarangan banget Lo bilang!" teriak Reisa tak terima.


Cery menyangga dagunya menggunakan tangan. Ia tak ada niatan untuk melerai pertengkaran Reisa dengan Rama, karena itu akan sia sia saja.


Sama halnya dengan Enjii, ia tampak biasa saja. Yang terpenting tidak ada kekerasan di antara mereka.


"Apa Lo? Dasar Mak jaiton Lo!" maki Rama lagi.


"Eh aki aki, jaga tuh mulut ya! Belum pernah kemasukan ongor ongor Lo!" teriak Reisa semakin kesal.


Karena memang Meryana belum dateng ke kantin, membuat Rama dengan leluasanya pun mengolok olok Reisa.


"Enak aja Lo sebut sebut gue aki aki! Ngaca dulu sono gih! Muka Lo tuh nggak jauh beda ama Mak Mak rempong." oceh Rama dengan senyum mengejeknya.


"Mending gue nenek nenek rempong, daripada Lo aki aki keriputan!" ujar Reisa sembari tertawa kencang sehingga membuat Rama terdiam sambil merapatkan giginya.


Ia hendak melangkahkan kakinya mendekati Reisa, namun Rama merasakan telinganya seperti di tarik.


"Awh.. Sakit tau begggg..." ucap Rama pun terhenti saat ia berbalik dan ternyata yang menjewer telinganya adalah Meryana.


"Hahahaha...Makan tuh jeweran!" ucap Reisa sambil tersenyum sinis.


"Tadi bilang apa?" tanya Meryana dingin dan belum melepaskan jewerannya.

__ADS_1


"Ah, anuuu... anu tadi..." ucap Rama tergagap.


"Apa?!" tanya Meryana dengan jutek.


"Itu Mer, tadi aku bilang bebep gitu! Ya kan Vin?" jawab Rama dan berusaha mengajak Vina untuk berkompromi.


Namun bukan Vina jika ia patuh kepada Rama.


"Nggak tuh Mer! Tadi kayaknya Rama mau bilang **** gitu sih." ujar Vina tersenyum licik.


"Awas Lo Vin! Dasar sepupu Meryana, emang susah di baekin nih anak!" batin Rama kesal.


"Oh jadi gitu, ngatain aku **** ha?!" gertak Meryana dan semakin menarik telinga Rama, sehingga membuatnya mengaduh kesakitan.


"Ch.. Mending Lo duduk aja Mer, daripada harus ngurus tuh baby boymu!" celetuk Enjii membuat Rama melototkan matanya ke arah Enjii.


"Iya, buruan duduk napah Mer! Kasihan banget dah Lo, harus ngurus baby boymu." ujar Reisa setengah meledek.


"Yang sabar ya Mer!" kata Vina yang juga ikut nimbrung.


Meryana yang masih kesal dengan sikap Rama pun, pergi duduk bersama teman temannya yang lain.


"Bodoamat!" jawab Meryana ketus.


"Gara gara Lo, Meryana marah tuh Ram!" kata Cery meskipun masih terdengar lumayan dingin.


"Hayolo, ntar di marahin mamah Lo!" goda Enjii.


Tawa teman temannya pun pecah kecuali dua sejoli yang lagi marahan dan satu lagi, gadis yang berubah menjadi dingin.


Bel masuk pun berbunyi, namun tak lama kemudian suara dari kantor pun mulai menggema.


Terdengar suara Pak Broto yang mengisyaratkan para siswa maupun siswi untuk berbaris di lapangan.


Dengan langkah malasnya, para siswa siswi pun berbaris di lapangan.


"Oke, selamat siang anak anak!" sapa Bu Sustiwi selaku kepala sekolah SMA Tunas Jaya.

__ADS_1


"Siang bu!" jawab para murid serempak meskipun terdengar malas.


"Saya ucapkan terimakasih, atas ketersediaan anak anak untuk berkumpul di tengah lapangan ini. Meskipun dengan cuaca yang sangat terik. Saya juga mohon maaf karena telah mengumpulkan kalian di siang hari begini, mengingat ada hal yang ingin saya sampaikan. Jadi langsung saja, saya umumkan bahwa besok sekolah kita kedatangan tamu yang berasal dari sekolah lain. Karena apa? Karena kita akan mengadakan perlombaan basket, dimana ini merupakan ajang untuk menjalin persaudaraan antara sekolah kita dengan sekolah SMA Tunas Bangsa. Saya harap pada anak anak semua untuk tetap menjaga nama baik sekolah kita tercinta ini!" jelas Bu Sustiwi.


Mendengar pengumuman yang di sampaikan Bu Sustiwi, membuat Enjii beserta teman temannya pun kaget.


Namun tidak dengan Cery. Ia malah terlihat seperti bodoamat.


"Gue harap, semoga Lo nggak dateng Der!" batin Enjii dan mengepalkan tangannya dengan kuat.


"Gue harap, Lo nggak ikutan ke sini Der!" batin Rama yang terlihat sedang menahan amarahnya.


"Awas aja, kalo Lo berani munculin muka Lo di depan Cery! Gue tampol juga Lo Der!" batin Reisa geram.


-


-


Keesokan harinya, seluruh pelajar SMA Tunas Jaya merasa heboh karena kedatangan tim basket dari sekolah SMA Tunas Bangsa.


Tetapi tidak dengan Geng Peyek. Mereka malah terlihat biasa aja, bahkan Rama Enjii dan Reisa terlihat begitu tidak suka.


Setelah membaca jangan diem diem baek dong:( Ayo ramein novelku kakak 😍


Jadilah pembaca yang baik, hargai kerja keras penulis oke! Ngetik itu juga butuh tenaga kakak:)


Ayolah jangan cuman baca doang😭 Like, Vote, Komen and favoritnya jangan lupa ❀️ Kan itu juga gratis 😫 Hitung hitung saling berbagi, karena itu sangat berarti bagiku yang masih pelajar kak😌


Terimakasih bagi yang sudah mau mampir πŸ™


Ini novelku yang pertama jadi harap maklum πŸ˜‰


Ratu itu sangat cantik


Dan yang tampan itu Raja


Udah capek capek ngetik

__ADS_1


Eh readersnya malah cuek aja


__ADS_2