Akhir Yang Bahagia

Akhir Yang Bahagia
Bab 30


__ADS_3

Saat siang hari keluarga Arka sudah duduk di ruang tamu, mereka pamit mau pulang.


Bu Linda bersalaman dengan Bu Dahlia dan juga Hana, sedangkan Pak Wijayanto dan Rangga bersalaman dengan Arif dan Pak Hairul.


Sebelum masuk ke mobil, Bu Linda mencium Alwi sebentar.


Arka berbicara dengan supir.


"Pak besok sekitar jam segini jemput saya juga," ucap Arka


Supir taxi pun mengangguk, lalu langsung menjalankan mobil.


Arka melihat ke arah Hana sebentar lalu langsung masuk ke rumah.


Arka masuk bersama yang lainnya, Hana mengikutinya dari belakang.


Arka langsung masuk ke kamar.


Alwi mengikutinya, "Ayah besok juga pulang ya?" tanya Alwi


"Iya, gak apa kan Alwi sementara sekolah di sini dulu," ucap Arka


Alwi mengangguk.


"Ayah dan Bunda gak apa kok jika pergi bersama, di sini ada Uwan, Aki dan Paman Arif yang jaga," kata Alwi


Hana ikut masuk saat mendengarnya.


"Nanti Bunda sedih jauh dari Alwi," ucap Arka


Alwi melihat ke arah Bundanya.


"Alwi yakin mau tetap di sini?" tanya Hana sedih


Alwi mengangguk.


Arka melihat ke arah Hana yang mulai sedih.


*


Keesokan harinya Arka dan Hana sudah bersiap mau masuk ke mobil.


Hana mencium Alwi dengan sedih.


Berat kakinya melangkah masuk ke dalam mobil.


"Cepat masuk," kata Bu Dahlia


Hana mengangguk masih dengan wajah sendunya.


Arka masih mengobrol sama Arif.


"Nanti setiap bulan akan ditransfer uang untuk Alwi," kata Arka


"Iya bang, terima kasih," kata Arif


Arka langsung mencium Alwi juga.


"Jangan nakal," kata Arka


Alwi mengangguk.


Arka dan Hana masuk ke mobil, saat mobil mulai jalan, mereka langsung melambaikan tangan.


Arka melihat wajah istrinya yang masih sedih.


"Maaf ya kamu jadi harus pisah sama Alwi," ucap Arka


"Gak apa, kan cuma 4 bulan," ucap Hana


Di jalan Hana tertidur di pundaknya Arka, Arka menatap wajah Hana agak lama, tangannya juga memegang tangan Hana.


Tangan Aisya sangat kasar, pasti selama ini harus kerja keras batin Arka


Hana terbangun dan terlihat malu saat Arka memegang tangannya.

__ADS_1


Hana buru-buru menarik tangannya.


Arka hanya tersenyum tipis.


*


Di rumah Pak Hairul.


"Anak pintar," ucap Pak Hairul pada Alwi


Alwi tersenyum, "Kan kata Aki dan Uwan jika mau punya adik bayi harus biarin Bunda ikut Ayah," kata Alwi


"Iya, secepatnya Alwi akan punya adik bayi," kata Pak Hairul


*


Arka dan Hana sudah ada di bandara, Arka menarik koper, Hana berjalan di sampingnya.


Sesekali Hana melihat ke arah suaminya.


Rasanya ini seperti mimpi, batin Hana


Arka juga melihat ke arah Hana, "Nanti saat sudah sampai kita langsung pulang ke rumah Mama dan Papa," kata Arka


Hana mengangguk.


Mereka berdua langsung masuk ke pesawat.


Saat datang ke sini aku masih seorang pria lajang tapi saat ini sudah ada seorang istri di sampingku batin Arka sambil menatap ke arah Hana Aisya.


Kupikir aku tidak akan kembali ke Jakarta, semoga Pak Arka menjadi cinta terakhirku batin Hana


Sesampainya di Jakarta, Arka langsung mengajak Hana makan malam setelah sholat di Masjid.


Hana melihat ke sekeliling tempat mereka makan, pemandangan yang romantis.


"Cepat di makan, kita harus cepat pulang ke rumah," ucap Arka


Hana mengangguk dan langsung mulai makan.


Hana tersenyum mendengarnya.


Arka melihat wajah lelah Hana, disaat mereka makan malam, Cantika baru datang untuk makan malam bersamanya.


Cantika dan Siska Mamanya melihat ke arah Arka yang sedang membersihkan wajah Hana dari bekas makanan.


Hana memegang tangan Arka dan langsung mengambil tisunya.


Cantika langsung berjalan mendekat bersama Mamanya.


"Jadi ini wanita yang dulu Kakakku bilang sangat sempurna yang bisa jaga diri, bisa jaga jarak dari yang bukan Mahram atau apalah itu," ucap Cantika


Hana kaget melihat mereka, Ia langsung berdiri dan menunduk.


Arka kesal dan langsung berdiri.


"Apa salahnya jika suaminya memegang istrinya, itu gak dilarang dalam agama," ucap Arka


"Istri?" tanya Cantika kaget


"Apa maksudnya ini?" tanya Siska lagi


"Saya memegang istri saya sendiri, Hana Aisya sudah sah jadi istri saya," kata Arka


Cantika dan Siska menganga mendengar itu.


"Ini gak mungkin, pasti gak mungkin," ucap Cantika


"Arka sudah jelas-jelas Mama kamu ingin kita menikah, dia gak suka sama Hana Aisyah yang seorang janda," kata Cantika


"Seorang Janda sudah pasti tidak perawan tapi seorang perawan belum tentu perawan, aku sudah pernah mengatakan ini sebelumnya," kata Arka yang langsung menyimpan uang di meja dan menarik tangan Hana untuk pergi.


Mata Cantika langsung berkaca-kaca sambil menahan kesal.


Di depan Hana dan Arka langsung masuk ke taxi tadi.

__ADS_1


"Kita langsung pulang saja," ucap Arka dengan wajah dinginnya.


Hana melihat ke arahnya sebentar dengan perasaan takut.


Taxi pun mulai jalan menuju rumah mereka, sesampainya di depan pagar rumah, Arka turun dari taxi dan langsung membukakan pintu taxi untuk Hana.


Hana terlihat ragu untuk turun.


"Ayo," ajak Arka sambil mengulurkan tangan


Hana perlahan menerima uluran tangan Arka dan langsung keluar dari taxi.


Supir taxi membantu mengeluarkan koper mereka.


"Ini Pak ongkosnya, terima kasih," ucap Arka sambil memberikan uang


"Iya sama-sama," kata supir taxi.


Satpam membukakan pagar dan langsung tersenyum.


"Malam Mas," ucap satpam


"Malam," kata Arka yang langsung masuk.


Arka dan Hana sudah di depan pintu.


Arka mengetuk pintu sambil mengucap salam.


Mama dan Papanya sedang ngobrol di ruang tamu. Mereka langsung menjawab salam.


"Sepertinya itu suara Arka," ucap Linda


"Iya, itu pasti dia," kata Wijayanto


Linda langsung berjalan menuju pintu, Ia tersenyum saat membuka pintu.


Hana dan Arka mencium tangannya.


"Ayo masuk," ajak Linda


Arka melihat ke arah Hana yang masih terlihat ragu untuk melangkahkan kaki.


Linda juga melihat ke arah Hana.


Linda langsung menarik tangan Hana sehingga Hana langsung mengikutinya masuk.


Wijayanto tersenyum melihat ke arah mereka.


Hana langsung mencium tangan mertuanya, Arka juga langsung melepaskan kopernya untuk mencium tangan Papanya.


"Apa kalian sudah makan malam?" tanya Linda


"Sudah Ma, tadi di tempat biasa," ucap Arka


"Ya sudah langsung ke kamar saja, kalian pasti capek," ucap Linda


"Iya. Ayo Aisya kita ke kamar," ajak Arka


Hana mengangguk.


"Ma, Pa, kami ke kamar dulu," kata Hana sopan


"Iya," kata Wijayanto


Arka mengangkat kopernya saat naik tangga, Hana mengikutinya dari belakang.


Saat sudah di depan kamar, Arka membuka pintu.


"Ayo masuk," kata Arka


Hana ikut masuk dan melihat ke sekeliling kamar Arka yang terlihat sangat besar, rapi dan bersih.


"Itu kamar mandinya," kata Arka


Hana langsung mendekat dan membuka koper untuk mengambil handuk dan pakaian.

__ADS_1


__ADS_2